4 Hal Menarik di Puncak Green Village Mertelu, Gedangsari-Gunungkidul

Bisa dibilang jalan-jalan saya kemarin sore ke Puncak Green Village yang terletak di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah perjalanan tanpa rencana. Puncak Green Village menjadi ide spontan ketika siang harinya saya ngobrol sambil wedangan di rumah dengan Maryanto, Yuliarto dan Teguh. Puncak di Desa Mertelu ini menjadi pilihan pada hari Sabtu yang memang seharusnya masih menjadi bagian liburan pergantian tahun ini.

image

Alasan utama kami ke puncak ini sebenarnya adalah potensi kemacetan di jalan-jalan menuju pantai selatan dan ke spot-spot wisata yang lebih dulu terkenal seperti Goa Pindul dan Sri Gethuk. Alasan pendukungnya adalah karena kami belum banyak mengeksplorasi (baca: memotret) sisi menarik di sebelah utara pegunungan seribu ini.

Kira-kira pukul 16:00 WIB kami berangkat dengan berkendara sepeda motor matic. Tentu saya membuka Google Map sebelum berangkat ke sana. Ada dua alternatif jalan yang bisa dilalui bila kami berangkat dari kec. Paliyan. Melalui arah Gading-Sambi Pitu-Gedangsari nampak lebih dekat. Namun Google Map memberi warna merah di sekitar pertigaan Gading. Artinya ada kemacetan. Mengingat ruas ini adalah jalan utama dari luar kabupaten. Mau tidak mau kami memilih jalan memutar dengan melewati Siyono-Wonosari-Nglipar-Gedangsari.

Perjalanan sore itu kali lewatkan dengan santai. Sore habis hujan melewati jalan berkelok yang di kiri kanannya terbentang sawah dan pepohonan yang menghijau yang menyelimuti bukit-bukit kapur akan terlalu sayang dilewatkan dengan ketergesa-gesaan. Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam kami tiba di Green Village sudah jam 17:00 WIB lebih. Kecepatan kami pastinya kurang dari itu. 8 km terakhir yang kami lalui adalah jalan corblok yang bersambung jalan berbatu. Pastinya tidak nyaman ditempuh oleh pemotor matic seperti kami.

Kami pun segera memarkir motor di pelataran parkir, membayar tarif parkir Rp 3000,-/motor dan tak lupa “melepas beban” ke toilet yang baru saja dibangun bersebelahan dengan pelataran parkir.

Tidak jauh dari pelataran parkir ini sudah ada banyak penjual aneka jenis minuman seperti air mineral, teh botol, minuman berkarbonasi, makanan ringan dan lain-lain. Saran saya belilah minuman dan makanan ringan secukupnya sebelum menuju puncak Green Village. Saya kira di atas sana kita akan betah berlama-lama sedangkan di atas sana tidak ada orang berjualan.

Sebenarnya apa saja sih 4 Hal Menarik di Pucak Green Village yang ingin saya bagikan? Ini:

1. Selfie dan Orang-Orang Berselfie

Di sepanjang jalan setapak dari pelataran parkir menuju Puncak Green Village saya terpesona dengan banyaknya orang-orang yang berfoto selfie. Keriangan dan wajah-wajah ceria mereka, saya tidak peduli apakah keceriaan mereka tulus atau dibuat-buat, bagi saya ini menunjukkan optimisme di awal tahun.

tongsis selfie Indonesia adalah negeri yang elok nan indah. Percuma dilahirkan dan hidup di Indonesia bila tidak bahagia. Apalagi setelah dihadirkan sebuah teknologi berupa kamera digital dan inovasi berupa tongsis. Saya pikir inovasi yang saya sebut terakhir ini secara significan mampu meningkatkan level bahagia orang-orang Indonesia.

