Digi Expo di Skeeno Exhibition, Di Sana Mencicipi Masa Depan

Hal menyenangkan bagi seorang blogger adalah datangnya kesempatan untuk mencicipi hal-hal baru dan mencoba-coba teknologi terbaru yang belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang. Hihi.. barangkali itulah salah satu alasan kenapa sampai saat ini saya masih betah ngeblog posting sana-posting sini.

Rabu, 24 April 2014 saya mendapatkan kesempatan sangat menyenangkan diundang ke acara Telkomsel Digi Expo di Skeeno Exhibition di Gandaria City Jakarta Selatan. Saya datang ke sana mendapatkan undangan dalam kapasitas saya sebagai developer sekaligus blogger. Sebuah kesempatan yang sangat tidak pantas disia-siakan sehingga saya terbang berdua dengan paman Nurudin Jauhari dari Yogyakarta  menuju ibu kota. Iya sih kami tidak memilih kereta api Taksaka karena yang disediakan oleh travel agent -nya EO adalah tiket Citilink. 🙂

Keynote from Pak Alex J Sinaga

Keynote from Pak Alex J Sinaga

Event yang berlangsung selama 2 jam, dari sekitar pukul 14:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB itu terasa sangat cepat. Namun di dalam padatnya rangkaian acara itu dengan gamblang bisa ditangkap gambaran teknologi masa depan versi Telkomsel itu seperti apa. Dengan gayanya yang lugas, Pak Alex J Sinaga, CEO -nya operator seluler pelat merah ini menyampaikan visi misinya untuk selalu “berani” terdepan membawa masa depan ke dunia saat ini. Kata “berani” ini saya tangkap sebagai sesuatu yang ditekankan karena memang ketika berbicara bisnis, hal-hal terbaru yang canggih belum tentu feasible. Kadang-kadang malah sama sekali tidak menguntungkan. Di situlah pentingnya peran “pendobrak” oleh seseorang yang amanati oleh negara sebagai sang “pembawa bendera”. 😀

Memangnya apa saja yang perlu didobrak? hehe. Ya banyak… Kekhawatiran bahwa teknologi baru belum tentu menguntungkan, regulasi –melirik bapak2 undangan dari BRTI, kultur-tradisi, dan lain-lain. Disebutkan Pak Alex bahwa kemungkingkan ia sendiri sudah tidak akan mempunyai kesempatan untuk menikmati atau mencicipi sekalipun teknologi baru kelak pada masanya diterapkan. Apa yang penting menurutnya adalah apa legacy yang bisa ditinggalkan untuk generasi berikutnya, sebagai inspirasi 🙂

Berikutnya ada sebuah presentasi menarik yang dibawakan oleh Brandon Berry Edwards (@bred). Judulnya sih Choreographing Experience. Kalau jadi judulnya sih sepintas jadi ingat dengan seseorang yang merancang/mengkoreografikan sebuah tarian/dance agar memukau para penonton. Apa yang dimaksud oleh @bred kurang lebih memang seperti itu.

Brandon Edward: Traditional Approach unmatched the reality the world really face

Brandon Edward: Traditional Approach unmatched the reality the world really face

The Reality is

The Reality is

Brandon Berry Edward menjelaskan bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh seorang product designer agar karya yang ia buat menjadi something highly valuable/master piece product. Baca lebih lanjut