Adakah eAAC Converter yang free

Siang ini saya baru saja suruh suruh mba Google untuk mengubek ubek seluruh pelosok internet untuk mencari Software buat mengkonversi file file musik ke format eAAC. Maksud saya untuk menghemat ruang simpan di memory ponsel saya. Sebenarnya dengan memperkecil bit rate dan sampling rate pada format mp3 pun bisa sangat banyak menghemat media simpan. Sayangnya dengan format tersebut harus melacurkan fidelitas dari Musik Musik tersebut.

Adakah yang bisa membantu saya mendapatkan free eAAC Converter. Dan punya pengalaman mengkonversi musik musik kesayangan ke format tersebut?

POP mail, masih bermanfaat

Saat ini kecanggihan web mail yang menjadi dengan beragam fasilitasnya, baik itu pada gmail, yahoo mail dan lain kompetitornya, mereka diantaranya menawarkan web chat pada jendela mail, remote sign out, tabbed viewing dan setumpuk features lain tidak berarti saya menanggalkan keakraban saya dengan POP mail. Walaupun menggunakan POP mail sama artinya dengan menyiapkan Privat PC dan space hard drive yang cukup untuk mendownload e mail, termasuk menginstall mail client app. yang tidak gratis seperti MS Outlook

Keterbatasan band width dan stabilitas internet yang saya pakai adalah alasan utama saya. Saya sering kali harus bekerja secara off lain ketika berada di luar jangkauan Provider atau hal lain. Dengan POP Mail, Aplikasi Mail Client saya akan mendownload secara back ground seketika koneksi ke internet didapatkan. Setelah e mail e mail terdwonload saya dapat membacanya kapan saja saya mau walaupun tidak terhubung lagi ke internet.

Menjawabnya… yah termasuk me reply dan mengirim e mail baru dapat saya ketikan secara off line, untuk sementara waktu tersimban di outbox dan aplikasi akan mengirimkan secara otomatis ketika koneksi ke internet didapatkan kembali.

Hal seperti ini sungguh mengefektifkan pekerjaan saya sehari hari [yang tidak sibuk]

Pengin buat Photo Blog

Membaca tulisan tulisan dalam blog saya ini kok terasa membosankan sekali. Saya yang menuliskan saja malas baca apalagi orang lain yaaa. Ternyata jari jari saya sedang cerewet mode ON. Menuliskan sesuatu denga berpanjang lebar. Tanpa bantuan ilustrasi, quote, photo dan warna warna.

Baiklah, walaupun terkesan tidak nyambung biarlah photo ini saya taruh disini.

 

Fildan and ME

Fildan and ME

[Photo ini di ambil ketika Fildan sedang main main dengan saya Ramadhan kemarin]

 

Sebenarnya saya ingin mempunyai photo blog untuk menampilkan rekaman kehidupan dan apa saja dengan gambar gambar dan warna warna dan ilustrasi. Sayangnya saya saat ini belum menemukan template blog yang macth dengan selera saya. Dan termasuk saat ini sedang memilih camera phone untuk itu. Menggunakan Camera Phone dengan pertimbangan bahwa take pict dengan Digicam akan terkesan norak dan obyek akan kelihatan tidak natural. Maksud saya dengan Camera phone saya bisa dengan mudah mencuri curi pandang [dan gambar] jika di jalan menemukan cewe cantik.

Btw ada yang mau membuatkan untuk saya template dan theme Photoblog, walaupun saat ini blog blog saya masih ngendon di hosting gratis milik wordpress.com dan blogspot.com

13 tahun yang membuat lupa diri

Pada awal awal mengenal dan belajar komputer pada sekitar tahun 1995. Saya tidak habis pikir betapa ribetnya menggunakan alat yang bernama komputer. Untuk melakukan pekerjaan sederhana saja harus melalui banyak langkah dan prosedur dan perintah text based. Pun juga untuk mengetik dan spread sheet datau dbase.  Setelah disekolah belajar sistem operasi –saat itu PC DOS/ms DOS, saya belajar menggunakan word prosessor seperti WordStar dan Chi Writer, juga pernah mencoba WordPerfect. Membosankan sekali rasanya kalau tidak mengingat kebutuhan membuat laporan dan tugas tugas waktu itu.

