Operamini 5.0 bermuka Indonesia

Membaca blog Mas Darmawan pagi ini membuat saya tidak sabar untuk segera mengganti Operamini 5 beta pada ponsel java saya dengan Operamini final release. Operamini memang browser yang pada setiap release nya membuat tangan ini gatal.

Apa yang menurut saya melihatnya paling berbeda dengan release sebelumnya, saya kaget dengan wajah Indonesia yang dipampang. Wajah Indonesia itu kelihatan pada home screen yang memajang sebagian banyak website Indonesia seperti langit musik, telkomsel, NSP1212, Duniagames dan Vivanews. Mungkin lebih tepatnya saya harus mengatakan berwajah Telkomsel. Karena saya membaca kabar pada beberapa waktu lalu tentang kerjasama Opera dengan Telkomsel Indonesia.

Lebih dari wajah baru itu, Operamini telah membenahi kejengkelan setiap orang terutama saya yang setiap kali menginstall release terbaru harus mengerjakan pekerjaan berulang memasukan bookmark, dan password serta username dari setiap online service yang ingin saya sertakan dalam perangkat bergerak saya. Iya sih, selain itu keberadaan Operasync pasti akan luar biasa bagi penggemar Opera.

Sayang, saya tidak begitu suka dengan Opera Desktop sebagaimana saya cinta gila dengan Operamini.

Mungkin beberapa hari yang akan datang saya baru bisa bercerita lebih tentang Opmin 5 final. Operamini dapat langsung didownload dari ponsel dengan mengarahkan browser mobile ke :

http://m.opera.com

Mengapa di-SEO?

Konon SEO itu Search Engine Optimizer. Saya tidak mudeng – mudeng amat sih. Kalau tidak salah konon merupakan cara untuk mengoptimasi website kita agar lebih mudah di kenali oleh mesin pencari, terutama google. Syukur – syukur bisa dapat page rank tinggi. Meski website itu belum banyak yang akses atau konten yang ada masih belepotan. SEO identik dengan menggenjok trafik ke dalam suatu website.

Page rank mungkin penting bagi pebisnis yang mengandalkan internet sebagai media utama promosi, atau sekalian eBussines, eMarketing. Atau juga penting bagi yang pengin narsis di internet.

Saat ini saya tidak atau belum tertarik untuk belajar SEO. Saya masih cuek cuek saja dengan tawaran untuk berbagai seminar dan pelatihan SEO. Memang itu juga terkait dengan pengalaman kekecewaan pribadi.

Kecewa rasanya ketika saya googling mencari suatu informasi dan mendapati apa yang tampil di pencarian teratas sama sekali tidak berkorelasi dengan apa yang saya maksud. Tidak jarang apa yang saya perlukan malah ada di halaman dua atau lebih bontot. Dihalaman depan malah berisi link – link iklan tak jelas. Seperti yang paling mengganggu adalah freejit. Entah apa itu, yang jelas sering menjadi sampah yang sering tiba tiba nongol di depan mata.

Itu ulah SEO, demikian saya pikir. Entah kenapa google  membiarkan keberadaan pengganggu – pengganggu kualitas mesin cari itu?

My first Buzz, yay

Akhirnya, saya dapat nge-buzz dari inbox gmail saya. Memang saya yang ketinggalan sampai – sampai tidak mendengar gosip – gosip akan buzz sejak jauh hari. Rasanya seperti berbeda dengan Wave beberapa waktu lalu yang bikin heboh semua orang. Namun entah mengapa malah – malah teman teman saya menyepi dari deburan wave.

Google Buzz!

Sejak tadi pagi, baik di facebook maupun di twitter, teman – teman saya sudah ribut – ribut dengan kehadiran buzz yang baru saja dilempar oleh Google. Namun sayangnya, keberuntungan memang sedang kurang berpihak untuk saya. Saya masih harus menunggu. Menerima jatah sebagai orang yang tidak berada di shaf depan jamaah Buzz

Persis halnya ketika perlu beberapa hari untuk dapat merasakan tampilan user interface yang baru dari Facebook. Jatah memang di belakang. Rasanya menjadi orang terbelakang.

