Mencoba Keseruan Studio 4DX CGV Blitz Hartono Mall

Jalan Jogja – Wonosari pada malam Minggu biasanya brutal. Lalu lintas dari dan menuju Gunungkidul biasanya padat dan sering terjadi kemacetan di beberapa ruas. Bila sedikit saja ada ruas jalan yang longgar, biasanya para pemotor banyak yang ber-zig zag dengan kecepatan tinggi. Cukup mengerikan bagi saya. Apalagi saat itu baru saja turun hujan. Alih-alih segera pulang dari mengisi acara sharing tentang Mobile Blogging di West Lake Resto saya saat itu (Sabtu, 16 Januari 2016) lebih baik menunggu agak malam sampai jalanan lebih bersahabat untuk mengendarai motor pulang ke rumah.

Untuk menunggu agak malam, pilihan saya setelah shalat Maghrib di mushala di West Lake Resto adalah nonton. Bioskop yang saya pilih saat itu adalah CGV Blitz di Hartono Mall. Alasannya: karena letak Hartono Mall berada di Ring Road utara, searah dengan jalan saya pulang menuju Gunungkidul. Alasan lainnya adalah saya belum pernah menginjakkan kaki di Mall terbesar di Yogyakarta yang baru saja dibangun itu. Kalau CGV Blitz sendiri beberapa pekan sebelumnya saya menonton Star War di CGV Blitz – J-Walk Babarsari.

Dari parkir sepeda motor di Lower Ground Hartono Mall, keberadaan CGV Blitz mudah dijangkau. Ada banyak penunjuk arah menuju ke CGV di sana. Termasuk di pintu-pintu lift. Saya tinggal mengikutinya saja.

12530751_1511493645848031_2012035648_n

Sesampai di depan CGV Blitz saya mendapati bioskop ini nampak belum ramai, masih sepi. Baca lebih lanjut

Early Bird Jakarta Marathon 2016 Habis, Adakah Promo Mandiri e-Cash?

jakmar 2016Kemarin petang saya dikabari oleh teman saya kalau tiket early bird Jakarta Marathon sudah sold out. Saya kaget. Registrasi Jakmar saja saya sebelumnya luput tidak mendengar kalau dibuka per 1 Februari 2016. Di komunitas dan di grub-grup rasanya registrasi Jakmar juga belum menjadi perbincangan. Setengah tidak percaya, saya pun mengguraui, “Mungkin sistem -nya belum siap. Jadi ngasih notifikasi kalau early bird slot udah sold out.

Saya benar-benar terkejut ketika di timeline menemukan twit di atas. Antusiasme mengikuti Jakmar 2016 luar biasa. 1.000 slot early bird Full Marathon habis dalam hitungan menit. Artinya pendaftar early bird saja sudah hampir menyamai finisher FM Jakmar 2015 yang berjumlah 1.365 orang saja.

Teman saya tadi kemudian mengajak saya untuk mendaftar slot Half Marathon saja. Saya mengiyakan meski sebenarnya saya mengincar slot Full Marathon. Pikir saya saat itu lumayan bila saya mendapat slot early bird HM dengan biaya registrasi Rp 275.000. Kelak kalau saya bisa dapat slot FM menjualnya akan tidak begitu sulit.

Saya pun meminta tolong teman saya untuk mendaftarkan nama saya. Permasalahan muncul setelah teman saya mau melakukan check out untuk dua registrant. Jumlah biaya yang harus dibayar ternyata bukan Rp 550 ribu. Melainkan Rp 975 ribu. Ini sebenarnya bukan masalah tapi menjadi masalah buat saya. Teman saya tadi masih kebagian slot early bird sementara saya yang kebagian slot reguler. Akhirnya teman saya tadi membatalkan registrasi untuk saya atas persetujuan saya. Baca lebih lanjut

Sharing Tentang Mobile Blogging dengan OPPO Community

Cerita ini bermula ketika Pihak OPPO Community bertanya kepada Om Yahya berkaitan tentang siapa yang bisa berbicara mengenai Mobile Blogging dan Mobile Photography. Hidung saya pun langsung ditunjuk oleh Om Yahya. Mas Kalil (sebagai representative dari OPPO Community) pun langsung menghubungi saya.

Perlu waktu beberapa lama bagi saya untuk meng-iya-kan. Kalau tema yang diusung, tentang Mobile Blogging dan Mobile Photography, sebenarnya saya memang praktisi hobi di kedua hal tersebut. Sedikit banyak saya tahu. Masalah utamanya, bila tidak karena terpaksa dan hal yang sangat penting saya biasanya agak malas berbicara di depan publik. Masalah lainnya adalah tempat diselenggarakan acara itu, yaitu di WestLake Resto yang terletak di sisi paling barat Yogyakarta. Tempat itu “sangat” jauh dari tempat dimana saya tinggal saat ini, yaitu di Kab. Gunungkidul. Kira-kira 60 km.