Kata Mantra pengusirkebosanan belajar saat itu –sampai pada akhirnya saya mabok cinta dengan komputer dan masih setia sampai sekarang– bahwa komputer itu sama dengan alat yang lain, diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Buat apa diciptakan kalau malah menyusahkan. Jadi keyakinanya, walaupun terasa sulit, menggunakan komputer itu pasti lebih memudahkan.

13 tahun kemudian, rasanya tidak ada pekerjaan saya yang tidak melibatkan campur tangan komputer. Komputer yang telah banyak belajar tentang manusia. Sekarang bukan manusia yang dirancang untuk mempelajari sifat sifat komputer. Melainkan komputer yang didesain untuk beradaptasi dengan sifat sifat manusia yang manja, tidak sabaran dan pengin serba segera. Komputer telah menemukan sesuatu dalam diri manusia yang belakangan diketahui sebagai *nafsu*. Maka saat ini tampilah computer, terutama Windows, Mac, Linux dengan user interface yang sexy, bahenol dan dengan polesan make up 16 juta warna. Jauh dari wajah angker hitam putih dan kaku nenek moyang mereka sebangsa 8080 dan 8088.

Komputer yang semakin bisa mendengarkan hati dan nafsu manusia tersebut membuat saya dan makhluk manusia lainya semakin *jatuh cinta*. Bahkan cinta buta. Menjadikan ketergantugan. Sama halnya tangan dan kaki adalah organ tubuh, begitu juga rasanya komputer sekarang ini terasa organ tubuh lain yang saya sadari pertama kali setelah 15 tahun terlahir kemuka bumi. Tidak terbayang kira kira seperti apa trauma apa bila hidup ini harus berpisah dengan si dia. Patah Hati ….

Ada pengalaman menarik beberapa waktu yang lalu, ketika saya tidak boleh mengajak keterlibatan Komputer dalam mengerjakan ^hal sepele^. Mengisi formulir dengan angka angka. Rule nya saya harus mengisi formulir tersebut secara manual dengan ballpoin. Banyak sekali lembar formulir yang harus menerima kenyataan untuk menjadi penghuni tempat sampah karena saya melakukan kesalahan dalam hal pengisian data. Kebiasaan menekan tombol Ctrl + Z untuk membatalkan perubahan dan Ctrl + Shift + Z untuk mengembalikan ternyata tidak berlaku diatas kertas. Tombol Delete juga tidak ada. Ketidak sabaran saya membuat kertas kertas tersebut teremas remas dan terlembar di keranjang sampah plastik warna hijau di pojok bawah meja kerja.

Ternyata watu 13 tahun kebersamaan kami –saya dan kompie– telah banyak melahirkan kebiasaan kebiasaan baru dan saat ini tumbuh mengikuti kehendak jaman, dan terkadang menanggalkan sesuatu yang establish lebih dulu.

Sedikit Cerita dari ruang penat Angkudes

Saya menggunakan sarana transportasi publik untuk mobilitas sehari hari, karena memang tidak memiliki kendaraan pribadi dan masih bertahan dengan angkutan umum. Memanfaatkan angkudes adalah pilihan sadar saya, walaupun dalam hati ini yang sebenarnya terjadi kadang juga keterpaksaan walaupun *dalam bingkai kesadaran global. Kendaraan Umum Angkudes sebagai tulang punggung mobilitas saya memang menarik dan unik ala Indonesia. Maksudnya tidak ada standarisasi yang pakem tentang seperti apa seharusnya standarisasi suatu public transport yang comply dengan safety standard, safety driving, maximum allowed load dan semua tetek bau bengek yang lain seperti yang sering kita tonton di TV dilakukan oleh negara lain. Saya tidak mengatakan bahwa kondisi seperti ini dipertahankan oleh pemerintah sebagai bagian untuk menjaga keunikan dan kekhasan Indonesia. Tetapi memang seperti inilah pengalaman saya menggunakan Angkutan Umum untuk pergi ke sawah sawah saya.

