Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang ditawarkan. Mulai dari museum, taman, dan pantai, hingga temuan antik di jalanan Surabaya, ke kota tua dan masakan lokal, ibukota negara memiliki cukup pesona untuk membuat orang datang kembali. Dengan begitu banyak untuk dilihat dan dialami, Jakarta tetap berada di atas dalam hal properti utama, meskipun jalanan padat dan lalu lintas yang dihasilkan.
Sektor Properti Residensial
Indonesia Investments mengatakan sektor properti perumahan di negara itu tetap menarik tahun lalu, bahkan mengingat pertumbuhan yang lambat yang diamati selama dua tahun terakhir, dengan menjeda pertumbuhan ekonomi di level terendah enam tahun pada kuartal pertama tahun lalu. Namun, langkah-langkah terus diambil untuk menjamin dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu ukuran tersebut adalah rencana untuk mengangkat larangan kepemilikan asing pada apartemen mewah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi setidaknya 20 persen.
Kepemilikan asing
Sebelumnya, orang asing hanya bisa membeli properti melalui kategori ‘hak guna’ dan itu hanya berlangsung selama sekitar 25 tahun. Ingin memperpanjang? Penyewa bisa memperbaharui itu selama 20 tahun. Namun, orang asing sebelumnya hanya diizinkan untuk memiliki properti dengan nilai pasar dari 5 miliar rupiah atau 373.500 dolar AS. Di bawah undang-undang baru tidak ada batas aturan tersebut, Jakarta Globe melaporkan.
Menteri agraria dan tata ruang Ferry Mursyidan Baldan mengatakan selama tidak ada subsidi perumahan pemerintah yang dijual ke asing, mereka bisa memilih rumah apa pun yang mereka inginkan, apakah dibangun oleh pengembang properti atau mereka yang sudah keluar di pasar. Baca lebih lanjut




Apakah Anda tahu mengenai apa saja cara memilih aksesoris mobil yang tepat? Ketika memiliki mobil tentunya ingin memberikan mobil tersebut aksesoris. 