Sub title di tampilkan dalam film untuk membantu penonton mengikuti sepanjang jalan cerita. Terutama pada film film berbahasa asing. Atau berbahasa daerah yang kemungkinan tidak dipahami sebagian terbanyak pemirsa.
Kemudian mengapa sub title bagi saya terasa mengganggu. Benar. Dan ini memang subyektif. Karena mata saya cenderung mudah terpancing untuk membaca subtitle yang ditampilkan meskipun saya bisa sedikit sedikit mengerti akan bahasa yang dipakai oleh para tokoh sepanjang film berjalan. Pemandangan yang indah, footage visual yang bagus bagus, bahkan aktor cakep artis cantik, karena gara gara sub title ini sering terlewatkan dari pandangan mata saya. Padahal detil visual yang bagus ini, baik audio maupun visualnya sering kali berbicara lebih kuat dibanding apa apa bahasa yang diucap secara verbal oleh baik karakter maupun narator.
Itulah mengapa saya kurang suka menonton film di bioskop atau di TV dan lebih suka menonton DVD di rumah dengan khusuk sendirian.
Kapan ya mungkin suatu saat ada fitur di bioskop dimana penonton bisa mengatur sendiri untuk penampilan sub title secara costum. Kalau di TV mungkin perlu menunggu era TV Digital.
Terimakasih kepada ke 21 orang yang saat ini mengikuti update yang saya jatuhkan di twitter. Ini berarti saya tidak berjalan sendirian. Bila anda sekalian, pengikut saya di twitter ini sedang kecewa dan tidak sedang berkenan dengan microblog posting. Maka tolong beri tahu dengan feedback dan kritiknya
Ada beberapa hal yang saya suka dan tidak setelah memasang perambah laman pada perangkat bergerak Operamini 4.2 sebagai pengganti 4.2 beta yang telah lebih dulu mendiami ponsel selama beberapa bulan.
Itu dulu. Setelah saya agak lama tidak mengunduh lagu – lagu Indonesia dan baru tadi siang melakukan tindakan tidak terpuji itu lagi, ternyata keadaannya sudah berbeda. Kini mengunduh mp3 dari stafaband.info telah menjadi sangat mudah.





