Kesadaran Masyarakat dan Wabah Demam Berdarah

Sedikitnya dua anak tetangga saya sudah menjalani rawat inap di Rumah Sakit karena terjangkit penyakit Demam Berdarah. Dan beberapa anak di kampung sebelah. DBD merupakan penyakit yang tiap – tiap tahun rajin mewabah di lingkungan dimana saya tinggal.

Ketika saya iseng – iseng googling, DB memang merupakan penyakit mematikan yang belum di temukan obatnya. Atau paling tidak ketika saya googling belum menemukan article tentang penemuan medis untuk mengobati penyakit ini.

Seperti kata – kata mantra yang sejak saya kecil sampai sekarang masih berlaku. Mencegah lebih baik. Mencegah memang kata – kata manis yang mudah diucapkan meskipun sulit sekali dilakukan. Konon mencegah itu bentuk adaptasi yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Binatang mungkin mempunyai cara adaptasi mereka yang unik untuk dapat lolos seleksi alam.

Beberapa tahun yang lalu, setiap dimana ada wabah DBD maka pihak Dinas Kesehatan dan kroni – kroninya akan melakukan fogging, ternyata sekarang tidak lagi. Ketika saya bertanya pada Ibu ibu kader kesehatan di kampung, ibu – ibu itu bilang kalau sekarang fogging sudah tidak efektif lagi. Nyamuk Aides Aigepty sudah hampir sempurna beradaptasi sehingga dapat survive dari kepulan asap fogging. Masih menurut ibu kader itu, cara terbaik untuk mencegah wabah DB adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk. (PSN)

Namun demikian apa yang terjadi saat ini, bukanlah hal yang mudah untuk mengetuk pintu kesadaran masyarakat untuk bersama – sama dengan kompak melakukan PSN. Kesibukan dan tetek mbengeknya selalu menjadi dalih. Kesadaran adalah harga mahal.

Contoh kecil adalah tetangga saya sendiri. Pada hari Senin dia memeriksakan si anak ke dokter karena sedang sakit panas. Oleh dokter diberikan obat dan diberikan surat rekomendasi untuk cek darah anak itu ke lab. Alih – alih mengindahkan saran dokter ibu tadi membiarkan anaknya sampai memarah pada hari Rabu dan baru membawa si anak ke Rumah Sakit/Puskesmas. Dan hasil tes darah di lab Puskesmas menyatakan positif DB. Sudah parah dan sampai sekarang masih di rawat di Rumah Sakit yang lebih besar.

Masing – masing kita memang perlu kesadaran untuk menjaga kesehatan termasuk mencegah wabah DBD, tetapi apa artinya kalau sistem sosial di lingkungan dimana kita tinggal cuek. Bisa saja nyamuk Aides berjentik dan berkembang di tetangga sebelah kemudian terbang mencari makan dan menggigit keluarga anda. Horor!

Balas Komentar FB via email

Facebook memang tidak pernah mati dengan inovasi dan fitur fitur barunya. Belum lama banyak di bahas di blogosphere tentang fitur berbalas komentar via email. Mulanya sih tidak menarik bagi saya. Apa untungnya di banding membalas langsung mengikuti link pada notifikasi. Jadi semula saya enggan mencoba fitur ini.

Merasakan betapa repot membalas komentar yang menumpuk setelah sekian lama tidak log in ke fb membuat saya terpikir untuk menjajal fitur ini. Apalagi ketika koneksi internet sedang sebatas kecepatan gprs. Pikir satu satu membuka halaman demi halaman facebook merupakan perbuatan mubadzir. Nah, dari sini saya baru merasakan betapa praktis dan efisien me comment reply via email.

Silahkan mencoba buat yang belum. Mudah – mudahan merasa terbantu.

Kepraktisan email jugalah yang membuat saya gatal untuk mengirim tulisan di wordpress ini via email juga. 🙂

Soto Lik Prapto is not Shotoshop #360shots

Learn to play with Egrang

Egrang is well known as traditional game in my yesterday. Many of my peer was very good with. But as the decade goes, it is seem very hard the game to survice. Harder then how frustating my first time kept my body stay balanced on moderately high one.Weeks ago I wonder with the next door kid and girl trying the Egrang. I also did a try but … (Blogged via my cellphone)

Posted via email from Jarwadi’s posterous

Kata “Contreng” mempopuler

Dalam Bahasa Indonesia kami, akhir – akhir ini ada peningkatan intensitas penggunaan suatu kata, kata itu adalah “mencontreng”, dari kata dasar “contreng”. Mungkin merupakan dampak ikutan dari penggunaanya yang semakin intensif, penggunaan kata ini pun, menurut pengamatan saya yang bukan seorang pengamat bahasa, bukan pula seorang ahli bahasa, nampaknya mengalami perluasan arti atau makna.

