Membiasakan Diri dengan Sepeda Motor

11357413_1653620451583119_875234900_n

Yamaha All New Soul GT

Awal bulan Ramadhan tahun lalu saya memutuskan untuk membeli Sepeda Motor yang akan saya gunakan untuk menunjang mobilitas saya sehari-hari. Untuk menggantikan angkot (transportasi publik) yang makin lama makin tidak handal saya gunakan untuk mengejar terutama absen sidik jari di pabrik. Setelah melalui riset kecil-kecilan (halah) dengan googling, tanya-tanya pengalaman penggunaan teman-teman saya, sampai mencoba beberapa tipe dan jenis sepeda motor, sebuah Yamaha All New Soul GT akhirnya membuat hati saya tertambat.

Kali ini saya tidak akan menulis betapa menyebalnya angkot atau menulis review tentang sebuah produk otomotif Sepeda Motor Yamaha Scutic All New Soul GT. Saya hanya akan menuliskan pengalaman saya sebagai orang yang sehari-hari sebelumnya tidak bersepeda motor yang tiba-tiba mengandalkan sepeda motor sebagai andalan dalam bermobilitas.

Bila menggunakan sepeda motor untuk bermobilitas menjadikan saya lebih hemat uang dan hemat waktu, itu sangat betul. Untuk mencapai suatu tempat di kota Jogja dari rumah saya yang jaraknya kira-kira 40 km dengan sepeda motor bisa saya tempuh dalam antara 60 menit sampai 80 menit. Bila dengan angkot dan bus Antar Kota Dalam Propinsi per hari saya terbiasa mengeluarkan uang puluhan sampai seratusan ribu rupiah per hari, dengan sepeda motor paling boros saya hanya menghabiskan uang sekitar 30 ribu rupiah. ( 3 liter pertamax).

Apa yang agak berbeda adalah ketika turun hujan saya mau tidak mau harus mau agak basah sampai basah kuyup. Kebiasaan sayang yang berubah adalah: jalan kaki dari rumah ke tempat pemberhentian bus/angkot. Dari apliasi Health di iPhone saya tahu betapa drastis jumlah langkah kaki karian saya. Ini perlu perhatian serius. Kebiasaan membaca dan bermain social media ketika menunggu angkot dan menunggu angkot sampai ke tempat tujuan kini tidak bisa saya lakukan. Tidak beradap tentu bila saya mainan handphone sambil mengemudi. Akan membahayakan keselamatan diri dan orang lain di jalan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu catatkan di sini sebagai pengalaman saya bersepeda motor: Baca lebih lanjut

Apartemen, Sajikan Hunian Nyaman Di Tengah Kota Jakarta

Untuk tinggal di tengah kota Jakarta sangat diperlukan sebuah hunian yang nyaman karena kota Jakarta akan sangat menyita tenaga kita selama berkegiatan mengingat hiruk pikuk masyarakat di dalamnya yang membuat kita harus bekerja ekstra tenaga. Hal ini tentunya perlu ditopang oleh tempat istirahat yang nyaman supaya keesokan harinya sudah siap menyambut hiruk pikuk kota Jakarta kembali. Di kota Jakarta, Jual Apartemen merupakan salah satu hunian yang menyajikan sebuah kenyamanan dalam beristirahat karena pada dasarnya apartemen didesain dengan fasilitas seperti tempat tidur yang empuk dan juga nyaman sekali.

Apartemen juga biasanya hadir di tengah pusat keramaian yang membuat seakan tidak ada jarak antara tempat hunian dan juga tempat kalian berkegiatan. Dengan tinggal di sebuah apartemen, maka lelah setiap orang yang bekerja di Jakarta akan hilang. Ditambah lagi dengan apartemen yang dilengkapi oleh water hitter yang bisa membuat badan menjadi relax saat beristirahat.
Baca lebih lanjut

Apartemen, Tempat Tinggal Di Zaman Modern

Di zaman yang sudah menjadi sangat modern ini, memilih tempat tinggal tentunya harus benar karena jika tidak benarmaka kita tidak bisa mengikuti perkembangan dunia yang juga setiap harinya menjadi sangat modern seperti saat ini di kala kita selalu terlambat datang ke kantor karena jarak rumah jauh dengan jarak kantor membat kita tidak akan mendapat promosi kerja yang cepat.

