Mengejar Senja di Bukit Pengilon

Bila ada jalan pintas, mengapa mengambil jalan melingkar. Bila ada yang dekat kenapa mesti memilih yang jauh. Benar?

Hanya, itu bukanlah pilihan yang saya ambil dalam perjalanan saya menemukan senja sore itu. Saya memilih jalan yang jauh. Saya memilih jalan melingkar, yang menanjak curam. Kenapa? Suka-suka saya dong. Jangan sensi.

Ada dua hal yang amat saya sukai. Yang satu adalah fajar. Yang satunya lagi adalah senja. Saya amat menyukai karena keduanya mengajarkan saya bahwa setiap perbedaan selalu mempunyai persinggunangan. Sebagaimana dua negera yang berperang mempunyai zona demarkasi. Kali ini senja adalah demarkasi,  a shared place between day and night, an intersection in between differences.

Senja datang tidak pernah lama. Ia bergerak. Menjaga jarak. Tak peduli saya memintas atau meneriaki. Itulah kenapa saya mengambil jalan melingkar ketika saya mulai ngeh bahwa untuk perjalanan itu sendiri sebenarnya yang bisa saya dapatkan.

Ooiya. Kali ini saya sambil belajar merekam video dengan handphone. Saya pun belajar lagi mengedit video. Belajar lagi menggunakan Adobe Premiere, yang saat ini sudah sampai versi Premiere CC 2017. Software Video Editing ini sudah sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu (lupa tahun berapa) ketika masih bernama Adobe Premiere Pro 1.0 (Adobe Premiere 7.0)

Belajar … belajar …

Bentuk Kerendahan Hati Sukanto Tanoto dan Carlos Slim

 

Sukanto Tanoto Chairman.jpg

Source: RGE

Ketika ingin menilai karakter seseorang yang sesungguhnya, banyak yang mengatakan lihatlah saat ia berada di puncak. Tengoklah saat ia memegang kekuasaan dan berada di pucuk posisi. Namun, ternyata Sukanto Tanoto memiliki kerendahan hati yang besar. Inilah yang belakangan menjadi salah satu kuncinya sebagai pengusaha papan atas.

Bagi yang belum mengenal Sukanto Tanoto, ia adalah pendiri grup Royal Golden Eagle, sebuah korporasi skala internasional yang memiliki aset sebesar 15 miliar dollar Amerika Serikat.

Nilai tinggi Royal Golden Eagle muncul berkat ragam usahanya yang banyak. Grup perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini beroperasi di berbagai jenis industri berbeda. Mereka terjun dalam bidang kelapa sawit, kayu lapis, energi, serat viscose, hingga pulp and paper.

Baca lebih lanjut

Buka Puasa Bareng Jogja Scrummy

19228002_448330955533857_6104705474735636480_nSelama Ramadhan kali ini saya lebih banyak menghabiskan berbuka bersama keluarga puasa di rumah. Bukan karena tidak banyak ajakan Buber. Saya memang memilih-milih di antara undangan dan ajakan buber itu mana saja yang worth it diikuti. Karena untuk setiap buka puasa di luar rumah saya harus membarternya dengan quality time di rumah.

Salah satu buka bareng yang susah saya tolak adalah yang datang dari Jogja Scrummy. Kenapa susah ditolak? Karena Buber ini diselenggarakan di De Kendhil Resto Jalan Kaliurang yang terkenal menyajikan makanan yang lezat-lezat. Ke De Kendhil Resto saya rela menempuh perjalanan jauh Gunungkidul – Jakal. Alasan lainnya tentu karena yang diundang dalam Buber kali ini adalah teman-teman saya para nara blog Jogja yang hit itu.

Sedangkan alasan penting bangetnya adalah Jogja Scrummy itu sendiri. Jogja Scrummy bagi saya adalah sebuah penasaran tersendiri. Sedikit yang saya tahu ia adalah gerai oleh-oleh yang baru di Jogja, yang dimiliki oleh Dude Herlino, yang belum lama membuka bisnis saja bisa membuka beberapa gerai baru lagi.

