Hal konyol, tapi lumrah

Hari ini saya mencatat beberapa hal konyol, tapi lumrah terjadi.

PERTAMA, Apa yang dilakukan orang bila memiliki gadget atau barang teknologi baru? Kebanyakan orang, termasuk saya, lebih suka main coba – coba dengan  gadget baru itu meskipun belum punya cukup pengetahuan   untuk mengoperasikannya. Orang – orang biasanya enggan membuka halaman manual sampai dia menemukan gadget baru itu dalam masalah atau merasa ada yang tidak beres. Mereka, termasuk saya,  tidak cukup punya kesabaran untuk meluangkan waktu barang beberapa saat untuk membaca  manual. Walau waktu yang digunakan untuk dapat menfungsikan barang baru itu berkali lipat jika dibanding mengikuti prosedur yang ada pada buku manual.

KEDUA, Beberapa hari ini saya mendampingi seorang teman  untuk bekerja dengan Microsoft Excel. Saya tau dia sangat newbie dan tingkat kecerdasan yang pas – pasan. Seorang teman itu ingin saya tunjukan bagaimana membuat tabel – tabel dan operasi cell dengan persamaan yang cukup rumit. Dia mengira bahwa suatu tingkatan keterampilan dapat di capai dalam sekejap tanpa mengikuti suatu  tahapan demi tahap. Analoginya bagaimana seseorang bisa mendapat skor 600 dalam TOFL dengan kursus semalam jika sebelumnya hanya hafal 1oo kosakata. Tapi biarlah. Amati saja sampai dia merasakan pusing kepala tujuh keliling.

KETIGA, Beberapa waktu sebelum saya membuat posting ini. Saya mempunyai komitmen  untuk menyelesaikan sebuah bacaan pdf. Bukan bacaan berat sih. Tindakan konyol yang saya lakukan adalah dengan sesekali mengintip halaman facebook. Tapi akhirnya bacaan itu terselesaikan juga. Dan hasilnya tidak banyak isi bacaan yang nyantol di dengkul.

KEEMPAT, … sudah ah.  Itu saja yang saya tulis. Kalaupun saya tulis maka  posting ini akan  menjadi sangat panjang. Karena sesuatu yang melibatkan saya selalu diikuti oleh konyol -isme.

***

[nes] Kopi Sore

Suasana habis hujan sore ini sejuk sekali. Saya merasa berbahagia. Saya menikmati mengetik di belakang jendela yang menghadap petak – petak sawah yang ditanami padi. Segelas kopi susu benar benar saya nikmati demi teguk. Ahhhhhhh …

Sebagai penikmat kopi, sore ini saya sebut sebagai “momentum kopi”. Sebagai “Hari Kopi” Saat dimana memulai untuk dengan mantaf kembali ke kopi. Semenjak beberapa bulan, eh lebih tepatnya hampir dua bulan saya berhenti mengopi. Saat itu saya mengetahui bahwa sakit yang menjadi derita diri adalah bermula dari Mag. Sementara sakit sakit saya yang lain adalah sakit ikutan. Sakit yang mengikuti Mag.

Semoga [nes]Kopi sore segelas ini tidak mengambuhkan sakit mag saya.

**Saya tidak bisa mengambil foto nes Kopi karena ponsel saya gunakan sebagai modem.

Sementara : TPS Grogol VI; Karangmojo b

Angka angka dibawah ini merupakan angka hitungan sementara dan dapat berubah bila kemudian ditemukan kesalahan. Perolehan untuk pemilihan DPRD Tk II Gunungkidul.

Hanya Perolehan lima terbanyak yang saya posting :

Partai Demokrat : 46

Partai Golkar : 42

PDIP : 29

PAN : 16

PKS : 14

Update dapat diikuti di http://twitter.com/jarwadi

Akhirnya menggunakan hak pilih juga …

Setelah saya selesai mengurus cucian saya yang menumpuk, mandi dan sok mensucikan hati, halaah maksudnya agar saya tidak salah pilih dan kemudian merasa berdosa jika kelak terbukti apa yang telah saya pilih berkianat. Bersama dengan tetangga saya berangkat menuju balai dusun dimana disana di jadikan tempat pemungutan suara.

