Meski terlambat –terlambat beberapa hari– instalasi Linux Ubuntu di Laptop yang saya gunakan untuk bekerja sehari-hari akhirnya saya upgrade juga. Apa yang mendorong saya kali ini untuk meng-upgrade instalasi linux adalah dukungan yang lebih lama dan stabilitas yang ditawarkan pada release LTS (Long Term Support). Seperti kita ketahui bahwa Canonical memberikan support LTS dalam jangka waktu yang lama, yaitu 5 tahun. Jadi dengan melakukan upgrade dari Saucy Salamander (13.10) ke Trusty Tahr (14.04) merupakan antisipasi bila kelak saya terlalu fokus kerja dan malas melakukan upgrade. Halaah 😀
Kali ini saya memilih proses yang paling mudah dan paling praktis. Saya memilih membuka terminal dengan mengetikan: do-release upgrade. Dengan begitu sistem akan mengatur file apa saja yang perlu diunduh, bagaimana menginstalasinya dan bagaimana mengaturnya agar program-program yang saya gunakan beserta file-file yang menjadi bahan dan hasil kerja saya tetap aman pada tempatnya.
Memang proses upgrade dengan cara ini memerlukan waktu yang terbilang lama, hampir setengah harian, namun hampir sama sekali tidak memerlukan campur tangan saya. Saya hanya cukup diminta menekan tombol “Y” dan memasukan password admin/super user saja, bila saya tidak ingat.
Begitu Ubuntu selesai di-restart, dan saya login, rasanya saya tidak menemukan banyak perbedaan dari versi sebelumnya (13.10 Saucy Salamander). Sampai hampir seminggu saya menggunakan Trusty Tahr rasanya tidak ada perbedaan mencolok yang saya temukan. Mungkin ini karena saya hanya melakukan upgrade, bukan fresh install sehingga semua setting yang saya buat di Saucy Salamander tetap dipertahankan atau entah karena apa. Ini ada baiknya karena saya memang harus cepat-cepat fokus balik pada pekerjaan. Ngoprek-ngopreknya kapan-kapan lagi saja bila sudah selo. 😀
Menginginkan bisa merekam video dengan bagus dengan menggunakan kamera ponsel seolah kedengaran kurang kerjan. Kalau ingin merekam video berkualitas bagus kenapa tidak mau sedikit repot menggunakan Camcorder atau DSLR yang mempunyai fitur perekaman video yang baik. Benar juga sih.
Tapi ini bukan perkara mau repot apa engga. Tidak jarang keadaan memaksa kita dengan tidak memungkinkan membawa Camera atau Camcorder. Entah itu karena alasan kepraktisan maupun ya karena larangan. Misalnya di dalam sebuah konser musik, seorang penonton dilarang untuk membawa Camera atau Camcorder. Namun diperbolehkan tetap membawa ponsel masing-masing.
Selain itu merekam video dengan menggunakan ponsel/smartphone memiliki beberapa kelebihan selain alasan kepraktisan dan portabilitasnya. Dengan iPhone 5s misalnya, saya bisa langsung menyunting video yang baru saja direkam dengan aplikasi yang bernama iMovie. Kemudian saat itu juga kita bisa langsung mengunggahnya ke Youtube via koneksi 3G maupun Wi-fi yang saat ini terdapat dimana-mana.
Mengunggah video kemana pun boleh ding, tidak harus ke Youtube. Video bisa mudah diunggah ke Vimeo, Facebook, Vine, Flickr dan layanan-layanan lain sejenis. Berikut ini adalah salah satu video konser musik yang saya rekam dengan iPhone 5s. Video berformat HD ini tentu saja berukuran file sangat gendut. Untungnya saya bisa mengunggahnya melalui jaringan internet Speedy. 🙂
Video ini saya ambil beberapa waktu yang lalu ketika saya menonton konser Closer2Tulus di Liquid Cafe Yogyakarta. Di video memang tidak saya beri titel apa lagu ini. Karena saya memang tidak mengenal Tulus sebelumnya dan belum cukup akrab dengan karya musiknya, hehehe.
Hal menyenangkan bagi seorang blogger adalah datangnya kesempatan untuk mencicipi hal-hal baru dan mencoba-coba teknologi terbaru yang belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang. Hihi.. barangkali itulah salah satu alasan kenapa sampai saat ini saya masih betah ngeblog posting sana-posting sini.
