E mail meragukan …

Sejak kemarin saya mendapati e mail bersubyek mirip seperti ini di inbox yahoo mail. Saya curiga apakah ini merupakan spam atau bahkan virus yang disebar melalui attachment. Ada yang pernah mencoba mengikuti link atau mengunduh lampiran yang disertakan?

Perimbangan Pemberitaan Media? Bagaimana kita …

Sepengetahuan saya jurnalisme adalah penyampaian kabar secara obyektif, jujur dan apa adanya tanpa adanya tendensi untuk penggiringan opini audien. Secara sederhana Jurnalisme tidak menjadi juru bicara atau purel dari suatu pihak tertentu. Namun demikian gambaran  jurnalisme ideal itu masih ngendon di ujung angan angan para idealis. Susah untuk mendapatkan media yang benar benar bebas dari kepentingan dan tendensi suatu golongan.

Berbicara masalah kepentingan. Karena baik Media dan Kita sama sama bekerja dan mempunyai kepentingan masing masing. Maka sesuai dengan kepentingan kita untuk mendapatkan berita secara berimbang atau dengan kata kata yang lebih tepat untuk memenuhi harapan subyektif kita terkait sebagaimana suatu kejadian seharusnya dikabarkan. Hal itu bisa kita dapatkan dari beberapa sudut pemberitaan media media yang berbeda beda yang kebanyakan dengan mudah kita temukan di internet. Menurut saya, kita tidak bisa memenuhi keberimbangan berita dengan mengandalkan satu media saja atau dua tetapi beberapa. Pengalaman saya mengajarkan bahwa kadang kadang dalam suatu masalah suatu media mempunyai opini yang sejalan dengan harapan kita, tetapi untuk kasus yang berbeda. Dan untuk topik tema lain pula.

Dan ada satu hal lagi pertimbangan saya dalam menyeleksi media online, selain yang berkredibilitas tinggi dalam pemuatan konten/berita/informasi adalah tampilan yang sleek, simple dan tidak dibebani oleh tampilan advertisement yang memperberat bandwidth internet ala Indonesia saya …. 🙂

GPRS pun ngga tahan cuaca buruk, **pusing

Hujan lagi hujan lagi. Kalau cuaca sedang bermurah hujan seperti sekarang ini menjadi pilihan adalah berdiam dan menikmati waktu dan mengatur semua aktifitas dari rumah. Selain kopi atau teh panas, internet adalah sajian penghubung ke dunia luar dan kehangatan pertemanan dengan sahabat sahabat atau untuk mengapdate diri akan informasi dan urusan pekerjaan.

Sudah lekat dengan keberuntungan saya, permasalahan koneksi internet dari rumah berpenghubung gprs, tidak stabil bahkan. Saya bukan bermaksud hati menyalahkan operator dimana saya berlangganan melainkan, ya, karena rumah saya yang terbentang jarak dengan BTS terdekat dan kontur daerah yang berlembah bukit sehingga menghalangi selayangan mata memandang ke tower ajaib penghubung ke dunia maya tersebut. Konon katanya frekuensi ekstra tinggi yang dipakai operator seluler taat dengan hukum hukum los –line of sight, — sejauh layang pandang mata, lurus, tidak mau terhalang dan tidak mau meniti lika liku jalanan. Lebih lebih lagi , karena tinggal saya diperbatasan dengan beberapa daerah pelayanan, ponsel modem saya sering kali kebingunan untuk ke sel bts mana harus mengkoneksikan diri secara efektif.

Menjengkelkanya pula apabila cuaca lagi memburuk (baca : hujan, bermendung dan berangin) turut memperburuk kualitas penerimaan signal seluler dan acces internet.

Kalau sudah seperti ini yang menjadi pilihan pertama adalah sabar dan qanaah dan sesekali memindahkan posisi ponsel modem saaya ketempat bersinyal lebih mendingan. Kemudian urusan download pastinya ditempatkan diurutan prioritas yang lebih rendah ketimbang e mailing dan chating dan social net. Kapan untuk urusan kerjaanya ya? **sedang dipikir pikir**

Kalimat Pernyataan Efektif

Siswa lulus apabila :

1. Nilai Rata Rata sama dengan atau lebih dari 5,5
2. Hanya ada maksimal dua angka 4,0
3. Tidak ada satupun nilai yang kurang dari 4,0

Maka dalam spreadsheet saya menuliskan sebagai :

=IF(AND(AVERAGE(A1:Nn)>=5,5;COUNTIF(A1:Nn;4)<=2;NOT(MIN(A1:Nn)<4));”lulus”;”tidak lulus”)

Ada yang bisa membantu menuliskan dengan lebih sederhanakah?

Efisien dan Efektif dalam menulis

Bagaimana saya bisa belajar menuliskan ide dalam kalimat singkat secara efektif?

Texting sometimes better

Bagi sebagian orang, texting merupakan cara bercakap yang menyenangkan, praktis dan mengalir. Dalam suatu komunikasi yang terbentang jarak, walaupun saat ini  tarif percakapan telepon sudah sangat merakyat dan sering lebih murah ketimbang sms, chating, mailing atau net blogging. Kenyataanya texting lebih sering menjadi pilihan.

Untuk saya sendiri kelebihan texting adalah sifatnya yang tidak liner sehingga kita lebih bisa banyak mengendalikan informasi yang kita kirim  terimakan. Misalnya kita bisa meninjau ulang sebuah pesan sms, kemudian meng edit nya ketika dirasa belum cukup mewakili informasi, ide atau opini yang akan disampaikan. Atau memikirkan kembali sopan pantasnya sebuah pesan. Baru tombol send di tekan kemudian.

Ketika kita bercakap cakap dalam sebuah media suara (telepon) menurut saya membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi. Memperhatikan intonasi pembicaraan lebih dari kata kata. Perangkaian pesan secara cepat  tepat dan pada tempatnya. Karena ketika suatu informasi terlanjur tersampaikan tidaklah mudah untuk meng edit nya atau menarik kembali suatu ucapan yang terlanjur tidak berkenan bagi lawan komunikasi kita.

Vista saja masih gagap, Windows 7 hampir release

Belum sampai sempat mencicipi lebih lama Windows Vista, kabarnya sebentar lagi Microsoft akan me launching Windows 7. Ini memang salah saya sendiri, karena saya mengganti Windows Vista yang telah ter bundle dengan Laptop ketika membeli. Saat itu alasan saya adalah karena pekerjaan yang menumpuk sedangkan laptop mid end yang saya beli tidak cukup kencang untuk dikendarai Ms Vista dan dipacu. Selain alasan kecepatan dan spec. laptop, adalah karena banyaknya aplikasi yang membantu saya untuk bercocok tanam sepertinya bermasalah ketika saya tanamkan di bumi Vista. Saat itu saya bercita cita ingin membeli sebuah PC baru lagi untuk saya jadikan sebagai kelinci oprekan.

Belakangan, kurang dari setahun Nona Vista hadir dipasaran, banyak di temukan oleh orang orang kaitanya dengan flaws pada tubuh Vista. Saya percaya laporan laporan itu bukanlah gosip ketika dalam tempo singkat Microsoft mengeluarkan Service Pack 1 dan update  minor secara periodik. Apa apa an ini? Dan apa hubunganya dengan banyak vendor PC sekelas intel yang malah merekomendasikan Windows XP.

Sampai saat ini untuk urusan sistem operasi saya termasuk gagap terkait dengan Vista. Dan kadang kasihan juga ketika harus menjawab dengan *ngga tau, belom pernah nyoba, dll ketika teman teman saya yang sudah memakai Vista duluan mendapati masalah dan bertanya ke saya. Maklum tampang saya  rada rada HI Tech sehingga teman teman lebih mempertimbangkan tampang saya yang seolah bisa menjawab permasalahan IT mereka.

Dan ketika saat ini Microsoft sudah merelease Windows 7 dan kabarnya versi final akan di release sebentar lagi, haruskah saya konservatif dan tidak sedikit mencoba coba dan tetap gagap seperti halnya berhadapan dengan Vista. Saya tadi ingin mendownload Vers i Beta ini namun harus sadar dan legawa dengan ketersediaan bandwidth internet saya. Sementara saya harus puas dengan membaca review dari sini.

Siapa yang mau meminjami saya DVD Windows 7 Beta? Atau bahkan ada dari teman teman yang sudah menjajalnya?

Windows 7 review dari C Net

Gmail notifier; malah menyebalkan

Beberapa hari yang lalu saya tertarik menginstall aplikasi kecil dari Gmail untuk memberi kepada saya notifikasi bila ada e mail baru yang masuk ke mailbox Gmail. Mulanya saya berpikir bahwa kemudahan mengetahui kedatangan email baru akan mempermudah dan keleluasaan efisiensi untuk segera menyerap Informasi. Dan berujung pada peningkatan produktifitas.

Notifikasi email ini tidak hanya disajikan ke saya oleh Gmail Notifier, melainkan Yahoo Mesenger yang senantiasa terjaga.

