Pada hari Sabtu pagi kemarin saya mulai mempunyai masalah dengan browser Google Chrome dan FireFox yang terinstall pada laptop Ubuntu 11.04. Firefox dan Google Chrome, kedua web browser andalan itu berulangkali tiba – tiba crash hanya untuk membuka beberapa tab saja. Padahal pada Jum’at malam tidak terjadi masalah apapun. Saya juga tidak melakukan setting atau update apapun pada sebelum masalah itu terjad.
Saat itu saya belum berniat untuk mencari tahu masalah yang menimpa browser pada ubuntu 11.04 itu karena sedang tidak mood.
Anehnya, sejak hari Minggu pagi kemarin sampai sekarang, masalah yang timbul dengan tiba – tiba itu telah sembuh dengan tiba – tiba pula. Membuat penasaran saja. Sebenarnya apa yang sedang terjadi.
Sejak sore tadi saya mendapatkan banyak SMS dan BBM yang berisi pesan akan keutamaan memperingati malam Nifsu Sya’ban yang katanya jatuh pada malam ini. Bukanya menyikapi informasi ini secara arif, alih – alih saya malah tanpa berpikir panjang dengan meneruskanya di status facebook.
Dalam beberapa saat, status ini mendapat beberapa respon like dari teman – teman saya. Entah apa maksud mereka nge-like status fb itu. Untungnya ada salah satu teman saya yang mengritisi status fb berisi pesan nifsu sya’ban itu. Ia bilang nifsu sya’ban itu bid’ah.
Kritik ini membuat saya penasaran dan googling sana sini. Dan memang benar, dari beberapa link yang saya baca dan bandingkan, tidak saya temukan hadits shahih tentang peringatan nifsu sya’ban. Bila anda penasaran seperti saya silahkan googling sendiri. Berikut adalah link yang menurut saya menarik:
Tidak rugi saya datang jauh – jauh dari Wonosari – Gunungkidul untuk menghadiri acara Sarasehan Blogger di Joglo Abang yang merupakan rangkaian acara Jogja ASEAN Blogger Conference yang dilaksanakan pada siang harinya bertempat di Hotel Melia Purosani. Menurut saya acara yang berlangsung pada 9 Juni 2011 itu bagus, melebihi ekspektasi saya. Saya suka dengan desain acara sarasehan yang dibuat tidak formal, secara lesehan, sehingga kawan – kawan yang datang dari berbagai daerah tidak kehilangan kesempatan untuk beramah – tamah.
Apa kata Pakdhe Blontakpoer dalam twitternya “seru banget kopdar blogger/ onliner di @jogloabang. ide berseliweran dr berbagai kota Jateng-DIY-Jatim-Jabar-DKI #ActCreative @TselJatengDIY” sepenuhnya betul.
“Koyo ketiban ndaru” begitu orang Jawa bilang menggambarkan kehebohan saya pada malam itu bertemu dan bisa ngobrol dengan mahadewi blogger sekaligus master sifu SEO dari Bekasi, yaitu Mbak Ajeng. Sebelumnya saya tidak mengira kalau beliau adalah sosok yang ramah dan humble. Sayangnya perhatian saya saat itu segera dibajak oleh video – video yang inspiratif yang diputar selama Mas Bababdito membawakan presentasi “Industri Telekomunikasi Masa Depan”.
Baiklah tulisan ini akan saya lanjutkan dengan mencoba melihat atau lebih tepatnya harapan saya akan Industri Telekomunikasi masa depan. Setidaknya Industri Telekomunikasi untuk 10 tahun yang akan datang. Ide – ide lain dari acara sarasehan yang dibawakan oleh pemateri berikutnya sampai acara diskusi yang tidak kalah keren akan saya tuliskan secara terpisah.
#1 the social web of things #courtesy of youtube
#2 all communicating world #courtesy of youtube
Nah, sebelum melanjutkan membaca posting ini, silahkan menyaksikan kedua video di atas. Merupakan video dari beberapa yang dipakai Mas Bababdito sepanjang presentasi. Baca lebih lanjut →
Beberapa petang yang lalu saya tertidur sebelum jam tujuh malam. Sepanjang pagi, siang sampai sore hari itu saya habiskan secara maraton bercampur sprint. Kecapaian. Dari tidur yang cukup rajin itu (baca: tidur sangat awal) saya terbangun pada sekitar jam dua dini hari untuk mengerjakan Shalat Isya’. Saya tidak yakin apakah pada dini hari itu saya terbangun karena ada kewajiban yang belum tertunaikan atau karena suhu di desa saya turun drastis. Sangat dingin.
Saya mencoba tidur lagi setelah selesai mengerjakan Isya’. Tapi tidak mudah. Saya tidak bisa tidur sampai pagi. Sebenarnya itu sudah waktu tidur yang cukup lama dibanding biasanya. Tidur dari jam tujuh sampai jam dua. Tujuh hitungan jam. Padahal biasanya saya mulai tidur pada jam satu dan bangun sekitar jam lima pagi.