Rabu, 24 April 2014 saya mendapatkan kesempatan sangat menyenangkan diundang ke acara Telkomsel Digi Expo di Skeeno Exhibition di Gandaria City Jakarta Selatan. Saya datang ke sana mendapatkan undangan dalam kapasitas saya sebagai developer sekaligus blogger. Sebuah kesempatan yang sangat tidak pantas disia-siakan sehingga saya terbang berdua dengan paman Nurudin Jauhari dari Yogyakarta menuju ibu kota. Iya sih kami tidak memilih kereta api Taksaka karena yang disediakan oleh travel agent -nya EO adalah tiket Citilink. 🙂
Keynote from Pak Alex J Sinaga
Event yang berlangsung selama 2 jam, dari sekitar pukul 14:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB itu terasa sangat cepat. Namun di dalam padatnya rangkaian acara itu dengan gamblang bisa ditangkap gambaran teknologi masa depan versi Telkomsel itu seperti apa. Dengan gayanya yang lugas, Pak Alex J Sinaga, CEO -nya operator seluler pelat merah ini menyampaikan visi misinya untuk selalu “berani” terdepan membawa masa depan ke dunia saat ini. Kata “berani” ini saya tangkap sebagai sesuatu yang ditekankan karena memang ketika berbicara bisnis, hal-hal terbaru yang canggih belum tentu feasible. Kadang-kadang malah sama sekali tidak menguntungkan. Di situlah pentingnya peran “pendobrak” oleh seseorang yang amanati oleh negara sebagai sang “pembawa bendera”. 😀
Memangnya apa saja yang perlu didobrak? hehe. Ya banyak… Kekhawatiran bahwa teknologi baru belum tentu menguntungkan, regulasi –melirik bapak2 undangan dari BRTI, kultur-tradisi, dan lain-lain. Disebutkan Pak Alex bahwa kemungkingkan ia sendiri sudah tidak akan mempunyai kesempatan untuk menikmati atau mencicipi sekalipun teknologi baru kelak pada masanya diterapkan. Apa yang penting menurutnya adalah apa legacy yang bisa ditinggalkan untuk generasi berikutnya, sebagai inspirasi 🙂
Berikutnya ada sebuah presentasi menarik yang dibawakan oleh Brandon Berry Edwards (@bred). Judulnya sih Choreographing Experience. Kalau jadi judulnya sih sepintas jadi ingat dengan seseorang yang merancang/mengkoreografikan sebuah tarian/dance agar memukau para penonton. Apa yang dimaksud oleh @bred kurang lebih memang seperti itu.
Brandon Edward: Traditional Approach unmatched the reality the world really face
The Reality is
Brandon Berry Edward menjelaskan bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh seorang product designer agar karya yang ia buat menjadi something highly valuable/master piece product. Baca lebih lanjut →
Bila ditanya suka nongkrong apa ngga, maka jawab saya adalah suka, suka banget. Bagi saya nongkrong adalah cara terbaik untuk melarikan diri dari kesibukan pekerjaan sekaligus cara termurah untuk melepaskan diri dari kepenatan. Jangan salah, nongkrong tidak melulu tidak produktif. Bayangkan bila kita memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan di kantor sedangkan pikiran sedang jenuh dan penat. Hasilnya kacau. Atau pada akhir pekan ketika ingin istirahat di rumah tapi tetangga sebelah malah ribut bertengkar. Ini bikin bete ngga karuan. Mencari tempat nongkrong yang memberi rasa aman sekaligus asyik bagi saya menjadi pilihan. Nongkrong membuat kepala terasa ringan, segar. Di tempat nongkrong seringkali terbersit banyak ide yang bermanfaat banget bagi hidup saya yang sudah berat dan kerjaan yang menuntut banyak kreatifitas.
Kemudian tempat seperti apa sih yang enak buat nongkrong. Bagi saya nongkrong asyik bisa dimana saya. Syaratnya satu: ada koneksi Wi-Fi yang kenceng nan stabil. Syarat satunya lagi hampir ketinggalan: ada colokan listrik. Itu saja. Syukur-syukur tempatnya cozy, bersih, ngga berisik dan dekat sama makanan enak.
