Sub title mengganggu kenyamanan menonton

Sub title di tampilkan dalam film untuk membantu penonton mengikuti sepanjang jalan cerita. Terutama pada film film berbahasa asing. Atau berbahasa daerah yang kemungkinan tidak dipahami sebagian terbanyak pemirsa.

Kemudian mengapa sub title bagi saya terasa mengganggu. Benar. Dan ini memang subyektif. Karena mata saya cenderung mudah terpancing untuk membaca subtitle yang ditampilkan meskipun saya bisa sedikit sedikit mengerti akan bahasa yang dipakai oleh para tokoh sepanjang film berjalan. Pemandangan yang indah, footage visual yang bagus bagus, bahkan aktor cakep artis cantik, karena gara gara sub title ini sering terlewatkan dari pandangan mata saya. Padahal detil visual yang bagus ini, baik audio maupun visualnya sering kali berbicara lebih kuat dibanding apa apa bahasa yang diucap secara verbal oleh baik karakter maupun narator.

Itulah mengapa saya kurang suka menonton film di bioskop atau di TV dan lebih suka menonton DVD di rumah dengan khusuk sendirian.

Kapan ya mungkin suatu saat ada fitur di bioskop dimana penonton bisa mengatur sendiri untuk penampilan sub title secara costum. Kalau di TV mungkin perlu menunggu era TV Digital.

Hebat : 5 kata untuk judul kalimat

http://news.bbc.co.uk

Apa yang menarik dari halaman depan situs berita BBC News itu. Menurut saya, kekuatan dari situs berita ini ada pada judul setiap artikel/berita.

Setiap kalimat judul menggunakan rata – rata lima kata. Bahkan ada yang kurang. Walaupun memang ada beberapa judul berita yang di desain khusus menggunakan kalimat yang agak panjang menggunakan lebih banyak kata.

Nah, lagi lagi saya di pameri dengan kehebatan pekerjaan penyederhanaan. Kapan ya saya bisa mengalahkan dengan penggunaan dua kata saja dalam headline? Meniru saja susah …

Tapi bermimpi belum dinyatakan sebagai perbuatan terlarang ya

Satu Bahasa lagi tiap Generasi …

Berbicara bahasa, saya menjadi teringat akan simbah saya. Beliau berbicara sehari hari dengan bahasa Jawa. Baginya Bahasa Indonesia adalah bahasa untuk orang – orang muda seusia anak – anaknya. Sehingga bila pun lidahnya susah dilipat untuk ngomong Melayu itu bukanlah masalah.

Rasa empati sekaligus geli muncul suatu saat ketika kami sedang bersama – sama menonton TV. Simbah selalu bertanya apa yang sedang terjadi sebagai penjelasan gambar – gambar video yang ditayangkan dalam suatu acara berita. Bagi simbah menonton sinetron itu tidak lebih dari pajangan aktor cakep dan aktris cantik di layar tanpa perlu tahu  cerita yang sedang berjalan. Dari gambar demi  gambar ini sajalah simbah berusaha menebak – nebak  sekenanya dan menterjemahkan dengan caranya sendiri dengan mengabaikan apa yang tertulis dan terucap sebagai aliran informasi. Tentu saja informasi yang diserap tidaklah lengkap.

Dijaman dimana pandangan mata menjadi meluas, dimana dengan sedikit menengok ke kanan dan kuping Paman Sam terlihat, sedikit ke kiri Nigeria, sedikit mendongakan kepala maka gemuruh kebakaran di Aussie kedengaran, nampaknya apa yang terjadi pada simbah itu mirip mirip dengan yang terjadi pada Bapak Ibu saya. Masalah ‘bahasa‘. Bapak Ibu saya perlu alat bantu penterjemahan bahasa untuk memproses informasi dengan layak. Karena sebagian besar terjadinya cerita berlangsung dalam bahasa Inggris, mungkin saya perlu membantu mereka dengan meng install paket bahasa baru itu.

Berdasar cerita saya di atas, apa yang terjadi pada keluarga saya, dapat disederhanakan sebagai :

Simbah hanya berbahasa Jawa dan apa yang dilihat banyak yang perlu diterjemahkan dengan Bahasa Indonesia. Bapak Ibu berbicara baik Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa tetapi dia memerlukan paket aplikasi baru Bahasa Inggris.