Ya, bagaimana saya bisa tahu lebih, toh ke gerai dan mencicipi Scrummy di sana juga belum pernah. Maka di event Buber ini saya membawa harap untuk bisa mencicipi scrummy andalan mereka sekaligus tahu lebih banyak apa sih Jogja Scrummy itu.

Baca lebih lanjut

Taman Tebing Breksi

Senja Taman Tebing Breksi

Senja Taman Tebing Breksi

Saya sudah dua kali mengunjungi Taman Tebing Breksi. Pertama ketika saya mengikuti event Sleman Temple Run 2016. Kunjungan kedua saya ke sana belum lama. Akhir pekan lalu. Mengikuti acara NgabubuTRIP yang diadakan oleh komunitas Gerakan Pesona Indonesia Jogja (GenPI Jogja).

Tebing Breksi atau Taman Tebing Breksi menurut saya hampir sama dengan Telaga Biru di Semin – Gunungkidul yang beberapa waktu lalu pernah ngehit.  Persamaannya adalah keduanya merupakan bekas area tambang batu tradisional yang meninggalkan pemandangan alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Tempat-tempat itu akhirnya digarap menjadi suatu destinasi wisata.

Sejujurnya tempat wisata buatan bagi saya tidak menarik. Itulah kenapa meskipun keberadaan Tebing Breksi sudah lama saya dengar dan foto-fotonya pun telah bertebaran di media sosial tidak serta merta menarik saya berkunjung. Andai tidak karena mengikuti Sleman Temple Run atau NgabubuTRIP bisa jadi sampai sekarang saya belum menginjakkan kaki di Taman yang cukup dijangkau satu jam perjalanan dari rumah itu. Baca lebih lanjut

Handy Talky, Salah Satu Jenis Alat Komunikasi Modern Masa Kini

Saat ini komunikasi sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak dapat terpisahkan lagi. Dengan adanya teknologi yang berkembang saat ini, komunikasi bahkan bisa dilakukan tanpa memandang tempat dan waktu sehingga jarak yang jauh dengan perbedaan waktu yang besar pun bukan menjadi masalah lagi. Kini alat komunikasi yang paling banyak digunakan dan populer adalah ponsel pintar, namun masih ada juga beberapa profesi pekerjaan yang menggunakan handy talky sebagai alat komunikasi utamanya.

handy talky.jpg

Baca lebih lanjut

Serunya Berpetualang ke Tempat-Tempat Wisata yang Ada di Mesir

cairo landmark giza pyramid.jpg

Berbicara tentang negara yang kaya akan peninggalan sejarah rasanya belum lengkap bila kita tidak menyebut Mesir. Salah satu negara terpopuler di Afrika ini memang punya banyak cerita seputar sejarah kerajaannya. Selain itu, kini banyak objek wisata menarik yang bisa kita kunjungi saat berada di Mesir.

Ketika nanti berkesempatan untuk liburan ke Mesir, pastikan kalau kita tak lupa berkunjung ke beberapa tempat istimewa ini : Baca lebih lanjut

Menikmati Degub Ombak Pantai Buron

Pantai Buron Giri Karto Panggang Gunungkidul

Pantai Buron Panggang Gunungkidul Yogyakarta

Pantai Buron. Bukan Pantai Baron. Begitu saya menegaskan ketika kawan saya mempertumbenkan rencana saya ke pantai itu.

Pantai Baron bagi saya sudah terlalu biasa. Saya sudah ke sana pada tahun 90-an. Sampai sekarang tak terhitung sudah berapa kali saya ke pantai nelayan itu.

Berbeda dengan Buron. Keberadaan Pantai Buron baru saya dengar beberapa waktu. Memang selama ini saya kemana saja. 🙂 Perlu peta untuk secara pasti mengetahui letak pantai itu.