Yo wis di trima trimak ne wae

#365shots http://jarwadi.posterous.com

Gambar dibawah adalah potret kepusingan saya pada suatu sore. Suatu pusing yang di picu karena menjelang petang saya belum mendapat gambar apapun untuk dapat di pajang di etalase kepribadian saya yang lain yang melengkapi kegilaan saya karena ikut – ikutan arus membuat project #365shots. Project memposting satu topic foto perhari atau 365 shot dalam setahun. Oh iya lapak tersebut beralamat di http://jarwadi.posterous.com.

Mengamati orang – orang yang memproyek #365shots seperti nya mereka sangat asik. Dan maka saya mencobalah setelah melihat bagaimana orang – orang menampilkan sudut pandang nya yang kreatif dan inspiratif.

Saya akui, saya terlambat mengikuti #365shots ini. Jadi mungkin untuk bulan Januari dan awal Februari mendatang saya harus kerja lembur untuk mengikuti ketertinggalan itu.

Gambar di ambil dari : http://jarwadi.posterous.com/misc-in-the-evening .

Unsubscribe Maillist, Kenapa?

Baru saja dan sejak beberapa hari yang lalu di inbox saya mendapati email berupa notifikasi dari maillist tentang beberapa orang yang unsubscribe dari keanggotaan maillist itu. Saya tidak tahu pasti apa alasan mereka. Mungkin alasan mereka adalah sudah tidak memerlukan lagi, sudah tidak merasa mendapatkan keuntungan dari keanggotaannya.

Alasan lain bisa saja teknis. Misal, inbox menjadi cepat penuh, tetapi yang ini saya ragu karena banyak email gratisan yang menawarkan kapasitas yang besar seperti gmal yang seukuran lebih dari 7 giga dan yahoo mail bahkan menawarkan unlimited storage. (loh). Alasan teknis lain bisa jadi si empunya inbox merasa terlalu lelah mendapatkan email beruntun dari maillist, sedangkan dia rasa ada banyak email yang sifatnya lebih penting yang prioritas untuk di respon. Nah ini mungkin masalahnya, karena saya sendiri kadang males juga.

Tetapi sebenarnya ini bisa dicoba dengan mengakali dengan membuat account tersendiri untuk mail list yang dipisahkan dari account untuk pekerjaan, pribadi, account untuk keperluan khusus, dll. Mungkin orang yang unsubscribe mail list tadi juga berpikiran untuk mengganti account yang diikutkan mail list 🙂 Tetapi ini cukup merepotkan juga ya, masa dalam sekali waktu membuka beberapa browser dengan account email yang berbeda beda terbuka.

Coba bila di inbox suatu email ada fasilitas untuk mengkategorikan. Maksud saya semisal kita mendapat email dari pengirim – pengirim tertentu langsung dimasukan ke dalam folder tertentu dalam inbox. Syukur – syukur bisa ditambahkan tag bagi email – email tertentu sehingga kelak akan memudahkan pencarian ketika diperlukan lagi.

Sudah ya saya menghayalnya. Selamat Pagi

File yang terkubur lama dalam Hardisk

Data adalah aset penting bagi manusia masa kini. Banyak cara yang telah dilakukan dan dioptimalisasikan untuk mengakomodasi kerakusan manusia untuk menyimpan semakin banyak data. Teknologi digital lah akhirnya yang menjawab kerakusan itu. Teknologi digital berkembang sampai saat dimana dimungkinkan dikemas serba portable, dapat di cari dengan cepat dan dapat di proses secara instan. Dan yang lebih penting lagi, terutama bagi saya, semakin murah seiring waktu.