Banyak sekali hal menarik dan menjadi pengalaman unik saya. Saya berinteraksi secara sosial, secara live dengan berbagai tipe dan jenis orang. Karena saya berangkat ke sawah umumnya pada jam jam pagi sekitar jam 06:15, umumnya dalam satu armada saya berbarengan dengan anak anak sekolah, juga simbok simbok yang akan berbelanja ke pasar, dan semua orang yang perlu beraktifitas pagi Termasuk kang Blantik yang akan menjual dagangan kambingnya ke Pasar Siyono atau Penjual ayam yang berangkat membawa berikat ikat ayam ke Pasar Wonosari.Kalau sedang berbarengan kakang kakang blantik ini saya harus berhati hati. Selain pasti kostum rapi dan licin saya segera menjadi kumal dan kucel dan parfum Axes saya berganti aroma keringat prengus kambing. Bila kurang hati hati bisa bisa saja semua penumpang harus merasakan k******g kambing kambing dan t**i ayam tersebut. Yah namanya juga menggunakan transportasi umum. Kesadaran dan Keikhlasan memang menemukan ujian dalam arti sebenar benarnya.

Asap rokok, sipapaun orang yang tidak merokok pasti tidak tahan dengan asap rokok ditempat pengap semacam angkudes. Blantik Blantik bau tembakau berbumbu kemenyan ini sering kali lupa bahwa saya juga penumpang yang butuh udara sehat dan takut terserang gangguan pernafasan. Saya tidak merokok karena saya tahu bahwa rokok itu membahayakan kesehatan diri dan kesehatan lingkungan [dan juga takut kesehatan dompet saya terganggu]. Namun demikian apabila terlalu sering menjadi perokok pasif yang menghisap nikotin secara tidak langsung asap udut dari blantik blantik dan kakang kakang ini, kira kira akan seberapa banyak bedanya. Menurut majalah menjadi perokok pasif bisa lebih membahayakan.

Disiang hari yang terik, dikepulangan saya dari sawah dan harus berbagi aroma peluh dan kerinat pengap dan bau ketek para penumpang, ada seorang ibu yang dengan gelisah. Mulanya saya tidak tahu persis apa yang sedang bergejolak dalam kepalanya. Belakangan saya tahu kalau ibu itu mencemaskan anaknya yang menunjukan tanda tanda mabuk perjalanan. Si Cuplis anak si Ibu ibu, wajahnya pucat lebam sudah tidak tahan menahan rasa mual di perutnya. dah cuuuuuuuuaaaaaaaaaah. Untung muntahan itu tidak mengenai tubuh saya tetapi orang lain yang duduk disebelah. Sepertinya saat itu keberuntungan sedang berpihak pada saya. Dalam hati saya, saya bilang pada orang yang tersemprot muntahan itu “Sabar ya kang … Sabarlah” Sambil berusaha menenangkan diri karena saya sangat sensitif dengan aroma seperti ini. Berat sekali rasanya menata diri. Saya juga tahu bahwa Ibu Ibu itu berada dalam posisi yang tidak kalah susahnya dengan saya. Menahan rasa tidak enak dan malu kepada penumpang lain karena telah mengganggu kenyamanan mereka. Sementara yang saya lakukan adalah berusaha tetap tenang seolah tidak merasa terganggu dengan sedikit tersenyum. Walaupun pada pemberhentian angkudes terdekat saya segera turun.

Pengalaman menggugah yang lain terjadi pada siang yang gerah dan panas beberapa hari yang lalu. Masih di Angkudes itu, seorang tante dengan narsis dan suara lantangnya memainkan adegan telepon menelepon dikendaraan. Dilihat dari cara menelepon dan apa yang dibicarakan kedengaran bahwa ia menelepon bukan untuk sesuatu yang penting dan sekedar bercuap cuap dengan durasi yang lama. Saya sedikit melirikan mata ini kearah penumpang yang lain. Dari mimik muka mereka saya menebak bahwa mereka sama sebel seperti saya. Mungkin dalam pikiran mereka bilang “Rumangsamu kowe dewe sing due henpon karo pulsa nggo tilpon tilpon”. Walaupun dengan gaya sok penting, memang seolah apa yang dilakukan penelepon itu tidak lebih untuk mencari perhatian saja. Penumpang lain juga tahu kalau henpon si tante adalah N95. Tapi bagi yang berprasangka buruk boleh boleh saya mengprasangkai kalau henpon si tante pinjaman saja entah siapa yang meminjami. Kelihatan kok dari cara si tante menggerakan slider dan memencet pencet tombol tombolnya. Juga cara ngomong yang medok, Bahasa Indonesia kejawa jawaan.

