facebook notes cs WordPress

Tidak diragukan kemampuan facebook untuk meneruskan suatu aktifitas dan informasi dalam ber social networking bisa sangat diandalkan. Apapun yang kita taruh, baik itu teks yang dulu disebut ‘status’ , link, photo,video, notes atau apa saja dalam sekejab akan membanjiri stream dari semua teman yang ada pada senarai.

Dan dalam waktu singkat, sangat mudah bagi teman – teman itu untuk melihat apa yang kita ‘curahkan’ ke dalam stream. Tak heran apabila sesegera itu kita mendapatkan aliran balik –feed back berupa comment atau lainya. Kemudahan dan kepraktisan dalam saling mengalirkan informasi saya rasakan bagaikan  suatu bola salju yang menggelinding semakin cepat.

notes-setting

Dulu, di awal – awal saya newbie di FB, dan masih rajin mengeksplorasi tools yang menurut kata orang canggih dan cerdas. Sebuah aplikasi untuk mengimpor suatu tulisan dari website atau blog eksternal sebagai notes secara tidak sengaja saya temukan. Blog atau website yang bisa di import disyaratkan harus memiliki fasilitas RSS. Segera muncul dalam pikiran adalah https://jarwadi.wordpress.com. Sim salabim. Setelah beberapa kali klik dan menunggu beberapa saat kemudian munculah posting terakhir saya di fb notes.

Beberapa berselang, saya mempunyai ide untuk mengkampanyekan note note saya dengan men tag beberapa orang teman. Tidak berarti saya ingin orang yang tidak di tag untuk tidak boleh membaca. Apa yang saya taruh di notes itu untuk semua. Setelah mengamat – amati beberapa waktu, nyata – nyata efek stream sangat luar biasa. Baik saya dan orang – orang yang meninggalkan comment menjadi sangat instant dan mudah untuk memonitor suatu event. Event notification Mr. Fesbuk itu menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya.

Kemudian dengan sangat hebatnya fb, mengapa saya tidak mulai menulis notes saja dan meninggalkan nge – blog di wordpress?

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih untuk menikahkan fesbuk dengan wordpress. –Alasan utamanya karena saya sendiri tidak menikah–

  • WordPress mempunyai fitur back up yang bagus. Ada Export tools, dimana saya bisa mendownload semua konten blog worpress saya tanpa kecuali kedalam local disk. Hal ini penting bagi saya untuk berjaga – jaga bilamana suatu saat layanan wordpress ini mati atau dimatikan. Siapa yang bisa menjamin baik wordpress maupun facebook tidak akan pernah mati. Kalau bencana itu benar – benar terjadi tentu akan mubadzir apa yang telah saya ketikan hari demi hari selama bertahun tahun. Dengan file unduhan yang saya maintain sendiri akan sangat mudah bagi saya untuk mengunggahnya ke hosting pribadi bilamana diperlukan.
  • Teks editor visual WP yang ramah akan membuat saya lebih mudah menggali dan menuangkan ide – ide yang terlintas. Saya bisa berkonsentrasi terhadap ide – ide daripada mengingat html hanya untuk membuat link atau menebalkan kata kata penting. Kemampuan formatting di notes sangat terbatas dan tidak menyediakan visual editor yang bagus karena mungkin fb tidak menspesialisasikan diri untuk blogging.
  • WP lebih ramah dengan siapa saja yang ingin mengunjungi tanpa meminta syarat untuk terlebih dahulu menjadi member atau mempunyai keanggotaan. Sementara FB hanya mngijinkan orang yang mempunyai hubungan teman saja yang bisa melihat – lihat isi dan perabotan kita. Mungkin, siapa tahu ada orang yang tersesat ke blog wordpress saya dan menemukan sesuatu. Syukur – syukur jatuh cinta.
  • Facebook relatif tidak terjamah oleh mesin cari semacam google dan yahoo search. Kecuali public profile, pencarian di FB sudah di monopoli oleh search engine internal. Dan kita tahu dengan beberapa konten atau beberapa kali kunjungan saja, google kadang sudah menempatkan blog kita di peringkat atas daftar pencarian populer. Bila tidak percaya, silahkan mengetikan kata kunci “jarwadi” di google dan amat – amatilah apa yang di sodorkan Paman Google.

Jika anda seperti saya, suka menyilangkan hewan piaraan. Cobalah untuk mengawinkan blog anda, boleh itu wordpress, blogspot, multiply atau sembarang asal menyediakan fitur RSS dengan Facebook. Perlu diingat bahwa FB ini  tidak mau dipoligamikan. Satu blog saja.