Sekarang jatuh pada giliran saya. Saya Berbahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris. Walah kemampuan berbahasa itu pas pasan saja. Bila setiap generasi baru biasanya bengong dengan suatu bahasa baru. Maka tools bahasa apakah yang perlu saya install karena itu vital untuk memahami sekeliling?

e mail dari Telkomsel yang lucu

Kepada Sujarwadi

Terima kasih untuk melakukan pemesanan iPhone3G. Email ini membuktikan bahwa kami tidak lupa pesanan Anda

Informasi selanjutnya mengenai bagaimana Anda akan dapat menjadi orang pertama memiliki iPhone3G akan diberitahukan dalam waktu dekat.

Sementara itu jika teman-teman Anda belum memesan iPhone3G, pastikan Anda memberitahukan mereka untuk segera memesan di www. telkomsel.com/iphone

Hanya yang sudah memesan akan diberikan kesempatan pertama untuk memiliki iPhone3G. Pemesanan iPhone3G tinggal sebentar lagi.

Masih penasaran? Pelajarilah mengenai ponsel yang revolusioner ini, klik disini http:// www. apple.com/asia/iphone/

Dan perhatikan email dari Tim iPhone Telkomsel yang akan datang dalam minggu ini.

Thank you for pre-order iPhone 3G. This email is to say, we haven’t forgotten about you.

More details will follow shortly about how you can be one of the first people to own this revolutionary device.

In the mean time, if you friends  who haven’t registered, make sure that you tell them to register quickly at www. telkomsel.com/iphone.

Only those who have registered will be given first priority to own an iPhone 3G. iPhone 3G registrations won’t be open forever. They will close soon.

Still curious? Learn more about this revolutionary device, by clicking here   http:// http://www.apple.com/asia/iphone/

And remember, watch out for more emails from the Telkomsel iPhone team over the coming weeks.

Best Regards,

Mark L Chambers
DVP. Product Marketing
PT. Telkomsel

Saya senang mendapatkan email konfirmasi atas pemesanan iPhone 3g di telkomsel. Artinya telkomsel memang tidak main main dalam membuat penawaran dan perhatian terhadap pelanggan pelanggan potensial. Termasuk saya.

Hanya, menurut saya email tersebut lucu saja. Lucu tetapi bisa menjadi pelajaran penting inspiratif  untuk saya. Tadi, ketika saya membaca email ini di ponsel sony ericsson membuat mulut cekikikan sendiri di tempat tidur sampai rasa kantuk berkeinginan istirahat itu menguap. Lanjutan email yang berbahasa inggris itu telah mendorong semangat saya untuk segera mengeluarkan latop dari tas, membangunkanya dari mode sleep, mendirikan koneksi internet, membuka inbox gmail saya. Dan akhirnya menulis posting ini.

Menurut saya, english yang dipakai untuk e mail oleh corporate sekelas telkomsel ini sangat tidak sopan dan remeh mengabaikan keterampilan menggunakan bahasa yang baik dan formal untuk menunjukan rasa hormat kepada pelanggan. Saya tidak tahu apakah ini adalah template email yang digunakan untuk semua pemesan iphone 3g atau hanya untuk saya saja.Seandainya email jelek itu hanya dikirim ke jarwadi, maka alangkah malang nasib ini.

Sebagai pelajaran, pertama, mulai sekarang tidak ada alasan bagi saya untuk merasa tidak pede menggunakan bahasa inggris saya yang asal asalah karena untuk email dengan grammar yang kacau juga dipakai oleh corporate sekelas telkomsel. Kedua, saya harus mulai belajar akan dampak sebuah email formal terhadap kredibilitas pengirim dan lebih lanjut corporate yang mempekerjakanya.

Penempatan Kalimat Utama yang pas

Penempatan kalimat utama secara pas merupakan tantangan penulisan blog bagi saya untuk beberapa waktu belakangan sejak saya meng import tulisan pada blog ini sebagai note di Face Book. Penempatan kalimat utama ini kelihatan penting bagi ketika saya sedang melihat lihat halaman profil di Face Book yang menampilkan banyak aktifitas di FB, komentar komentar, status, coretan di wall termasuk note ter import dan mendapatkan memang beberapa baris kalimat  ringkasan yang dibuat oleh FB benar benar tidak menarik dan seringkali tidak mencerminkan keseluruhan tulisan.