Terserah penumpang lain yang merasa jengkel, secara pribadi saya seh tidak menyalahkan si tante. Malah malah itu merupakan cerminan untuk si diri ini yang doyan ngomong. Diri ini harus lebih banyak mengambil hikmah dari kejengkelan para penumpang angkudes itu terhadap si tante. Bahwa siapapun termasuk diri ini harus belajar dan berlatih menempatkan diri dan berhati hati. Harus bisa mapak ake awak, begitu wanti wanti simbah saya ketika masih sugeng. Sadar bahwa ditemat umum, termasuk angkutan umum kita harus berbagi dengan banyak macam orang dan mereka juga butuh kenyamanan.

Terlepas dari banyaknya suka dan duka selama berkendara umum –yang tentu saja banyak dukanya. Rasa dag dig dug ketika angkudes yang saya tumpangi mengalami kebocoran ban atau mesin tiba tiba ngadat mengancam misi saya untuk selalu on time tiba di sawah. Sopir yang main srobot sak gelem wedele dewe, penumpang yang dipadatkan dalam kendara seperti konsenstrat untuk mengejar uang setoran adalah bagian hidup saya dan merupakan pengalaman pendewasaan diri dan kesempatan untuk melihat realitas dari dekat bahkan menyentuh dan merasakanya.

Setiap satu perjalanan pergi pulang dari sawah dengan angkutan umum (tidak berkendaraan pribadi) adalah sama artinya dengan mengurangi beberapa liter Bensin yang bisa dihemat oleh bumi ini dan beberapa satuan volume polusi yang mengancam ozone dan atmosfer. Bukan berarti ingin menobatkan diri sebagai pahlawan lingkungan tetapi semua penumpang angkudes ini sebenar adalah orang orang yang tidak turut memboroskan dana subsidi BBM dan juga bukan orang yang paling banyak menyumbang CO yang memperparah pemanasan global.

Bagaimana menulis yang baik?

Tidak terasa sudah hampir setahun saja ^^dengan rajin menulis diblog ini. Saya tidak pernah berpikir panjang sebelum menekan tombol *publish* sehingga apa yang saya tulis pada teks editor muncul di https://jarwadi.wordpress.com dan semua pengguna internet dapat membaca apa yang saya tuliskan. Ketika membaca tulisan tulisan saya terdahulu geli juga bibir ini karena belakangan menyadari bahwa apa yang dituliskan ternyata tidak mudah dimengerti bahkan oleh diri saya sendiri, apalagi orang lain. Hanya satu hal saja yang selalu saya jadikan justifikasi untuk tidak berhenti menulis. Saya ingin menuliskan informasi dari sudut pandang subyektif saya dan blogging adalah untuk menyampaikan opini opini dan ide ide saya secara gratis untuk dapat dibaca orang lain. Syukur syukur dari pembaca sekalian ada yang dengan tulus ikhlas memberikan feedback. Terimakasih kepada teman teman saya dan pembaca sekalian yang telah dengan rela atau terpaksa membaca posting posting dalam blog saya dan terlebih yang telah dengan rela memperlelah jari jarinya untuk menulis komentar komentar. Saya tahu bahwasanya sayalah orang yang paling diuntungkan dengan menulis diblog ini walaupun tidak ada orang atau pihak yang membayar saya untuk menulis. Bahkan saya harus merogoh saku untuk membayar koneksi internet.

Prinsip dasar dalam tulisan tulisan saya adalah bahwa saya tidak menuliskan berita bohong dan fitnah.

Dulu, ketika saya menempuh studi di Sekolah Menengah, kalau tidak salah dalam pelajaran Bahasa Indonesia, pernah suatu kali diajarkan materi bagaimana menulis yang baik. Membuat tulisan atau karangan yang baik. Seingat saya, karena pasti lebih banyak yang sudah lupa, menentukan maksud untuk menulis, menentukan topiknya, membuat kerangka tulisan, mengembangkan ide dan gagasan dari kerangka yang sudah dibuat, kemudian mengimplementasikan kedalam suatu tulisan yang runtut, enak dibaca dan memenuhi kaidah bahasa yang baku, baik dan benar.