Sayangnya, Mas Kalil saat itu berhasil meyakinkan saya bila acaranya bukan formal, ngobrol-ngobrol santai, acara kasual saja.

Di tengah kesibukan saya berkecimpung di dapur pengolahan data di pabrik tempat saya bekerja, saya pun mulai menyiapkan materi. Saya membuat slide presentasi singkat yang saya kerjakan dengan Google Slide. Kenapa menggunakan Google Slide? Ini untuk menyiasati di tengah kesibukan saya. Agar saya selalu bisa sewaktu-waktu di waktu yang tepat melakukan tweak, mengutak-atik slide presentasi itu dengan smartphone saya. Dan ini memang kebiasaan saya mengerjakan banyak hal secara mobile bersenjatakan smartphone. 🙂

Ini adalah slide a la saya:

 

Saya yakin tanpa datang langsung di presentasi saya agak sulit untuk memahami maksud yang saya bawakan. Kenapa? Karena datang langsung mendengarkan saja belum tentu semua orang paham akan semua maksud saya. Tidak apa-apa. Bukan salah mereka. Saya saja lebih banyak banyolan daripada seriusnya.

Saya memang lebih lancar menyampaikan dengan tulisan daripada berbicara dengan lisan. Itulah salah satu alasan kenapa saya lebih betah ngeblog. Itulah kenapa saya lebih banyak menyampaikan gagasan-gagasan dalam bentuk tulisan dan visual.

Tahu akan hal ini, sebelumnya saya sudah menulis tentang Mobile Blogging di blog ini. Tulisan saya itu bisa dibaca di:

Nah bagi yang tidak bisa datang di West Lake Cafe Yogyakarta, pada Sabtu tanggal 16 Januari 2016 silakan baca tulisan yang saya link di atas. Begitu pun bagi teman-teman yang datang tapi tetap belum mengerti apa maksud yang ingin saya sampaikan.

Slide Presentasinya sendiri bisa diunduh di SINI.

 

 

Review League Volans 2.5 : Ringan, Responsif dan Garang

10950482_912557958818119_1587419574_n

Membuka kotak karton berwarna hijau apa yang langsung saya temukan adalah kejutan-kejutan. Kejutan berupa sepasang Volans 2.5 berwarna merah garang. Dan kejutan berupa kaos quick dry yang sama-sama garangnya, merah-hitam. Bahkan saya baru membuka penutup karton pun sepatu ini sudah terlihat menantang. “Percuma kamu latihan bertahun-tahun tapi kecepatanmu segitu-segitu saja!

11371202_1504576876524621_334553124_n

Hmmm…

Kaki saya langsung terasa gatal ingin segera mengaspal. Emosi saya terasa terbakar dibuatnya.

Baca lebih lanjut

Menikmati Alam di Puncak Gunung Ireng – Gunungkidul

image

Menikmati lanskap dan wisata alam di Kabupaten Gunungkidul rasanya tidak akan ada habisnya. Bahkan bagi saya yang bertumpah darahkan Bhumikarta Dhaksinarga pun tetap tidak pernah bosan menikmatinya.

Mendung menggelayut dan hujan yang terus berjatuhan pada Selasa sore pekan lalu tidak menyurutkan nekad saya untuk menikmati sunset di Gunung Ireng yang terletak di desa Pengkok, kecamatan Patuk, kabupaten Gunungkidul.

Menurut Google Map, sebenarnya letak Gunung Ireng tidak begitu jauh dari rumah saya. Kira-kira 16 km saja. Rute menuju Gunung Ireng yang saya tempuh adalah: Paliyan => Playen => Gading => Sambi Pitu => Beji => Jelok kemudian mengikuti petunjuk arah ke Gunung Ireng. Kalau Rute menuju Gunung Ireng dari arah Jogja sebenarnya juga mudah. Tinggal ikuti jalan Jogja Wonosari. Sesampainya di kantor kecamatan Patuk tinggal cari jalan aspal menuju Desa Pengkok dan Gunung Ireng.

Sepanjang jalan yang saya lalui sudah beraspal mulus. Hanya ruas jalan ada yang rusak sepanjang kira-kira 500 m. Dari jalan aspal yang bertuliskan gerbang selamat datang ke Gunung Ireng menuju area parkir juga merupakan jalan yang dicor.

Hujan makin deras ketika hampir Maghrib itu saya memarkir motor. Tidak apa-apa. Ada jas hujan yang sebelumnya saya persiapkan dan tinggal dipakai saja. Petang itu bakalan tidak akan ada sunset. Pun begitu hujan sore itu di Gunung Ireng tidak boleh disia-siakan. Apalagi sore itu tidak ada banyak pengunjung. Gunung Ireng yang jauh dari kegaduhan mungkin kelak akan menjadi sesuatu yang langka.

Saya berjalan kaki melalui setapak di antara bebatuan cadas. Sambil berjalan saya selalu merapikan jas hujan agar air tidak sampai membasahi tubuh. Sesuai namanya di puncak itu saya mendapati batu-batu cadas berwarna hitam, Gunung Ireng. Pemandangan yang kontras saya dapati ketika melemparkan pandang ke sisi selatan. Di sana ada hamparan sawah dengan padi menghijau.
Baca lebih lanjut

Zenfone 5 vs Upgrade ke Zenfone 2 Laser

image

Beberapa waktu yang lalu seorang teman mendatangi saya dengan membawa handphone Zenfone 5 dan Tongsis yang baru saja ia beli. Ia menanyakan kepada saya kenapa shutter release yang ada di Tongsis yang baru dibeli itu tidak bisa digunakan sebagai shutter camera Zenfone 5 -nya. Padahal ia buru-buru ingin berfoto selfie ria.

Saya sendiri tidak punya Tongsis. Jadi saya tidak bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut. Apa yang bisa saya lakukan terlebih dahulu adalah mempelajari bagaimana Zenfone 5 dipasangkan ke Tongsis. Melihat bagaimana shutter release di tongsis itu disambungkan dengan sebuah kabel ke Zenfone 5 melalui konektor 3,5mm yang biasanya dipasangi headphone, bukan dengan koneksi bluethooth. Shutter release di Tongsis itu memang tidak bekerja ketika saya coba sendiri. Hmmm

Saya pun mengambil handphone ASUS Zenfone 2 Selfie saya dan memasangkannya dengan Tongsis milik teman itu. Dan, rupanya shutter release di Tongsis ini bekerja dengan baik.

“Kalau suka selfie-selfie -an nih pakai Zenfone Selfie. Mau dijepret pakai tongsismu dan pasti fotonya jauh lebih bagus. Secara camera depannya 13 MP dan ada laser focus nya” ucap saya sambil tertawa-tawa.

Teman saya mengamat-amati Zenfone Selfie saya. Dia nampak tertarik. Tapi tidak jadi tertarik setelah tahu harganya hampir 3 jutaan. Menurutnya lagi, dia lebih suka handphone yang ukurannya 5″ ke bawah. Zenfone Selfie yang 5,5″ susah masuk kantong. Benar juga sih, Saya sendiri sering mengeluarkan Zenfone Selfie dari kantong celana ketika ingin duduk-duduk. Menaruhnya di meja atau memasukkannya ke dalam tas.

Untuk teman saya itu kemudian saya menyarankan untuk meng-upgrade Zenfone 5 -nya dengan Zenfone 2 Laser (ZE500KL). Alasannya: ukuran layarnya 5″, persis dengan Zenfone 5 yang sekarang dimiliki (1), berikutnya: harga tidak mahal, kira-kira 1,8 juta rupiah saja. (2)

Sebenarnya bukan dua di atas itu saja alasan saya menyarankan upgrade ke Zenfone 2 Laser ZE500KL. Berikut ini adalah alasan berikutnya:
Baca lebih lanjut

Membiasakan Diri dengan Sepeda Motor

11357413_1653620451583119_875234900_n

Yamaha All New Soul GT

Awal bulan Ramadhan tahun lalu saya memutuskan untuk membeli Sepeda Motor yang akan saya gunakan untuk menunjang mobilitas saya sehari-hari. Untuk menggantikan angkot (transportasi publik) yang makin lama makin tidak handal saya gunakan untuk mengejar terutama absen sidik jari di pabrik. Setelah melalui riset kecil-kecilan (halah) dengan googling, tanya-tanya pengalaman penggunaan teman-teman saya, sampai mencoba beberapa tipe dan jenis sepeda motor, sebuah Yamaha All New Soul GT akhirnya membuat hati saya tertambat.

Kali ini saya tidak akan menulis betapa menyebalnya angkot atau menulis review tentang sebuah produk otomotif Sepeda Motor Yamaha Scutic All New Soul GT. Saya hanya akan menuliskan pengalaman saya sebagai orang yang sehari-hari sebelumnya tidak bersepeda motor yang tiba-tiba mengandalkan sepeda motor sebagai andalan dalam bermobilitas.

Bila menggunakan sepeda motor untuk bermobilitas menjadikan saya lebih hemat uang dan hemat waktu, itu sangat betul. Untuk mencapai suatu tempat di kota Jogja dari rumah saya yang jaraknya kira-kira 40 km dengan sepeda motor bisa saya tempuh dalam antara 60 menit sampai 80 menit. Bila dengan angkot dan bus Antar Kota Dalam Propinsi per hari saya terbiasa mengeluarkan uang puluhan sampai seratusan ribu rupiah per hari, dengan sepeda motor paling boros saya hanya menghabiskan uang sekitar 30 ribu rupiah. ( 3 liter pertamax).

Apa yang agak berbeda adalah ketika turun hujan saya mau tidak mau harus mau agak basah sampai basah kuyup. Kebiasaan sayang yang berubah adalah: jalan kaki dari rumah ke tempat pemberhentian bus/angkot. Dari apliasi Health di iPhone saya tahu betapa drastis jumlah langkah kaki karian saya. Ini perlu perhatian serius. Kebiasaan membaca dan bermain social media ketika menunggu angkot dan menunggu angkot sampai ke tempat tujuan kini tidak bisa saya lakukan. Tidak beradap tentu bila saya mainan handphone sambil mengemudi. Akan membahayakan keselamatan diri dan orang lain di jalan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu catatkan di sini sebagai pengalaman saya bersepeda motor: Baca lebih lanjut

Apartemen, Sajikan Hunian Nyaman Di Tengah Kota Jakarta

Untuk tinggal di tengah kota Jakarta sangat diperlukan sebuah hunian yang nyaman karena kota Jakarta akan sangat menyita tenaga kita selama berkegiatan mengingat hiruk pikuk masyarakat di dalamnya yang membuat kita harus bekerja ekstra tenaga. Hal ini tentunya perlu ditopang oleh tempat istirahat yang nyaman supaya keesokan harinya sudah siap menyambut hiruk pikuk kota Jakarta kembali. Di kota Jakarta, Jual Apartemen merupakan salah satu hunian yang menyajikan sebuah kenyamanan dalam beristirahat karena pada dasarnya apartemen didesain dengan fasilitas seperti tempat tidur yang empuk dan juga nyaman sekali.

Apartemen juga biasanya hadir di tengah pusat keramaian yang membuat seakan tidak ada jarak antara tempat hunian dan juga tempat kalian berkegiatan. Dengan tinggal di sebuah apartemen, maka lelah setiap orang yang bekerja di Jakarta akan hilang. Ditambah lagi dengan apartemen yang dilengkapi oleh water hitter yang bisa membuat badan menjadi relax saat beristirahat.
Baca lebih lanjut

Harga Pertamax Turun, Senang?

pertamaxSebenarnya saya ingin menulis tentang penurunan harga Pertamax beberapa waktu yang lalu ketika penurunannya berbarengan dengan turunnya harga premium dan solar. Saat itu harga Pertamax turun menjadi Rp 8.600,-. Sedangkan harga Premium di arena Yogyakarta dan sekitarnya turun menjadi Rp 7.050,- Harga Solar subsidi turun menjadi Rp 5.650,-. Namun karena rasanya saat itu ada banyak yang harus saya kerjakan dan banyak yang ingin saya tuliskan di blog menjadikan saya lupa melakukannya sampai kemarin siang ketika saya membeli Pertamax di SPBU saya mendapatkan harga Pertamax turun Baca lebih lanjut

Apartemen, Tempat Tinggal Di Zaman Modern

Di zaman yang sudah menjadi sangat modern ini, memilih tempat tinggal tentunya harus benar karena jika tidak benarmaka kita tidak bisa mengikuti perkembangan dunia yang juga setiap harinya menjadi sangat modern seperti saat ini di kala kita selalu terlambat datang ke kantor karena jarak rumah jauh dengan jarak kantor membat kita tidak akan mendapat promosi kerja yang cepat.

Untuk itu diperlukan sebuah tempat tinggal yang memang sangat cocok sekali di zaman modern ini seperti halnya sebuah apartemen yang diyakini merupakan tempat tinggal paling ideal untuk menunjang segala macam kebutuhan di zaman modern yang menuntut segalanya serba cepat ini. Apartemen di Jakarta pun jumlahnya sudah seperti jamur yang tumbuh dimana-mana baik di pusat kotanya ataupun di pinggirannya. Dengan semakin banyaknya apartemen di Jakarta maka pertumbuhan kota Jakarta sendiri baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia pun akan ikut berkembang. Baca lebih lanjut