Kata “contreng” digunakan dan bisa ditemui dimana mana dan mungkin juga suatu kata yang termasuk sering di ucapkan penutur asli Bahasa Indonesia selama beberapa bulan terakhir.

Kata “contreng” menjadi sepopuler sekarang, saya pikir tidak bisa begitu saja dipisahkan dari peran Komisi Pemihan Umum (KPU) saat mensosialisasikan cara pemilihan dalam pemilu legislatif dan capres yang baru saja usai. Bagi rakyat Indonesia, pada pemilu yang baru lalu merupakan pengalaman baru dalam tata cara pemilihan yang melepaskan diri dari tradisi menggunakan cara “coblos”, “mencoblos” untuk opsi yang mereka pilih.

Dalam Workshop database selama hari pertama kemarin, saya juga mendapati dengan setengah tertawa, ternyata kata “mencontreng” juga telah menjadi kosakata baru dalam penggunaan aplikasi komputer berbasis GUI. Saya baru mulai mengerti bahwa memberi tanda pada check list untuk pengaturan opsi tertentu juga disebut mencontreng. Berarti ketika saya menulis posting dan men-checklist pada opsi kategori juga sedang “mencontreng!

planet.terasi.net Hidup Lagi

Beberapa hari yang lalu, malah mungkin beberapa minggu, agregasi blog yang dengan rajin saya jadikan sarapan tidak kelihatan ada aktifitas. Pada saat ini saya pikir sedang trouble. Atau mungkin sedang mati suri.

Belakangan saya menemukan agregasi dari blogger blogger hebat negeri ini yang di buat oleh mas Vavai. Mas Vavai membuat Blogger Planetarium di http://virtualisasi.com. Karena sebagian besar yang di agregasi mas Vavai adalah dari planet.terasi.net maka saya pikir Blogger Planetarium merupakan pengganti/penerus nya planet terasi.

Pada Hari ini, saya mendapat info bahwa http://planet.terasi.net sudah hidup lagi. Syukurlah maka sejak sekarang saya harus menduakan keduanya. Karena saya memang suka keduanya

http://virtualisasi.com

http://planet.terasi.net

Selamat (di sambut) Kabut Pagi

Bagi yang berkendara pribadi selain  jarak pandang yang pendek, pasti menggigil karena dingin hawa. Jadi selamat berhati – hati. Dan bagi yang mengandalkan transportasi publik selamat menikmati.

Yah Musim Kemarau di mulai …

Blogged with the Flock Browser

Penasaran dan intepretasi informasi …

Banyak orang suka menjadi penasaran. Dan banyak orang jengkel di buat penasaran. Sudah watak dasar saya, kalau suka dengan hal hal kepenasaran. Namun pada dasarnya saya  lebih suka membuat orang lain (jengkel) penasaran.

Penasaran menurut saya merupakan permainan informasi. Orang berusaha menangkap aliran data  yang sering kali tidak lengkap dan mentranslasikan menjadi suatu informasi yang bagi dia mudah di mengerti. Dalam usaha pengintepretasian ini, orang menggunakan teknik menduga duga atau menebak nebak untuk memperoleh informasi sebagai kompensasi atas ketidak sempurnaan aliran data terkirimkan.

Dalam hal ini, keakuratan pekerjaan interpreter ditentukan oleh kualitas/kelengkapan aliran data (1), keterampilan dan pengetahuan si interpreter (2) dan keberuntungan (3). Keberuntungan, karena dalam banyak kesempatan pengambilan keputusan teknik gambling tetap sering dipakai.

Bagi saya, menjadi menariknya adalah kerap tidak akuratnya permainan menduga duga. Terlalu mudah dalam menebak atau melakukan sesuatu bagi saya tidak ada menariknya. Kesalahan dan gagal  itu dinamis. Namun pernyataan ini bukan untuk men-justifikasi sering tidak sukses nya saya dalam melakukan sesuatu.

Saat ini saya sedang menikmati menebak nebak dalam menggunakan komputer yang language nya saya set ke bahasa yang tidak tahu, bahkan menbaca font -nya saja tidak bisa, yaitu bahasa Jepang.

Japan_View

Apa alasan kita dalam berteman dengan seseorang

Bila kita sering bertemu dengan seseorang secara intensif apakah otomatis itu bisa disebut sebagai "pertemanan". Hanya berteman dengan orang orang yang menyenangkan bagi kita. Atau kita mengajak suatu pertemanan bila seseorang itu kelihatan akan memberikan suatu keuntungan buat kita seperti keuntungan berupa rasa aman, keuntungan finansial, atau keuntungan berupa popularitas, dll?