Kedengaranya ribet sekali untuk membuat suatu tulisan yang baik dan kenyataanya memang tidak mudah. Menurut saya butuh kesungguhan untuk membuat tulisan yang baik dan berbobot, tanpa kesungguhan ide yang cerdas dan tujuan mulia yang mengawali tangan tangan kita untuk bergerak mengetik di keyboard maka susahlah untuk mematangkanya. Setelah modal dasar berupa kesungguhan tentu saja adalah pengetahuan dan wawasan yang luas akan mewarnai setiap epik dari yang kita tuliskan. Tanpa banyak membaca dan khasanah kosakata pengetahuan tentu saja apa yang kita tuturkan akan terasa garing dan membosankan. Hal penting dalam membuat tulisan yang baik tentu saja adalah keterampilan yang hanya akan kita dapatkan dari latihan.

Belajar dari tulisan tulisan yang pernah saya publikasikan dan juga apa yang telah dilakukan orang lain dan tentu saja penulis penulis favorit saya. Banyak hal yang perlu saya lakukan untuk berbenah dan menata setiap tulisan. Karena tentu saja saya ingin memberikan yang lebih baik dan terbaik yang bisa saya lakukan. Berawal dari naluri saya untuk menulis, walaupun baru sebatas naluri yang belum keep align, itulah modal awal saya.

Biarlah saya berevolusi untuk menemukan bentuk yang pas untuk diri saya …

Survive di Pergantian Musim

Ngomong ngomong tentang pergantian musim dan pergantian cuaca pasti identik dengan terpengaruhnya kesehatan kita atau menurunya kualiatas kesehatan kita atau teman teman dan rekan rekan sekitar kita. Jujur saja kita semua disini sudah bosan dengan musim kemarau yang panjang tahun ini. Semua orang berharap segera datang musim hujan. Kalau selama ini sebagian orang disini yang punya cukup rejeki mengeluarkan kocek sekitar Rp 70.000 untuk setangki air untuk memenuhi kebutuhan minum, air bersih dan sanitasi dengan datangnya musim hujan berharap karunia yang di Atas berupa air bersih yang gratis dan melimpah. Maklum saja disini sarana water fasilities yang belum merata menjangkau semua penduduk. Mudah mudahan saja dalam waktu yang tidak terlalu lama ekploitasi dan perberdayaan sumber air dari pantai Baron dan Ngobaran dapat dengan baik terealisasi. Namun demikian dengan hadirnya pertanda pergantian musim pada saat ini yang merupakan kabar baik untuk kita semua disini karena artinya Musim Penghujan sudah lebih dekat. Ada satu tahapan dimana kita kita harus melewati dengan tanpa luka atau kalaupun sampai luka luka tidak sampai mati *dimakan cacing.

Bahwa tahapan tersebut adalah untuk tetap survive dan bisa beradaptasi dengan baik untuk melewati dengan selamat jembatan ^pancaroba^. Flu yang mewabah, diare, muntah muntah dan penyakit penyakit umum yang menjadi derita dan saat ini telah menjangkit teman teman bahkan keluarga.Walaupun seharusnya yang seperti ini tidak perlu terjadi apabila sebelumnya kita telah melakukan tindakan atisipasi dengan baik. Dan tentunya kesedaran kita semua untuk melakukan tindakan preventif secara integral –terpadu dan kolektif –bersama sama. Karena apa artinya kalau satu atau dua orang menjaga kesehatan diri dan lingkungan sementara yang lain cuek bebek. Virus Influensa diketahui mudah menyebar dengan cepat dan menulari siapa saya yang sedang dalam keadaan kekebalan tubuh sedang tidak fit. Buktinya apabila ada satu saja dari orang sekantor atau satu anggota keluarga yang kena jatah maka mudah mudah saja orang orang dekatnya tertular.

Apapun adanya Pergantian Musim yang bertandang merupakan TAMU yang banyak dinanti nanti sebagai kabar baik, yang perlu kita lakukan untuk tetap dapat menikmatinya adalah dengan mensyukuri dan membuat pilihan terbaik. Kita bisa melakukan hal hal didalam lingkaran pengaruh kita untuk tidak memperkeruh keadaan. Apa yang bisa kita lakukan adalah seperti menjaga higienitas kehidupan pribadi kita, menjaga kualitas ketahanan tubuh dan kebugaran kita, menjada diri dari potensi tertular wabah. Apabila diri terpaksanya terkena wabah dengan sadar menjaga lingkungan dan orang orang tersayang dengan membatasi interaksi dan kontak fisik dan segera men^treatment diri dengan tindakan medis yang tepat.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah secara sosial menyampaikan informasi dan menggugah kesadaran orang orang terdekat kita untuk sadar diri akan kesehatanya dan mengajak mereka untuk hidup sehat dan higienis dan mempunyai sense of awarenes yang cukup sehinggu tercipta suatu budaya dan sistem sosial yang sehat dan berbudaya. Dengan demikian kita bisa menikmati tanpa kendala anugerah Allah.