Menurut Google Maps Pantai Buron terletak persis di sebelah barat Pantai Gesing.  Berarti tidak ada masalah bila saya ke sana. Jarak dari rumah saya tidak begitu jauh. Hanya dulu ketika ke Gesing, sebagian jalan menuju pantai memang rusak. Ini juga bukan halangan berarti.

Baca lebih lanjut

Menikmati Mungil Pantai Butuh di Gunungkidul

Pantai Butuh Saptosari Gunungkidul

Pantai Butuh Saptosari Gunungkidul

Beberapa saat saya menahan laju sepeda motor yang saya kendarai. Saya memberikan kesempatan kepada sekawanan kera berekor panjang untuk menyeberang. Saya menunggu 30 sampai 40 -an ekor kera itu sampai semuanya berlalu.
Sekawanan kera yang tiba-tiba menyeberang itu membuat saya tertegun. Baru ketika semuanya benar-benar berlalu ada sedikit sesal. Kenapa saya tadi tidak buru-buru meraih ponsel dan memotret sesuatu yang tidak setiap saat bisa saya saksikan?

Sementara lupakan sekawanan kera yang membawa lari rasa sesal itu. Pelan-pelan saya melanjutkan diri berkendara menyusuri jalan cor blok menuju Pantai Butuh.

Butuh kehati-hatian  berkendara tersendiri di sepanjang jalan menuju pantai. Karena di kiri kanan jalan sepanjang kira-kira 3 km menyajikan pemandangan indah berupa ladang, pepohonan jati dan kandang sapi tradisional milik warga. Pemandangan ini jangan sampai membuat terlena. Sedangkan sepanjang jalan itu berupa cor blok sempit yang sangat mepet bila terpaksa berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tanjakan dan tikungan pun terbilang tidak mudah bagi yang belum terbiasa.

Agar aman bebas dari rasa was-was kendaraan sebaiknya dititipkan. Ada semacam tempat parkir di sana yang dijaga oleh Pak Sutimin. Kalau saya, tadi pagi membawa motor sampai ke bibir pantai, tidak saya titipkan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pantai Butuh, seperti nampak dalam foto merupakan pantai berpasir putih khas Gunungkidul. Pantai yang tidak luas, yang merupakan cekungan yang diapit oleh perbukitan di sisi kanan kirinya.

Bila berkunjung ke pantai ini pada pagi hari, yang akan kita dapati barangkali adalah pantai yang kalem. Semakin siang ombak biasanya semakin garang. Segarang yang menyambut saya siang tadi. Begitu besarnya ombak sampai-sampai hamparan pasir putih yang seyogyanya bisa dipakai duduk-duduk tersapu.

Baca lebih lanjut

Hand On Asus Zenfone Zoom S

Smartphone yang menfiturkan kemampuan fotografi yang tangguh selalu menarik bagi saya. Tak terkecuali produk terbaru dari Asus: Zenfone Zoom S. Itulah kenapa di ruang eksibisi Zenfinity Event di Pullman Central Park, Zoom S ini yang paling lama saya kulik dan coba-coba.

Unit Zoom S yang sama coba berwarna hitam. Hitam yang terasa legam sekaligus memberikan kesan elegan, maco dan seolah bilang “jangan main-main”.

Smartphone ini menurut saya terasa solid di dalam genggaman. Layarnya yang berukuran 5.5” memancarkan tampilan yang amat cerah, warna-warna yang mentereng dan memberikan kesan yang lega.

Sekilas Zenfone Zoom S terlihat sebuah smartphone yang bongsor. Memang smartphone ini lebih tebal sekaligus berpenampang lebih luas dibanding Zenfone 3 yang saya gunakan sehari-hari. Dimensinya kira-kira setara dengan Zenfone 3 Max yang mulai saya gunakan beberapa pekan terakhir. Baca lebih lanjut