Benarkah Pendidikan memainkan fungsi Pertahanan dan Keamanan?

Ketika saya dibangku sekolah menengah, yah masa itu adalah masa dimana dominasi orde baru dan militer sangat kuat, dalam Studi PPKn kalau tidak salah, Bahwa peran Hankam (Pertahanan Keamanan) merupakan (fungsi) dan tugas dari ABRI. hihi hi hi — sampai sekarang saya masih sedikit hafal

Kemudian ketika angin reformasi berhembus, kira kira saya kelas 2 atau 3 SMA, ada pendapat seorang “…” lupa namanya, bahwa sebenarnya peran Pertahanan dan Keamanan suatu bangsa/negara itu akan dimainkan dengan baik oleh pendidikan masyarakat yang maju. Singkatnya Pola pikir, tingkat intelektual dan moral dari masyarakatnya. Baca lebih lanjut

Belajarlah dan menjadi Bodoh

Belajarlah yang rajin supaya pintar

Nasehat seperti itulah yang (dulu) sering saya dengar dari bapak dan simbok dan simbah dan orang tua lainya. Begitu juga dengan Pak (dan Bu) guru. Tidak pernah bosan menasihati supaya rajin belajar.

Agrh …

[Aku pun kadang menuruti nasihat nasihat tersebut karena saya takut tidak naik kelas, atau tidak mendapat nilai nilai baik. Menurutnya kadang kadang saja karena saya memang bandel hik hik hik ]

Belakangan saya tidak akan pernah lagi menuruti nasihat mereka, Baca lebih lanjut

Shut Down Day — Hidup tanpa Teknologi

Lagi lagi berita dari dekinet.com ini menarik perhatian saya ke dalam suatu perenungan. Tanggal 3 Mei, beberapa hari mendatang konon dicanangkan sebagai Shutdown Day. Di pelopori oleh para geek asal kanada Silahkan baca beritanya disini.

Peringatan tersebut mengajak kepada semua orang (diplanet bumi) untuk merenungkan bagaimana pengaruh teknologi dalam peradaban manusia. Sebegitunya manusia ber(ter)gantung pada makhluk yang namanya teknologi. Bagaimana rasanya kalau manusia hidup tanpa ponsel, pc, kendaraan dan benda ‘teknologi lainya’.

Bagaimana ya dunia tanpa listrik dan minyak?

Apakah manusia bisa hidup tanpa teknologi?

Sebelum menjawabnya mungkin saya memahami teknologi seperti ini : Baca lebih lanjut

SCN Intelligentpeople.com

Pagi ini saya iseng iseng daftar layanan di situs jejaring sosial yaitu http://intelligentpeople.com . Saya mendapati info keberadaan situs ini dari detikinet.com . Mengapa saya tertarik? Karena konon situs ini hanya untuk orang pintar/cerdas saja. Menurut mereka orang cerdas cenderung mencari teman kencan setara (sesama cerdasnya). Benar seperti itu ngga ya?

Saya mendaftar bukan karena saya cerdas. Saya saja yang ‘sok’ cerdas. Egoisme saya yang merekomendasi untuk mendaftar situs ini.

Fire away … Baca lebih lanjut

Mengapa Kecewa (Bagian 2)

Mengapa kecewa (bagian ke-2). Bagian pertamanya silahkan dicari cari, walapun mungkin dengan judul yang berbeda. Singkatnya, orang kecewa kepada kita karena sebelumnya mereka mempunyai persepsi/asumsi tertentu tentang kita. Misalnya orang lain menganggap/ mengharap kita dapat membantu dan kenyataanya tidak. Mereka akan kecewa.

Contoh lain adalah misalnya Baca lebih lanjut

Kemana juga boleh!

Selamat Pagi!

… Good Morning

Guten Morgen

… Ohayo Gozaimazu

… Bounjour

Sugeng Enjang

Sebenarnya pagi ini saya mau menulis banyak hal lebih dari sekedar say good morning. Sayangnya sedang bingung mau mulai dari mana dan mau kemana.

Bingung ya mana arah utaranya. Kalau tidak salah rumah saya menghadap utara. Maklum tidak punya kompas. Matahari Baca lebih lanjut

‘Menunggu’ shalat Jum’at

Loh kok menunggu shalat Jum’at. “Menunggu” Iya saat ini saya yang menunggu. Kalau biasanya pekerjaan yang ‘menunggu’ saya untuk mengerjakan. Sekarang gantian. Bukan ‘shalat jum’at’nya yang menunggu saya untuk saya tunaikan. Tetapi sayalah yang harus menunggu waktu shalat jum’at.

Shalat jum’at memang harus dikerjakan tepat waktu. Tidak boleh terlambat dan juga tidak boleh ditunda. Pokoknya waktunya ya … Waktu shalat Jum’at he he he

Kalau sampai terlambat trus siapa yang mau jadi khatib dan imamnya. Memang bisa shalat jum’at dikerjakan sendirian. Shalat Jum’at harus berjama’ah

[ iya iya anak TK juga tau dah … ]

Alhamdullah … ya Allah masih engkau karuniai kepadaku kesadaran dan kemudahan untuk mengerjakan apa apa yang kamu titahkan. Semoga engkau menjagaku untuk senantiasa patuh dan melindungiku dari godaan syetan yang terkutuk

Beri seseorang ikan …

Beri seseorang ikan maka kamu memberi makan pada hari itu, ajari ia memancing maka kamu telah memberi makan selamanya, ajari ia mengajari orang lain memancing maka kamu menghidupi banyak orang selamanya

Slogan tersebut saya taruh pada blog ponsel saya.

Saya senang dapat membantu orang lain dalam hal apa saja, dengan catatan : asal saya mempunyai cukup kesempatan ( waktu ) dan kompetensi ( kuasa ). Sama halnya ketika saya merasakan betapa penting bantuan orang lain dalam banyak aspek kehidupan saya.

Mengajari orang lain memancing adalah memberikan metode nya dan bukan ikanya. Dalam banyak hal, kita tidak serta merta dapat mengajari ‘mereka’ memancing. Akan begitu sia sia mengajari orang orang yang sangat ‘kelaparan’ untuk memancing. Pilihan terbaik kita akan jatuh pada memberi ikan dahulu. Kemudian setelah kesehatanya membaik, mempunyai kekuatan ( kehendak ) kita ajari mereka untuk memancing. Tantangan kita adalah menentukan titik ( waktu ) dimana orang tersebut benar benar mampu untuk belajar memancing dan kapan kita harus berhenti memberi ikan.

Pewaktuan yang kurang Baca lebih lanjut

( Tidak ingin) Menjadi orang serba bisa

‘All arround’ Orang serba bisa. Orang yang menguasai berbagai disiplin ilmu, berbagai macam keterampilan. Orang yang optimal disegala bidang ilmu, mendapat nilai A pada semua bidang kuliah, Atlet dalam semua cabang Olah Raga. Juara nasional kompetisi Sains, Pelukis yang dikagumi, Komposer yang menggugah, Penari yang seksi, Akademi Award Aktris. Populer dan banyak teman. Sering tampil didepan Publik dan jumpa fans. Orang yang mampu menyelesaikan semua permasahan sendirian tanpa bantuan orang lain. Orang Super. Siapa mau menjadi … ?

Hebat sekali … seumur hidup belum pernah bermimpi untuk menjadi seperti itu. Ada yang pernah mendapati orang seperti itu? Kira kira bagaimana ya mencapai derajat kehebatan seperti itu? Kok tak ada satupun teman saya ( orang) yang mempunyai kemampuan Maha Hebat?

Apakah memang takdirku ‘tuk menjadi orang spesial(is)?

Maksudnya bukan saya sehebat dokter spesialis itu, artinya saya hanya optimal dalam satu bidang ketertarikan. [ Hanya mempunyai satu ketertarikan. Kalau punya banyak ketertarikan entar dibilang Play Boy ] Dan menjadi orang yang biasa biasa saja. Ich bin Ich. I am just ordinary people.

PS : ‘menjadi orang spesial, dan mencintai orang special’

     : kok ngga’ ada yang nyambung ya tulisanya

     : jangan dihapus loh, biarpun ngga nyambung. It’s just a part of your life story

 

 

Sahabatku dimana kamu sekarang?

Pada sekitar tahun 1997 – 1998, saya mengenal baik tetangga kost disebelah timur tempat hunian saya waktu itu. Di Sidikan, Umbulharjo Yogyakarta.  Sahabat bersebut bernama : Atik Purwaningsih dan Siti Fatimah. Seingat saya mereka sama sama berasal dari Ponorogo Jawa Timur. Atik Purwaningsih beralamat ( kalau tidak salah ) Jalan Glatik 17 D Beduri Ponorogo dan Siti Fatimah di jalan : Ki Sholihin 120 Paju Ponorogo, Nama kampungnya lupa tapi kalau tidak salah Paju

Mereka kuliah di Jogja waktu itu, kira kira saya masih se usia SMA, banyak suka dan duka dan pengalaman unik bersama mereka walaupun karena kesibukan saya waktu itu memperjuangkan diri ( egoisme saya ) saya harus berpisah dengan mereka dan tidak pernah tahu tentang kapan mereka meninggalkan Jogja tercinta.

Kalau kamu sempat membaca blog saya ini pls make a contact w/ me. I miss U all. Dimanapun kamu sekarang semoga Allah SWT mengkarunia anda sekalian kebahagian lahir batin.

Mungkin ada pembaa sekalian yang mengenal teman saya tersebut Tolong memberi informasi dan menyampaikan salam hangat saya kepada mereka