Pola tidur yang tidak biasa itu baru terasa kemarin siang. Terjaga mulai jam dua dini hari ternyata membuat tubuh saya jauh dari produktif pada hari berikutnya. Cape deh …
Jumlah panggilan yang tercatat dan ditagihkan pada nomor kartuHALO saya yang bernomor 0811 293 xxx untuk pemakaian bulan Juni tidaklah semestinya. Untuk panggilan lokal ditagihkan sejumlah Rp 2.017 dan panggilan interlokal Rp 900. Jumlah total panggilan ditagihkan berarti Rp 2.917. Padahal seingat saya, pada bulan juni saya termasuk banyak melakukan panggilan. Bahkan saya pernah melakukan panggilan selama lebih dari satu jam tanpa putus.
Artinya ada beberapa panggilan yang saya lakukan yang tidak tercatat oleh billing system telkomsel. Alias billing telkomsel sedang error. Jadi untuk pemakaian bulan Juni saya hanya perlu membayar Rp 2.917 + pemakaian SMS + pemakaian BIS. Baca lebih lanjut →
Oh ternyata tinggal paste link nya di wordpress.com editor. Tidak perlu lagi melalui tombol add video. Hihi, untuk hal “sepele” ini saya tadi baru solved setelah googling. Setelah beberapa percobaan saya dari add video –> from URL –>paste url video youtube dan gagal.
WordPress memang telah banyak berubah (menjadi jauh lebih praktis) dari pertama kali saya meng embed video youtube pada beberapa tahun lalu. 😀
Kalau anda pernah bingung ditanya tentang suatu ketertarikan atau minat atau apa saja yang menarik untuk saya sukai, artinya saya tidak sendirian.
Kesulitan menjawab pertanyaan itu saya percayai dialami oleh banyak orang. Itulah barangkali sebabnya Google membuat tool ini. Google What do you love. Baca sendiri cerita dari pencetus ide tool google what do you love di link berikut: Baca lebih lanjut →
Bukan karena server down atau kiriman email terlambat sampai tujuan. Tapi bagaimana Gmail web meremehkan kemampuan berhitung seorang user tiap kali untuk pertama kali dalam satu hari akan mengirim email. Apa Gmail pikir user itu sebegitu begonya hingga tiap mau mengirim email harus dipaksa berlatih berhitung.
Membuang – buang waktu saja. Saya membaca email beberapa detik. Mengetik balasan yang berisi beberapa kata dalam beberapa detik. Tapi sebelum bisa menekan tombol send kok malah masih harus melewatkan beberapa detik lagi untuk menjawab hitung – hitungan.
Apakah Gmail sebegitu pedenya berpikir orang akan tetap menggunakan layanan web mailnya sehingga ia dengan arogan memperpanjang prosedur pengiriman email. Kalau terus – terusan seperti ini kok rasanya saya ingin berlari ke email client saja, huft.
Apakah Gmail web memperlakukan anda sebagaimana ia memperlakukan saya? Jangan – jangan saya doang yang dianggap bego hitung – hitungan? 😦
Menarik sekali ide dari mas @anasir (beliau adalah admin dari account twitter @JalinMerapi) tentang penggunaan SMS untuk sebagai salah satu pintu input crowd sourcing. Kenapa SMS dan bukan menggunakan internet? Karena penetrasi SMS sudah terbilang jauh lebih merata di pelosok nusantara dibandingkan teknologi komunikasi internet. Mudah digunakan pula. Hampir siapa saja bisa menggunakan.
Mas @anasir memilih teknologi SMS memang agar lebih sesuai dengan kebutuhan crowd sourcing yang datanya punya banyak potensi untuk ia garap, yaitu untuk memantau harga – harga komuditas pertanian. Jadi dengan teknologi SMS, relawan – relawan yang dekat dengan sumber informasi itu bisa dengan mudah membagikan informasi dari mana saja dengan peralatan handset dengan basic fitur yang sudah banyak ada dan murah.
Bagaimana bila tarif SMS dari operator yang paling menjamah pelosok negeri ini menurunkan tarif SMS menjadi lebih kompetitif. Begitu yang ia bilang pada acara Sarasehan blogger di jogloabang pada malam minggu kemarin kepada salah satu perwakilan operator telekomunikasi seluler pelat merah.
Saya melihat tadi malam posisi bulan sudah lumayan tinggi. Ternyata Kalender Hijriah sudah menunjukan tanggal 6 bulan Sya’ban 1432 H. Pantas Undangan menghadiri pesta nikahan sudah habis.
Ini kabar bagus buat saya. Karena berarti pengeluaran untuk “njagong” di pesta nikahan yang memuncak pada bulan Rajab kemarin mereda. Tinggal ada beberapa njagong di pesta khitanan tetangga yang marak di musim liburan sekolah kali ini. Kemudian saya bisa sedikit lega, seiring berlalunya musim nikahan, saya juga akan bebas dari pertanyaan yang paling saya benci seumur – umur. Tahu sendiri apa pertanyaan jelek itu kan. 😀
Tadi malam tanggal 6 Sya’ban. Petang nanti sudah tanggal 7. Benar ngga hitungan ini? Kalau tanggal yang saya sebut ini tidak akurat saya rasa paling selisih satu hitungan. Apapun Ramadhan makin dekat. Sya’ban ini hanya mempunyai hitungan 29 Hari. Artinya 22 atau 23 petang menjelang Ramadhan. Bulan yang kita nanti – nantikan kok tiba – tiba tiba.
Kalau kita menanti – nantikan bulan Ramadhan, sudah seberapa banyak yang kita persiapkan?