Dua hari belakangan ini, Sabtu kemarin dan Minggu tadi, seolah diri saya sedang dipenuhi kejengkelan dan kemarah-marahan. Kejengkelan yang sebenarnya disebabkan oleh hal-hal sepele yang tiba-tiba terjadi.
Hal-hal sepele itu sepele beneran. Diantaranya adalah kiriman dari ekspedisi yang terlambat (atau sebenarnya orang di seberang sana yang ceroboh dalam mengirimkan item-item yang saya pesan), bertemu orang yang kurang bisa menepati janji, beberapa pakaian yang tidak ketemu setelah saya mengobrak-abrik almari pakaian yang belakangan saya ketahui ternyata petugas laundry yang ceroboh yang menyebabkan pakaian-pakaian itu tertinggal di tempat laundry sehingga tadi saya harus mengambilnya, dan beberapa biang penyebab jengkel lainnya.
Ngga penting-penting amat dan tidak dalam taraf membahayakan. Yang merugikan adalah hal-hal sepele ini merusak mood saya seharian yang mengakibatkan saya kehilangan kendali untuk konsentrasi pada hal-hal yang lebih penting. Sebel.
Nah, rugi yang lain lagi adalah saya malah curhat di sini. 😀 Atau blog memang tempatnya untuk curhat? Menuliskan yang jelek-jelek dan yang mungkin tidak terlalu jelek. Bila iya maka kebetulan sejak lama saya telah membuat beberapa kategori Curhat di blog ini. Agar bila kemudian blog ini ternyata isinya curhatan melulu tidak membuat orang yang tidak sengaja membuka blog saya ini kecele. 😀
Benar apa yang saya baca beberapa tahun lalu. Lupa dimana saya membaca dan siapa yang menuliskan. Kalau mood sedang jelek sebaiknya tidak mendekat apalagi menyentuh web 2.0 (atau 3.0). Kalau tetep nekad akan seperti ini jadinya. Tambah kacau dan mengacaukan. hehe.
Mungkin ada yang mau berbagi tips bagaimana mengendalikan diri dan menjaga mood dari deraan masalah-masalah sepele yang tiba-tiba datang bertubi-tubi?