Mall kesukaan saya adalah di Ambarukmo Plaza. Alasannya seperti yang saya sebut tadi, koneksi Wi-Fi yang kenceng yang available di tiap sudut mall. Saking pentingnya koneksi internet bagi hidup mati saya, saya sampai tahu betul di titik mana saja yang sinyal Wi-Fi nya kuat dan bagus. Saya memang belum pernah mencoba-coba internetan di tiap sudut Ambarukmo Plaza mall sih. Tapi saya tahu cara mudah untuk mengetahui bagus tidaknya sinyal Wi-Fi di suatu tempat.
Alatnya adalah dengan menggunakan iPhone 5s saya. Nyalakan Wifi di iPhone 5s. Secara otomatis iPhone 5s saya yang didalamnya terpasang kartu HALO Telkomsel akan otomatis mencari dan mengkoneksikan diri ke Wi-Fi Seamless Flashzone terdekat. Bila sudah terkoneksi ke Flashzone Seamless, tinggal memperhatikan indikator sinyal Wi-Fi. Sinyal 3 atau 4 bar biasanya akan memberikan koneksi internet yang cepat dan stabil. Bila sinyal Wi-Fi yang ditunjukan 2 bar atau kurang, maka saya lebih baik berpindah tempat sampai mendapatkan kuat sinyal yang bagus. Saya menggunakan cara ini untuk mencari koneksi Wifi yang bagus di suatu tempat karena saya tahu di setiap tempat dimana ada Flashzone Seamless Wifi pasti di situ ada wifi.id. Jangan khawatir bila tidak menggunakan iPhone 5s, cara ini bisa dilakukan dengan smartphone Android dan Blackberry 10. 🙂
Ke jaringan wifi.id inilah saya akan mengkoneksikan laptop dan gadget yang tidak mempunyai koneksi 3G ke internet. Koneksi wifi.id juga sering menolong smartphone saya terkoneksi ke internet bila koneksi 3G milik operator yang saya gunakan sedang lemot. Cara ini juga saya gunakan ketika saya sedang ingin menghemat kuota paket data internet 3G di smartphone.
Wifi.id di Starbuck Ambarukma Plaza Yogyakarta
Starbuck Cafe yang terletak di ground floor Ambarukmo Plaza ini merupakan tempat dimana saya betah nongkrong berjam-jam. Iya sih karena saya malas jalan kemana-mana, begitu masuk mall dari pintu timur saya bisa langsung masuk Coffee Shop ini, tempatnya cozy dan ngga brisik: iya, ada smoking area untuk untuk teman-teman nongkrong saya yang ahli hisap: iya. Apalagi? Ini, saya tahu sinyal wifi.id di dalam Starbuck ini full bar dan colokan listrik untuk laptop dan charger pun ngga perlu dicari kemana-mana. Yang perlu saya lakukan hanya mengamankan meja yang paling dekat dengan colokan sebelum memesan minum dan makan. Baca lebih lanjut →
Teknologi tertutup yang digunakan oleh Apple dalam tiap produknya seringkali menimbulkan masalah kompatibilitas dengan perangkat-perangkat kita yang lain. Contoh kecil, bertukar file atau kontak sulit dilakukan oleh iPhone dengan perangkat lain. Memasukan mp3 dari komputer Ubuntu ke iPhone pun sampai sekarang belum saya ketahui caranya.
Isu kompatibilitas ini menjadi masalah ketika saya menggunakan iPhone dan Android sekaligus atau bagi orang yang ingin berpindah dari iPhone ke Android. Atau ini memang cara Apple menjaga “gembalaannya” agar tidak keluar pagar? hehe!
Bukan cara yang praktis, tapi video tutorial di atas menurut saya akan cukup membantu bagi siapa saja yang ingin menyalin data-data seperti musik, foto, video, calendar, contact, dan data-data lain ke perangkat Android. Silakan menonton bila Anda adalah pengguna iPhone yang ingin ganti smartphone Android atau seperti saya menggunakan iPhone dan Android sekaligus. 🙂
Apabila Facebook mempunyai Facebook Page yang kini marak digunakan oleh brand, Google+ pun mempunyai Google+ Page. Mendengar akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan kelebihan-kelebihan Google+ Page, saya pun beberapa waktu yang lalu mencoba-coba salah satu fitur Google+ ini.