Bukan berarti saya menerapkan jurus jurus berjualan, tetapi ketika saya gagal memberikan kesan kedua yang baik pasti siapa pun akan enggan melanjutkan membaca kemudian. Kesan pertama sebenarnya telah dibangun dengan memberi judul note yang menarik.

Penempatan ide utama dari keseluruhan tulisan selama ini memang lebih suka saya tempatkan disembarang bagian atau di paragraf manapun dengan maksud untuk membawa gaya penulisan yang lebih variatif sehingga tidak membosankan. Dan tidak membebani saya sendiri untuk meluangkan waktu untuk mengatur penempatan. Sekali lagi adalah merupakan tantangan bagi kreatifitas penulisan untuk menempatkan ide utama pada awal paragraf awal, gaya penulisan singkat dan praktis dan pemilihan kalimat kalimat efektif tetapi dibuat tetap menarik terutama bagi saya sendiri

Tips membaca bacaan berbahasa asing

Beberapa waktu yang lalu seorang teman berbincang sedikit dengan saya. “Apakah saya harus ber grammar bagus untuk memahami teks berbahasa Inggris?. Saya perlu membaca banyak buku”

Menurut saya, untuk memahami isi dari suatu bacaan *tidak harus* dengan ber grammar bagus atau tahu semua arti kata dalam kalimat. Untuk teman itu saya menyarankan untuk segera mulai saja membaca baca buku buku berbahasa Inggris bertemakan bidang ketertarikan dia. Bidang ketertarikan membawakan semangat. Selain banyak istilah baku yang biasanya tidak turut dialih bahasakan.

Bila dalam kalimat tidak tahu beberapa arti kata, jangan terburu buru membuka kamus melainkan ditebak tebak saja, kecuali bila sebagian besar kata dalam kalimat tidak tahu artinya. Jangan bosan untuk membaca. Biasanya dalam sebuah buku apabila kita telah membaca beberapa bab awal dan bersusah susah memahami maka bab bab selanjutnya secara mengalir maksudnya terpahami.

Baca novel di jam kerja? Bisa

Bagi teman teman penggemar Novel, tentu saja ingin mempunyai lebih banyak waktu untuk membaca. Sayangnya tidak disemua tempat bisa menjadi ruang yang cocok untuk membaca karena suatu alasan. Membaca cetakan Novel di Kantor anda kadangkala bisa mempengaruhi reputasi anda didepan teman teman dan bos anda di tengah tengah suasana kantor yang sibuk dan deadline yang ketat. Eeiiit, tetapi tunggu dulu …

Bukankah di perkantoran moderen masing masing dari anda dipersenjatai dengan Laptop atau sebuah Work Station. Dan kabar baiknya, dijaman serba cepat dan pratis ini selalu ada lebih banyak alternatif. eBook baru baru ini telah dijadikan bentuk baru sebuah buku dan novel walaupun sebelumnya eBook yang merupakan file berekstensi *.chm dan *.pdf hanya digunakan secara elitis dilingkungan corporate untuk mendistribusikan data, report, manual user, dlsb.

Tentu saja anda bisa mencuri curi waktu ditengah kesibukan untuk menyelesaikan membaca asalkan anda telah mempunyai versi eBook dari cerita yang ditulis pengarang kesayangan anda. Dan kabar baiknya lagi, selain buku buku ini dapat anda beli dengan mudah di online store seperti Amazon.com, bagi anda yang berbudget terbatas bisa melirik file sharing gratis seperti 4shared, ziddu.com, dll karena disitu anda bisa mendownload banyak file ebook secara cuma cuma.

Berhati hati selalu dikaitkan dengan tindakan berjaga jaga dan cara paling bijaksana untuk mencegah hal buruk terjadi. Sekedar tips, jangan membiarkan satu saja windows pdf reader atau chm reader yang terbuka melainkan anda bisa menyamarkan dengan membuka banyak windows office application sehingga sepintas anda sedang sibuk dengan pekerjaan kantor. Bukan berarti saya mengajak anda untuk merapatkan diri ke barisan koruptor waktu dikantor, lebih dari itu bekerja sambil menyenang nyenangkan diri akan berdampak pada kesehatan jangka panjang kita. Bila anda seperti saya yang telah mendownload beberapa novel karya Dan Brawn maka anda pun bisa menikmati bacaan kesukaan anda dimana saja.

