Siapa yang mau mengorbankan kesehatan demi …

Awalnya orang mengorbankan kesehatan demi uang

Akhirnnya mereka mengorbankan uang demi (mendapatkan kembali) kesehatan

Anehnya, trus apa untungnya. Malah rugi ya.

Kira kira menguntungkan mana, jogging satu atau dua kali seminggu plus refreshing dengan mengejar uang dengan overtime di akhir pekan? Biasanya tawaran yang menggiurkan untuk pekerjaan ekstra di hari libur atau akhir pekan membuat kita lupa. Bahwa ada kesehatan yang perlu dijaga.

Apakah anda termasuk yang mau mengorbankan kesehatan demi uang? Saya pasti tidak mau

Rasanan Pendidikan Moral (Anak)

Pagi ini saya rasanan dengan simbok saya, tentang kurangnya kesempatan anak anak jaman sekarang untuk mendapat piwulang moral (didikan moral dan tata krama) dari orang tua. Kalau jaman kecilnya simbok saya, bisa menikmati 24 jam sehari bersama orang tuanya. Tetapi bukan untuk (hak) anak anak jaman sekarang. Ketika saya mendebat simbok saya tentang bagaimana pentingnya peranan orang tua terhadap pendidikan anak anaknya. Simbok saya pun tak mau kalah.

Sekarang itu, terkait mau menjadi anak baik  atau tidak baik, orang tua hanya bisa pasrah dan menyerahkan pada faktor keberuntungan. Coba kamu lihat, teman teman kamu yang bekerja di pabrik, jam 5:30 sudah meninggalkan rumah, pulang bisa sampai jam 22:OO. Bagaimana bisa mendidik anak. Kalau (mereka) yang bekerja salah satu saja (bapak/ibunya saja) entar tidak cukup untuk menafkahi dan membiayai sekolah. Kira kira bisa memilih ngga, tinggal dirumah dan mendidik anak dan tidak cukup makan, tidak cukup biaya pendidikan atau bekerja meninggalkan rumah dan bisa membeli susu dan perlengkapan sekolah.

Baca lebih lanjut

Jadi Saksi ( Ogah Ach)

Sedah dua minggu kasus mutilasi yang menimpa Eka Putri (Bekasi) belum juga mendapatkan titik terang tentang siapa pelakunya. Meninggalnya Eka tak hanya hanya meninggalkan duka bagi keluarga tetapi juga keprihatinan semua masyarakat yang memiliki budaya kemanusiaan. Dan meninggalkan tuntutan dan sorotan atas kinerja kepolisian selama ini.

Saya semalam sempt nonton kupasan acara ini di TV One Baca lebih lanjut

BBM, mau naik,naik saja

Kenaikan haraga BBM memang menjadi pilihan pahit bagi pemerintahan SBY JK, tetapi (menurut saya) adalah terbaik. Kalau memang mau dinaikan segera dinaikan saja. Jangan malah ditunda tunda karena toh isunya sudah beberapa hari menjadi kabar di masyarakat dan sepertinya pemerintah juga tidak akan punya banyak pilihan dengan keputusan harga BBM ini mengingat harga minyak internasional yang sangat tinggi diatas 100 USD per barel.

Kemarin teman saya membeli bensin eceran di kampung (sudah) seharga Rp 6.000 per liter nya Baca lebih lanjut

Terimakasih atas penghormatanya kepada pejalan kaki

Pagi ini, seperti biasanya saya berjalan kaki menyeberangi jalan raya Siyono. Kebiasaan pengendara kendaraan bermotor yang seenaknya sendiri membuat saya selalu berhai hati ketika menyeberang jalan raya demi keselamatan. Saya menyeberang di Zebra Cross. Ketika saya sampai ditengah jalan nampak akan melintas sedan dari arah timur. Saya berhenti, mengira bahwa mobil tersebut tidak terlalu peduli dengan penyeberang jalan. Baca lebih lanjut

Tips UNAS 2008

Kemarin sore saya sempat dimintai Tips oleh adik adik saya yang menempuh Unas di SMP, sebenarnya saya mau mau saja berbagi banyak tips dengan mereka. Tetapi mengingat waktunya yang sangat mepet (tinggal semalam) maka saya hanya bisa menberikan satu tips saja :

1. Yang pasti jangan sampai mengisi kolom kode soal dengan salah, kalau kode soal kamu B kemudian dilembar jawab kamu mengisi dengan A pasti yang terjadi akan vital.

2. Bawa lebih dari dua pensil 2 B dan penghapus (yang ketiga dan seterusnya adalah tips utama dari saya).

3. Kerjakan soal yang benar benar mudah lebih dulu, Baca lebih lanjut

PKS, Kabar dari Paliyan

Apa yang menarik perhatian saya kemarin?

Selepas jogging dan (nonton) basket bersama adik adik kemarin pagi. Saya menyaksikan rombongan simpatisan dan kader kader PKS (bersiap dan) berangkat dari Paliyan menuju Jogjakarta. Saya tahu dari Pamflet dan brosur yang mereka sebar. Bahwa pada hari Minggu (kemarin), 4 Mei 2008 PKS menggelar acara parade budaya bersamaan dengan ulang tahun PKS yang ke-10. Sekaligus dalam acara tersebut adalah pernyataan politik PKS kaitanya dengan Keistimewaan Jogja.

10 Tahun Melayani

[ Merupakan tag line dari acara kemarin siang. Saya menaruh kalimat tersebut dalam Block Quote, karena saya suka saja dengan kalimat tersebut.]

Hal menarik, melihat jumlah simpatisan yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Baca lebih lanjut

Salam untuk (pendidikan) anak anak Indonesia

Pagi tadi saya berkunjung ke beberapa Sekolah Menengah Pertama didua kecamatan: 1. Kecamatan Paliyan dan Kecamatan Saptosari.

Beberapa Sekolah yang saya kunjungi Pagi tadi diantaranya adalah MTs Muhammadiyah Sodo, SMP Muhammadiyah 2 Paliyan, SMPN 1 Paliyan, SMPN 1 Saptosari, SMP Muhammadiyah Saptosari, SMPN 2 Saptosari, MTS Muhammadiyah Monggol, SMPN 2 Paliyan dan yang terakhir adalah SMPN 3 Saptosari.

Dari perjalanan kunjungan tersebut yang menarik menurut saya adalah ketika kami menuju SMP Muhammadiyah Saptosari. Jalanan beraspal yang sudah rusak. Tikungan, tanjakan dan jalanan yang … (maaf) merupakan medan yang berat bagi kami. Sepanjang perjalanan ke sekolah sekolah tersebut kami tidak mendapati atau berpapasan dengan angkutan umum. Dalam bayangan saya, anak anak pelajar disini pergi ke sekolah dengan jalan kaki apabila tidak mempunyai kendaraan sendiri.

Pun demikian dari keprihatinan kami, kami mencatat beberapa hal diantaranya disepanjang perjalanan kami jaringan telepon seluler tidak terputus kecuali di daerah daerah tertentu yang termasuk dataran rendah atau daerah yang kanan kirinya terhalang oleh bukit. Disepanjang perjalananpun mudah sekali ditemui penjual voucher dan pulsa telepon. Artinya sama dengan teman teman mereka didaerah perkotaan, mereka yang tinggal disinipun sudah bisa menikmati fasilitas komunikasi seluler.

Tidak luput dari catatan kami, jaringan listrik dan saluran air bersih juga sudah menjangkau daerah daerah tersebut yang kami lewati.

Kira kira pukul 10.30 WIB perjalanan kami sampai di SMPN 2 Saptosari. Sekolah ini berada pada dataran yang relatif rendah. Disana kami bertemu dengan siswa siswa SMP dengan wajah wajah yang alami. Dengan jati diri mereka masing masing. Sebuah Sekolah dengan kultur yang mungkin sesuai dengan kebiasaan yang berlaku didaerah tersebut. Teknologi. Di perkantoran Sekolah ini banyak menyala PC PC dengan Sistem Operasi Windows XP. Teman saya sempat berkata kalau dia sedikit lega karena di daerah ‘remote’ seperti inipun ternyata teknologi sudah berhasil menembus dinding dinding tebing dan terjalnya bukit bukit kapur.

Kami melanjutkan perjalanan ke MTs Muhammadiah Monggol. Baca lebih lanjut

Threat U w/ dignity

herSMS : Mas, tau Wajak, Sangiran, Mojokerto … ada di Propinsi mana? mkc

mySMS : Wah aku belum pernah kesana, tapi mungkin prop Jatim

herSMS : ngga, kok, cuman mow bikin peta sejarah

Iya … saya sih tau kalau maksud pertanyaanya berkaitan dengan sejarah, anak SMP kelas VII pun secara autopilot akan menunjuk ketempat tempat dimana manusia purba pertama kali ditemukan di P Jawa. Hanya saja aku ingin memperlakukan kamu sebagaimana ‘seharusnya’ anak anak kelas X.

Kamu boleh boleh saja menjadi kecewa karena jawabanku itu. I just wanna threat U w/ dignity

Happily Unmarried

Dorian Solot is executive director of The Alternatives to Marriage Project, a non-profit organization that advocates for fair treatment of unmarried people.She and her partner, Marshall Miller, have been in a committed relationship for nine years. Their book, Unmarried to Each Other: The Essential Guide to Living Together and Staying Together will be published this fall.

Solot spoke with Discovery Health Online about the growing appeal of the unmarried movement among Americans.

Q: Is there a trend showing that a growing number of men and women are choosing to stay single?
A: It’s true that the percentage of Americans who aren’t married has been increasing since about 1960, but the rate of “singlehood” is by no means unprecedented. According to the U.S. Census Bureau, a higher percentage of women are unmarried (48 percent) than men (44 percent). Most unmarried people would like to be married, but haven’t found the right person yet, or know that the time isn’t right. Many others are happily single, or in long-term unmarried relationships. People are delaying marriage more, but the change isn’t as dramatic as most people think. The average age at marriage dropped artificially low in the 1950s and 1960s — men were marrying at 23, and women at 20. In 1998, it was only slightly higher, 27 for men and 25 for women. Baca lebih lanjut