Akhirnya di balai dusun ini saya memilih untuk menggunakan hak pilih saya sebagai kewajiban seorang warga negara. Loh katanya hak kok malah menjadi kewajiban. Nanti dulu jangan protes, karena bila tidak menggunakan hak pilih bisa jadi saya disebut anak haram oleh MUI. Kalau saya sebenarnya tidak masalah, tapi kasian ibu dan bapak saya yang menikah secara sah kok mempunyai seorang anak haram.

Kemudian apa yang menjadi kesan saya selama di ruang pemungutan?

hihihi … ternyata melipat kertas suara itu susah. Hampir sama susahnya dengan membuka lipatan. Maka saya berinisitatif untuk tidak membuka kertas suara berikutnya. Saya cukup sedikit membuka membuat celah dari samping sehingga cukup bagi alat pilih untuk menerobos. Untung partai pilihan saya ada di pinggir sebelah kanan. Eh partai apa ya? SSSSSSSSssssst. Biar itu menjadi privasi saya. Namun sedikit bocoran saya tidak menandai pada nama caleg, kecuali pada DPD karena DPD memang bukan mewakili partai tertentu.

Nah, tidak perlu susah susah lagi sekarang untuk melipat sebagai mana saya boros waktu seperti pada pelipatan kertas suara pertama.

Giliran kemudian saya memasukan kertas suara pada kotak sesuai dengan warna kartu itu. Foto foto posting sebelum posting ini adalah apa yang saya curi sambil mencontreng. hihihi … Masih sempat sempatnya demi wordpress tercinta.

Sebelum meninggalkan tempat pemungutan saya di suruh menandai jari dengan tinta. Menyebalkan. Itu karena Pak Watiman  yang menjadi juru kunci pencelupan tinta sedang mengantuk, maka itu adalah kebetulan bin keberuntungan. Biarkan saya hanya mencelupkan ujung kuku jari kelingking saja. Untuk kemudian saya bersihkan dengan sedikit memotong.

Horeeee ….

Posting ini saya buat dengan terburu buru karena ingin menyaksikan penghitungan suara yang juga akan saya posting di blog wordpress dan twitter, juga fesbuk

**Jaringan telkomsel flash kok malah rewel dihari penting ini, trembelaneeeee …

Pemilihan di TPS Grogol VI Karangmojo b

tps4

tps5

tps21

Ini adalah sedikit screen shoot suasana TPS Grogol VI, Karangmojo B, Grogol, Paliyan, Gunungkidul Yogyakarta.

Sahabat Lama

dsc019761

Pada Foto, di sebelah kiri adalah teman sekolah dasar saya, sedang yang disebelah kanan silahkan anda menebak.

Teman saya itu, sebut saja dia “Tarko”, walau nama aseli bikinan ortu adalah Sugeng Ristanto.

Dia baru saja pulang menyelesaikan proyek di tanah seberang. Dan semalam itu saya rasa waktu istimewa untuk dimana kami saling membagi bagikan masing masing cerita.

Gempa masih terjadi

Seperti apa yang saya tulis pada status facebook saya tadi malam bahwa gempa masih saja terjadi di daerah tempat tinggal kami. Walaupun apa yang terjadi pada lepas tengah malam tidak besar dan bisa dikategorikan gempa dengan skala kecil tetap saja itu membuat saya terkejut dan berjaga – jaga.

Apa yang menimpa pada beberapa tahun yang lalu belum terlupakan. Banyak yang belum terpulihkan. Dan banyak yang tidak bisa dipulihkan. Hanya, sebagai tindakan peringatan dini, bahwa apa apa sebagai tanda tanda setiap kejadian harus disikapi dengan bijak, waspada dan hati – hati.

Semoga tidak ada gempa besar yang merusak meluluh lantakan peradapan seperti beberapa tahun silam. Amiiin…

Sudah pagi ya …. Jogging time ….

dari kesibukan ke fesbukan + es buah an

Entah itu kesibukan kerja, entah itu cuaca, entah itu …. . Dan entah entah yang lain. Semua serasa bersekongkol untuk memperpanas keadaan.

es_buah

Sepertinya Es Buah akan memberi kesegaran di siang panas ini. Nyesss deh. Es buahan sambilan fesbukan itu mampu membuat orang lupa akan kesibukan. Maksudnya menjadi orang yang lupa. Apalagi kedai es buah nya Rumah jajan Nusa Indah ini memberi kesan yang lega untuk mata memandang apa – apa.

es_rina

Apalagi es buah ini selain rasa buah buahan juga ada rasa(h) mbayar. Alisan gratisan. Bu Ibu yang berkaca mata itu telah berkenan membayar minuman untuk kami. Perkenalkan ibu ibu muda yang cantik ini adalah teman sebangku saya, eh sebenarnya bangku saya dan bangku bu Rina lah yang bertemanan.  Kalau kami malah sering bertengkar

Maturnuhun Bu Rina. Kapan kapan lagi ya, jangan pernah bosan buat mentraktir saya.

