Keterampilan yang mudah hilang (ahhh …)

Saya sering kali jengkel dengan diri saya yang pelupa.

Beberapa hari yang lalu seorang teman meminta untuk diajari membuat iklan sederhana dengan Adobe Flash untuk ditampilkan di internet. Dulu saya mengenalnya ketika masih milik Macromedia dan berversi 5. Saya tidak langsung menyanggupi permintaan seorang tersebut karena sadar dengan kebiasaan pelupa ini. Maksudnya, saya ingin terlebih dahulu menguji apakah keterampilan ini masih ada atau tidak di jari jari saya.

Seperti yang saya duga, ternyata benar. Memang saya masih ingat bagaimana konsep desain yang baik dan komunikatif. Masalahnya ada pada keterampilan. 4 tahun ternyata saya sudah tidak bermain main dengan Flash. Sehingga yang masih tersisa tinggal membuat obyek sederhana dan membuat animasi tween motion dan tranform. Sementara membuat tween shape membuat saya membaca beberapa halaman manual dan beberapa kali mencoba.

Itu baru masalah desain dan animasi nya. Belum tentang macro media script. Walaupun dengan sedikit modifikasi saya dapat menggantikanya dengan java script yang relatif masih baik teringat.

Permasalahanya penting itu sebenarnya bukan masalah Macromedia atau Adobe Flash yang saat ini sedang ingin cepat cepat ingin saya kuasai kembali. Terima kasih kepada teman saya itu yang telah menyadarkan tentang hal ini. Melainkan adalah kebiasaan saya yang lebih suka belajar hal teknis dan bersifat skill semata daripada sesuatu yang konseptual. Konsep dan literal itu benar benar saya sadari mempunyai life cycle lebih lama.

Pertanyaan saya adalah bagaimana mengikatkan keterampilan yang pernah saya latih selain dengan berlatih terus menerus? Karena dalam setiap masalah dan kesempatan saya selalu dituntut untuk belajar dan menggunakan keterampilan keterampilan baru. Pasti tidak hanya Flash saja yang saya telah lupa. Melainkan Dream weaver, Authorware, Director, dll

Sunset di bukit Sodong

Sabtu sore kemarin saya mengunjungi Bukit Sodong untuk mengobati rasa kangen yang mengharu. Walaupun belom benar benar lama saya tidak bermain main. Mungkin beberapa bulan saja. Seingat saya terakhir kali itu pagi di Ramadhan kemarin.

Ternyata jalan menanjak berundak ini melelahkan untuk di daki. Karena memang sudah lama tidak berolah raga mendaki.

Indah sekali pemandangan disekeliling jalan. Pohon pohon pun telah tumbuh menghijau. Dan Menyejukan.

 Lega rasanya ketika telah sampai dan duduk di puncak bukit.

Bangunan di puncak bukit yang elok nampak menawan

Indahnya matahari tenggelam di puncak. Di susana yang sempurna anugerah Ilahi.

Harapan danTampilan baru face book

Pagi ini terasa lebih segar. Juga tampilan Face Book yang baru yang beberapa kali sempat oleh teman teman saya disebut terasa lebih fresh. Namun untuk account say,a perubahan ini baru terjadi pada pagi hari ini.

Menurut saya memang tampilan baru ini lebih sederhana lebih mengurangi kepusingan saya dibanding ketika awal awal saya mengenal Face Book dimana seolah – olah segala hal ditampilkan di ‘dinding’.  Lebih costumized dan memudahkan kita lebih untuk lebih akrab dengan orang orang special dalam hidup kita.

Memang, setiap perubahan, padanya tergantungkan banyak harapan. Banyak harapan – harapan terpenuhi. Meskipun banyak juga yang tidak.

Bagi saya, karena selama saya sebagai user ber account free. Dan memang sepertinya Face Book juga belum membuka keanggotaan Premium  berbayar. Apa yang dilakukan Face Book sudah baik. Kalaupun sebagai sebuat organisasi usaha harus peka dengan demand user. Kepekaan akan tuntutan dan keinginan user kedepanya merupakan kekuatan bisnis itu sendiri. Dimana Face book tidak sendirian di dunia Jejaring Pertemanan Online

Di dunia maya Face Book harus berpacu adu derap dengan Linked In, Friendster, My Space dan lain lain. Maka keras dan lantangnya suara suara tuntutan itu merupakan aset dan Masa Depan facebook itu sendiri.

Intensitas SMS dan Voice Call Menurun

Berdasarkan Detail Record yang diberikan telkomsel untuk  kartu Halo bernomor , untuk bulan pemakaian Februari, ada sesuatu yang menarik. Jumlah SMS terkirim sekitar 40 buah. Rata – rata 1,33 sms per hari. Kurang lebih 5 menit panggilan keluar. Sekian ratus ribu rupiah untuk penggunaan Telkomsel Flash.  Tidak ada Nada Sambung terpasang.

Angka angka minimalis ini tidak hanya terjadi pada bulan Februari. Tetapi sampai berjalan pada bulan saat ini. Dan sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.

Apa maksudnya? Dari yang paling mudah dibaca adalah dimana saya tidak perlu pusing mengeluarkan uang lebih untuk membayar biaya telepon dan SMS.

Namun demikian, itu lebih berarti menurunya interaksi saya dengan teman teman secara keseluruhan. Saya tidak tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung. Hanya, kepada segenap teman, mohon untuk berkenan memaklumi saya apa adanya.

Purnama

Malam ini di luar sedang Bulan Purnama. Kalau orang Jawa menyebutnya dengan ‘bulan ndadari’. Mungkin maksudnya bulan sedang secantik bidadari. Mungkin, cuaca cerah pada malam ini , dimana hujan tidak mengguyur bumi dan mendung mendung tidak menghalangi mata mata untuk saling beradu pandang dengan bulan adalah anugerah untuk orang orang. Pecinta Bulan. Seperti saya.

Sejak kemarin sore, dengan waktu dan cuaca yang sama persis, bulan sudah dapat dinikmati dengan mata telanjang.

Sekali lagi , bulan purnama memang indah. Tak dipungkiri. Setiap jaman manusia menikmati dengan caranya. Bahkan jaman saya masih kecil, bulan purnama seolah menciptakan suasana dan nuansana penuh ceria dan mampu menciptakan keakraban pertemanan dan permainan yang alami .  Dan Manusiawi. Lebih dari keakraban yang bisa dihadirkan oleh Face Book dan Jejaring Pertemanan moderen lainya pada saat ini.

Manusia dan anak anak pada masa itu biasa merayakan dan menikmati purnama dengan aneka permaianan. Banyak sekali jenisnya. Entah itu Jetungan, Petak Umpet, Sodoran dan banyak lainya.

Tidak hanya keceriaan anak anak. Dewasapun menikmati dengan cara mereka sendiri. Mungkin ngobrol dan duduk duduk berbagi cerita di luar rumah sudah cukup bagi mereka. Sambil mengawasi anak anak atau cucu cucu mereka bermain dengan cara cara yang lebih ramai.

Sayangnya permainan dan ala menikmati Purnama sepertinya tidaklah untuk sekarang. Supremasi Gobag Sodor dan Jetungan sekarang sudah direbut oleh Sinetron dan TV. Ketika saya tadi masih diluar tidak saya lihat ada banyak kehidupan keceriaan di bawah bulan.

Permainan di kala Purnama yang jadul itu mungkin hanya tersisa hidup di ingatan saya. Dan di jamanya sendiri. Dan mungkin juga hidup di buku dongeng cerita rakyat.

Meraih semangat yang hilang

Masih kelanjutan dari cerita sakit selama seminggu kemarin. Penyakit demam yang menghinggapi tubuh saya dan membuat demam – demam sudah berangsur angsur hengkang. Tindakan Medis dan Nutrisi yang baik, plus perawatan yang tepat telah menjalankan tugas pemulihan dengan baik.

Tetapi, itu merupakan setengah proses pengembalian diri agar seperti sedia kala. Sebagian lain yang lebih susah dan tidak mudah adalah mengembalikan semangat pasca sakit. Memang, semangat yang meloyo sudah saya catat seringkali menjadi dampak ikutan dari peristiwa sakit.Terutama sakit yang melumpuhkan diri lebih dari tiga hari.

Surutnya semangat pasca sakit itu membuat produktifitas kerja saya berantakan. Bukan semangat bekerja saja, semangat berpikir, semangat belajar dan semangat melihat setiap kesempatan dengan penuh gairah. Pendeknya saya ingin semangat untuk berbahagia menikmati apapun anugerah ciptaan yang kuasa yang diperuntukan untuk makhluknya.

Dan, sekarang, ditengah pencarian diri saya kembali, saya mempertanyakan apa – apa yang menurut saya penting dan benar benar saya sukai dan nikmati untuk dilakukan.

Semoga kebosanan diri ini berkurang ketika saya menumpahkanya dengan menuliskan di blog ini

Melawan Demam untuk nge Blog lagi …

Selama seminggu kemarin saya memilih untuk sementara tidak nge blog. Sakit deman demam dan flu yang tiba tiba datang menyerang telah berhasil menghentikan banyak aktifitas bekerja dan mempeerlambat derap kehidupan saya. Yah seminggu ini adalah sakit terdemam paling tidak selama 5 tahun terakhir. Lumayan gitu lah.

Ketika hari itu Selasa pagi dan tubuh saya mulai merasakan kedinginan yang tidak biasa. Saya masih mengira itu sebagai flu biasa. Saya pikir dengan sedikit istirahat dan obat ‘warung’ akan cukup untuk membantu merecovery diri.

Sayangnya sampai hari Jum’at Demam yang tidak hanya menggejala, tapi malah menjadi jadi. Hingga pada pagi pagi di hari Jum at itu juga saya semakin kurang tegar menahan rasa sakit ini. Teman Teman saya yang baik baik dan pengertian akhirnya mengantarkan saya ke Poliklinik Nur Rahmah. Yang beralamat di Jalan Wonosari Jogja Gading.

Setelah melakukan pemeriksaan awal dan bertanya ini itu tentang penderitaan badan saya. Dokter tahu kalau demam saya sudah berlangsung lebih dari 3 hari. 3 Hari itu waktu yang lama untuk suatu demam. Dokter akhirnya berinisiatif untuk memeriksa trombosit saya, khawatir kalau kalau saya terkena DBD. Dooooh …

Tentu saja saya menolak untuk melakukan pemeriksaan tes trombosit melalui cek darah. Saya takut bukan main dengan pemeriksaan ini. Kalau saja ada alternatif lain. Jangankan untuk pengambilan sample darah, sekedar jarum suntik saja saya akan memilih meminum lebih banyak pil pahit. Syukur syukur ada pil manis.

Ketika mendengar dengan kata kata tes darah dan pembuluh darah sentak saya teringat ketika diri ini shock di kelas biologi di jaman jaman sekolah menengah saya. Ketika ibu guru menerangkan tentang pembuluh darah vein dan arteri. Itulah alasanya mengapa saya cinta mati dengan Fisika lebih dari Biologi dan segalanya.

Kembali ke sakit demam saya

Akhirnya dokter memberikan empat jenis obat, diantaranya adalah Amoxilin; karena hasil pemeriksanaan terdapat peradangan di sekitar saluran pernafasan, