Tips membaca bacaan berbahasa asing

Beberapa waktu yang lalu seorang teman berbincang sedikit dengan saya. “Apakah saya harus ber grammar bagus untuk memahami teks berbahasa Inggris?. Saya perlu membaca banyak buku”

Menurut saya, untuk memahami isi dari suatu bacaan *tidak harus* dengan ber grammar bagus atau tahu semua arti kata dalam kalimat. Untuk teman itu saya menyarankan untuk segera mulai saja membaca baca buku buku berbahasa Inggris bertemakan bidang ketertarikan dia. Bidang ketertarikan membawakan semangat. Selain banyak istilah baku yang biasanya tidak turut dialih bahasakan.

Bila dalam kalimat tidak tahu beberapa arti kata, jangan terburu buru membuka kamus melainkan ditebak tebak saja, kecuali bila sebagian besar kata dalam kalimat tidak tahu artinya. Jangan bosan untuk membaca. Biasanya dalam sebuah buku apabila kita telah membaca beberapa bab awal dan bersusah susah memahami maka bab bab selanjutnya secara mengalir maksudnya terpahami.

Kalimat Pernyataan Efektif

Siswa lulus apabila :

1. Nilai Rata Rata sama dengan atau lebih dari 5,5
2. Hanya ada maksimal dua angka 4,0
3. Tidak ada satupun nilai yang kurang dari 4,0

Maka dalam spreadsheet saya menuliskan sebagai :

=IF(AND(AVERAGE(A1:Nn)>=5,5;COUNTIF(A1:Nn;4)<=2;NOT(MIN(A1:Nn)<4));”lulus”;”tidak lulus”)

Ada yang bisa membantu menuliskan dengan lebih sederhanakah?

Efisien dan Efektif dalam menulis

Bagaimana saya bisa belajar menuliskan ide dalam kalimat singkat secara efektif?

Peng aspal an dilanjutkan …

Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.

Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.

Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.

Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Listrik mati bikin gatal gatal dan pusing pusing

Bagaimana terasa kehidupan tanpa cukup pasokan listrik? Ya seperti baru saja terjadi power down sejak hari menjelang siang sampai jam sembilan malam ini. Tubuh terasa gatal gatal karena tanpa perlindungan alat pengusir nyamuk. Mood tidak mendapatkan cukup pemacu dari alunan suara musik. Makan takut kalau kalau keselek dan semua ruangan terasa pengap dengan lampu minyak yang tidak handal.

Sebenarnya seharian ini saya berniat untuk membaca buku, tapi karena buku dan dokumen dokumen tersebut dalam format e book, maka ya apa daya selain menunda. Kemudahan teknologi telah memanjakan. Dan karena kemanjaan kenalah batunya.

Kemajuan teknologi telah terbukti membawa perubahan kebiasaan. Dan kadang membuat efek sampingan berupa gatal gatal gigitan nyamuk dan pusing kepala karena pencapaian sasaran tidak menemukan saluran ketika listrik sedang down.

Karena ini musim aliran listrik tidak handal karena banyak gangguan karena musim penghujan dan keterbatasan teknisi PLN dalam penanganan gangguan teknis ya mesti secara pribadi melakukan pencegahan dan alternatif pengurangan dampak gangguan. Seperti charging batt setiap saat tidak boleh kelupaan dan menggunakan krim pengusir nyamuk semacam soffel dan autan. Juga jangan lupa bahwa minyak tanah itu susah didapat di warung Pak Tukir dan kadang berharga mahal.

Texting sometimes better

Bagi sebagian orang, texting merupakan cara bercakap yang menyenangkan, praktis dan mengalir. Dalam suatu komunikasi yang terbentang jarak, walaupun saat ini  tarif percakapan telepon sudah sangat merakyat dan sering lebih murah ketimbang sms, chating, mailing atau net blogging. Kenyataanya texting lebih sering menjadi pilihan.

Untuk saya sendiri kelebihan texting adalah sifatnya yang tidak liner sehingga kita lebih bisa banyak mengendalikan informasi yang kita kirim  terimakan. Misalnya kita bisa meninjau ulang sebuah pesan sms, kemudian meng edit nya ketika dirasa belum cukup mewakili informasi, ide atau opini yang akan disampaikan. Atau memikirkan kembali sopan pantasnya sebuah pesan. Baru tombol send di tekan kemudian.

Ketika kita bercakap cakap dalam sebuah media suara (telepon) menurut saya membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi. Memperhatikan intonasi pembicaraan lebih dari kata kata. Perangkaian pesan secara cepat  tepat dan pada tempatnya. Karena ketika suatu informasi terlanjur tersampaikan tidaklah mudah untuk meng edit nya atau menarik kembali suatu ucapan yang terlanjur tidak berkenan bagi lawan komunikasi kita.

Vista saja masih gagap, Windows 7 hampir release

Belum sampai sempat mencicipi lebih lama Windows Vista, kabarnya sebentar lagi Microsoft akan me launching Windows 7. Ini memang salah saya sendiri, karena saya mengganti Windows Vista yang telah ter bundle dengan Laptop ketika membeli. Saat itu alasan saya adalah karena pekerjaan yang menumpuk sedangkan laptop mid end yang saya beli tidak cukup kencang untuk dikendarai Ms Vista dan dipacu. Selain alasan kecepatan dan spec. laptop, adalah karena banyaknya aplikasi yang membantu saya untuk bercocok tanam sepertinya bermasalah ketika saya tanamkan di bumi Vista. Saat itu saya bercita cita ingin membeli sebuah PC baru lagi untuk saya jadikan sebagai kelinci oprekan.

Belakangan, kurang dari setahun Nona Vista hadir dipasaran, banyak di temukan oleh orang orang kaitanya dengan flaws pada tubuh Vista. Saya percaya laporan laporan itu bukanlah gosip ketika dalam tempo singkat Microsoft mengeluarkan Service Pack 1 dan update  minor secara periodik. Apa apa an ini? Dan apa hubunganya dengan banyak vendor PC sekelas intel yang malah merekomendasikan Windows XP.

Sampai saat ini untuk urusan sistem operasi saya termasuk gagap terkait dengan Vista. Dan kadang kasihan juga ketika harus menjawab dengan *ngga tau, belom pernah nyoba, dll ketika teman teman saya yang sudah memakai Vista duluan mendapati masalah dan bertanya ke saya. Maklum tampang saya  rada rada HI Tech sehingga teman teman lebih mempertimbangkan tampang saya yang seolah bisa menjawab permasalahan IT mereka.

Dan ketika saat ini Microsoft sudah merelease Windows 7 dan kabarnya versi final akan di release sebentar lagi, haruskah saya konservatif dan tidak sedikit mencoba coba dan tetap gagap seperti halnya berhadapan dengan Vista. Saya tadi ingin mendownload Vers i Beta ini namun harus sadar dan legawa dengan ketersediaan bandwidth internet saya. Sementara saya harus puas dengan membaca review dari sini.

Siapa yang mau meminjami saya DVD Windows 7 Beta? Atau bahkan ada dari teman teman yang sudah menjajalnya?

Windows 7 review dari C Net

Khotib yang tau Waktu

Seorang presenter yang baik menurut saya adalah seorang yang dengan baik menyampaikan suatu pesan sejelas jelasnya kepada audien dalam waktu sesingkat singkatnya. Gambaran Presenter yang *baik itu tampil ketika saya menunaikan shalat Jum’at. Khotib menyadari bahwa inhabitant bumi ini lebih menikmati mengunyah ngunyah Informasi dalam waktu singkat. Bagusnya hal ini disikapi dengan baik dan secara efisien menyampaikan  khotbah Jum’at.

Khotbah berlangsung sekitar 10 menit. Selesai sebelum jama’ah jum’at mulai bosan dengan ceramah dan tertidur. Saya mulai percaya bahwa penyederhanaan penyampaian informasi sesungguhnya esensi dari Presentasi itu sendiri. Apa untungnya menyampaikan khotbah yang panjang lebar tetapi merangsang rasa kantuk jama’ah. Sungguh Khoti yang tau waktu.

Bagaimana dengan beberapa poin informasi yang dimasukan kedalam sistem pengingat tetapi tidak memperlelah kerja otak dan tidak terlepas dari ingatan Jangka Pendek, syukur syukur terikat dalam Memory Jangka Panjang?

[Saya menulis posting ini sebagai bukti kalau saya tidak tidur sepanjang Khotbah Jum’at …}

Gmail notifier; malah menyebalkan

Beberapa hari yang lalu saya tertarik menginstall aplikasi kecil dari Gmail untuk memberi kepada saya notifikasi bila ada e mail baru yang masuk ke mailbox Gmail. Mulanya saya berpikir bahwa kemudahan mengetahui kedatangan email baru akan mempermudah dan keleluasaan efisiensi untuk segera menyerap Informasi. Dan berujung pada peningkatan produktifitas.

Notifikasi email ini tidak hanya disajikan ke saya oleh Gmail Notifier, melainkan Yahoo Mesenger yang senantiasa terjaga.

Bukanya pemanfaatan waktu yang lebih baik, pesan pesan email baru yang datang silih berganti, dan karena seketika saya membuka buka dan merespon, dan kadang ketahuan juga bilamana bukan kategori email penting. Malah malah waktu ini terasa semakin pendek dan beberapa batu besar yang seharusnya terpecahkan lebih dulu menjadi pending. Itu baru urusan email. Urusan berikutnya pasti adalah nafsu chating.

Demi semua alasan produktifitas, Baru baru ini saya mempertimbangkan kembali untuk memberdayakan Outlook 2007. Sepertinya urusan email dengan Office Outlook 2007 is all much more manageable dimana saya bisa menentukan sesuka hati dan menjadwalkan kapan diperlukan mengunduh semua e mail, men flag email sesuai kebutuhan, membuat rule, dll. Dimana kemudian waktu waktu bisa lebih dihargai demi keselamatan dunia dan akhirat [ … apa hubunganya]

Ponsel terlantar, siapa punya Majikan

Di bangku angkutan yang saya tumpangi ada sesosok ponsel warna hitam yang tergeletak, mungkin tanpa sengaja tertinggalkan oleh si majikan. Tega banget, pikir saya. Dorongan empati dan feature belas kasih yang kuat, tidak tega hati ini dengan kesendirian si boncel ponsel. Tangan kiri ini memungut dan kedua mata ini mulai menyisir keseluruhan tubuh si boncel hitam kemungilan.

Karena pada saat itu gen jahat dalam diri sedang tidak dominan, terpikir untuk menghubungi sang mantan majikan. Saya hanya ingin memastikan apakah  dia sengaja meninggalkan ponsel karena sudah menemukan  yang lebih di cinta atau faktor ketidak sengajaan. Seingat saya bangku bangku angkutan tadi baru saja ditinggalkan oleh beberapa siswi suatu SMK. Pikiran saya berkata bahwa mungkin ada hubunganya.

Tidak lama berselang, ada panggilan masuk ke ponsel malang tersebut, entah dari teman si pemilik ponsel atau orang lain. Merasa bukan orang yang tepat untuk memberi jawab maka saya membiarkan saja, toh ini juga tempat publik, di dalam angkutan, saya tidak mau suara seksi saaya mengganggu ketertiban umum.

Kali ini sebuah pesan teks masuk dan sebuah   panggilan masuk ke ponsel saya, walaupun saya enggan menjawab karena dari nomor bukan yang saya kenal. “Mas, kalau ada ponsel tertinggal, tolong dibawaakan. Itu milik temenku”. Pastinya teks sms tidaklah seperti itu, saya susah meniru gaya penulisan pesan pemuda pemudi jaman sekarang. Mengherankanya bagaimana mereka tahu nomor ponsel saya. “Iya, nanti sore silahkan ambil ke rumah”