Biaya yang relatif murah untuk suatu sistem penyimpanan digital seperti beberapa hard disk yang saya miliki di rumah telah sejak lama, kira kira 8 tahun yang lalu, telah menjadikan lupa diri dan keserakahan menjadi – jadi. Saya tidak pernah berfikir dua kali untuk menyimpan berbagai macam file, baik itu teks, gambar, musik atau video. Terlalu banyaknya sehingga saya telah lupa apa saja yang telah saya comot dan tumpuk di gudang penyimpan itu. Apalagi nama file, tanggal penyimpanan, properti dan meta data yang lain. Entah berapa persisnya, tetapi saya tidak yakin untuk mengingat 1 atau 2 persen saja apa yang telah saya gudangkan selama 8 tahun.

Dengan berbekal fasilitas pencarian bawaan sistem operasi dimana gudang data itu terpasang, saya sering kali berusaha mencari cari suatu data bila sedang merasa membutuhkan. Untuk mencari koleksi lagu atau video, umumnya tidaklah terlalu sulit, karena biasanya saya masih sedikit ingat kapan kira – kira suatu album di realese. Hal ini berbeda dengan mencari sebuah file teks data yang berisi pekerjaan atau suatu informasi atau tutorial yang pernah saya simpan. Meskipun saya merasa yakin pernah menyimpan, tetapi kalau pencarian sudah mentok, saya lebih suka mencari di internet dimana google menawarkan fasilitas pencarian yang mumpuni.

Sementara, sebatas kemampuan sistem pencarian bawaan sistem operasi hanya bisa mencari berdasarkan nama file, ekstensi, tanggal, user, dan sedikit informasi yang lain. Pencarian berdasarkan konten, sepanjang yang saya tahu, masih susah dimungkinkan dan belum cukup handal. Tertemukanya file html tentang penyuntingan video yang terkubur dalam di hard disk dan yang sudah beberapa hari saya telisik memang rasanya suatu keberuntungan. Teknologi pencarian di komputer saya masih perlu di upgrade secara ngongso dalam beberapa tingkatan.

Andai dikomputer saya ada sofware search engine yang lebih hebat atau setara google. Tag yang sangat diperlukan dalam pencarian pun baru saya kenal kira kira 4 tahun pun baru kadang – kadang saja saya berikan untuk beberapa file video avi, mp3, aac, mp4 dangambar jpg, raw. Sementara untuk dokumen teks belum. Entahlah. Mungkin masih harus menunggu saat.

[tag search engine, storage, digital, google, local file]

Lagi – lagi install browser : Firefox 3.6 #firefox3.6

Selain dikenal sebagai perambah laman kode sumber terbuka yang paling banyak di pakai di dunia maya. Firefox juga dikenal sebagai perangkat lunak perambah yang paling rajin menerbitkan pembaruan dan versi – versi yang baru. Rasanya baru beberapa bulan berselang setelah 3.5 diluncurkan dengan pembaruan yang dilakukan semerta, kini semua orang di seluruh dunia boleh dan gratis memasang dan menggunakannya di komputer mereka.

Bagi saya sendiri, rasanya gatal tiap – tiap keluaran baru diterbitkan untuk tidak mencoba. Mungkin karena penasaran dengan fitur – fitur baru yang diusung. Untuk ubuntu Karmic, saya tadi mengunduh file instalasi di :

http://www.mozilla.com/en-US/firefox/3.6/releasenotes/

Posting ini saya buat dari jendela Firefox 3.6 dengan penyunting tek gmail.

Sharing Internet pada Windows 7

Ceritanya begini, beberapa komputer di kantor teman saya cukup berjarak dengan Acces Point sehingga kesulitan untuk menerima sinyal wi fi dan terhubung ke internet. Untungnya teman saya tadi cukup kreatif dengan mencoba meletakan antena wlan di tempat yang sekiranya terjangkai sinyal AP. Antara WLAN card dan Antena di hubungkan dengan kabel RG 58. Apa yang dia lakukan ternyata memang membawa hasil. Satu komputer dapat terhubung ke Acces Point.