Membuka menu Page di Google+, ternyata di sana ada satu Page yang dulu pernah saya coba buat. Nama Page yang pernah saya buat itu adalah Desa Grogol. Ternyata dari dulu sampai sekarang saya suka mencoba-cobaya 😀 Tapi pada percobaan ini saya ingin lebih serius mempelajari fitur-fitur Google+.
My Google+ Page
Page yang saya buat adalah Google+ Page yang saya tujukan untuk mempromosikan blog saya yang ini dan blog saya yang itu dan yang itu lagi. Rasanya tidak ada yang terasa baru dalam membuat Page standar untuk blog ini. Kali ini saya ingin membuat page dulu, belum untuk meng-optimasi Google+ Page untuk mendongkrak popularitas blog. Bila saya tertarik tentu itu akan saya lakukan belakangan saja.
Google postmails Google+ Page Local Bussiness verification code
Google+ Page berikutnya yang saya buat adalah Page untuk Local Bussiness atau Place. Membuat Page untuk Local Bussiness ini sebenara karena saya terinspirasi dengan kelebihan-kelebihan mempromosikan usaha dengan Google yang dipresentasikan di acara Google Gapura di hotel Sheraton Mustika beberapa waktu yang lalu. Konon dengan Google+ Page, suatu bisnis lokal menjadi mudah ditemukan baik di Google Search maupun Google Map.
Where to start Google+ Page
Membuat Page untuk blog maupun Local Bussines sebetulnya tidak terlalu berbeda. Sama-sama mudah. Saking mudahnya sampai saya lupa step nya apa saja. 😀 Perbedaannya hanya untuk membuat Local Bussiness diperlukan suatu verifikasi untuk memastikan bahwa alamat bisnis kita benar-benar valid. Verifikasi yang dilakukan Google adalah dengan mengirimkan kode yang dikirimkan melalui surat pos.
Surat yang berisikan kode verifikasi itu tiba di alamat saya pada siang tadi ketika saya sudah lupa kalau beberapa waktu lalu mengotak atik membuat page ini. Di dalam surat itu dengan singkat dan jelas diberikan panduan bagaimana cara saya menverifikasi Local Bussiness Page yang saya buat. Mudah sekali karena tinggal mengetikan URL, login ke akun Gmail dan mengisikan kode angka yang terdapat di dalam surat yang saya terima dari Google.
Kini Google+ Page Local Bussiness saya ini, Gunungkidul Landscape sudah terverifikasi. Sekarang tinggal memikirkan akan saya gunakan untuk apa atau bagaimana saya akan mengoptimasinya. Atau bisa jadi ini sebagai kelinci percobaan saja? 🙂
Ini merupakan tulisan saya yang kedua tentang afiliasi Access Trade dengan nara blogger di Indonesia. Mengenai apa itu access trade bisa dipelajari melalui brief di Slide Show berikut ini:
Singkat cerita saya ingin mengajak teman-teman blogger untuk mendaftar afiliasi ini. Baik itu Anda menggunakan domain sendiri atau masih mendompleng di blogspot, wordpress.com, tumblr dan lain-lain dipersilakan mendaftar. Baik Anda blogger pemula maupun senior, atau pun blogger yang sudah lama ngeblog tetapi masih tetap berstatus newbie seperti saya, jangan ragu untuk mendaftar. Afiliasi ini terbuka untuk semua.
Afiliasi istimewa ini terbuka sampai akhir bulan ini saja. Silakan mendaftar di SINI. Atau langsung mengklik banner di bawah ini:
Sudah tahu tentang Payoneer belum? Atau malah pengen nanya, Payoneer Card itu dipakai buat apa sih? Bila pengen tahu banget tentang Payoneer sebaiknya baca-baca langsung dari websitenya di SINI saja. Saya sih hanya tahu sedikit banget tentang Payoneer.
Singkatnya sejak awal saya ingin menggunakan Payoneer Card untuk mempermudah diri ketika menerima recehan. Maklum, profesi seorang buruh lepas harian yang tidak tentu siapa yang mempekerjakan. Dari mana negara asal orang yang mempekerjakan dan mengupah recehan pun juga tidak tentu. Payoneer menawarkan kemudahan saya menerima recehan dari negara-negara mana saja (terutama yang berbasis di Amerika Serikat sana) sekaligus recehannya bisa diambil melalui bank-bank lokal dengan mata uang lokal juga. Payoneer juga bisa digunakan untuk menghabiskan recehan itu untuk belanja-belanji seperti halnya kartu debit. Dengan Payoneer bisa berbelanja dengan banyak merchant, sepanjang merchant itu mendukung Mastercard.