Kamus Gratis

Dari Campuran

Beberapa hari yang lalu saya tertarik dengan novel karya Dan Brown, yaitu Digital Fortress dan saat ini sedang memulai untuk membaca Deception Point. Saya iseng iseng mencari file pdf kedua novel tersebut sampai mendapatkan di  situs berbagi file, yaitu 4shared.com. Untuk novel yang pertama saya mendapatkan dalam dua versi bahasa. Tentu saja saya senang sekali mendapatkan versi berbahasa Indonesia. Namun demikian saya mendapatkan beberapa kata dan istilah dalam terjemahan yang malah terasa asing karena kata kata yang seharusnya dipertahankan sebagai istilah juga turut dialih bahasakan. Sampai akhirnya saya memilih untuk melanjutkan membaca versi bahasa aslinya –bahasa Inggris.

Karena sadar bahwa dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang pas pasan, maka translate.google.com segera saya jadikan teman membaca sampai akhirnya saya tidak sabar dan ingin sesuatu yang lebih praktis dan cepat dan tentunya tidak terlalu menuntut koneksi internet secara real time. Karena memang kadang kadang koneksi internet saya kehilangan arah. Setelah cukup lama googling, download dan install beberapa aplikasi kamus, saya puas dengan kamus yang dikembangkan olehwww.indovisi.com oleh Riki Risnandar.

Pengalaman saya setelah beberapa hari menggunakan, saya merasa terbantu dengan tampilan sederhana, dan theme colour yang bisa diubah ubah, bahkan pinky* tetapi sesuatu yang paling memuaskan diri saya adalah perbendaharaan kata yang relatif lengkap dan proses pencarian yang cepat serta tidak mengkonsumsi banyak resourse pada laptop saya.

Bila tertarik anda bisa mendownloadnya dari sini dan sepanjang pengalaman saya, aplikasi ini tidak mensyaratkan serial number ataupun kode aktivasi. Silahkan mencoba

Bahasa Indonesia dan keIndonesiAan kita

Kemarin siang, saya chating dengan teman daring (baca : on line) saya, mbak Darmala Majid, dia bercerita kalau beliau sedang di Jakarta untuk mengikuti konggres Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia. Saya untuk sejenak mengambil nafas dalam. Ada sebuah momentum yang digelar bersamaan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Sebuah Momentum dimana 80 tahun yang lalu, anak bangsa ini menemukan bentuknya dan terkristalisasi dalam bait bait Sumpah Pemuda.

PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Pada saat itu Pemuda Bangsa ini menyadari arti penting suatu Bahasa sehingga mereka menuangkan dalam butir sumpah ketiga. Bahasa sebagai kekuatan perekat untuk mengintegrasikan banyak ragam etnis dan suku dengan sumbang sih berupa adat, budaya dan tentu saja bahasa masing – masing. Sehingga berbahasa Indonesia adalah identik dengan menyatakan keindonesiaan diri.

Ketika perjalanan waktu sudah menginjak pada suatu tempat yang disebut sekarang, banyak orang termasuk saya yang tidak benar – benar merasakan ruh perjuangan dalam Bahasa Indonesia. Seorang saya lebih banyak menonjolkan egoisme dan berbahasa dalam arti yang sempit. Kekuatan Persatuan dan integrasi kerap kali tidak muncul sebagai nilai yang dibawa oleh sebuah Bahasa Nasional.

Hal ini dapat saya rasakan ketika saya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dengan teman dan kerabat yang lebih berbhineka (baca : beragam). Ketika saya berbicara dengan teman – teman dari Indonesia Timur atau Indonesia Barat sekalipun, ternyata dalam bahasa yang kami pergunakan, yang konon merupakan sesama berbahasa Indonesia ternyata banyak hal yang tidak terkomunikasikan dengan benar. Muncul banyak perbedaan pemahaman dan persepsi didalam penggunaan bahasa yang konon juga merupakan Bahasa yang sama, Bahasa Indoneia.

Sebuah perenungan untuk menanyakan kembali keindonesiaan saya.

