Texting sometimes better

Bagi sebagian orang, texting merupakan cara bercakap yang menyenangkan, praktis dan mengalir. Dalam suatu komunikasi yang terbentang jarak, walaupun saat ini  tarif percakapan telepon sudah sangat merakyat dan sering lebih murah ketimbang sms, chating, mailing atau net blogging. Kenyataanya texting lebih sering menjadi pilihan.

Untuk saya sendiri kelebihan texting adalah sifatnya yang tidak liner sehingga kita lebih bisa banyak mengendalikan informasi yang kita kirim  terimakan. Misalnya kita bisa meninjau ulang sebuah pesan sms, kemudian meng edit nya ketika dirasa belum cukup mewakili informasi, ide atau opini yang akan disampaikan. Atau memikirkan kembali sopan pantasnya sebuah pesan. Baru tombol send di tekan kemudian.

Ketika kita bercakap cakap dalam sebuah media suara (telepon) menurut saya membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi. Memperhatikan intonasi pembicaraan lebih dari kata kata. Perangkaian pesan secara cepat  tepat dan pada tempatnya. Karena ketika suatu informasi terlanjur tersampaikan tidaklah mudah untuk meng edit nya atau menarik kembali suatu ucapan yang terlanjur tidak berkenan bagi lawan komunikasi kita.

Vista saja masih gagap, Windows 7 hampir release

Belum sampai sempat mencicipi lebih lama Windows Vista, kabarnya sebentar lagi Microsoft akan me launching Windows 7. Ini memang salah saya sendiri, karena saya mengganti Windows Vista yang telah ter bundle dengan Laptop ketika membeli. Saat itu alasan saya adalah karena pekerjaan yang menumpuk sedangkan laptop mid end yang saya beli tidak cukup kencang untuk dikendarai Ms Vista dan dipacu. Selain alasan kecepatan dan spec. laptop, adalah karena banyaknya aplikasi yang membantu saya untuk bercocok tanam sepertinya bermasalah ketika saya tanamkan di bumi Vista. Saat itu saya bercita cita ingin membeli sebuah PC baru lagi untuk saya jadikan sebagai kelinci oprekan.

Belakangan, kurang dari setahun Nona Vista hadir dipasaran, banyak di temukan oleh orang orang kaitanya dengan flaws pada tubuh Vista. Saya percaya laporan laporan itu bukanlah gosip ketika dalam tempo singkat Microsoft mengeluarkan Service Pack 1 dan update  minor secara periodik. Apa apa an ini? Dan apa hubunganya dengan banyak vendor PC sekelas intel yang malah merekomendasikan Windows XP.

Sampai saat ini untuk urusan sistem operasi saya termasuk gagap terkait dengan Vista. Dan kadang kasihan juga ketika harus menjawab dengan *ngga tau, belom pernah nyoba, dll ketika teman teman saya yang sudah memakai Vista duluan mendapati masalah dan bertanya ke saya. Maklum tampang saya  rada rada HI Tech sehingga teman teman lebih mempertimbangkan tampang saya yang seolah bisa menjawab permasalahan IT mereka.

Dan ketika saat ini Microsoft sudah merelease Windows 7 dan kabarnya versi final akan di release sebentar lagi, haruskah saya konservatif dan tidak sedikit mencoba coba dan tetap gagap seperti halnya berhadapan dengan Vista. Saya tadi ingin mendownload Vers i Beta ini namun harus sadar dan legawa dengan ketersediaan bandwidth internet saya. Sementara saya harus puas dengan membaca review dari sini.

Siapa yang mau meminjami saya DVD Windows 7 Beta? Atau bahkan ada dari teman teman yang sudah menjajalnya?

Windows 7 review dari C Net

Khotib yang tau Waktu

Seorang presenter yang baik menurut saya adalah seorang yang dengan baik menyampaikan suatu pesan sejelas jelasnya kepada audien dalam waktu sesingkat singkatnya. Gambaran Presenter yang *baik itu tampil ketika saya menunaikan shalat Jum’at. Khotib menyadari bahwa inhabitant bumi ini lebih menikmati mengunyah ngunyah Informasi dalam waktu singkat. Bagusnya hal ini disikapi dengan baik dan secara efisien menyampaikan  khotbah Jum’at.

Khotbah berlangsung sekitar 10 menit. Selesai sebelum jama’ah jum’at mulai bosan dengan ceramah dan tertidur. Saya mulai percaya bahwa penyederhanaan penyampaian informasi sesungguhnya esensi dari Presentasi itu sendiri. Apa untungnya menyampaikan khotbah yang panjang lebar tetapi merangsang rasa kantuk jama’ah. Sungguh Khoti yang tau waktu.

Bagaimana dengan beberapa poin informasi yang dimasukan kedalam sistem pengingat tetapi tidak memperlelah kerja otak dan tidak terlepas dari ingatan Jangka Pendek, syukur syukur terikat dalam Memory Jangka Panjang?

[Saya menulis posting ini sebagai bukti kalau saya tidak tidur sepanjang Khotbah Jum’at …}

Gmail notifier; malah menyebalkan

Beberapa hari yang lalu saya tertarik menginstall aplikasi kecil dari Gmail untuk memberi kepada saya notifikasi bila ada e mail baru yang masuk ke mailbox Gmail. Mulanya saya berpikir bahwa kemudahan mengetahui kedatangan email baru akan mempermudah dan keleluasaan efisiensi untuk segera menyerap Informasi. Dan berujung pada peningkatan produktifitas.

Notifikasi email ini tidak hanya disajikan ke saya oleh Gmail Notifier, melainkan Yahoo Mesenger yang senantiasa terjaga.

Bukanya pemanfaatan waktu yang lebih baik, pesan pesan email baru yang datang silih berganti, dan karena seketika saya membuka buka dan merespon, dan kadang ketahuan juga bilamana bukan kategori email penting. Malah malah waktu ini terasa semakin pendek dan beberapa batu besar yang seharusnya terpecahkan lebih dulu menjadi pending. Itu baru urusan email. Urusan berikutnya pasti adalah nafsu chating.

Demi semua alasan produktifitas, Baru baru ini saya mempertimbangkan kembali untuk memberdayakan Outlook 2007. Sepertinya urusan email dengan Office Outlook 2007 is all much more manageable dimana saya bisa menentukan sesuka hati dan menjadwalkan kapan diperlukan mengunduh semua e mail, men flag email sesuai kebutuhan, membuat rule, dll. Dimana kemudian waktu waktu bisa lebih dihargai demi keselamatan dunia dan akhirat [ … apa hubunganya]

Ponsel terlantar, siapa punya Majikan

Di bangku angkutan yang saya tumpangi ada sesosok ponsel warna hitam yang tergeletak, mungkin tanpa sengaja tertinggalkan oleh si majikan. Tega banget, pikir saya. Dorongan empati dan feature belas kasih yang kuat, tidak tega hati ini dengan kesendirian si boncel ponsel. Tangan kiri ini memungut dan kedua mata ini mulai menyisir keseluruhan tubuh si boncel hitam kemungilan.

Karena pada saat itu gen jahat dalam diri sedang tidak dominan, terpikir untuk menghubungi sang mantan majikan. Saya hanya ingin memastikan apakah  dia sengaja meninggalkan ponsel karena sudah menemukan  yang lebih di cinta atau faktor ketidak sengajaan. Seingat saya bangku bangku angkutan tadi baru saja ditinggalkan oleh beberapa siswi suatu SMK. Pikiran saya berkata bahwa mungkin ada hubunganya.

Tidak lama berselang, ada panggilan masuk ke ponsel malang tersebut, entah dari teman si pemilik ponsel atau orang lain. Merasa bukan orang yang tepat untuk memberi jawab maka saya membiarkan saja, toh ini juga tempat publik, di dalam angkutan, saya tidak mau suara seksi saaya mengganggu ketertiban umum.

Kali ini sebuah pesan teks masuk dan sebuah   panggilan masuk ke ponsel saya, walaupun saya enggan menjawab karena dari nomor bukan yang saya kenal. “Mas, kalau ada ponsel tertinggal, tolong dibawaakan. Itu milik temenku”. Pastinya teks sms tidaklah seperti itu, saya susah meniru gaya penulisan pesan pemuda pemudi jaman sekarang. Mengherankanya bagaimana mereka tahu nomor ponsel saya. “Iya, nanti sore silahkan ambil ke rumah”

Nyamuk Nyamuk Nakal semakin Pintar

Siapa sih yang betah dengan gigitan gigitan nyamuk. Selain gatalnya yang minta ampun, dan darah segar kita yang secara terpaksa terdonorkan untuk kelangsungan makhluk makhluk penghuni malam penghisap darah. Denging suara denging makhluk laknat ini tidak pernah bosan bosan merusak malam malam istirahat saya. Nyamuk nyamuk laknat ini lah penyebab penurunan kualitas bangsa kita.

Bagaimana tidak?  Bagaimana kita bisa mengendalikan tekanan darah jika tidur kita saja tidak berkualitas. Tanpa  tidur yang nyenyak, kualitas kerja kita akan terganggu. Apa hubunganya dengan kualitas suatu bangsa? Hanya orang orang yang tidak berkualitas saja yang akan menyamuk hitamkan nyamuk nyamuk untuk bangsa yang ditimpa banyak kekacuan dan tidak kunjung bangkit dari keterpurukan dan keterbelakangan kualitas. Yang jelas pemuda pemudi yang sehat dan cerdas, yang cukup tidur dan darahnya tidak disedot nyamuklah yang sedang diperlukan bangsa ini untuk bangkit. Tidak terbanyang jika 10% saja pemudi bangsa ini mengidap malaria atau DBD.

Mengingat sangat fatal akibat yang dibawa oleh nyamuk nyamuk brengsek itu, berbagai elemen bangsa ini telah berlomba lomba untuk membuat alat pembasmi dan pengusir nyamuk untuk dapat digunakan semua orang dengan harga yang masuk akal. Harga terjangkau oleh para  pedagang di pasar pasar, petani di desa dan nelayan di laut dan terjangkau oleh siapapun yang tidak punya darah berlebih untuk dijadikan pakan gratis.

Sebagai sumbang sih saya untuk kemajuan bangsa ini. Sekali lagi saya katakan bahwa bangsa yang berkualitas adalah bangsa yang bisa tidur lelap tanpa keberengsekan nyamuk. Dalam upaya peningkatan kualitas istirahat dan tidur saya telah memasang semacam pengusir nyamuk yang konon bisa dipasang non stop sepanjang 45 hari. Karena ketika menulis posting ini merek yang saya beli tidak menyumbang uang ke saya maka merek tidak saya sebut.

Dalam beberapa hari saya menggunakan produk pengusir non stop tersebut saya lumayan dapat tidur nyenyak dan ngetik ngetik beberapa posting dan blog flying tentunya dengan nyaman dan damai sejahtera tanpa terganggu. dan tanpa ada interupsi ketika dimalam hari sedang bermimpi.

Upaya manusia untuk meningkatkan kualitas bangsanya, rupanya sekemudian diikuti oleh perjuangan bangsa nyamuk untuk mengantisipasi usiran usiran yang saya pasang. Nyamuk nyamuk nakal yang brengsek dan tidak tinggal diam dalam waktu kurang sebulan sudah berhasil mengejar ketertinggalan. Dalam waktu sesingkat bulan departemen kesehatan nyamuk telah menemukan teknologi untuk survive ditengah bom bom kimia yang saya hembuskan sebagai alat pengusir.

Tidak habis pikir ya kita sebagai manusia. Teknologi pengusiran nyamuk yang kita kembangkan selama bertahun tahun ternyata dalam hitungan beberapa minggu telah dengan baik ditemukan cara antisipasinya. Hey Manusia dimana kecerdasanmu. Nyamuk Nyamuk pun berpacu dalam science dan teknologi …

Perilaku yang menyusahkan Orang Lain

cgon422l1Kata Iklan, berganti ganti pasangan it u perbuatan tercela sekaligus membahayakan diri. Juga membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain. Bagaimana tidak menjengkelkan dan merugikan orang orang lain disekitarnya. Tadi pagi seorang teman terus menggerutu dan ngomel ngomel gara gara kebiasaan buruk teman temanya. Entah untuk urusan apa si bapak tadi gagal menelepon beberapa orang temanya yang adalah teman saya juga dan berakhir dengan “The destination you’re calling is not define, please try another number” Tidak hanya bapak bapak teman saya tadi yang dirugikan dan terus menggerutu. Tanpa tau apa salah dan dosa, saya pun harus mau tidak mau menjadi korban dari kebiasaan berganti gonta nomor pon sel. Kalau saja tidak ada perilaku buru k sepeti itu semestinya saya menikmati jam jam kerja saya dengan damai tanpa suara suara orang nggedumel.

fight the bad mood

Boleh percaya boleh tidak, sejak kemarin saya mencoba menulis entry untuk blog ini. Tidak seperti biasa dimana saya sangat spontan dalam menulis. Ini adalah kali pertama saya memulai beberapa tulisan namun sayangnya dari banyak tulisan tersebut gagal untuk dieksekusi menjadi barang pajangan di etalase blog wordpress ini.

Dan kalau saya boleh menonjok, itu semua gara gara bad mood yang nyelonong masuk tanpa ketok ketok pintu jauh kedalam sistem kendali si Jarwadi. Tidak kurang kurang usaha si Jarwadi dalam rangka mempertahankan tali kekang untuk menghela dan memacu diri untuk senantiasaa istiqamah di jalanya. Seperti anda semua tahu  , saya senang menulis di blog, walaupun tulisan tulisan saya lebih sering membikin jengkel orang lain yang terpaksa membaca, entah itu title nya saja, bila memang jengkel itu salah anda sendiri dong, siapa suuruh masuk ke blog saya. Atau paling tidak dakwa jua lah mr google yang  main asal tunjuk.

Kembali ke Laptop. Pembajakan yang telah terlanjur mengambil alih sistem kendali paling tidak membuat seharian tadi beberapa komitmen saya pending. Menyusahkan orang orang disekitar saya. Merusak kesehatan pribadi dan Lingkungan. Dan menimbulkan beberapa penyakit yang dulunya tidak menular menjadi sangat mudah menular dan menyebar.  [Apa hubunganya]

Tulisan saya ini,  yang sangat tidak terstruktur dan tidak konsisten sama sekali adalah indikasi sekaligus bukti tentang seberapa buruk mood dalam  diri ini.

Dan ketika akhirnya tulisan ini terpampang di etalase , entah akan seperti apa rasanya, merupakan juga bukti bahwa saya sedang berlelah lelah memperbaiki  korteks dan memerangi pembajak yang telah menggelincirkan emosi saya.

I fight my mood for long life and good time, wish me wish me wish ME

strange white patterned cloud hanging on the sky

paper work, harus selesai

Ini adalah kali pertama pusing di tahun 2009. Tidak ada sakit pusing yang lebih memusingkan dibanding dengan yang merupakan efek samping dari paper work. Tidak tahu mana yang benar. Apakah pusing karena efek tidak suka. Atau tidak suka merupakan dampak ikutan dari pusing pusing karena bergelut dengan paper work.

Apapun yang terjadi,  saya harus keukeuh bertarung untuk memenangkan pekerjaan yang membikin dengkul pusing, tetapi harus dengan baik terselesaikan.

Pengorbanan merupakan bentuk tanggung jawab dan tanggung jawab seringkali harus dieja wantahkan dengan mengorbankan kesukaan dengan melakukan ketidak sukaan.