Hujan itu turun dari atas karena memang pemberian yang di Atas

Retold : Syawalan FKOG

Alhamdulillah, pada saat ini saya dapat melanjutkan menulis di blog tersayang ini. Doa doa saya kemarin untuk dapat senatiasa menulis ternyata terkabul, dan tidak lupa juga dengan Jamu Godong Telo yang menjadi pelumas dalam sistem mekanik tubuh saya. Halahhhhh ….

Ngomong Ngomong tentang Wonosari, Kampung Halaman , Internet, Interaksi, Iedul Fitri. Maka yang mewakili kesemua kata atau lebih tepatnya *hal hal* tersebut adalah Syawalan FKOG. Forum Komunikasi Online Gunungkidul. Acara ini adalah *Kuali* atau *Wajan* atau apapun namanya dimana semua bahan masakan dan bumbu bumbu nya bertemu –Gunungkidul, Wonosari, Kampung Halaman, Warga Perantau, Internet, Interaksi Iedul Fitri, Syawalan. Dan apapun namanya masakan ini. Tentu saja yang dirasakan adalah rasa gayeng, guyup, akrab, seneng seneng dan rasa rasa aneh tetapi sedap lainya.

Tumben analoginya masakan? Masakan dan Makanan apa saja biasanya dalam tradisi Lebaran dan Iedul Fitri adalah waktu dimana saji sajian makanan terhidang paling lengkap. Setiap keluarga oleh sang simbok pasti mempersiapkan matang matang dari jauh jauh hari. Matang Matang maksudnya kalau makanan yang disajikan kurang matang pasti akan bikin pemakanya sakit perut atau lidah tidak berselera. Jauh Jauh maksudnya rejekinya sering kali harus dicari dari rantau. Sudahan ngelanturnya ya ….

Kembali ke acara syawalan FKOG

Bocah Bocal lugu dari Wonosari Gunungkidul yang sering nongkrong di http://wonosari.com Mereka dan sayah sering chating juga. Menggambreng tentang apa saja dari yang tidak penting penting sampai yang jauh dari kata penting, dan pasti sangat tidak penting. Mempunyai inisiatif untuk kopdar. Kopi Darat. Jumpa Darat menggunakan momen syawalan. Sekaligus karena, masih berkait erat dengan budaya mudik. Setiap Lebaran bocah bocah rantau ini biasanya pulang dari kembara untuk merayakan Hari Lebaran di Kampung Halaman.

Nah pada hari Jum’at tanggal 3 Oktober 2008, dirumah Nurul Rahma Setyawan, sebelah selatan SMPN 2 Wonosari acara kopdar sekaligus syawalan ini diadakan.

Berhubung padi ini saya sudah capai untuk menulis maka biarlah foto foto ini yang gantian berbicara. Jari Jari Seksi saya sudah kehabisan akal untuk memilih kata apa lagi yang mesti dipencet dari keyboard leppie sayah

DSCF4304IMG_5176

DSCF4310

DSCF4246 

Mudah Mudahan sedikit gambar ini dapat bercerita. Untuk gambar yang lebih banyak silahkan klik disini dan disini

Its Perfect Day to make my OWN L.U.C.K

BEGIN;

Judul posting saya kali ini sama persis “plek” dengan status yang saya tarus pada Yahoo Messenger saya. Bila teman teman dan kalian pada hari ini sedang dalam jaringan [on line] dan chating dengan saya pasti mendapati. Terserah apapun keadaanya semoga hari ini really really perfect day 4 me. And defenitely I could make my OWN L.U.C.K. Semoga juga menjadi awal awal yang baik setelah blog ini terlantar selama beberapa Minggu. Mohon maklum *sedulur.