Maka melalui akun Instagram saya, @jarwadi, saya mendoakan teman saya @bababdito agar senantiasa dirahmati oleh Allah SWT karena jasa-jasanya menjadi bapak tongsis di Indonesia. Teruslah berkarya Bab, terus sebarkan kebahagian ke seluruh penjuru negeri.
image

image

image

image

2. Landscape Perbukitan dan Puncak Bukit Cabaan/Gunung Tugel

Jalan setapak menuju Puncak Green Village sengaja dibuat melingkar. Sengaja dibuat demikian agar pengunjung bisa merasakan sensasi meniti jalan sambil menikmati bentang alam sisi utara pegunungan seribu.

image

image

image

Beruntunglah saya berkunjung ke Puncak ini pada awal musim penghujan. Bukit-bukitnya sudah menghijau oleh pepohonan yang bersemi. Adalah Pucak Bukit Cabaan atau disebut juga sebagai Gunung Tugel di sisi selatan. Menikmatinya sambil meluruskan kaki di gasebo-gasebo berdesain unik di puncak Green Village ini saya kira adalah cara terbaik melepaskan penat. Atau mau melempar lelah jauh ke jurang? Kalau begitu cobalah mencarinya di sisi utara.

3. Sunset

Bagi saya momen yang paling kontemplatif dan menenangkan adalah: senja. Karenanya saya tidak bisa menyiakan begitu saja ketika matahari turun ke ufuk barat menyentuh cakrawala.
image

image

image

Puncak Green Village yang pada sore itu sedikit bermendung saya dapati sebagai salah satu spot sunset terbaik yang pernah saya nikmati.

4. Landscape Malam Kabupaten Klaten dari ketinggian.

Waktu terbaik untuk menikmati Puncak Green Village menurut saya adalah sore hari, sampai malam. Sunset di sini bukan hidangan terakhir. Hidangan penutupnya adalah sisi utara yang tetiba berubah menjadi lautan mutiara yang gemerlapan begitu senja usai.

Yah, Green Village di Desa Mertelu merupakan puncak tertinggi di sisi paling utara Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten. Night Lanscape tersebut adalah kota Klaten dari ketinggian.

Sayangnya saya tidak bisa membagikan lanskap malam dari ketinggian ini. Kemarin saya tidak bawa tripod (dan tidak membawa kamera DSLR). Berbekal sebuah smartphone sebenarnya kemarin saya mencoba memotretnya, namun apa daya memotret dengan mode low speed bila hanya bertumpukan tangan dan lengan. Hasilnya tentu jelas sebuah foto yang blurr … hehehe
image

Saya pun akhirnya memilih turun untuk bersegera menunaikan shalat Maghrib di Mushala yang bersebelahan dengan pelataran parkir dan arena bermain untuk kemudian mencari makan malam yang enak. Lain kali saya harus ke sini lagi dengan perbekalan yang lebih komplit agar bisa membawa oleh-oleh foto yang lebih breathtaking. Halaaah …

 

 

Iklan

23 thoughts on “4 Hal Menarik di Puncak Green Village Mertelu, Gedangsari-Gunungkidul

    • Maksudnya bukan menyimpan soalnya baru beli have kemarin dicoret hawanya jadi salah ketik yg bener menyimpan titik koordinat mas untuk gendang sarinya di @masopickaza

  1. Ping-balik: Sunset di Puncak Tertinggi Gunungkidul, Seelok Apa? | Menuliskan Sebelum Terlupakan

  2. Ping-balik: Melihat Potensi Wisata di Wilayah Kecamatan Paliyan | Menuliskan Sebelum Terlupakan

  3. Ping-balik: Ulang Tahun ke-8 Wonosari.com: Semoga Makin Berjaya di Udara di Darat Berkarya Nyata | Menuliskan Sebelum Terlupakan

  4. panjenengan asli gunungkidulkah mas? saya kemarin menyempatkan diri ke Green Vilage sekalian nengok simbah di gunungkidul, tempate asik, daerah tempat tinggal saya juga kelihatan meskipun cuma klamut-klamut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s