Tweetdeck, Socmed Client Terbaik

Terbaik. Memang ini merupakan pendapat subyektif. Atas dasar kesukaan dan kesesuaian antara fitur – fitur yang ditawarkan oleh TD dengan kebutuhan dan selera.

Suka karena memang saya suka sama desain dan theme gelap nan simple ala TD. Dukungan yang lebih banyak pada versi v0.34.1 lebih dari mencukupi untuk mengakses beberapa socmed yang mana yang cukup aktif menggunakan account dan layanan.

Sampai saat ini, saya memang paling suka tweetdeck untuk memantau twitter lebih dari satu account. Kadang – kadang facebook juga saya tongkrongin dari sini. Fitur baru untuk foursquare dan buzz sedang saya coba coba. Dukungan pada myspace dan linkedin belum saya eksplorasi karena saya memang tidak aktif disana.

Dan dengar – dengar, tweetdeck, akan memberi dukungan pada KOPROL, location based service socmed lokal. Tentang benar tidaknya, ya entahlah. Atau ada kaitan antara hal ini dengan akuisisi koprol oleh yahoo.

Sebagaimana software yang sampai saat ini belum keluar dari dapur orang – orang Batak, maksud saya masih versi beta, tentu saja masih ada beberapa kekurangan yang saya temui.

Baca lebih lanjut

My first Buzz, yay

Akhirnya, saya dapat nge-buzz dari inbox gmail saya. Memang saya yang ketinggalan sampai – sampai tidak mendengar gosip – gosip akan buzz sejak jauh hari. Rasanya seperti berbeda dengan Wave beberapa waktu lalu yang bikin heboh semua orang. Namun entah mengapa malah – malah teman teman saya menyepi dari deburan wave.

Google Buzz!

Sejak tadi pagi, baik di facebook maupun di twitter, teman – teman saya sudah ribut – ribut dengan kehadiran buzz yang baru saja dilempar oleh Google. Namun sayangnya, keberuntungan memang sedang kurang berpihak untuk saya. Saya masih harus menunggu. Menerima jatah sebagai orang yang tidak berada di shaf depan jamaah Buzz

Persis halnya ketika perlu beberapa hari untuk dapat merasakan tampilan user interface yang baru dari Facebook. Jatah memang di belakang. Rasanya menjadi orang terbelakang.

Yo wis di trima trimak ne wae