
Terlepas dari sejumlah solusi yang ditawarkan kepada masyarakat, kehadiran platform aplikasi pemesanan kendaraan tidak serta merta diterima oleh segenap lapisan masyarakat dengan baik.
Hal itu bisa dilihat sejumlah penolakan yang dilakukan oleh ojek-ojek pangkalan di berbagai tempat. Sejumlah pihak pun mulanya menyangsikan banyak hal seperti keamanan, keselamatan, dampak sosial, persaingan yang tidak sehat dengan penyedia transportasi konvensional, dan lain – lain.
Pun ketika Presiden Joko Widodo sejak awal telah menyambut baik kehadiran industri kreatif berbasis digital dan industri 4.0. Pihak pemerintah tidak serta merta menindak lanjuti sambutan baik Presiden dengan menyiapkan perangkat regulasi dan peraturan mengenai platform aplikasi pemesanan kendaraan secara daring.
Memang, saat itu banyak orang -termasuk saya- masih gagap melihat kemana industri dan platform transportasi online mengarah.
Meskipun kehadirannya mendapat sambutan meriah di berbagai kota, belum banyak orang yang bisa memprediksi masa depan industri ini. Banyak orang masih menganggap antusiasme terhadap moda transportasi online bagaikan buble. Baca lebih lanjut









