2011 : Awali Dengan Jogging

Benar. Saya tidak main – main kaitanya dengan urusan penuaian ritual jogging yang sudah sejak lama saya azzamkan. Betapa beratnya bangun pagi setelah semalaman begadang. Betapa cuaca tadi pagi tidak cukup cerah setelah malam diguyur hujan.

Pembukaan diri akan tahun 2011 denganlah jogging 😀

Foto pada posting ini barangkali hanya saya yang bisa mengenali. Merupakan salah satu ujung pemberhentian ritual jogging saya. Tepat di depan pintu utara Puslatpur Paliyan. Hihi, sengaja ya saya memposting foto yang ngga jelas. 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.5

Paliyan , Semifinalis DIY Green & Clean 2010

Keren, Paliyan masuk sebagai 60 Padukuhan/RW yang menjadi semifinalis DIY Green and Clean 2010. Tidak hanya sepanduk itu saja yang saya lihat, melainkan sisi kiri – kanan jalanan lintasan jogging saya yang menjadi lebih bersih.

Doa kita semoga Paliyan masuk sebagai finalis dan lebih dari itu bukan semangat menjadi pemenang konteslah yang terpenting, melainkan tumbuhnya budaya di dalam masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, bersih, hijau atau lebih kereeenya eco friendly.

Dan saya usul mulai bagi pedukuhan/RW yang menjadi semifinalis DIY Green and Clean 2010 sekalian dibersihkan dari spanduk – spanduk semacam dibawah ini :

Hukum Tidak Identik Dengan Biaya Mahal

Berurusan dengan proses hukum dan aparat penegak hukum itu berbiaya mahal. Entah sejak kapan stigma seperti ini tertanam di benak  masyarakat. Terutama masyarakat di desa dimana saya tinggal.

Terlepas stigma ini beralasan atau tidak, tetapi hal ini mudah diamati dari keengganan sebagian masyarakat untuk memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum. Mereka tidak mau ketika sudah jatuh masih tertimpa tangga. Apabila mereka sedang tersandung masalah mereka akan lebih memilih untuk mencari penyelesaian di luar jalur hukum, menyelesaikan dengan cara mereka sendiri. Dan bilapun mereka gagal atau tidak menemukan solusi atas rasa keterdzaliman yang diderita, maka mereka pun akan memilih diam.

Saya berusaha mengerti sikap sebagian masyarakat ini terjadi di tengah – tengah mereka yang belum sejahtera dalam pendidikan dan ekonomi, akses informasi yang terbatas masih menjadi barang mewah. Dan “mungkin” juga kultur masyarakat yang terbiasa menerima ketertindasan sebagai sesuatu yang “sudah biasa” dan nrimo.

Itu saja?

Tidak. Stigma ini terus mengakar karena bisa dijadikan komoditas bagi kaum dan golongan tertentu. “Daripada masalah ini dinaikan ke jalur hukum dan menghabiskan banyak uang, lebih baik datang saja ke rumah saya“, jadi jangan heran bila suatu ketika kita mendengar ada oknum yang ngomong seperti itu.

Suara – suara mirip seperti ini terdengar ketika beberapa hari yang lalu di desa dimana saya tinggal terjadi tindak kekerasan sampai pada akhirnya keluarga korban berinisiatif menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum. Perlu diketahui bahwa pelaku masih ada hubungan keluarga dengan tokoh masyarakat. Baca lebih lanjut

Jogging Restarted, Alhamdulillah

Boleh dikatakan, pagi hari tadi memberikan restu kepada saya untuk memulai lagi ritual minggu pagi yang telah dengan sengaja saya hentikan selama hampir dua bulan. Satu bulan penuh suspended jog itu memang agar saya dapat dengan nyaman menunaikan puasa Ramadhan, sedang hampir sebulan berikutnya adalah karena saya dihadang oleh duet maut antara kemalasan diri dan hujan yang mengguyur tak kenal musim. Menurut perhitungan cuaca dan pranata mangsa –BMG -nya orang Jawa kuno– ini merupakan bulan yang mana seharusnya tidak banyak curah hujan atau dalam bahasa Jawa disebut mongso ketigo.

Memulai atau memulai kembali itu saya yakini sebagai perbuatan yang tidak mudah. Selain dengan membulat tekad, sejak minggu kemarin, saya sudah membuat beberapa persiapan. Menyiapkan sepatu jogging dan kaos kaki yang sudah lama teronggok di kolong. Kaos dan celana yang ringan, nyaman dan warna sesuai mood juga tinggal pakai. Tidak boleh ada alasan takut hitam, lebih hitam karena memang sudah hitam :), SPF 24 sunblock sudah saya beli dari mini market sebelah tempat kerja. Gear yang tidak boleh tidak siap adalah ponsel music + bluetooth headset. Kalau guru IPA sekolah menengah saya dulu bilang sumber energi itu adalah Karbohidrat, Protein, Lemak + vitamin pembantu maka saat ini saya bisa bilang itu kurang lengkap. Hard beat music nyata – nyata membuat saya lebih energik dan bersemangat.

Kesegaran jalan Karangmojo – Paliyan yang segar tadi pagi, alhamdulillah bisa saya tempuh sampai km 4. Sampai di depan Puslatpur Paliyan. Target saya, jog kedua minggu depan bisa menambah coverage distance. Syukur – syukur sampai bukit Sodong.

Selesai jogging, tentu saja fitur cooling down pada ponsel saya manfaatkan. Fitur cooling down itu adalah Camera 3.2 MP Autofocus. Mainan ini dalam sekejab menghilangkan rasa terengah dan kaki pegal – pegal.

Agar apa yang saya tuliskan tidak dibilang hoax, biarlah foto ini menjadi saksi bahwa saya telah menginjakan kaki di jalan arah bukit Sodong. Bagi yang sering mengunjungi blog ini mungkin akan menuduh bahwa ini foto – foto lama yang di re-post. Silahkan anda mengecek metadata di account flicker saya.

Beberapa foto – foto amatir saya yang lain bisa ditengok di http://twitter.com/jarwadi , http://facebook.com/jarwadi atau di http://jarwadi.posterous.com

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.3

Jalan Kemajuankah?

Foto ini mudah – mudah suaranya dapat terdengar. Dia mau bilang kalau simbol moderenisasi akan dipancangkan di sini di desa dimana sejak dulu marjinal daripada kata “pembangunan”.

Hamparan aspal sebentar lagi akan digelar sepanjang beberapa kilometer mengurangi luas permukaan tanah yang mana pada musim penghujan penting untuk menyerap air hujan.

Tugas permukaan tanah itu sebentar lagi akan naik pangkat menjadi full timer yang bertugas memperlancar para petani di desa untuk menjual dagangan ke pasar Playen atau Wonosari bila tidak laku dijual di Pasar desa Grogol.

Baiklah, ternyata membuat posting dari perangkat bergerak itu belum mudah. Mudah – mudahan, lebaran depan warga yang ada di tanah kembara tidak lagi kena jeblok kubangan jalanan bila hujan tiba.

Salam dari kampung halaman.

Koran Koran Cetak Menggoda

Sehabis menunaikan jogging pagi tadi, lirik lirik mata saya tertarik dengan gambar – gambar yang tercetak pada halaman depan koran – koran yang dijajakan di sekitar pasar Tahunan – Paliyan yang saya lalui. Sudah lama banget rasanya saya tidak menghabiskan waktu di hari Minggu untuk baca – baca koran cetak.

Tidak mudah memang mengendalikan nafsu ini, meski pada akhirnya iman masih bersikukuh untuk tidak tergoda. Kata Mantra itu terus menerus membisik di telinga :

Go Green Go Green 33x
.

Jogging : Kilometer Ketuju Tertunaikan

Alhamdulillah cuaca pagi ini tidak hujan. Hanya sedikit berkabut. Dan dengan perkelahian melawan kemalasan diri, saya dapat menunaikan ritual jogging seperti yang saya cantumkan dalam cita – cita mulia dalam usaha mensyukuri nikmat sehat yang dikarunikan Allah.

Tantangan kedua setelah pengalahan kemalasan adalah jarak tempuh yang lebih baik dari apa yang telah saya capai minggu lalu. Minggu lalu merupakan jogging pertama setelah masa hiatus karena dokter menyuruh saya beristirahat dari olah raga sepanjang hampir 6 minggu.

Hari ini saya berhenti pada kilo meter ketuju. Memang, saya belum bisa melakukannya dalam waktu sebaik sebelum saya hiatus. Insya Allah waktu merupakan tantangan pada minggu minggu selanjutnya.

Lokasi pengambilan foto adalah di sini dan merupakan tempat indah ujung lintasan jogging saya setiap minggunya.

Puncak Puncak itu

Sebenarnya uneg – uneg ini ingin saya posting kemarin, tetapi karena internet yang sedang lelet bermalas – malasan karena libur panjang, hari ini saya baru bisa meng-online-kan. Tidaklah mengapa, karena cuaca cerah kemarin pasti akan terasa sia – sia bila saya habiskan didepan monitor.

Berbeda dengan minggu – minggu pagi sebelumnya dimusim ini yang mana biasanya matahari agak enggan bersinar di awal pagi, kemarin itu, ketika saya melintasi sepertiga terakhir lintasan jogging, wajah dan sekujur tubuh dibelai dengan penuh kehangatan. Langit biru dan cerah.

Di ujung lintasan dimana saya biasanya menghirup udara segar sepuas – puasnya dan relaksasi, pandangan mata saya terasa lebih rileks dengan bentangan panorama tanpa halangan asap dan kabut. Meski dari dulu saya sudah terbiasa melayangkan pandangan, tidak terasa sedikit saja saya bosan. Baca lebih lanjut

Tips Jogging : Sambil Dengarkan Music #tipsjogging #paliyan

Tiba – tiba menemukan sesuatu yang telah sekian lama di cari cari sampai hampir putus asa bisa dikatakan keberuntungan. Beberapa bulan yang lalu saya terpesona dengan musik latar pada iklan Samsung Corby. Saya rasa musik itu begitu futuristik dan bersemangat. Tidak tahu apa title dari lagu itu, maka ritual ngubek ubek jagat maya bersenjatakan Google pun masih memaksa saya untuk berhenti dengan tangan hampa. Everything has it time. Keberuntungan nomplok ketika kemarin saya blog walking di blog nya Ranny Rahma. Gadis Palembang itu memposting lyric text Technic Color by Paloma Faith lengkap dengan link download untuk file mp3. Yah inilah Music Track dari Iklan Samsung Corby itu.

Memutar berkali kali pada sore itu tidaklah membuat bosan. Saya malah berpikir untuk menjadikan sebagai musik teman jogging untuk minggu pagi. Kebetulan playlist di Walkman sudah lama tidak ter update. Sudah kadaluwarsa. Perlu disesuaikan dengan 2010 dan resolusi kejiwaan saya yang baru. 😀 Playlist berikut akhirnya tersusun setelah menghabiskan sepanjang sore mencoba coba :

Technic Color by Paloma Faith

Girlfriend by Avril Lavigne

Crazy in Love by Beyonce ft Jay Z

We Walk by The Ting Ting DJ

Great DJ by The Ting Ting DJ

Lemon Tree by Fool’s Garden

Me Against The World by Simple Plan Baca lebih lanjut

Jajan Pasar : Meniran, Tempe Benguk

Jajan Pasar

Jajan Pasar

Jajanan Tempe Benguk

Jajanan Tempe Benguk

Di ujung lintasan jogging saya, ada suatu pasar tradisional. Pasar Paliyan. Bila jadwal jogging sedang beruntung bertepatan dengan hari pasaran. Saya akan menemui suasana riuh hiruk pikuk salah satu dari  roda – roda yang berputar mengantarkan perekonomian kecamatan ini. Utamanya komoditas lokal diperdagangkan di pasar ini.

Berjenis – jenis jajan pasar tersedia disini. Apa yang terlihat di foto, mulai dari meniran, gethuk, gorengan, tahu bacem, sampai tempe bongkrek. Kita bebas memilih milih mana yang cocok dengan selera.