Kali ini saya ingin bercerita tentang proses apply kartu Payoneer saja.
Saya mendaftar Payoneer melalui website nya di http://payoneer.com. Saya mendaftar pada tanggal 11 Januari 2014. Saya sebenarnya tidak ingat tanggal ini sih, saya tadi mengecek tanggal email pertama dari Payoneer untuk mengkonfirmasi pendaftaran saya.
Pada tanggal 4 Februari 2014, saya mendapatkan surat cinta dari Payoneer. Isi email itu adalah menanyakan perbedaan data yang saya isikan dengan scan kartu identitas yang saya kirimkan. Merasa melakukan kesalahan, saya tidak optimis Payoneer akan menyetujui permohonan kartu saya. Tetapi saya tidak putus asa untuk berusaha menjelaskan mengapa perbedaan data itu bisa terjadi.
Setelah beberapa kali berkirim terima email cinta dengan Payoneer, pada tanggal 3 Maret 2014 saya mendapat pemberitahuan bahwa pengujuan Payoneer Card saya disetujui. Dalam pemberitahuan itu juga diinformasikan bahwa Payoneer Card saya sudah dikirim dengan Regular Mail dan diperkirakan sampai ke alamat saya antara tanggal 31 Maret – 7 April 2014.
Dan hari ini, tanggal 27 Maret 2014 Payoneer Card saya telah tiba. Lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Payoneer.
Perkembangan teknologi internet, perkembangan teknologi pembayaran (payment), semakin bagusnya pelayanan jasa ekspedisi serta perubahan kebiasaan di masyarakat saat ini mendorong pertumbuhan toko-toko online di Indonesia semakin pesat. Pertumbuhan dan kehadiran toko online yang pesat di Indonesia ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena dianggap menawarkan solusi dan banyak kemudahan. Dengan berbelanja secara online, sekarang ini orang tidak perlu lagi bersusah payah menembus kemacetan Jakarta hanya untuk membeli sepatu dan pakaian. Seorang karyawan bisa dengan mudah memesan gadget impiannya pada hari kerja secara online dan mengopreknya pada akhir pekan.
Dari sisi kepraktisan, toko online memang tidak akan pernah bisa ditandingi oleh toko konvensional dimana untuk memilih barang yang tepat bisa jadi seorang calon pembeli harus berjalan kaki mengelilingi mall menyisir dari lantai satu ke lantai belasan. Lebih dari alasan kepraktisan kali ini saya ingin berbagi tips berbelanja online dengan hemat dan aman.
1. Pastikan Anda berbelanja di toko online terpercaya
Salah satu cara untuk melihat kredibilitas suatu toko online adalah dengan memperhatikan nama domain yang digunakan. Bila Anda tinggal di Indonesia dan toko online itu beroperasi di Indonesia, pastikan toko online ini menggunakan domain .co.id. Misalnya: http:// zalora.co.id dan sejenisnya. Jangan lupa googling testimoni/review yang dituliskan orang-orang di forum-forum, di blog dan social media.
2. Bandingkan Harga
Setelah Anda memutuskan barang apa yang akan Anda beli dan apa mereknya, langkah selanjutnya jangan malas membandingkan harga. Membandingkan harga secara online tidak melelahkan berjalan dari satu outlet ke outlet yang lain di suatu mall. Anda cukup membuka toko online yang lain di tab yang berbeda di web browser Anda. Bandingkan harga produk dan item yang sama dari beberapa toko online sekaligus. Seringkali satu toko online menawarkan suatu item lebih murah dibanding toko online yang lain. Bila perlu gunakan situs perbandingan harga antar toko online seperti Starprice.
3. Gunakan Voucher atau Kupon Belanja
Voucher atau Kupon Belanja tentu tidak asing lagi digunakan di supermarket-supermarket konvensional. Jangan khawatir, kita pun bisa menggunakan Voucher Coupon untuk berbelanja di toko-toko online terkemuka di Indonesia. Jadilah pembeli yang cerdas. Setelah mendapatkan harga termurah dari membandingkan harga antar toko online, bayarlah barang itu dengan pintar dengan menggunakan Voucher Coupon.