Untuk itu diperlukan sebuah tempat tinggal yang memang sangat cocok sekali di zaman modern ini seperti halnya sebuah apartemen yang diyakini merupakan tempat tinggal paling ideal untuk menunjang segala macam kebutuhan di zaman modern yang menuntut segalanya serba cepat ini. Apartemen di Jakarta pun jumlahnya sudah seperti jamur yang tumbuh dimana-mana baik di pusat kotanya ataupun di pinggirannya. Dengan semakin banyaknya apartemen di Jakarta maka pertumbuhan kota Jakarta sendiri baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia pun akan ikut berkembang. Baca lebih lanjut

Hand on Review Oppo R7s Gold

Selama lebih dari satu bulan terakhir di linimasa baik di Facebook maupun di Twitter saya lihat deras berseliweran tanda pagar atau hashtag #AllAboutFlash dan menangkan sebuah smartphone Oppo R7s. Ya, lomba yang diselenggarakan oleh Oppo Community itu banyak diikuti oleh teman-teman Facebook maupun teman-teman Twitter saya.

Batas waktu pengiriman karya lomba blog tersebut sepertinya sudah berakhir. Kini mungkin waktunya teman-teman menunggu dengan harap-harap cemas apakah ia akan keluar sebagai pemenang atau bila belum silakan mencoba lagi pada kesempatan yang akan datang. Nah, sambil menunggu hadiah dari Oppo tiba di meja, silakan teman-teman membaca review singkat Oppo R7s yang saya tulis. Kebetulan selama seminggu saya beruntung bisa bermain-main dengan review unit Oppo R7s yang dikirim oleh pihak Oppo.

R7s merupakan varian dari seri Oppo R7, yang bersaudaraan dengan seri Oppo R7 lite dan Oppo R7s plus yang berukuran layar lebih bongsor. Membuka kotak paket pengiriman unit Oppo R7s yang berukuran lebih besar dari biasanya saya mendapatkan isinya yang cukup istimewa. Kotak pengiriman itu berisi dus Oppo R7s warna rose gold, kaos Oppo Community, Topi dan Buku Agenda warna hijau yang keseluruhan memberi tema modern sekaligus sangat muda.

Saya pun tidak sabar untuk segera melakukan unboxing. Di dalam dus warna putih itu berisi: 1 unit smartphone Oppo R7s, 1 unit VOOC Charger, 1 unit headset dan 1 nano SIM ejector. Mencoba menyalakan unit Oppo R7s ternyata smartphone itu baterenya sudah diisi penuh sebelum dikirimkan ke saya. Pengalaman  dimulai dengan  sebuah smartphone yang mampu melakukan booting dalam waktu cepat. Mengkoneksikan R7s ke wi-fi hotspot dan memasukkan Google ID agar smartphone ini selekasnya bisa berguna. Baca lebih lanjut

Aplikasi Android Wajib Untuk Mobile Blogging

Saya percaya di tahun 2016 yang masih gres ini, banyak  yang sudah mengganti smartphone lamanya dengan yang baru dengan spefisikasi yang lebih tinggi. Bila belum segerakanlah. 🙂 Tidak baik menunda-nunda. Namun bagi yang masih setia dengan smartphone lamanya tidak perlu berkecil hati. Di sini saya akan berbagi tips untuk mengoptimalkan smartphone kita untuk mobile blogging. Untuk membantu meningkatkan produktifitas ngeblog kita dan untuk membantu membulatkan tekad bagi yang baru akan memulai nge-blog.

Kali ini saya akan membagikan aplikasi apa saja yang wajib/setidaknya yang sebaiknya dipasang di smartphone agar kita dimudahkan dalam melaksanakan mobile blogging.

1. Blog Editor

Ini adalah aplikasi yang paling kita butuhkan untuk nge-blog dengan smartphone. Aplikasi ini akan memudahkan kita dalam menulis artikel/menulis blogpost/posting untuk diterbitkan di blog kita. Apa platform blog yang kita gunakan dan dimana blog kita di-host yang akan mendasari kita dalam memilih aplikasi Blog Editor yang akan dipasang di smartphone kita.

Blog saya ini, http://jarwadi.me, menggunakan platform WordPress dan di-host di WordPress.com. Jadi saya memasang WordPress for Android di smartphone android yang saya gunakan. Untuk diketahui aplikasi WordPress for Android pun bisa digunakan untuk mengelola blog yang berplatform WordPress namun dihosting di server kita sendiri (self hosted).

Aplikasi WordPress for Android mempunyai fungsi yang lengkap yang akan memberi banyak kemudahan bagi blogger. Aplikasi ini selain mempunyai fungsi utama untuk membuat blogpost, juga dilengkapi fitur untuk menampilkan statistik, mengelola komentar, mengikuti blog WordPress teman-teman kita, melakukan serangkaian pengaturan, dan lain-lain.

pixlr_20160111075959828_20160111084539464.jpg

Blogger, Medium and Tumbr App for Android on Oppo R7s

Platform blog lain seperti Blogspot, Tumblr, Medium dan beberapa yang lain pun mempunyai aplikasi android tersendiri. Di smartphone saya saat ini setidaknya telah saya pasangi WordPress, Blogspot, Tumblr dan Medium. Iya, saya saat ini mengelola beberapa blog baik yang saya punyai sendiri atau dimana saya menjadi kontributor saja.

2. Keyboard

Namanya mobile blogging, pasti apa yang paling banyak kita lakukan adalah mengetik. Itulah kenapa keyboard yang memudahkan kita ketika mengetik dan menyunting tulisan sangatlah vital keberadaannya. Bagi saya keyboard yang baik adalah keyboard yang bisa membantu kita menulis dengan cepat, mengurangi kesalahan ketik (typo) dan cukup ergonomis atau sesuai dengan jari-jari kita.

Keyboard favorit saya adalah Swiftkey Keyboard, tentu Anda boleh berbeda dengan saya. Itulah kenapa dalam setiap smartphone yang baru saya gunakan hampir pasti aplikasi ini yang pertama saya pasang.

Alasan utama saya menyukai Swiftkey adalah layout keyboard yang saya rasa simple, ergonomis dan terhubung dengan layanan cloud yang didukung dengan teknologi pengenalan pengetikan yang pintar.

Baca lebih lanjut

Sunset di Puncak Tertinggi Gunungkidul, Seelok Apa?

Tak terasa pekan ini berlangsung begitu cepat. Sekarang sudah akhir pekan. Saatnya (menulis tentang) jalan-jalan. Hayuuk. Siapa yang akhir pekan ini ingin pergi ke gunung menjenguk senja?

“Nampaknya cuaca hari ini bagus. Nanti jadi ke Embung Sriten. Wish sunset would show off” Ajak teman saya, Pran.

“Hayuk, jamber? Jam 4?” Tanya saya.

“Jangan, habis shalat Ashar langsung berangkat. Takutnya sampai sana kesorean” Pran, menegaskan.

“Siaaaap!” Rabu siang itu saya sangat bersemangat. Cuaca Selasa sore yang bergelimang mendung tak bersahabat yang membatalkan rencana kami sunset -an di Embung Sriten-Gunungkidul, kekecewaannya akan, akan segera terbagi.
image

Menikmati sunset dari Puncak tertinggi di sisi utara pegunungan seribu di Gunungkidul bagi saya sangatlah istimewa. Betapa tidak, Embung Sriten merupakan semacam kolam raksasa yang terletak di alam terbuka di ketinggian 898 mdpl. Terbayang bagaimana bias-bias senja menghamparkan warna keemasannya.

Ingin memaksimalkan pengalaman “mencari senja di Embung Sriten”, Baca lebih lanjut

Mau Lebih Hemat Membeli Bluetooth Headset secara Online?

Pada kesempatan-kesempatan sebelumnya saya telah menceritakan pengalaman-pengalaman menikmati konten multi media dari sisi pribadi dengan menggunakan perangkat-perangkat gadget pribadi saya pula. Tengok cerita saya di sini atau di sini.

polytron

Puas dengan menikmati film, musik, podcast dan konten multi media lainnya dengan menggunakan gadget pribadi yaitu tablet dan smartphone, rasanya pada kesempatan berikutnya saya ingin membawa pengalaman tersebut ke tingkatan yang baru. Pada tingkatan tersebut, saya ingin menikmati konten multimedia dengan tingkat kualitas audio yang lebih baik dan bebas belitan kabel atau secara wireless.

Singkatnya saya menginginkan sebuah bluetooth wireless head set dengan kualitas suara high fidelity (hi-fi) yang saat ini belum saya punyai. iPhone 5s hanya menyertakan earpod berkabel yang meskipun kualitas suaranya cukup baik namun koneksi kabelnya seringkali merepotkan dan ketika mengenakannya saya menjadi nampak tidak fashionable. Apalagi Asus Zenfone dan Asus Zenpad yang saya miliki, keduanya bahkan tidak menyertakan headset/earpod dalam paket penjualan yang saya terima.

Mau tidak mau saya harus membeli lagi perangkat bluetooth wireless headset secara terpisah. Baca lebih lanjut

5 Tips Memilih Operator Seluler Untuk Smartphone

opselBeberapa teman saya heran dan sering bertanya-tanya kenapa saya menggunakan beberapa operator seluler sekaligus. Apa tidak ribet? Pertanyaan berikutnya kenapa saya tetap memakai layanan operator seluler pasca bayar dari operator pelat merah yang terkenal paling mahal itu.

Jawaban saya untuk pertanyaan pertama adalah: karena saya mempunyai beberapa gadget. Kalau saya hanya punya satu gadget pasti saya hanya akan menggunakan layanan dari satu operator seluler. Benar ngga? Keuntungan menggunakan beberapa operator seluler yang berbeda-beda adalah bila satu operator sedang mengalami gangguan, saya akan tetap bisa eksis dengan operator yang sedang tidak gangguan. Semua gadget saya mempunyai fitur portable hotspot/tethering yang sangat memudahkan.

Jawaban untuk pertanyaan kenapa saya setia menggunakan nomor pasca bayar dari operator pelat merah (Telkomsel) yang terkenal mahal adalah: karena nomor itu sudah lama saya gunakan. Mengganti nomer handphone utama bagi saya ibarat membakar investasi dan branding yang sudah puluhan tahun saya semai. (1) dan Operator ini mempunya coverage area tak tertandingi. Jadi kemana pun saya bepergian kemungkinan blank spot nya lebih minim. (2)

Berikut ini adalah tips-tips dari saya tentang memilih operator seluler untuk koneksi internet gadget-gadget kita. Saya percaya sekarang ini setiap satu orang mempunyai lebih dari sebuah gadget.

1. Posisi Menentukan Prestasi

Kenali lokasi kita tinggal. Kenali daerah dan lokasi dimana sehari-hari kita beraktifitas baik itu kantor, pabrik, atau tempat favorit dimana kita asyik mengerjakan pekerjaan kita (bagi freelancer).

Di lokasi-lokasi dimana kita lebih banyak beraktifitas, kenali operator apa saja yang sinyalnya di situ bagus. Bagaimana caranya? Anda bisa mengamati operator apa saja yang digunakan oleh rekan-rekan, kolega dan orang-orang di sekitar Anda. Tanya dan amati operator apa saja yang sinyalnya bagus dan koneksi internetnya cepat dan stabil. Bila cara ini belum memuaskan, pergilah ke counter pulsa/simcard, mintalah rekomendasi dan beli beberapa simcard dari operator yang berbeda sekaligus. Ujilah masing-masing operator dengan beberapa skenario, misal untuk melakukan panggilan, untuk SMS, untuk browsing, untuk streaming, untuk download, chatting dan sebagainya. Lakukan hal itu di beberapa tempat berbeda dan dalam rentang waktu yang berbeda. Operator seluler tertentu bagus untuk koneksi internet pada siang hari dan buruk pada malam hari, dan sebaliknya.  Baca lebih lanjut

4 Hal Menarik di Puncak Green Village Mertelu, Gedangsari-Gunungkidul

Bisa dibilang jalan-jalan saya kemarin sore ke Puncak Green Village yang terletak di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah perjalanan tanpa rencana. Puncak Green Village menjadi ide spontan ketika siang harinya saya ngobrol sambil wedangan di rumah dengan Maryanto, Yuliarto dan Teguh. Puncak di Desa Mertelu ini menjadi pilihan pada hari Sabtu yang memang seharusnya masih menjadi bagian liburan pergantian tahun ini.

image

Alasan utama kami ke puncak ini sebenarnya adalah potensi kemacetan di jalan-jalan menuju pantai selatan dan ke spot-spot wisata yang lebih dulu terkenal seperti Goa Pindul dan Sri Gethuk. Alasan pendukungnya adalah karena kami belum banyak mengeksplorasi (baca: memotret) sisi menarik di sebelah utara pegunungan seribu ini.

Kira-kira pukul 16:00 WIB kami berangkat dengan berkendara sepeda motor matic. Tentu saya membuka Google Map sebelum berangkat ke sana. Ada dua alternatif jalan yang bisa dilalui bila kami berangkat dari kec. Paliyan. Melalui arah Gading-Sambi Pitu-Gedangsari nampak lebih dekat. Namun Google Map memberi warna merah di sekitar pertigaan Gading. Artinya ada kemacetan. Mengingat ruas ini adalah jalan utama dari luar kabupaten. Mau tidak mau kami memilih jalan memutar dengan melewati Siyono-Wonosari-Nglipar-Gedangsari.

Perjalanan sore itu kali lewatkan dengan santai. Sore habis hujan melewati jalan berkelok yang di kiri kanannya terbentang sawah dan pepohonan yang menghijau yang menyelimuti bukit-bukit kapur akan terlalu sayang dilewatkan dengan ketergesa-gesaan. Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam kami tiba di Green Village sudah jam 17:00 WIB lebih. Kecepatan kami pastinya kurang dari itu. 8 km terakhir yang kami lalui adalah jalan corblok yang bersambung jalan berbatu. Pastinya tidak nyaman ditempuh oleh pemotor matic seperti kami.

Kami pun segera memarkir motor di pelataran parkir, membayar tarif parkir Rp 3000,-/motor dan tak lupa “melepas beban” ke toilet yang baru saja dibangun bersebelahan dengan pelataran parkir.

Tidak jauh dari pelataran parkir ini sudah ada banyak penjual aneka jenis minuman seperti air mineral, teh botol, minuman berkarbonasi, makanan ringan dan lain-lain. Saran saya belilah minuman dan makanan ringan secukupnya sebelum menuju puncak Green Village. Saya kira di atas sana kita akan betah berlama-lama sedangkan di atas sana tidak ada orang berjualan.

Sebenarnya apa saja sih 4 Hal Menarik di Pucak Green Village yang ingin saya bagikan? Ini:

1. Selfie dan Orang-Orang Berselfie

Di sepanjang jalan setapak dari pelataran parkir menuju Puncak Green Village saya terpesona dengan banyaknya orang-orang yang berfoto selfie. Keriangan dan wajah-wajah ceria mereka, saya tidak peduli apakah keceriaan mereka tulus atau dibuat-buat, bagi saya ini menunjukkan optimisme di awal tahun.
Baca lebih lanjut

Video Player Terbaik Di ASUS ZenPad 7

zenpadLiburan akhir tahun kali ini ingin lebih banyak saya nikmati di rumah saja. Alasan saya? Karena seperti yang sudah-sudah Jogja dan sekitarnya macet dimana-mana, tempat-tempat yang enak ditumpahi wisatawan dari beragam asal. Bagi saya ini tidak asyik dan hitung-hitung memberi kesempatan kepada oranglain yang belum menikmati Jogja. Alasan saya yang lain? Saya belum sepenuhnya sehat.

Jadi …? Saya menikmati santai di rumah saja. Saya sudah menyiapkan beberapa film untuk saya tonton sambil tiduran. Masih ingat cerita saya yang ini? Nah, ulam tiba ketika dipucuk mulai ada cinta. Pekan ini tiba di meja saya sebuah tablet keren dari ASUS, yaitu Zenpad 7.0. Ini pasti asyik banget buat santai nonton film-film yang sudah saya siapkan. Apalagi oleh ASUS juga sudah disertakan sebuah Audio Cover terteknologi Dolby DTS.

Tanpa berpikir panjang, saya pun melakukan set up secara cepat, kemudian menyalin file-file film ke dalam tablet ini. Eh sebelumnya saya membelikan tablet ini sebuah SD Card Trancend class 10 sebesar 32 GB. Tidak perlu lama untuk menyalin beberapa film yang masing-masingnya berukuran kira-kira 1 GB. Iya 1 GB, ini file untuk film-film beresolusi HD (1280p) dan setidaknya SD (720p). Baca lebih lanjut