Tolong, Rekamkan CD ini ke Kaset Pita …

Saya mengira kemajuan pesat teknologi perekaman digital telah menyudahi masa jaya tape recorder yang mendominasi media penyajian musik   ke telinga kita pada era 70, 80, 90 an. Di masa – masa  dimana saya  memutar berulang – ulang kaset pita yang berisikan lagu lagu Katon Bagaskara, Kahitna, atau Titi DJ dengan pemain kaset rangkaian. Mekanik tape itu telah pernah membuat kaset yang saya pinjam dari teman rusak dengan pita terputus. Audio CD kemudian membuat saya terpesona karena selain kualitas suara yang bening tanpa desis juga feature next next dan prev prev skip  gpl menunggu untuk rewind dan rolling yang membuat pita kaset menjadi cepat kusut. Kini, karena tidak ingin merepotkan diri mencari koleksi CD atau Cassette Tape maka iPod, Media Player pada PC dan ponsel Walkman lebih menjadi pilihan menyenangkan.

Namun demikian, tidak seperti apa yang saya kira, ditengah perkelahian tidak seimbang dengan gadget – gadget moderen yang canggih – canggih dan jenius itu, kaset tape saat ini masih punya tempat tersendiri. Kaset pita masih dapat ditemukan sebagai barang pajangan di rak – rak dan etalase Toko Musik dan Elektronik. Termasuk kaset pita kosong yang bisa di isi materi rekaman sendiri dengan tape recorder untuk suatu keperluan.  Masih ada segmen pasar untuk kaset pita.

Tadi,  seorang teman meminta tolong saya untuk menyalin sebuah materi  listening test dari sebuah audio compact disc ke cassete tape. Saya menjadi heran. Bukankah audio cd lebih baik dari sebuah kaset. Menurut teman itu, memang dalam beberapa hal audio cd mempunyai kelebihan kemudahan dan kualitas, tetapi, bila ketika selama tes listening yang waktunya terbatas itu terjadi tiba – tiba listrik padam maka audio cd akan sulit untuk diputar tepat dimulai dari posisi disaat tadi terhenti.

Benar. Tape Player-lah yang bisa melalukannya dengan tepat.

**Tulisan ini saya buat sambil menunggu proses perekaman berlangsung

Pengetahuan di kepala; Keterampilan di ujung jari

Teman – teman saya mungkin menganggap saya aneh. Atau bahkan sombong, ketika mereka menanyai saya tentang fungsi atau pemanfaatan fitur – fitur tertentu dari Aplikasi komputer yang sering sama – sama kami pakai. Memang, saya sering kali tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka secara lisan langsung ketika mereka bertanya disaat saya tidak sedang didepan Komputer. Permasalahanya bukan berarti saya enggan atau sombong tidak mau berbagi keterampilan.

Dalam banyak hal saya memang benar benar tidak bisa. Atau lebih tepatnya saya tidak berusaha mengingat keterampilan keterampilan penggunaan aplikasi di dalam kepala saya. Dan demi teman – teman yang perlu bantuan tersebut biasanya saya mencari komputer terdekat dan mengajak sang sahabat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Saya berusaha mengenalkan diri saya, lebih tepatnya pendekatan yang saya gunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Biasanya, di dalam kepala saya, saya hanya menyimpan ide dasar dari setiap permasalahan dan untuk kemudian baru mencari dan mengembangkan solusi praktisnya. Untuk permasalahan yang  perlu diselesaikan berulang ulang, biasanya juga solusi praktis itu ber evolusi menjadi keterampilan. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan itu tersimpan secara tidak sengaja di jari jari atau di organ tubuh lain yang terlibat selama proses pengerjaan sehingga dalam hal ini malah saya kurang bisa dengan baik men visualisasi dan mengkomunikasikan kepada orang lain ketika dibutuhkan. Untuk hal ini saya meminta pengertian teman – teman untuk bisa memahami dan sama sama mengembangkan prosedurnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin komplek dan berubah ubah dengan media memori yang terbatas. Bagi saya lebih masuk akal untuk mengingat di otak untuk hal hal mendasarnya, serta melatih ide ide kreatif. Sedangkan di lapisan praktisnya semua saya serahkan kepada konteksnya.

Saya cukup tahu diri tentang diri ini yang pelupa dan mudah melupakan keterampilan keterampilan yang pernah dipelajari.

Kembali ke Operamini 4.0

Pada posting hari ini saya kembali ‘ngrasani’ Operamini. Pasti developer – developer dan semua stake holder Opera merasa ge er bilamana membaca posting saya ini. Dan saya menduga pasti banyak pula orang yang mengetikan posting serupa.

Kalau kemarin saya menulis kaitanya dengan melambatnya browsing menggunakan Operamini 4.2 beta. Yang selain melambat juga sering kali ada tampilan bahwa url yang diketikan mungkin tidak ada. Padahal yang benar saja, masa m.facebook.com itu tidak ada. Pasti ada ya. Karena site mobile itu mudah dibuka dengan browser default ponsel. Dan, kejanggalan lain itu juga seringkali link dari sebuat website ketika di klik malah muncul halaman yang tidak berkaitan atau malah malah bagian dari website lain.

Karena mobile browsing benar benar sesuatu yang susah dipisahkan dari hidup saya. Dan ditengah kejengkelan browsing saya , saya mencoba menggunakan Operamini 4.o yang ternyata masih terinstall di ponsel. Syukurlah Operamini 4.0 belum saya delete. Kemudian saya mendapati ternyata browsing dengan Operamini 4.0 tidak ada masalah. Semua berjalan cepat dan lancar lancar saja.

Wah, kalau memang demikian permasalahanya sudah ditemukan solusinya. Pakai Operamini 4.0 saja. Bukanya Operamini 4.2 itu masih beta. Maklum bahwa mungkin masih banyak bug yang perlu dibereskan. Gitu. Sekian. Terimakasih.

Opera mini 4.2 beta sedang lambat

Untuk browsing dengan menggunakan ponsel, saya lebih mengandalkan Operamini 4.2 beta dari browser web default bawaan ponsel. Operamini lebih menawarkan banyak kemudahan termasuk auto completion yang membantu mengetikan alamat url atau web yang sering kita kunjungi dengan lebih cepat, readability yang lebih memudahkan mata membaca dan yang lebih penting adalah kecepatan untuk browsing di lingkungan gprs.

Untuk mengoptimasi kecepatan, Operamini menempatkan, saat ini dua server proxy, yang konon salah satunya di Amerika dan yang lain di Deuchtland. Dengan proxy server yang dipasang inilah, konon juga, data web dari servernya diambil untuk kemudian di compress dan terjadilah proses browsing menjadi lebih cepat.

Menurut saya kelebihan penting dari Operamini 4.2 adalah penggunaan Proxy server ini. Namun kemudian proxy milik operamini inilah yang saya curigai sebagai biang penyebab melambatnya kecepatan browsing dengan operamini yang dulunya saya sangat andalkan. Walaupun kecurigaan saya ini tidak serta merta benar. Karena kemungkinan lain pelambatan adalah bisa jadi karena trafik yang meninggi seiring bertambanya pengguna Operamini 4.2.

Penyebab pelambatan yang lain bisa jadi adalah operator data saya. Meskipun saya juga tidak yakin karena belum sempat menguji dengan mencoba menggunakan layanan data dari operator yang berbeda.

Apapun saya hanya bisa menunggu supaya layanan Operamini segera membaik. Untuk komplain sepertinya tidak mungkin karena Operamini menerapkan layanan ini secara gratis. Kalau banyak komplain dan email email itu namanya saya tidak tahu diri ya. Siapakah anda sekalian yang mempunyai pengalaman melambatnya Operamini 4.2 beta?

Keterampilan yang mudah hilang (ahhh …)

Saya sering kali jengkel dengan diri saya yang pelupa.

Beberapa hari yang lalu seorang teman meminta untuk diajari membuat iklan sederhana dengan Adobe Flash untuk ditampilkan di internet. Dulu saya mengenalnya ketika masih milik Macromedia dan berversi 5. Saya tidak langsung menyanggupi permintaan seorang tersebut karena sadar dengan kebiasaan pelupa ini. Maksudnya, saya ingin terlebih dahulu menguji apakah keterampilan ini masih ada atau tidak di jari jari saya.

Seperti yang saya duga, ternyata benar. Memang saya masih ingat bagaimana konsep desain yang baik dan komunikatif. Masalahnya ada pada keterampilan. 4 tahun ternyata saya sudah tidak bermain main dengan Flash. Sehingga yang masih tersisa tinggal membuat obyek sederhana dan membuat animasi tween motion dan tranform. Sementara membuat tween shape membuat saya membaca beberapa halaman manual dan beberapa kali mencoba.

Itu baru masalah desain dan animasi nya. Belum tentang macro media script. Walaupun dengan sedikit modifikasi saya dapat menggantikanya dengan java script yang relatif masih baik teringat.

Permasalahanya penting itu sebenarnya bukan masalah Macromedia atau Adobe Flash yang saat ini sedang ingin cepat cepat ingin saya kuasai kembali. Terima kasih kepada teman saya itu yang telah menyadarkan tentang hal ini. Melainkan adalah kebiasaan saya yang lebih suka belajar hal teknis dan bersifat skill semata daripada sesuatu yang konseptual. Konsep dan literal itu benar benar saya sadari mempunyai life cycle lebih lama.

Pertanyaan saya adalah bagaimana mengikatkan keterampilan yang pernah saya latih selain dengan berlatih terus menerus? Karena dalam setiap masalah dan kesempatan saya selalu dituntut untuk belajar dan menggunakan keterampilan keterampilan baru. Pasti tidak hanya Flash saja yang saya telah lupa. Melainkan Dream weaver, Authorware, Director, dll

Harapan danTampilan baru face book

Pagi ini terasa lebih segar. Juga tampilan Face Book yang baru yang beberapa kali sempat oleh teman teman saya disebut terasa lebih fresh. Namun untuk account say,a perubahan ini baru terjadi pada pagi hari ini.

Menurut saya memang tampilan baru ini lebih sederhana lebih mengurangi kepusingan saya dibanding ketika awal awal saya mengenal Face Book dimana seolah – olah segala hal ditampilkan di ‘dinding’.  Lebih costumized dan memudahkan kita lebih untuk lebih akrab dengan orang orang special dalam hidup kita.

Memang, setiap perubahan, padanya tergantungkan banyak harapan. Banyak harapan – harapan terpenuhi. Meskipun banyak juga yang tidak.

Bagi saya, karena selama saya sebagai user ber account free. Dan memang sepertinya Face Book juga belum membuka keanggotaan Premium  berbayar. Apa yang dilakukan Face Book sudah baik. Kalaupun sebagai sebuat organisasi usaha harus peka dengan demand user. Kepekaan akan tuntutan dan keinginan user kedepanya merupakan kekuatan bisnis itu sendiri. Dimana Face book tidak sendirian di dunia Jejaring Pertemanan Online

Di dunia maya Face Book harus berpacu adu derap dengan Linked In, Friendster, My Space dan lain lain. Maka keras dan lantangnya suara suara tuntutan itu merupakan aset dan Masa Depan facebook itu sendiri.

Intensitas SMS dan Voice Call Menurun

Berdasarkan Detail Record yang diberikan telkomsel untuk  kartu Halo bernomor , untuk bulan pemakaian Februari, ada sesuatu yang menarik. Jumlah SMS terkirim sekitar 40 buah. Rata – rata 1,33 sms per hari. Kurang lebih 5 menit panggilan keluar. Sekian ratus ribu rupiah untuk penggunaan Telkomsel Flash.  Tidak ada Nada Sambung terpasang.

Angka angka minimalis ini tidak hanya terjadi pada bulan Februari. Tetapi sampai berjalan pada bulan saat ini. Dan sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.

Apa maksudnya? Dari yang paling mudah dibaca adalah dimana saya tidak perlu pusing mengeluarkan uang lebih untuk membayar biaya telepon dan SMS.

Namun demikian, itu lebih berarti menurunya interaksi saya dengan teman teman secara keseluruhan. Saya tidak tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung. Hanya, kepada segenap teman, mohon untuk berkenan memaklumi saya apa adanya.

Melawan Demam untuk nge Blog lagi …

Selama seminggu kemarin saya memilih untuk sementara tidak nge blog. Sakit deman demam dan flu yang tiba tiba datang menyerang telah berhasil menghentikan banyak aktifitas bekerja dan mempeerlambat derap kehidupan saya. Yah seminggu ini adalah sakit terdemam paling tidak selama 5 tahun terakhir. Lumayan gitu lah.

Ketika hari itu Selasa pagi dan tubuh saya mulai merasakan kedinginan yang tidak biasa. Saya masih mengira itu sebagai flu biasa. Saya pikir dengan sedikit istirahat dan obat ‘warung’ akan cukup untuk membantu merecovery diri.

Sayangnya sampai hari Jum’at Demam yang tidak hanya menggejala, tapi malah menjadi jadi. Hingga pada pagi pagi di hari Jum at itu juga saya semakin kurang tegar menahan rasa sakit ini. Teman Teman saya yang baik baik dan pengertian akhirnya mengantarkan saya ke Poliklinik Nur Rahmah. Yang beralamat di Jalan Wonosari Jogja Gading.

Setelah melakukan pemeriksaan awal dan bertanya ini itu tentang penderitaan badan saya. Dokter tahu kalau demam saya sudah berlangsung lebih dari 3 hari. 3 Hari itu waktu yang lama untuk suatu demam. Dokter akhirnya berinisiatif untuk memeriksa trombosit saya, khawatir kalau kalau saya terkena DBD. Dooooh …

Tentu saja saya menolak untuk melakukan pemeriksaan tes trombosit melalui cek darah. Saya takut bukan main dengan pemeriksaan ini. Kalau saja ada alternatif lain. Jangankan untuk pengambilan sample darah, sekedar jarum suntik saja saya akan memilih meminum lebih banyak pil pahit. Syukur syukur ada pil manis.

Ketika mendengar dengan kata kata tes darah dan pembuluh darah sentak saya teringat ketika diri ini shock di kelas biologi di jaman jaman sekolah menengah saya. Ketika ibu guru menerangkan tentang pembuluh darah vein dan arteri. Itulah alasanya mengapa saya cinta mati dengan Fisika lebih dari Biologi dan segalanya.

Kembali ke sakit demam saya

Akhirnya dokter memberikan empat jenis obat, diantaranya adalah Amoxilin; karena hasil pemeriksanaan terdapat peradangan di sekitar saluran pernafasan, Ambroxol; mungkin sebagai expectorant karana batuk saya yang menyiksa. Paracetamol; mungkin sebagai pereda demam dan rasa nyeri nyeri. Serta sebuah obat pencahar, yang saya lupa namanya.

Dan syukurlah setelah beberapa hari berselang sampai hari ini saya sudah mulai dapat menulis lagi di blog ini. Walaupun belum dengan semangat dan kemampuan penuh. Lebih baik segera memulai sebelum terlanjur sangat malas sekali

Loh, Pak Dokter, saya ngga ada masalah trombosit kan. Buktinya sekarang saya sudah mulai membaik …

Semangat Semangat …

Layanan wireless broadband semakin beragam

Walaupun belum terpikirkan untuk berpindah layanan wireless broadband, saat ini saya masih setia menggunakan produk telkomsel flash unlimited, saya senang dengan hadirnya layanan broadband wireless yang semakin beragam dari operator seluler. Bahkan saat ini operator fixed wireless pun sudah mulai memasuki bisnis ini. Saat ini paling tidak telah siap untuk dipilih pilih masyarakat konsumen diantaranya, yang tertua Telkomsel Flash, Indosat Broadband IM2, baru baru ini XL Broad Band. Sementara pemain pemain di cdma telah hadir JUMP dari Smart dan MOBI dari Mobile 8. Juga tidak ketinggalan Flexy

Memang saat ini kualitas layanan mereka belum persis seperti mimpi indonesian netter untuk berselancar secara nyaman di internet.

Kehadiran semakin banyak pemain akan menyerahkan urusan kualitas pada hukum hukum pasar dimana setiap konsumen akan memilih provider yang lebih sesuai dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Provider ‘yang baik’ akan dilanggani dan provider yang kurang baik harus mengejar ketertinggalan kualitas layanan untuk tetap survive. Bagi yang tinggal di daerah pelosok seperti saya, sepertinya hampir mustahil untuk mendapatkan layanan internet cable broadband seperti speedy atau fastnet. Sehingga suka atau tidak mau harus memilih salah satu dari layanan wireless internet tersebut.

Keleluasaan user untuk memilih lebih banyak layanan juga berdampak akan tidak menumpuknya semua internet load pada satu atau dua provider seperti sekarang. Jaringan yang beragam akan menyebabkan beban jaringan itu lebih terdistribusi. Lebih lanjut diharapkan bahwa kehadiran lebih banyak wireless provider akan berdampak membaiknya layanan internet secara umum di Indonesia.

Seiring perbaikan kualitas itu mungkin dengan sendirinya akan beriringan dengan meningkatnya populasi masyarakat indonesia yang terbuka matanya akan arus informasi yang mengalir cepat. Termasuk berkembang biat beranak pinaknya blogger indonesia dan perjalinan silaturahmi di facebook atau jejaring sosial lainya.