Shopious Membantu Toko Online Menjangkau Banyak Pelanggan

Terutama untuk barang-barang yang harganya tidak terlalu mahal, orang-orang kini banyak yang tidak perlu berpikir panjang sebelum membelinya secara online. Orang sekarang seolah tidak menganggap berbeda melihat barang menarik yang ditawarkan secara online dengan ketika melihat baju bagus atau kaos lucu yang dijual di pasar malam. Ini selain belanja online memang semakin familier saya kira juga dimudahkan dengan teknologi pembayaran yang semakin mudah pula.

Membaca trend ini tidak heran bila telah banyak teman-teman saya yang membacanya sebagai peluang untuk berjualan. Dari hal kecil menjual barang-barang yang sudah tak terpakai sampai pada niat bisnis yang lebih serius. Untuk bisa berjualan online tidak harus langsung bermodal besar. Seseorang tidak harus menyiapkan infrastruktur seperti membangun website toko online. Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blog dan Instagram terbukti menjadi outlet yang ampuh untuk berjualan.

Teman-teman saya yang dulunya sebatas curhat dan narsis di Facebook kini banyak yang berubah pandang dan merasakan sendiri keuntungan dari berjualan melalui situs pertemanan ini. Hanya saja berjualan di Facebook sedikit banyak kini telah dikotori oleh penjual-penjual tidak jelas yang sedikit banyak mempengaruhi penjualan mereka.

Pertumbuhan pengguna Instagram yang kini makin menukik rupanya oleh teman-teman saya dianggap sebagai market baru ketika Facebook mulai lesu. Instagram dianggap membuka peluang baru karena posting di Instagram bisa dilihat publik dan fitur hashtag memudahkan orang untuk melakukan pencarian. Jumlah teman di Facebook terbatas 5000 orang. Instagram memungkinkan satu akun mempunyai tanpa batas follower.

“Teman” atau “Follower” inilah market itu. Sayangnya membangun akun IG dengan banyak follower juga tidak mudah. Itu masalah pertama. Masalah kedua adalah hashtag itu sendiri. Hashtag yang sedianya digunakan untuk memudahkan pencarian kini banyak di ‘abuse’ sehingga malah membingungkan. Masalah ketiga tentu saja sama dengan yang terjadi Facebook pun ada, yakni penjual yang tidak jelas.

Shopious kini datang menawarkan solusi bagi penjual-penjual online yang masih mengandalkan jejaring sosial semacam Instagram. Sekaligus Shopious hadir memudahkan pembeli online yang kini kesulitan mencari barang yang dicari melalui jejaring sosial agar lebih mudah dengan kategorisasi yang jelas tanpa ribet melakukan pencarian berdasar hashtag.  Baca lebih lanjut

Indosat Super 4G Hadir di Yogyakarta

Yogyakarta, 30 Mei 2015. Dibuka dengan penampilan blue dance dengan tariannya yang cepat, enerjik, modern sekaligus bertemakan etnis seolah Indosat ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa begitulah seharusnya teknologi mempengaruhi kehidupan manusia. Teknologi menjawab tantangan untuk meningkatkan produktifitas dengan cepat, gaya hidup bahagia penuh keriangan tanpa melupakan tradisi budaya dimana bumi dipijak. Ini adalah event launching Indosat Super 4G di kota budaya sekaligus kota yang terkenal rakus akan konsumsi data, Yogyakarta. Yogyakarta Istimewa.

Acara launching Indosat Super 4G ini mengundang media (media gathering) dan komunitas-komunitas teknologi di Yogyakarta. Tak heran di sini saya senang bertemu kawan-kawan yang aktif di komunitas jejaring sosial, komunitas blogger, forum online, penggemar gadget dan lain-lain. Saya sendiri diundang dalam kapasitas saya sebagai anggota Komunitas Blogger Jogja.

Acara yang dari awal berlangsung meriah ini berlangsung cepat. Gelalaran jaringan 4G LTE yang disebut sebagai Indosat Super 4G diluncurkan oleh Ibu Ripih (selaku tim manajemen Indosat) dengan menekan tombol virtual pada layar. Warna-warni yang sangat tekno dalam sekejab langsung menghiasi tempat acara berlangsung di Lantai 2 (persis di depan Centro) Ambarukmo Plaza Yogyakarta.

Setelah layanan Indosat Super 4G sepenuhnya diluncurkan oleh tim produk dan jaringan Indosat dilanjutkan oleh serangkaian presentasi dan diskusi dengan media dan undangan yang hadir. Dari presentasi dan diskusi tersebut ada beberapa hal baru yang saya ketahui:

Untuk dapat menggunakan layanan Indosat Super 4G pelanggan cukup membeli kartu perdana uSIM baru seperti kartu Mentari 3GB+. Secara otomatis pengguna akan terhubung ke jaringan Indosat Super 4G di tempat-tempat yang terjangkau jaringan Indosat 4G. Bagi pelanggan lama, pelanggan harus menukarkan kartu SIM nya ke gerai Indosat. SIM Card baru tersebut bisa didapatkan secara gratis.

Yogyakarta merupakan kota ke-4 setelah Jakarta, Bandung dan Bali yang digelari jaringan 4G LTE oleh Indosat. Menurut Indosat meski Yogya relatif kecil dibandingkan Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah, keberadaannya sebagai kota pelajar selama ini terbukti terdepan dalam adopsi teknologi dan penggunaan koneksi data/internet.

Baca lebih lanjut

Sebuah Tablet itu untuk …

Saya perlu tablet yang layarnya bagus dan enak di mata. Karena tablet itu akan saya fungsikan untuk membaca e-book, browsing, sedikit sosial media. Mungkin sambil mendengarkan musik. Jadi sebain layarnya bagus juga sebaiknya bisa menghasilkan suara yang enak dikuping juga.

“iPad akan memenuhi kebutuhanmu itu” seloroh seorang teman saya beberapa waktu yang lalu. “Dengkulmu“, saya membatin sambil memasang wajah datar.

Seloroh teman saya itu saya percaya tidak akan salah, meski sampai saat itu tidak saya turuti. Menurut saya harga sebuah iPad terlalu mahal untuk sekedar piranti membaca ebook, browsing, bersosial media sambil dengerin musik.

iPad-Air-2-colors-gold

Sebenarnya seperti apa tepatnya tablet yang saya inginkan? Syarat utamanya adalah yang harganya terjangkau. Syarat berikutnya adalah:

Layar. Ukuran layar minimal 8″ sampai 10″ dengan pixel density yang cukup rapat. Setidaknya 1920 x 1080 pixel. Syukur-syukur lebih. Mengenai aspect ratio saat ini saya belum bisa membedakan mana yang terbaik antara yang 4 : 3 dan yang 16 : 9.

Bobot. Bobot menjadi pertimbangan penting tersendiri. Dalam prakteknya saya tidak hanya ingin tablet yang cukup nyaman dipegang dengan satu tangan. Tablet akan menjadi beban tambahan dalam tas saya. Di dalam tas sekarang sudah ada laptop, ponsel, charger, power bank dan perlengkapan yang lain. Bayangkan betapa susah bila harus ditambah 1 kg lagi. Membawa tas yang lebih berat berjalan kaki tiap hari bisa-bisa tubuh saya makin pendek. Mungkin tablet yang beratnya 600 gram ke bawah masih bisa saya terima.

Daya Tahan Batere. Sebentar-sebentar mencolokan tablet ke charger pasti tidak enak. Apalagi ketika sedang bepergian atau di kendaraan umum semacam kereta api atau ruang tunggu. Idealnya sebuah tablet memang bisa bertahan setidaknya 12 jam. Ia akan bisa digunakan non stop seharian penuh. Tapi saya rasa untuk kebutuhan harian saya tidak selalu perlu daya tahan selama itu. Mungkin 6 jam? Baca lebih lanjut

GPS Navigasi Super Spring Branded

gps super spring

Untuk Anda yang sering traveling ke luar kota, apalagi dengan menggunakan kendaraan pribadi sendiri dan Anda gemar menyetir sendiri namun terkendala dengan arah menuju kota tujuan Anda maka GPS navigasi super spring

sebagai wujud dari kecanggihan teknologi masa kini yang siap membantu Anda menemukan jalan termudah mencapai tempat tujuan Anda. Fungsi dari GPS ini hampir sama dengan fungsi dari google map namun fungsi utama nya untuk sebagai peta penunjuk arah. Beberapa GPS ada yang sudah memiliki data base sendiri di dalam nya sehingga kita tidak perlu menggunakan alat bantu lainnya namun Anda yang masih memerlukan kartu tambahan karena GPS nya membutuhkan koneksi internet untuk dapat di operasikan dengan baik.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari GPS navigasi super spring ini diantaranya adalah sebagai penunjuk arah atau peta perjalanan, sebagai alat bantu digital untuk menemukan alamat seperti hotel, tempat rekreasi, nama jalan, nama daerah. Tidak hanya dapat di gunakan di Indonesia saja, GPS dari super spring ini juga bisa digunakan selama Anda berada di luar negeri sehingga kemana saja Anda bepergian tidak akan lagi terkendala oleh masalah tersasar akibat buta arah. Bagi Anda yang ingin memiliki GPS dengan kualitas yang baik dan mumpuni namun khawatir dengan masalah harganya maka saat ini super spring telah mengeluarkan harga paketan GPS dalam beberapa type. Baca lebih lanjut

Laptop Terbaik? Seperti Apa?

Permasalahan saya dalam mencari sebuah laptop terbaik sebenarnya hanya satu saja: budget yang terbatas. Mungkin ini ada benarnya. Bila mempunyai budget tanpa batas saya akan leluasa memilih sebuah laptop yang persis seperti yang saya inginkan, sesuai yang saya impikan.

Benar bila punya data yang banyak akan mudah memilih sebuah laptop yang akan dipakai dimana-mana setiap hari?

Sebenarnya laptop terbaik itu yang seperti apa sih? Bila pertanyaan seperti ini ditanyakan maka kebanyakan orang akan menjawab itu adalah laptop yang sesuai kebutuhan.

Laptop yang diperlukan oleh seorang pekerja kantoran yang kebanyakan pekerjaannya adalah menyiapkan dokumen, mengolah data, menyiapkan presentasi, berkorespondensi melalui email dan sedikit entertainment di sela-sela bekerja akan berbeda dengan kebutuhan laptop seorang fotografer dan videografer, berbeda dengan seorang desainer sekaligus web developer, berbeda dengan seorang blogger sekaligus pelaku jurnalisme warga.

Muncul pertanyaan. Apakah laptop yang cocok untuk seorang videografer tidak bisa digunakan oleh seorang pekerja kantoran dan seorang blogger. Jawabnya tentu saja bisa, meski tidak berlaku sebaliknya.

Fotografer dan Videografer membutuhkan sebuah laptop dengan performa tinggi, kapasitas media penyimpanan yang besar, dan layar premium berukuran besar, berdaya batere yang besar pula. Tak heran bila laptop ini akan berukuran besar, berat secara fisik dan berat di sisi budget. Seorang blogger tentu tidak perlu laptop setangguh milik seorang videografer. Laptop yang lebih tipis, lebih ringan dan daya tahan batere sehari penuh pasti akan lebih ia sukai.

Saya sendiri lebih suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti menyunting foto dan video di rumah dengan menggunakan PC Desktop ketimbang laptop. Untuk sebuah laptop berikut ini yang akan membuat saya suka:

Bobot yang lebih ringan, desain yang tipis, simpel dan tentu saja modern

Bobot yang ringan ini penting mengingat laptop akan lebih banyak saya gunakan pada berbagai kesempatan dan tempat. Ketika bepergian tas saya akan berisi sebuah laptop, dua ponsel, mungkin sebuah tablet, power bank, charger dan lain-lain. Saya ingin sebuah laptop yang tidak membuat tas penuh dan tidak menambah beban tersendiri bagi punggung.

Layar

Dalam bekerja sehari-hari saya lebih banyak menghabiskan waktu menatap monitor, layar komputer. Saya menginginkan sebuah laptop dengan layar yang mampu menghadirkan detil, kecerahan yang cukup dan warna-warna yang segar. Dengan demikian semoga mata tidak lekas bosan dan lelah. Semenjak kehadiran teknologi high dpt/retina display pada layar ponsel, mata saya pun makin manja dengan meningkatkan standarnya. Mata saya makin kurang toleran dengan pixel-pixel yang nampak pada layar konvensional dan merasa cape dengan warna-warna pucat.

Keyboard dan Touchpad

Papan yang tiap hari saya andalkan untuk berinteraksi dengan laptop atau komputer. Keyboard dan touch pad mempunyai peran langsung bagi produktifitas saya dalam bekerja. Saya punya pengalaman menarik. Beberapa tahun yang lalu ketika bersama rekan mengerjakan sebuah proyek, saya dibelikan sebuah laptop dengan spefisikasi mumpuni pada masanya. Laptop yang berprosesor Intel core i5, RAM 4 GB, GPU nVidia GeForce dan HD 500 GB. Sayang laptop itu tidak berhasil meningkatkan produktifitas karena keyboard dan touchpad nya yang kurang bagus. Tidak nyaman untuk mengetik dan touch pad sering tersentuh secara tidak sengaja oleh telapak tangan yang mengakibatkan frustasi karena cursor loncat-loncat kemana-mana.

Daya Tahan Batere

Apa yang membedakan PC dan laptop adalah kemampuannya untuk bekerja jauh dari colokan listrik. Makin lama sebuah laptop mampu bekerja tanpa colokan listrik makin bagus. Bagi saya laptop yang mampu bertahan 6 sampai 12 jam tanpa dicolokan ke sumber listrik akan menjadi pilihan terbaik.

Performa Pemrosesan (Processing Power)

Ini ditentukan utamanya oleh chip processor, RAM, GPU, internal storage dan komponen-komponen lainnya yang terpasang pada logic board. Saat ini teknologi sudah memungkinkan akan hadirnya sebuah processor yang berkinerja canggih. Tinggal bagaimana pabrikan laptop pintar-pintar memilihnya ketika satu sisi menginginkan performa maksimal sementara di sisi lainnya daya tahan batere beserta desain yang tipis dan ringan menjadi premium.

Konektifitas

Laptop untuk bekerja tidak boleh individualis. Ia akan terkoneksi dengan perangkat lain seperti printer, scanner, headset, komputer lain dalam jaringan lokal dan internet. Rasanya saat ini hampir semua laptop mempunyai sebuah wireless ethernet interface, bahkan dengan teknologi wifi terkini: 802:11 AC Wireless Networking. Keberadaan konektifitas bluethooth 4.0 bagi saya tidak bisa ditawar-tawar.

Storage/Media Penyimpanan

Harddisk sebagai media penyimpanan dalam sebuah laptop saat ini sudah tidak jaman. Harddisk berkecepatan terbatas, haus daya batere, dan akan mengalami bad sector dengan sedikit saja benturan. Solid State Drive atau SSD telah menjadi standar bagi perangkat mobile ini. Kapasitas sebesar 256 GB barangkali mencukupi. Saya sendiri lebih akan memilih yang 512 GB. SSD berkapasitas 1 TB saat ini masih cukup mahal.

Sudah tahu apa Laptop baru yang saya impikan? 🙂

Internet Sehat Adalah …

… adalah internet yang di dalamnya tidak terdapat kandungan bermuatan sara, perjudian, materi pornografi, terorisme, akses terhadap peredaran narkotika dan hal-hal lain yang bertentangan dengan norma, etika dan hukum positif yang berlaku di suatu masyarakat? Setuju?

Defini yang saya coba buat dan tulis pada paragraf di atas menurut saya sendiri terasa mengawang-awang, tidak jelas batas-batasnya bahkan seperti apa internet sehat dengan “internet sakit” bisa menjadi sangat subyektif. Akan selalu menimbulkan kontroversi seperti yang terjadi beberapa minggu belakangan ini pada isu pemblokiran beberapa situs web yang dianggap radikal oleh pemerintah.

Sebenarnya, saya sendiri tidak terlalu memusingkan isu internet sehat, internet tidak sehat dan internet sakit. Karena seperti pada defini yang saya coba buat saja hasilnya sudah pusing-pusing. Sampai kemarin di Twitter saya menemukan twit berikut:

Menurut saya defini yang saya kutip dari twitter @ifahmi ini menarik. Suatu pemahaman dalam perspektif yang lebih luas, dari sisi yang berbeda.

Internet sehat dilihat sebagai bagaimana internet bisa meningkatkan kesehatan pribadi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan taraf hidup manusia pada umumnya. 😉 Bisa kah?

Mungkin diperlukan sebuah riset apakah pengguna aktif internet (yang sudah aktif menggunakan internet lebih dari 5 tahun) lebih tercerahkan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi junk food, tercerahkan untuk tidak mengkonsumsi apalagi memproduksi makanan yang mengandung formalin, borak dan zat kimia berbahaya lainnya.

@ifahmi menyebut ” … rajin ngegym, sepedaan dan lari. Beberapa tahun terakhir di kota-kota besar di Indonesia bermunculan komunitas-komunitas lari. Olah raga lari di Indonesia dipopulerkan oleh Indorunners. Saya kira popularitas olah raga lari di masyarakat perkotaan saat ini berkait erat dengan internet.

Contoh lain aplikasi Internet dibidang kesehatan adalah Google Dengue Trend, dimana Google menggunakan data dari search engine miliknya untuk memprediksi wabah demam berdarah di Indonesia. Inisiatif yang dilakukan Google ini tak ayal menginpirasi banyak pihak untuk menggunakan big data dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi kesehatan masyarakat. Dalam bentuk yang lebih praktis mungkin kita telah mendengar/mengenal aplikasi Google Fit, Apple Health, Apple Research Kit dan sejenisnya.

***

Jadi apa definisi Anda mengenai Internet Sehat?

Memperbaruhi Perlengkapan Jaringan dengan Mikrotik Routerboard

Merasa kebutuhan jaringan komputer dan internet di pabrik makin berkembang, saya pun mulai memikirkan bagaimana caranya agar managemen jaringan bisa dilakukan dengan mudah dan efisien, syukur-syukur keandalannya juga meningkat. Untuk itu beberapa hal yang bisa segera saya lakukan adalah:

Meningkatkan bandwidth koneksi internet. Ini saya lakukan dengan mengganti koneksi internet yang dulunya menggunakan koneksi kabel tembaga dengan fiber optik. Sebenarnya tidak mengganti, saya menambahkan koneksi internet dengan FO sementara koneksi internet yang lama masih dipertahankan.

Mulai menggunakan router baru. Mikrotik RB 1100 AHx2 menjadi pilihan. Pilihan routerboard jenis ini adalah berdasarkan pertimbangan akan kebutuhan jaringan di pabrik dalam beberapa waktu (mungkin tahun) ke depan. Saat ini RB 1100 AHx2 sudah saya konfigurasikan untuk routing, bandwidh manager, user manager dan firewall.

mikrotik

Belum banyak fungsi, fitur dan setting yang saya oprek di RB 1100 AHx2 ini. Karena saya sendiri sudah cukup lama tidak mengoprek router/server/mikrotik. Rupanya sudah banyak hal yang tercecer dari ingatan dan jari-jari saya terkait hal pengoprekan ini.

Tidak apa-apa. Yang penting kali ini saya tahu apa yang saya maui bisa dilakukan oleh jaringan internet dan komputer di pabrik. Dengan sedikit pengetahuan dasar jaringan dan googling sana-sini, akhirnya semua fungsi yang saya inginkan bisa juga berjalan secara semestinya. Mission Completed. Ngoprek-ngoprek-nya pasti segera menyusul. Bila sudah sempat. 🙂

Memasang beberapa Access Point tambahan. Saya tidak punya preferensi tertentu dalam memilih perangkat AP. Saya hanya mengandalkan review yang ditulis orang-orang diinternet. Sepanjang review AP itu baik dan harganya sesuai budget, itu yang saya beli. Sampai saya membeli beberapa jenis router dari pabrikan/merk yang berbeda.

Perangkat AP yang berbeda-beda ini saya tahu akan agak merepotkan pada awal saya men-setting-nya. Bekal saya hanya percaya ini tidak akan terlalu susah. Kelebihannya adalah …., adalah saya akan bisa mereview beberapa jenis perangkat AP itu, dan siapa tahu kelak sempat menuliskannya di blog ini.

Dari beberapa hal itu ada satu yang baru saya coba pertama kali. Itu adalah menghubungkan perangkat jaringan dengan kabel UTP yang lebih panjang dari 130 m. Mulanya saya sempat ragu, mengingat berdasar apa yang saya baca, jenis kabel UTP yang bagus hanya cukup efektif bila digunakan sampai panjang 100 m saja. Kenyataannya, salah satu perangkat AP yang terhubung ke routerboard dengan kabel sejauh lebih dari 130 m bisa berjalan dengan baik. Ini membuat saya senang. Perjuangan saya memanjat dinding, mengulur kabel dan memasangnya dengan klem terbayarkan.

Review saya akan Mikrotik RB 1100AHx2, perangkat AP, dan oprekan-oprekan saya mungkin akan saya tuliskan sebagai posting di blog ini pada waktunya kelak. 🙂

Lenovo A6000: Pilihan Terbaik untuk Menikmati Jaringan 4G di Indonesia

Setelah melalui proses panjang, akhirnya awal tahun ini tiga operator seluler besar resmi menggelar layanan 4G di Indonesia. Ini adalah teknologi yang digadang-gadang akan menjadi solusi internet cepat Indonesia. Selamat datang era mobile broadband. Selamat tinggal internet lemot.

Permasalahannya adalah belum semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menikmati pengalaman menggunakan teknologi internet cepat mobile broadband 4G LTE ini. Untuk dapat menikmati koneksi cepat mobile broadband 4G LTE diperlukan tidak hanya ponsel yang berfitur 4G, melainkan sebuah smartphone yang ditanami teknologi yang benar-benar compatible dengan jaringan 4G yang digelar oleh operator mobile broadband di Indonesia. Smartphone-smartphone yang mendukung teknologi ini umumnya adalah smartphone high end yang dibanderol dengan harga yang tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Ini masalah lain lagi.

Lenovo, pemain matang dan mapan di industri teknologi dan gadget ingin menghadirkan pengalaman pengguna koneksi cepat mobile broadband 4G untuk lebih banyak orang. Pada awal tahun ini pula Lenovo menghadirkan ponsel pinter seri A 6000. Kabar bagusnya, ponsel pintar yang akan mampu membawa pengalaman menikmati koneksi 4G secara penuh ini akan dibanderol dengan harga 1,5 jutaan. Harga yang cukup terjangkau bagi kebanyakan pengguna ponsel pintar di Indonesia.

Lenovo-A6000-1

Selanjutnya mari kita cermati lebih dalam saja yang dibawa oleh Lenovo A 6000:

Processor Qualcomm Snapdragon 410

Lenovo A 6000 menggunakan chipset Qualcomm MSM 8916 Snapdragon 410 Quad core 1,2 Ghz. Kenapa processor adalah hal pertama yang saya lihat karena, seperti yang saya tulis pada posting terdahulu, Qualcomm lah pabrikan chipset yang selain membuat teknologi untuk ponsel juga teknologi yang dibuatnya digunakan di sisi jaringan 4G yang digunakan oleh operator seluler di Indonesia. Bila suatu smartphone telah menggunakan processor ini saya tidak perlu khawatir ada masalah ketidak compatible -an antara device dan network.

Qualcomm Snapdragon 410 juga akan menjamin performa ponsel secara maksimal ketika menjalankan aplikasi-aplikasi berat secara bersama-sama (multi tasking). Apalagi GPU Adreno 306 akan memudahkan ketika digunakan untuk memutar video HD dan menjalankan game-game yang cukup berat.

Layar 5″ IPS touchscreen HD dan Teknologi Audio Dolby Plus

Kualitas layar dan kemampuan mereproduksi suara bagi saya adalah 2 hal yang tak terpisahkan. Layar berukuran 5″ yang dimiliki oleh A 6000 adalah ukuran yang ideal bagi sebuah ponsel untuk nyaman digunakan menonton video namun tidak membuatnya terlalu besar digenggam berkat desain body Lenovo yang menurut saya telah sesuai. Resolusi layar 720 x 1280 pixel akan membuatnya menampilkan foto, video dan graphic secara tajam. Baca lebih lanjut

Teman Lari

Saya lebih suka lari bertemankan smartphone dibandingkan dengan sebuah sportwatch di tangan. Alasannya jelas: karena saya belum mempunyai Garmin Forunner, Suunto ataupun Polar sportwatch.

garmin for

Kelebihan dan keunggulan sport watch dalam berlatih susah saya bantah, dan tidak akan saya bantah, namun belum cukup untuk membuat saya sekarang berpaling dari smartphone. Meski saya rasakan sendiri beberapa kekurangan smartphone untuk dibawa berlari seperti: terlalu ribet dan berat, fitur terbatas, tidak tahan air, batere yang sering kali tinggal 30% ketika dibawa berlari half marathon (21 KM) dalam waktu sekitar 2 jam dan kekurangan-kekurangan lainnya. Bagi saya sendiri smartphone masih mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki semuah sportwatch.

Kelebihan smartphone sebagai asisten latihan lari yang selama ini saya rasakan adalah:  Baca lebih lanjut

Opera Coast, Browser #SimpelTapiKeren

Opera Coast sebelumnya saya kenal sebagai Coast by Opera. Saat itu bulan Desember 2013 di University Club Universitas Gajah Mada, Huib Kleinhout (Head of Coast by Opera Software) memperkenalkannya sekaligus sharing tentang ide tentang sebuah web browser mobile yang simple, cantik, elegan tetapi fungsional. Juga pengalamannya selama mengembangkan mobile browser ini. Baca di SINI

Menyimak paparan tentang Coast by Opera dan bagaimana Huib mendemokan web browser simpel besutan Opera saat itu saya hanya bisa melongo dan sesekali manggut-manggut. Saat itu saya ingin mencoba sendiri, tapi terkendala pada saat itu saya belum mempunyai iPad, sampai sekarang saya juga belum punya iPad sih. Untungnya saat ini Coast by Opera yang sudah berganti nama menjadi Opera Coast bisa dijalankan di iPhone.

Begitu mengetahui Opera Coast tersedia untuk iPhone, saya pun segera mengunduhnya dari App Store.

Pertama kali menjalankan Opera Coast, saya langsung disambut dengan ikon/thumbnail beberapa situs web populer di Indonesia seperti MakeMac, Kapanlagi.com, Kaskus dan lain-lain. Di antara ikon website populer yang secara default sudah terbookmark itu pun ada 9gag, gmail, youtube dan layanan google yang lain.

Dari home screen Opera Coast ini saya tinggal tap icon web itu saja untuk membuka isi website. Untuk back tinggal swipe layar iPhone dari kiri ke kanan dan untuk forward tinggal di swipe ke arah sebaliknya, dari kanan ke kiri. Kalau untuk menutup sebuah halaman web saya tinggal melakukan swipe ke atas. Pengguna iOS harusnya sudah familiar dengan gesture seperti ini.

Untuk membuka halaman web lain pun cukup mudah saya temukan caranya, yaitu dengan men-tab grid bar di bagian bawah layar maka Opera coast akan menampilkan homescreen dengan icon-icon website.

Apa yang ingin saya temukan kemudian adalah bagaimana caranya membuka website-website yang belum ter-bookmark secara default oleh Opera Coast. Dengan sedikit coba-coba akhirnya saya menemukan caranya. Swipe ke bawah di home screen, maka di situ akan muncul kotak pencarian. Nah dikotak pencarian itu tinggal ketikan alamat web yang ingin dibuka atau mengetikkan suatu kata kunci.

Apa yang ingin saya temukan kemudian adalah mengganti beberapa icon/thumbnail default dari Opera Coast. Caranya tidak jauh berbeda dengan bila kita ingin menghapus/meng-uninstall aplikasi di iOS. Caranya tinggal tab and hold beberapa saat pada thumbnail/icon yang ingin dihapus, kemudian swipe ke atas.

Apa yang ingin saya temukan kemudian adalah cara menambahkan icon/thumbnail sebagai bookmark baru. Ini penting mengingat website website favorite yang ingin saya ikuti belum tersedia sebagai icon/thumbnail default. Cara ini pun tidak perlu waktu lama untuk saya menemukannya. Caranya tinggal tab grid bar yang ada di tengah bawah layar, di sebelah atas grid bar akan terdapat icon website yang saat ini sedang terbuka, kemudian tab dan drag ke icon itu ke arena thumbnail.

Apabila kita sudah membuka beberapa halaman website, cara untuk berpindah atar halaman web pun bisa dilakukan dengan sangat mudah. Caranya adalah dengan men-tap pada grid bar di sebelah kanan bawah.

Apa yang paling berkesan bagi saya selama beberapa hari menggunakan Opera Coast adalah user interface nya yang instuitif. Dalam beberapa waktu menggunakannya saya bisa menemukan banyak kemudahan tanpa harus membaca user manual, saya cukup menemukannya dengan mencoba-coba. Pengalaman lain yang ingin ditawarkan oleh Opera Coast adalah keinginannya membuka sebuah website seolah-olah adalah sebuah apps atau mobile apps.

Beberapa hal yang ingin saya temukan kemudian di Opera Coast adalah bagaimana mensinkronisasikannya dengan Opera Coast di iPhone saya yang lain. Tentu saja pengalaman yang kurang menyenangkan bila saya harus mengkonstumisasi icon/thumb nail/bookmark di tiap iPhone dan iPad saya. Memang punya berapa iPhone sih, iPad juga belum punya kok, hehe. Pengalaman lebih menyenangkan mungkin pada versi Opera Coast yang akan datang akan hadir kemampuan untuk mensinkronisasikannya dengan Opera Browser yang saya gunakan di Laptop/Desktop