Ok deh sedikit kabar dari jagat kealpaan saya. Cerita dari belakang layarnya. Kala itu saya sedang guyon guyon dan iseng iseng dengan diri saya sendiri. Eh secara tanpa sengaja tombol keset* MALAS mode terpencet. Dan secara, tidak disadari sak jek njumlek tanpa eling saya dalam KESET mode [ON].**Tumben ngga beralasan dan dengan jujur dari hati sanubari menobatkan dan men-acknowlede diri**. Karana semua alasan memang sudah habis. Kalau dulu saya beralasan tidak menulis karena tidak ada koneksi internet, sekarang saya mendapat titipan dari Yang di Atas koneksi internet unlimited 24 jam seHARI dan 7 hari SEMINGGU. Kalau dulu beralasan kalau malas mengetik di PC dan kepingin menulis di LEPtop. Allah juga telah menitipi saya dengan Lappie. Sibuk, ngga juga **opo tumon rek**. Sakit, malah meniko nembe sehat wal afiat tidak kurang suatu apa kecuali setali dua uang jajan buat beli dawet mbok Darmi atau jajan angringan di selatan Pasar Playen. Alibi apa lagi ya, mau ngomong kalau sedang tidak ada cerita. Aghrrr … bila saya sedang nrocos tidak akan pernah habis untuk itu, kecuali mulut mengering mengemarau kekurangan air liur. Basically banyak ^pahit ^manis ^sepet ^asam ^asin ^asem ^sepet |gurih nya bila di adoni dengan bumbu peyek atau ^jangan lombok.

[go to mode PERFECT DAY]

Melengkapi kabar kabar baik dan hari indah [bagi saya], kemarin sore ndeso saya di guyur hujan gerimis. Alhamdulillah wa Syukur. Maturnuwun Duh Gusti Pangeran, paduko sampun kaparingan Jawah. Pelepas dahaga setelah bumi desaku berpuasa panjang tanpa minum semusim kemarau. Merupakan pemberian yang di Atas. Buktinya Hujan selalu jatuh dari Atas –saya tidak nggambreng kalau mata air pemberian Yang di Bawah dan lainya pemberian Yang di Samping. Semua merupakan pemberian dan Karunia dari -Nya yang di Atas.

Sambutan suka *hujan saya kemaren sore dengan Mas TRi RaHMat **KUMANDAN** juga berhujan hujan RIA setelah nongkrong cukup lama di warung BAKSO *Bantar Sari* Playen. Kehujanan dan Kedinginan. Walaupun dalam dingin tetep merasakan hangat-Nya.

Debu debu kemarau dan btu keprus yang kemaren kemaren sempat ikut campur tangan dengan situasi politik pernafasan saya, pasti akan berkurang. Debu yang selalu lengket memperlusuh sepatu saya pagi tadi juga sudah tidak *terlalu. Sepatu saya saja yang memang perlu segera dipensiunkan karena usia. Mudah mudahan pengganti sepatu saya besok besok tidak mendapatkan warisan akut serangan debu dan becek. Pemerintah desa telah membuat jalan cor blok dari depan rumah sampai jalan Raya.

PERFECT DAY, kira kira juga telah tumbuh di hati bapak bapak dan simbok simbok, kadang kadang tani, karena tidak lama lagi menjelang musim menamam.

[goto current session]

From now ON and wish always [ON], I would like to write and post my idea via thiz blog, to share everything, to keep all in and arround dengan sregep bin rajin dan sambil menanam jagung *tak jemu jemu. Kalau perlu di doping dengan Jemu eh Jamu Godhong TELO.

Dan sedikit demi setitik, alon alon waton tenanan, here is my booklog written. Disinilah catatan keseharian tentang bagaimana mesin tubuh dan nyawa ini dipakai oleh user dan administrator [sesuai tujuan, kepentingan dan interest mereka]. Dan sedikit sedikit [mudah mudahan bisa banyak] apa yang sempat tidak saya ceritakan dapat saya ceritakan kembali. Mudah mudahan juga bisa menjadi piranti untuk belajar meng^komposisi yang gurih. Meng*gambreng antara ke^kini^an, ke^esok^an dan ke^marin^an dengan smooth and flow. Ada yang mau berbagi resep semangat dengan saya?

Wish me L.U.C.K yaaa;

Its Perfect Day;

END;

Selamat Idul Fitri 1429 H

Selamat Idul Fitri 1429 H

Mohon Maaf Lahir Batin