Tolong, Rekamkan CD ini ke Kaset Pita …

Saya mengira kemajuan pesat teknologi perekaman digital telah menyudahi masa jaya tape recorder yang mendominasi media penyajian musik   ke telinga kita pada era 70, 80, 90 an. Di masa – masa  dimana saya  memutar berulang – ulang kaset pita yang berisikan lagu lagu Katon Bagaskara, Kahitna, atau Titi DJ dengan pemain kaset rangkaian. Mekanik tape itu telah pernah membuat kaset yang saya pinjam dari teman rusak dengan pita terputus. Audio CD kemudian membuat saya terpesona karena selain kualitas suara yang bening tanpa desis juga feature next next dan prev prev skip  gpl menunggu untuk rewind dan rolling yang membuat pita kaset menjadi cepat kusut. Kini, karena tidak ingin merepotkan diri mencari koleksi CD atau Cassette Tape maka iPod, Media Player pada PC dan ponsel Walkman lebih menjadi pilihan menyenangkan.

Namun demikian, tidak seperti apa yang saya kira, ditengah perkelahian tidak seimbang dengan gadget – gadget moderen yang canggih – canggih dan jenius itu, kaset tape saat ini masih punya tempat tersendiri. Kaset pita masih dapat ditemukan sebagai barang pajangan di rak – rak dan etalase Toko Musik dan Elektronik. Termasuk kaset pita kosong yang bisa di isi materi rekaman sendiri dengan tape recorder untuk suatu keperluan.  Masih ada segmen pasar untuk kaset pita.

Tadi,  seorang teman meminta tolong saya untuk menyalin sebuah materi  listening test dari sebuah audio compact disc ke cassete tape. Saya menjadi heran. Bukankah audio cd lebih baik dari sebuah kaset. Menurut teman itu, memang dalam beberapa hal audio cd mempunyai kelebihan kemudahan dan kualitas, tetapi, bila ketika selama tes listening yang waktunya terbatas itu terjadi tiba – tiba listrik padam maka audio cd akan sulit untuk diputar tepat dimulai dari posisi disaat tadi terhenti.

Benar. Tape Player-lah yang bisa melalukannya dengan tepat.

**Tulisan ini saya buat sambil menunggu proses perekaman berlangsung