Grab Berkomitmen Mengantar Indonesia dengan Kekuatan Teknologi Ekonomi Digital

Terlepas dari sejumlah solusi yang ditawarkan kepada masyarakat, kehadiran platform aplikasi pemesanan kendaraan tidak serta merta diterima oleh segenap lapisan masyarakat dengan baik.

Hal itu bisa dilihat sejumlah penolakan yang dilakukan oleh ojek-ojek pangkalan di berbagai tempat. Sejumlah pihak pun mulanya menyangsikan banyak hal seperti keamanan, keselamatan, dampak sosial, persaingan yang tidak sehat dengan penyedia transportasi konvensional, dan lain – lain.

Pun ketika Presiden Joko Widodo sejak awal telah menyambut baik kehadiran industri kreatif berbasis digital dan industri 4.0. Pihak pemerintah tidak serta merta menindak lanjuti sambutan baik Presiden dengan menyiapkan perangkat regulasi dan peraturan mengenai platform aplikasi pemesanan kendaraan secara daring.

Memang, saat itu banyak orang -termasuk saya- masih gagap melihat kemana industri dan platform transportasi online mengarah.

Meskipun kehadirannya mendapat sambutan meriah di berbagai kota, belum banyak orang yang bisa memprediksi masa depan industri ini. Banyak orang masih menganggap antusiasme terhadap moda transportasi online bagaikan buble.

Saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur. Bila mode transportasi massal sudah baik masihkah ojek online/platform aplikasi pemesanan kendaraan dibutuhkan. Jangan – jangan ini hanya trend sesaat.

Benarkah platform transportasi online benar – benar mempunyai keberpihakan kepada mitra pengemudi. Bila suatu saat nanti gelembung bisnis ini berakhir apakah para mitra pengemudi tidak akan ditinggalkan begitu saja. Mewariskan masalah baru bagi komunitas, masyarakat dan negara.

Kenyataan tidak seperti kekhawatiran – kekhawatiran. Platform aplikasi pemesanan kendaraan secara online berkembang melampaui perkiraan banyak orang. Sampai saat ini di Indonesia bahkan ada dua pemain besar platform aplikasi pemesanan kendaraan secara online.

Salah satu platform aplikasi pemesanan kendaraan secara online itu adalah Grab. Didirikan oleh Antony Tan pada tahun 2012. Grab yang dulunya bernama MyTeksi, yang bertujuan memecahkan masalah sulitnya mendapatkan taksi. Dalam waktu singkat, tujuan sederhana itu bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih besar – membuat Asia Tenggara menjadi tempat yang lebih baik. Grab kini telah menjadi perusahaan teknologi dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara. Telah hadir di 8 negara di seluruh Asia Tenggara meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Cambodia, Myanmar, Filipina dan Indonesia.

Di Indonesia, Grab telah melayani konsumen sejak tahun 2014, pada tahun 2018 telah menghadirkan layanannya ke lebih dari 222 kota, dan sampai artikel ini dibuat aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 125 juta pengguna. Bahkan di Asia Tenggara, Grab telah berhasil menggandeng lebih dari 8 juta mitra pengemudi dan telah berhasil menyelesaikan 2,5 milyar perjalanan.

Fakta-fakta di atas telah berhasil menjawab keraguan akan penerimaan masyarakat terhadap platform aplikasi pemesanan kendaraan secara daring. Sekaligus menunjukkan bahwa platform aplikasi pemesanan kendaraan sedang menuju arah yang prospektif di masa depan. Yang mana semua itu dijawab oleh Grab dengan mentransformasikan diri menjadi industri O2O berbasis teknologi, lebih dari memecahkan permasalahan sulitnya mendapatkan tumpangan taksi.

Berikut ini merupakan sebagian produk Grab yang telah menjadi solusi pilihan bagi permasalahan-permasalahan kita sehari-hari:

  • GrabBike, produk yang akan membantu kita menembus kemacetan, menjemput atau mengantarkan kita suatu tempat dengan kendaraan roda dua secara cepat, aman dan nyaman, sebagian orang menyebutnya sebagai ojek online (Ojol Grab)
  • GrabCar, merupakan produk yang memberi solusi bertransportasi roda empat yang nyaman, aman, keren, dan tentunya tarif yang diketahui sejak kita menentukan destinasi di aplikasi.
  • GrabExpress, merupakan solusi tercepat dan terpraktis yang pernah ada untuk mengirim paket dan dokumen, dengan produk ini kita bisa mengirim paket kemana saja setiap saat.

Berikut ini merupakan keunggulan GrabExpress yang tidak dimiliki oleh jasa pengiriman cepat lainnya: Multiple booking yang bisa melakukan maks. 10 pesanan per account Grab (1); Multi Stop yang bisa memilih beberapa destinasi pengantaran dengan 1 driver (2); GrabCar Express yang dapat mengantarkan paket dengan ukuran yang lebih besar (Baru berlaku di JABODETABEK) (3); Live tracking yang mana penerima dan pengirim dapat melihat secara langsung proses pengantaran barang. Apabila penerima memiliki akun Grab, secara otomatis akan masuk notifikasi pengenai pengantaran barang yang dapat ditrack melalui aplikasi (4); Proof of delivery yaitu setelah barang sampai, driver wajib mendokumentasikan bahwa barang yang dikirim sudah diterima untuk proof of delivery. Dan pengirim dapat melihat laporannya setelah pengantaran selesai. (5)

  • GrabFood, solusi bagi siapapun yang sedang enggan meninggalkan tempat karena berbagai alasan, namun ingin menikmati banyak pilihan makan dan kuliner secara praktis dan cepat. Kecepatan antar merupakan keunggulan GrabFood. Pesanan makanan kita akan diantar dalam waktu kurang dari 29 menit. Makanan akan sampai sebelum kita kehilangan selera.
  • GrabExpress Bike, adalah pilihan baru bagi merchant untuk melakukan pengiriman barang dengan menggunakan armada sepeda motor.
  • GrabExpress Car, adalah pilihan baru bagi merchant untuk melakukan pengiriman barang dengan menggunakan armada mobil, di mana sebelumnya baru dilakukan lewat motor saja
  • OVO, semacam e-money, merupakan aplikasi pembayaran yang simpel, aman, mudah digunakan dan bisa digunakan tidak hanya untuk membayar produk-produk Grab melainkan merchant-merchant yang semakin banyak.
  • GrabChat, merupakn platform berkirim pesan milik Grab yang memungkinkan pengemudi dan penumpang untuk saling berkomunikasi. GrabChat memungkinan kita berkomunikasi dengan driver tidak sebatas dengan pesan teks. Kita akan leluasa berkomunikasi bahkan dengan gambar, voice note dan VOIP call. Cara berkomunikasi seperti ini akan melindungi privacy karena dengan tanpa menggunakan nomer handphone dan sekaligus irit, karena kita tentu saja tidak akan terkena biaya SMS dan telepon.
  • GrabRewards, semakin sering pengguna menggunakan produk Grab otomatis akan mendapatkan poin lebih banyak dan level yang lebih tinggi sehingga bisa menikmati banyak benefits dan privilege.
  • Subscription Plan/Langganan Hemat, merupakan produk yang akan menawarkan solusi hemat baik untuk melakukan penghematan biaya commuting maupun penghematan anggaran makan siang di tempat kerja.
  • Rute/Trip Planner, merupakan inovasi dari Grab, untuk membantu pengguna yang dalam sekali trip memerlukan banyak moda transportasi sekaligus, misal dari rumah butuh GrabBike menuju Halte TransJakarta atau Stasiun Kereta, dan menyelesaikan perjalanan dengan GrabBike lagi atau masih butuh GrabWheels.
  • GrabFresh, merupakan layanan pesan antar barang belanjaan di supermarket yang berkolaborasi dengan HappyFresh. Dengan layanan ini kita bisa memilih barang-barang belanjaan melalui aplikasi, setelahnya kita tinggal menunggu belanjaan tersebut di rumah. Menggunakan GrabFresh merupakan jaminan membeli barang berkualitas, karena shopper sudah terlatih memilih barang-barang berkualitas. Bilapun ada yang kualitasnya tidak sesuai kita bisa mengembalikan ketika barang belanjaan terebut diantar.
  • Service-service Grab lainnya, melalui aplikasi Grab ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan sangat mudah. Seperti membayar aneka tagihan (Bills), membeli pulsa, memesan hotel sampai memesan bus. Sehingga kita tidak perlu terlalu banyak memasang aplikasi lain di smartphone kita.

Master Plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’, Komitmen Grab untuk Indonesia

Bila pada awal kehadirannya platform aplikasi pemesanan kendaraan banyak pihak yang meragukan keberpihakannya, alih-alih Grab malah menjawab dengan sebuah komitmen besar. Komitmen besar itu adalah Master Plan 2010 ‘Grab 4 Indonesia’. Selaras dan merupakan bentuk dukungan konkrit terhadap visi Indonesia: Digital Economy 2020.

Sebagai upaya untuk menjadikan ekonomi digital sebagai kekuatan Indonesia di masa depan, sebagai bagian dari Master Plan 2020, Grab akan berfokus pada 3 pilar berikut:

Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia

Sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia salah satunya Grab pada tahun 2017 telah membangun Research and Development Center di bilangan Kebayoran Baru Jakarta.

Pusat R&D Grab terbaru ini melengkapi jaringan pusat R&D global yang terletak di Bangalore, Beijing, Ho Chi Minh City, Seattle dan Singapura. Para engineer Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi-inovasi lokal bersama dengan para ahli teknologi yang merupakan alumni dari perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Facebook dan Microsoft.

R&D centre yang telah saat ini telah menampung lebih dari 200 engineer tersebut akan difokuskan untuk mengembangkan inovasi yang khusus ditujukan untuk Indonesia dengan membangun kesuksesan dari solusi-solusi Grab yang telah disesuaikan untuk pasar Indonesia, termasuk algoritma baru terkait dengan peraturan lalu lintas yang baru di Jakarta, layanan “bike-pooling” yang tersedia bagi hampir 1,4 juta komuter di wilayah Jakarta.

Bila pada awal kehadirannya Grab tampil sebagai sebuah platform aplikasi pemesanan kendaraan, kini Grab telah bertransformasi dengan menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi yang lebih beragam.

Menciptakan lapangan kerja baru berbasis teknologi informasi

Sebagian orang pada awalnya mungkin mengenal Grab dari layanan GrabCar atau GrabBike yang mereka gunakan. Kini GrabFood dan GrabExpress telah menjadi layanan sehari-hari yang tanpa disadari telah kita gunakan. Belum termasuk GrabFresh, GrabWheels dan saya percaya ke depan akan menyusul banyak produk dan layanan baru yang mungkin tidak pernah kita duga akan ada sebelumnya. Layanan-layanan baru yang beragam tersebut merupakan upaya Grab dalam memperluas lapangan kerja baru berbasis teknologi informasi.

Upaya serius perluasan lapangan kerja baru berbasis teknologi informasi dapat dilihat dari bagaimana Grab menghadirkan Grab Ventures. Grab Ventures akan bekerja sama dengan start up – start up di Indonesia dengan mekanisme menyesuaikan tingkat pertumbuhan tersebut.

Mekanisme pertama adalah membuat kerjasama strategis dengan start up yang sudah matang dan mengintegrasikannya ke dalam layanan Grab. Kudo adalah satu kisah sukses mekanisme ini. Setelah Grab berinvestasi dan berbagi expertise dan capabilities, jaringan agen Kudo tumbuh pesat sampai 3 kali lipatnya.

Mekanisme kedua dengan Start Up yang sedang bertumbuh. Grab membuat program yang disebut Grab Ventures Velocity. Bagi yang belum tahu, Grab Ventures Velocity merupakan suatu bisnis inkubator. Mirip-mirip dengan Google Launchpad, Indigo Creative Nation, Idea Box dan sejenisnya.

Apa yang membuatnya berbeda adalah Grab Ventures menajamkan fokus kepada start up yang menawarkan solusi terhadap permasalahan mobilitas, logistik, layanan Online to Offline (O2O), dan payment system pada masa kini dan akan datang.

Dalam program inkubasi ini start up yang terpilih untuk berpartner akan mendapatkan dukungan berupa akses terhadap aset dan kapasitas Grab yang merupakan pemain industri O2O, transportasi, dan fintech terkemuka di Asia Tenggara, dukungan expertise and network dan tentu saja dukungan permodalan/financial support.

Bila saat ini kita pernah mendengar atau bahkan pernah menggunakan GrabWheels, GrabFresh, Kitchen by GrabFood, drive.ai, itu merupakan beberapa contoh portofolio dari Grab Ventures.

Secara khusus, Grab akan menginvestasikan hingga US$ 100 juta bagi startup atau technopreneur yang bercita cita mulia mengembangkan perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang memiliki aspirasi sosial sebagai upaya untuk mendorong semakin banyak masyarakat beralih ke ekonomi digital.

Pendanaan ini akan berfokus pada industri layanan mobile dan teknologi dengan penekanan layanan di kota-kota kecil dan komunitas yang belum merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Memperluas akses terhadap pembayaran mobile dan kesempatan pembiayaan

Pengguna GRAB tentu tahu semudah dan sepraktis apa melakukan pembayaran terhadap layanan-layanan yang digunakan secara non tunai. Dengan sistem pembayaran non tunai, misalnya seorang penumpang GrabBike tidak perlu repot menunggu uang kembalian ketika sedang tergesa-gesa.

Grab sebagai pemain di industri O2O, transportasi dan fintech terkemuka tentu tidak ingin sistem pembayaran non tunai yang dikembangkannya hanya memudahkan pembayaran layanan-layanan yang mereka tawarkan saja. Grab menginginkan cashless payment system milik mereka menjadi solusi yang lebih luas.

Itulah kenapa kini Grab bergandengan dengan OVO sebagai platform pembayarannya. Dengan OVO yang kini sudah terintegrasi dengan aplikasi Grab, semua pengguna bisa melakukan pembayaran secara cashless di berbagai merchant yang jumlahnya terus bertambah.

Selain itu, Grab akan memberikan para mitra pengemudinya lebih banyak akses terhadap kesempatan pembiayaan untuk membeli dan memiliki ponsel cerdas dan kendaraan bermotor, yang akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun sumber kesejahteraan yang berkelanjutan dan menjadi micro-entrepreneurs.

Hal ini selaras dengan layanan finansial OVO yang terus mengembangkan cicilan online tanpa kartu kredit, pinjaman online, dan layanan asuransi . Rencananya seluruh layanan ini akan hadir secara paralel pada kuartal pertama tahun 2019.

***

Kini, hanya dalam 5 tahun kehadirannya di Indonesia, Grab telah membuktikan bahwa dengan visi, komitmen dan teknologi yang tepat ia bisa mengubah banyak hal. Mulai dari mengubah keraguan banyak pihak akan masa depan dan kesinambungan industri platform pemesanan kendaraan. Sampai membuka wawasan semua orang bahwa penerapan teknologi informasi yang tepat akan membuka kemungkinan dan potensi bisnis yang tak terbatas.

Grab yang semula berusaha memecahkan permasalahan menemukan taksi secara cepat, telah menunjukkan bagaimana cara memanfaatkan infrastruktur lalu lintas (jalan, kendaraan, bahan bakar, transportasi publik, dan lain-lain) secara efisien dengan bantuan teknologi informasi. Pemahaman akan penggunaan infrastruktur yang efisien tersebut kemudian menghasilkan solusi-solusi yang lebih luas seperti industri logistik, e-commerce, Online to Offline, cashless payment dan financing.

Tak mengherankan bila saat ini platform bisnis yang dikembangkan Grab tersebut telah memberikan keuntungan berupa masyarakat yang lebih modern dan efisien, tumbuhnya jutaan micro entrepreneur baru, menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru, mendorong inovasi, mendorong tumbuhnya bisnis-bisnis baru berbasis teknologi informasi dan mendorong terwujudnya cashless society, yang pada akhirnya menciptakan kesempatan kerja yang lebih besar. Selaras dengan visi Grab untuk menjadikan Indonesia dan Asia Tenggara menjadi tempat yang lebih baik.

One thought on “Grab Berkomitmen Mengantar Indonesia dengan Kekuatan Teknologi Ekonomi Digital

  1. Grab dan Gojek memang selalu dahulu-mendahului soal inovasi layanan. Beberapa driver di kota saya malah ada yang merangkap dengan mendaftar menjadi driver di keduanya. Cuma yang cukup memprihatinkan, menurut hemat saya, adalah sistem penilaian kinerja driver yang masih terfokus pada bintang dari pelanggan. Banyak sih kasus yang merugikan driver karena penilaian pelanggan yang kadang nyeleneh dan tak mengenal kasihan. Akhirnya berujung pada pemutusan hubungan mitra. Padahal sebagian besar pengemudi adalah mereka dari kalangan menengah ke bawah.

    Semoga ke depan bisa ada regulasi yang baik dari pemerintah terkait keberadaan perusahaan transportasi berbasis teknologi ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s