Salam untuk (pendidikan) anak anak Indonesia

Pagi tadi saya berkunjung ke beberapa Sekolah Menengah Pertama didua kecamatan: 1. Kecamatan Paliyan dan Kecamatan Saptosari.

Beberapa Sekolah yang saya kunjungi Pagi tadi diantaranya adalah MTs Muhammadiyah Sodo, SMP Muhammadiyah 2 Paliyan, SMPN 1 Paliyan, SMPN 1 Saptosari, SMP Muhammadiyah Saptosari, SMPN 2 Saptosari, MTS Muhammadiyah Monggol, SMPN 2 Paliyan dan yang terakhir adalah SMPN 3 Saptosari.

Dari perjalanan kunjungan tersebut yang menarik menurut saya adalah ketika kami menuju SMP Muhammadiyah Saptosari. Jalanan beraspal yang sudah rusak. Tikungan, tanjakan dan jalanan yang … (maaf) merupakan medan yang berat bagi kami. Sepanjang perjalanan ke sekolah sekolah tersebut kami tidak mendapati atau berpapasan dengan angkutan umum. Dalam bayangan saya, anak anak pelajar disini pergi ke sekolah dengan jalan kaki apabila tidak mempunyai kendaraan sendiri.

Pun demikian dari keprihatinan kami, kami mencatat beberapa hal diantaranya disepanjang perjalanan kami jaringan telepon seluler tidak terputus kecuali di daerah daerah tertentu yang termasuk dataran rendah atau daerah yang kanan kirinya terhalang oleh bukit. Disepanjang perjalananpun mudah sekali ditemui penjual voucher dan pulsa telepon. Artinya sama dengan teman teman mereka didaerah perkotaan, mereka yang tinggal disinipun sudah bisa menikmati fasilitas komunikasi seluler.

Tidak luput dari catatan kami, jaringan listrik dan saluran air bersih juga sudah menjangkau daerah daerah tersebut yang kami lewati.

Kira kira pukul 10.30 WIB perjalanan kami sampai di SMPN 2 Saptosari. Sekolah ini berada pada dataran yang relatif rendah. Disana kami bertemu dengan siswa siswa SMP dengan wajah wajah yang alami. Dengan jati diri mereka masing masing. Sebuah Sekolah dengan kultur yang mungkin sesuai dengan kebiasaan yang berlaku didaerah tersebut. Teknologi. Di perkantoran Sekolah ini banyak menyala PC PC dengan Sistem Operasi Windows XP. Teman saya sempat berkata kalau dia sedikit lega karena di daerah ‘remote’ seperti inipun ternyata teknologi sudah berhasil menembus dinding dinding tebing dan terjalnya bukit bukit kapur.

Kami melanjutkan perjalanan ke MTs Muhammadiah Monggol. Baca lebih lanjut