Bukanya pemanfaatan waktu yang lebih baik, pesan pesan email baru yang datang silih berganti, dan karena seketika saya membuka buka dan merespon, dan kadang ketahuan juga bilamana bukan kategori email penting. Malah malah waktu ini terasa semakin pendek dan beberapa batu besar yang seharusnya terpecahkan lebih dulu menjadi pending. Itu baru urusan email. Urusan berikutnya pasti adalah nafsu chating.

Demi semua alasan produktifitas, Baru baru ini saya mempertimbangkan kembali untuk memberdayakan Outlook 2007. Sepertinya urusan email dengan Office Outlook 2007 is all much more manageable dimana saya bisa menentukan sesuka hati dan menjadwalkan kapan diperlukan mengunduh semua e mail, men flag email sesuai kebutuhan, membuat rule, dll. Dimana kemudian waktu waktu bisa lebih dihargai demi keselamatan dunia dan akhirat [ … apa hubunganya]

jejak jejak sepanjang 2008

Di banding tahun tahun sebelumnya, di sepanjang 2008 ini saya meninggalkan lebih banyak jejak, terutama di alam maya ini. Kalau anda mau iseng mengecek seberapa banyak sepak terjang dan jejak jejak jari jari saya, maka silahkan ketik kata “jarwadi” di google search atau yahoo. Batang hidung saya akan segera kelihatan tertampang di monitor.

Dari sekian banyak jejak saya, sepertinya yang paling mudah tercium adalah blog blog saya dan beberapa situs jejaring sosial. Dan sesuatu yang menarik menurut saya adalah dengan memperhatikan hasil penciuman google dan yahoo yang mengenali kata *jarwadi* dengan cara yang sangat berbeda. Google lebih melirik situs situs jejaring sosial saya yaitu di urutan teratas adalah keberadaan saya di FaceBook, Multiply di urutan kedua, dan Friendster yang sudah hampir saya tinggalkan masih di papan ketiga untuk kemudian blog blog saya di wordpress dan blogspot.

Dengan cara yang berbeda Yahoo Search lebih menghargai ide ide yang saya tuangkan di wordpress dan blogspot baru kemudian beberapa beberapa jejaring pertemanan saya.

Terlepas dari berbagai blog dan jaringan pertemanan online dimana saya mendaftarkan diri, saya pertama kali diperkenalkan dengan blogspot oleh seorang teman dan mendaftar di friendster sebagai pilihan jaringan pertemanan. Namun seiring dengan bertambahnya jam terbang di dunia maya, saya perlahan menjadi bosan dengan kedua pasangan lama tersebut dan banyak sekali mencoba coba. Dan sampai saat saya menulis posting ini saya sedang merasa mesra dengan wordpress untuk menumpahkan unek unek saya dan merasa pas dengan menulis banyak hal lain di Multiply. Saya senang dengan wordpress karena tampilan yang sederhana dan relative bersaahabat dengan bandwidth yang sempit serta Multiply yang menurut saya mudah sekali untuk saling merespon banyak ide dan posting dari teman teman.

Alasan saya untuk menduakan Friendster adalah karena yang pertama adalah popularitas FaceBook dan kondisi saat ini yang telah beberapa kali dikecewakan oleh performa Friendster yang sedang jeblok. Mungkin teman teman akan mengira kalau saya bukan tipe cowo yang setia karena meninggalkan Friendster ketika sedang tertimpa tangga. Saya katakan bahwa saya tidak seperti itu. Saya memilih sesuatu yang lebih relieable karena lebih memahami arti penting berkomunikasi dengan teman teman dalam jaaringan dan meningatkan sesuatu yang lebih hangat. Menurut saya baik Friendster maupun FaceBook adalah alat saja. Jadi saya sah sah saja untuk memilih tali dan jaringan yang membuat persahabatan dan pertemanan lebih terkait terjalin erat.

Seperti saya tuliskan di awal, bahwa di tahun ini lebih banyak meninggalkan jejak jari dan beberapa site yang saya sebutkan merupakan beberaapa saya yang lebih populer bagi saya. Dari banyak tanah kapling selain WordPress, Multiply, Blogspot, FaceBook dan Friendster, “jarwadi” mungkin akan anda ketemukan di Plurk, Picasaweb, Flickr, dll. Tetapi jangan pernah sekalipun anda akan menemukan di situs situs jahat dan tidak sopan. Saya tidak pernah meninggalkan jejak “jarwadi” di jagat pornografi, site anti ras dan suku tertentu atau situs situs jahat lainya. Apabila ditemukan kata “jarwadi” ditempat itu maka yakinlah bahwa itu adalah orang lain.