  • *Mudah mudahan suami bu Rina tidak membaca postingan ini, hihihi

memulai Jogging lagi

Pagi tadi saya jogging.  Apa yang saya niatkan selama beberapa minggu belakangan akhirnya kesampaian juga. Memulai selalu tidak mudah, utamanya memulai sesuatu yang baik baik. Perjuangan memulai jogging ini misalnya, tidak semudah saya menghentikan pada 4 bulan lalu. Banyak  alasan yang bisa saya rekayasa untuk mengatakan tidak setiap kali hari minggu saya ingin memulai jogging lagi. Apa hari hujan deh, sedang agak meriang, cuaca terlalu dingin, atau alasan tidak masuk akal lainnya. Padahal selama 2 tahun saya rutin jogging sepanjang tiga kilo meter rasa dingin, hujan dan badan sedikit tidak enakan pasti ada. Moso seh selama setaun tidak ada hujan di hari Minggu. Akhirnya saya merasa senang menjadi pemenang dalam perkelahian mengalahkan kemalasan itu.

Setelah tantangan kemalasan lewat, rintangan kedua adalah stamina. Empat bulan itu sudah cukup untuk memperlemas otot – otot di kaki saya. Nafas yang terengah – engah serasa mau putus untuk menempuh jarak beberapa kilo meter saja. Dulu tiga atau empat dengan kecepatan lebih bahkan tidak masalah. OK deh, memang harus bertahap, langkah demi langkah menuju tiap kilo meter. Mudah mudahan minggu depan saya menjadi pemenang lagi. Tidak hanya mengalahkan kemalasan. Saya harus menundukan angka 3 kilo meter.

Pasti suasana pagi di depan puslatpur bukit sodong sudah sangat merindukan kehadiran saya. Dan apa kabar nya mba mba yang jualan air mineral Aqua  di dekat pasar itu [loooooh]

Go Go Move Move

**Pagi tadi sangat indah dan cerah. Sayang saya tidak ingat untuk mengambili gambar gambar pagi …

Ide itu penting, selanjutnya bagaimana mengolahnya

Saya percaya bahwa ide itu penting. Penting sekali. Bahkan semua hal berawal dari sebuah gagasan atau ide. Sering kali kemampuan untuk menelurkan ide digunakan untuk mengukur sebaik mana kreatifitas seseorang.

Ini adalah tulisan blog ke dua saya untuk pagi ini.– Boleh dong sesekala belagu sok rajin — Sebenarnya ide tulisan untuk posting saya sebelum yang ini sudah ada sejak lama. Saya termasuk orang yang mendewakan ide yang mempercayai bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi setelah kita mempunyai IDE. Ide yang cerdas tentu saja.

Memang benar. Paling tidak sampai saat ini saya masih berpegang pada keyakinan saya itu. Bahwa IDE yang CERDAS memang ajaib.

Namun demikian pada kenyataanya sering kali itu tidak selalu terjadi. Walaupun memainkan peran penting. Ide CERDAS saja belum cukup. Perlu IDE yang MATANG. Ketika saya asal asalan bermodalkan ide yang sok cerdas itukemudian saya curahkan dalam sebuah tulisan secara spontan. Apa yang terjadi? Setelah membaca ulasan beberapa tulisan, rupanya saya mendapatinya bagaikan ‘curhatan’ atau kalimat kalimat yang tidak tersambung berkoherensi seperti dalam lembaran lembaran brain storming.

Urusan untuk mengelola dan memasak dengan tepat sebuat gagasan ternyata bisa jadi sama pentingnya  dengan ide itu sendiri.

Tidak apa apa. Saya tidak menyesal dengan membuat dan mempublish tulisan seperti itu. Karena dengan demikian saya mengetahui permasalah yang tidak akan pernah terlihat mata tanpa eksperimen, observasi dan feed back.