Tantangan berikutnya adalah menghubungkan komputer – komputer lain dalam ruangan itu ke internet. Tentu saja tidak praktis bila ke semua komputer itu dipasangi antena eksternal masing – masing dengan belitan kabel RG 58. Selain pasti biaya untuk beli kabel yang tidak mudah.

Solusi yang tadi kami coba adalah dengan memanfaatkan Komputer yang telah terhubung ke internet sebagai gateway. Untuk berbagi pakai wlan dengan komputer yang bersebelahan. Komputer itu bersistem operasi Windows 7. Kalau menggunakan XP sebagai Internet Connection Sharing sih mudah mudah saja. Saya sudah beberapa kali mengaturnya. Hanya karena ini adalah 7, saya curiga jangan – jangan fitur ICS sudah di hilangkan karena berdasar yang saya baca – baca, terdapat banyak restriksi jaringan yang dikenakan pada 7. Mungkin maksud Microsoft agar membeli produk Windows Server mereka.

Saya sendiri memang belum cukup familier dengan 7. Susunan dan pengelompokan menu saja sudah cucup membuat pusing. Untungnya fasilitas pencarian pada 7 berkerja baik membantu. Saya cukup mengetikan beberapa kata dan Windows menawarkan beberapa suggestion. Misal saya ingin mengatur ethernet, ya tinggal ketik ethernet untuk kemudian meng klik tawaran yang relevan.

Dan benar. Di 7 kami berhasil membuat koneksi internet bisa dibagi pakai. Tidak banyak yang perlu diatur. Hanya memberikan alamat IP Static baik pada wlan (ke gateway yang lebih atas/internet), mengisikan alamat gateway dan DNS, menonaktifkan windows firewall (untuk keamanan bisa di set kemudian), dan memberi centang pada wlan agar bisa dibagi pakai bersama.

Uniknya, Windows 7 memaksa kita untuk menggunakan alamat IP 192.168.137.1 untuk wired ethernet. Entah apa maksudnya. Padahal ketika di XP kita bisa menentukan alamat IP semaunya.

Ya, semudah itu dan tinggal menyesuaikan alamat IP untuk masing – masing client saja.

Posterous : my New Photo blog

Sudah lama keinginan saya untuk mempunyai sebuah photo blog yang bermanfaat. Terutama bermanfaat untuk diri saya sendiri. Paling tidak untuk mengingatkan kejadian – kejadian sehari – hari yang bagi saya menarik. Syukur – syukur juga menarik untuk orang lain.

Beberapa layanan sudah saya coba. Saya sudah utak atik mulai dari blogger, wordpress, flickr, sampai tumblr. Memang, untuk photoblog, sepertinya banyak fitur dari tumblr yang menarik. Sayang, tumblr tidak dapat menampilkan lampiran berupa gambar dari suatu posting via email. WordPress bisa menampilkan attachment berupa foto tetapi fitur ini baru bisa benar – benar digunakan bila membeli account premium seperti halnya flickr. Posting gambar via email adalah fitur utama yang saya cari dalam suatu layanan photoblog karena berbagi gambar – gambar yang menarik secara spontan dan semerta begitu selesai mengambil gambar di suatu tempat itu sangat menyenangkan.

Posterous nampaknya menarik. Saya telah memposting beberapa foto yang saya ambil dan upload sekalian dengan menggunakan ponsel. Bila foto yang saya upload lebih dari 1 maka posterous akan membuatkan suatu gallery yang ciamik. Lebih dari itu, dengan posting di posterous, dengan mudah saya dapat membuat autoblog ke blog – blog saya yang lain atau mempromosikan posting itu di twitter, plurk, atau facebook. Juga ke tumblr supaya account yang pernah saya itu buat tidak mubadzir, ke wordpress yang ini sekiranya saya akan lama tidak memegang komputer atau ketika sedang malas untuk menulis.

Fitur fitur posterous yang lain sedang saya pelajari sambil jalan dan saat ini baru membuat beberapa posting.

Boleh dong menengok cerita saya dalam gambar 🙂

http:// jarwadi.posterous.com

http:// jarwadi.tumblr.com