Dalam artikel inipun saya percaya banyak sekali penyimpangan secara tidak sengaja dari aturan baku berbahasa Indonesia walaupun dalam menulisnya sudah berusaha untuk berhati – hati. Pasti tulisan saya yang lain lebih buruk lagi bila dicermati dari sudut pandang pembahasaan. Hal tersebut bukan berarti saya sepenuhnya cuek dengan urusan berbahasa. Karena Bahasa itu sesuatu yang dinamis dan mengikuti jaman, maka saya lebih suka dalam menuturkan sesuatu dengan cara kekinian yang mengalir.

Untuk lebih jauh tentang sejarah Bahasa Indonesia klik disini.

 

 

Bagaimana menulis yang baik?

Tidak terasa sudah hampir setahun saja ^^dengan rajin menulis diblog ini. Saya tidak pernah berpikir panjang sebelum menekan tombol *publish* sehingga apa yang saya tulis pada teks editor muncul di https://jarwadi.wordpress.com dan semua pengguna internet dapat membaca apa yang saya tuliskan. Ketika membaca tulisan tulisan saya terdahulu geli juga bibir ini karena belakangan menyadari bahwa apa yang dituliskan ternyata tidak mudah dimengerti bahkan oleh diri saya sendiri, apalagi orang lain. Hanya satu hal saja yang selalu saya jadikan justifikasi untuk tidak berhenti menulis. Saya ingin menuliskan informasi dari sudut pandang subyektif saya dan blogging adalah untuk menyampaikan opini opini dan ide ide saya secara gratis untuk dapat dibaca orang lain. Syukur syukur dari pembaca sekalian ada yang dengan tulus ikhlas memberikan feedback. Terimakasih kepada teman teman saya dan pembaca sekalian yang telah dengan rela atau terpaksa membaca posting posting dalam blog saya dan terlebih yang telah dengan rela memperlelah jari jarinya untuk menulis komentar komentar. Saya tahu bahwasanya sayalah orang yang paling diuntungkan dengan menulis diblog ini walaupun tidak ada orang atau pihak yang membayar saya untuk menulis. Bahkan saya harus merogoh saku untuk membayar koneksi internet.

Prinsip dasar dalam tulisan tulisan saya adalah bahwa saya tidak menuliskan berita bohong dan fitnah.

Dulu, ketika saya menempuh studi di Sekolah Menengah, kalau tidak salah dalam pelajaran Bahasa Indonesia, pernah suatu kali diajarkan materi bagaimana menulis yang baik. Membuat tulisan atau karangan yang baik. Seingat saya, karena pasti lebih banyak yang sudah lupa, menentukan maksud untuk menulis, menentukan topiknya, membuat kerangka tulisan, mengembangkan ide dan gagasan dari kerangka yang sudah dibuat, kemudian mengimplementasikan kedalam suatu tulisan yang runtut, enak dibaca dan memenuhi kaidah bahasa yang baku, baik dan benar.

Kedengaranya ribet sekali untuk membuat suatu tulisan yang baik dan kenyataanya memang tidak mudah. Menurut saya butuh kesungguhan untuk membuat tulisan yang baik dan berbobot, tanpa kesungguhan ide yang cerdas dan tujuan mulia yang mengawali tangan tangan kita untuk bergerak mengetik di keyboard maka susahlah untuk mematangkanya. Setelah modal dasar berupa kesungguhan tentu saja adalah pengetahuan dan wawasan yang luas akan mewarnai setiap epik dari yang kita tuliskan. Tanpa banyak membaca dan khasanah kosakata pengetahuan tentu saja apa yang kita tuturkan akan terasa garing dan membosankan. Hal penting dalam membuat tulisan yang baik tentu saja adalah keterampilan yang hanya akan kita dapatkan dari latihan.

Belajar dari tulisan tulisan yang pernah saya publikasikan dan juga apa yang telah dilakukan orang lain dan tentu saja penulis penulis favorit saya. Banyak hal yang perlu saya lakukan untuk berbenah dan menata setiap tulisan. Karena tentu saja saya ingin memberikan yang lebih baik dan terbaik yang bisa saya lakukan. Berawal dari naluri saya untuk menulis, walaupun baru sebatas naluri yang belum keep align, itulah modal awal saya.

Biarlah saya berevolusi untuk menemukan bentuk yang pas untuk diri saya …