pusing menjelaskan Digital Storage kepada SIMBOK

Suatu sore ketika saya sedang duduk duduk santai di teras depan dengan Simbok, beliau meminta saya untuk menambahkan lagu dalam ponsel -nya. Seperti saya, simbok juga seneng banget dengan Musik. Tetapi sayangnya, saya harus memberitahukan bahwa memory di ponsel milik  simbok tidak cukup ruang untuk ditambah lagu baru. Saya melanjutkan bahwa untuk menambahkan lagu baru hanya bisa dilakukan dengan menghapus beberapa lagu yang telah ada sebelumnya. Simbok pun setuju dengan menunjuk beberapa lagu yang dia sudah bosan.

Masalah menghapus dan menambahkan lagu itu mudah. Memusingkanya adalah simbok yang mulai bertanya ini itu.

“Bukankah panjang lagu yang dihapus lebih pendek dari lagu yang ditambahkan?”

“Lagu yang dihapuskan ada di urutan tengah —maksudnya, lagu tersebut ada diurutan tengah dalam suatu play list–, entar apakah setelah dihapus, setelah katakanlah lagu no 4 kemudian musik akan terdiam lama sebelum memainkan lagu no 6?”

Sebelumnya saya enggan menjawab pertanyaan pertanyaan “bodoh” simbok, apa juga untungnya tanya tanya seperti itu. Bukankah dia cukup mendengarkan dan menikmati saja lagu lagu yang saya salin ke ponsel.

Tetapi setelah beberapa saat menggerak gerakan dengkul kanan dan kiri,  saya kemudian berubah pikiran. Bukankah hak semua orang juga untuk mengetahui apa yang menurut dia menarik? Bukankah itu merupakan contoh semangat belajar yang bagus?

Dari pertanyaan kedua simbok saya menangkap bahwa dia menggunakan asumsi kaset tape pita untuk memahami media penyimpan lagu dalam ponsel. Untuk sementara saya mengajak simbok untuk menyisihkan terlebih dulu asumsi ini.

Untuk simbok, saya menganalogikan Memory Ponsel sebagai sebuah ember. Memory yang besar persis seperti Ember berukuran besar demikian pula sebaliknya. Sampai disini  dia paham bahwa Ember yang lebih besar akan lega untuk menyimpan lebih banyak barang.

Bila ada beberapa batu kapur yang berbentuk balok dengan ukuran berbeda beda kemudian di taruh dalam ember, maka akan ada banyak ruang kosong tersisa berbentuk rongga rongga yang tidak bisa digunakan untuk menyimpan sesuatu pun. Kemudian, apabila batu batu kapur tersebut di potong menjadi bagian bagian kecil yang berjumlah sangat banyak kemudian dimasukan ke dalam ember yang sama maka rongga rongga yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan akan bisa ditempati.

Penyimpanan dengan terlebih dahulu dipotong potong seperti ini mempunyai beberapa keuntungan. Diantaranya semakin berkurangnya ruang dalam ember yang mubadzir alias tidak bisa digunakan untuk menyimpan. Apabila kita mengambil beberapa batu ditempat yang berbeda dalam ember, ruang yang ditinggalkan bisa digunakan untuk menyimpan satu batu kapur yang berukuran lebih besar. Satu batu besar dapat diletakan pada beberapa tempat yang berbeda karena sebelumnya telah di potong potong membentuk bagian bagian kecil yang sangat banyak.

Kemudian bagaimana menyusun banyak sekali potongan kecil tersebut menjadi sebuah batu kapur yang utuh persis seperti batu tersebut sebelum dimasukan kedalam ember?

Pada posisi yang paling mudah di jangkau terdapat catatan kecil yang berisi letak penyimpanan  setiap potongan batu kapur dalam ember. Hal yang sama, pada sisi batu kapur terdapat tanda nomor potongan dari suatu batu kapur. Untuk mendapatkan batu kapur utuh sebelumnya harus melalui proses pembacaan catatan kecil ini dan dengan pelacakan nomor dan tempat dari banyak sekali potongan potongan kecil yang menghuni suatu tempat dalam ember.

Mbok; Proses seperti ini mirip dengan bagaimana sebuah lagu tersimpan dalam memory ponsel kamu.

“Kemarin kamu pernah bilang bahwa ukuran file suatu lagu dapat diperkecil tanpa memotong panjang lagu. Maksudnya? “

Pertanyaan – Pertanyaanmu kok bikin dengkul senut senut to mBOK, kapan kapan saja ya jawabnya. Ada ngga yang mau membantu menjelaskan kepada simbok saya?