Adalah iPrice Indonesia, layanan penyedia Voucher Coupon online yang bisa memberikan Kode Voucher kepada semua pembeli untuk digunakan di toko-toko online terkemuka seperti Zalora, Lazada, Groupon, Expedia dan lain-lain. Untuk mendapatkannya Anda tinggal mengarahkan web browser ke http ://iPrice.co.id dan pilihkah kode voucher yang sesuai. Misalnya Anda belanja di Zalora maka Anda cukup membuka semua Kode Voucher Zalora di iPrice Indonesia. Tangkapan layarnya seperti berikut:
Kemudian Anda cukup mengeklik tombol “Ambil Penawaran” sehingga anda akan mendapatkan kode voucher seperti: “ZAFFIMAR15”. Masukan kode voucher ini ketika Anda akan melakukan pembayaran produk yang Anda beli di Zalora. Kotak untuk memasukan kode voucher itu seperti:
Setelah kode voucher dimasukan, maka nominal yang Anda bayarkan adalah harga barang yang dibeli dikurangi nilai voucher belanja. Lebih hemat bukan. 🙂
4. Buatlah daftar belanja
Berbelanja secara online sangatlah cepat dan mudah, dan tidak melelahkan seperti ketika Anda berbelanja di Mall atau Supermarket. Bila tanpa perencanaan yang baik sebelumnya, bisa jadi barang-barang yang tidak benar-benar dibutuhkan pun secara impulsif Anda beli. Sampai tiba-tiba diakhir bulan Anda mendapati tagihan Kartu Kredit membengkak atau Rekening Tabungan Anda tergerus. Bijaksanalah dalam berbelanja online.
Demikian tips-tips belanja online secara hemat yang saya bagikan. Semoga bermanfaat.
Untuk menilai bagus dan tidaknya suatu Smartphone kita sering kali hanya melihat berapa Mega Pixel Kameranya, seberapa cepat processor dan chipset -nya, berapa besar memory -nya dan seberapa cepat smatphone terkoneksi ke jaringan internet. Itu semua memang tidak salah. Namun menurut saya, seberapa bagus suatu Smartphone sangatlah tergantung cara kita mempergunakan dan aplikasi tepat guna apa saja yang kita pasang di Smartphone itu.
Kali ini saya akan mengajak untuk mengeksplorasi manfaat Smartphone untuk mengontrol rumah dan perkakas-perkakas yang ada di dalamnya. Kita tahu, sekarang ini kita tinggal di era dimana perangkat rumah tangga semakin “pintar” setiap harinya. Dalam artian perangkat rumah tangga ini mempunyai chip komputer di dalamnya sehingga mereka bisa terhubung satu dengan yang lain sekaligus ke Smartphone kita melalui jaringan Wi-Fi.
Berikut ini adalah 6 cara memanfaatkan Smartphone untuk mengontrol rumah:
1. Termostart Pintar
Perangkat keren ini disebut Nest. Suatu thermostat canggih yang memiliki kemampuan terkoneksi Wi-Fi dan bisa dikontrol dengan Aplikasi iPhone. Semisal thermostat ini kita pasangkan dengan Air Conditioner di rumah, maka kita bisa menghemat tagihan listrik dengan mematikan AC kamar dari mana saja. Kita juga bisa menyalakan AC di rumah dalam perjalanan kita pulang dari kantor. Agar sesampai di rumah kondisi ruangan kita sudah menjadi sejuk.
Sekali kita mulai menggunakan Nest untuk mengontrol AC, maka aplikasi ini akan mempelajari waktu kita meninggalkan dan pulang ke rumah setiap harinya. Sehingga Nest bisa dengan pintar mematikan dan menyalakan AC secara otomatis tanpa campur tangan kita.
2. Motion Activated Security Camera
Mempunyai Motion Surveillance System (sistem pengawasan dengan deteksi pergerakan) untuk rumah lebih penting dibandingkan TV kabel. Ini jelas. Saat ini di pasaran ada aplikasi untuk Smartphone bagus yang dipadukan dengan kamera keamanaan berkualitas tinggi berukuran kompak yang memungkinkan kita untuk mewaspadai siapa saja di dalam rumah kita. Kamera-kamera ini tidak merekam semuanya. Kamera ini menunggu sampai ada gerakan terdeteksi, baru kemudian menyala. Sistem ini akan memberi tahu Smartphone kita bahwa kamera sedang aktif dan di belahan mana pun di dunia kita berada, footage dari camera itu bisa kita tonton.
Artikel bagus mengenai alat pintar untuk mengamankan rumah dari para penyusup pernah ditulis oleh Lamudi. Artikel itu bisa dibaca di sini.
3. Pet Feeder
Salah satu alasan saya tidak mempunyai binatang piaraan (pet) seperti kucing dan burung adalah seringnya saya bepergian dengan waktu pulang yang tidak menentu. Memberikan pakan secara teratur kepada binatang piaraan pun merupakan masalah yang tidak mudah. Ternyata ini bukan masalah saya saja. Melainkan masalah banyak pecinta binatang piaraan di seluruh dunia.
Untuk menjawab masalah ini, ternyata saat ini ada banyak aplikasi smartphone yang dipadukan dengan food dispenser dan kamera. Salah satu aplikasi itu adalah Pintofeed. Ini solusi keren. Kini memberi pakan piaraan tidak lagi masalah.
Sekarang mari kita tunggu developer untuk mengembangkan perangkat dan aplikasi untuk membuang pup dan ‘eek’ binatang piaraan kesayangan kita.
4. New Improved Lighting
Phillips membuat bola lampu pintar yang disebut Hue. Bola lampu pintar ini akan membantu kita untuk mengontrol semua lampu listrik di dalam rumah kita. Dengan Hue ini kita bisa mengatur temperatur cahaya ruang, mengatur dimmer (gelap terang nyala lampu), menghidup matikan lampu-lampu dan lain-lain.
5. Smart key
Ketika kita akan bepergian jauh dalam waktu lama, biasanya kita menitipkan kunci rumah kepada tetangga terdekat kita. Agar apabila sewaktu-waktu kita perlu meminta bantuan tertentu, tetangga akan dengan mudah masuk ke dalam rumah kita. Tentu ini meninggalkan kekhawatiran. Misalnya kekhawatiran tetangga kita menduplikat kunci rumah untuk tujuan yang tidak kita tahu atau menyalah gunakan kepercayaan kita.
Untunglah ada aplikasi Lockitron. Dengan aplikasi Smartphone yang terpadu dengan sistem keamanan rumah ini kita bisa membuat kunci temporal untuk kita berikan misalnya tetangga yang kita mintai bantuan untuk mengecek burung piaraan, mengecek kran air dan lain-lain. Dengan aplikasi ini pula kita akan dengan mudah memantau pintu mana saja yang terkunci dan tidak terkunci, membuka tutup kunci pintu-pintu di rumah dari jauh sepanjang terdapat koneksi internet di Smartphone kita.
6. Coffemaker
Saat ini telah banyak coffemaker dipasaran yang bisa diprogram otomatis. Tetapi berapa banyak yang bisa terkonesi ke Smartphone? Dapatkah suatu Coffemaker membantu bila ketika terbangun di pagi hari Anda tidak merasa ingin kopi Wamena yang biasanya, melainkan Anda ingin memulai hari dengan espresso?
Daripada melangkahkan kaki mengitari ruangan rumah hanya untuk mengubah Coffemaker ke mode espresso, kenapa tidak mencoba melakukannya dengan Smartphone. Scanomat adalah Coffeemaker yang terkontrol dari Smartphone yang bisa melakukannya.
Home Automation
Penggunaan aplikasi Smartphone untuk mengontrol rumah kita terdengar ideal. Pertanyaannya, benarkah kita bisa melakukan pemasangan ini sendirian. Atau benarkah ini “Do It Yourself -able? 🙂 Bagi sebagian orang yang tidak terlalu sibuk jawabannya mungkin bisa melakukan sendiri. Namun bagi orang-orang yang sibuk dan kurang mempunyai pengalaman teknis rasanya tidak terlalu mudah. Masalah lain adalah terlalu banyak aplikasi yang terinstall di Smartphone akan menimbulkan ketidakpratisan penggunaan dan beban kerja tersendiri bagi ponsel cerdas kita.
Bagi Anda yang cukup sibuk dan tidak terlalu suka dengan hal-hal teknis saran saya agar menghubungi jasa profesional.
Sebagai bahan inspirasi tentang penggunaan Smartphone dan Smarthouse, silakan menonton video berikut: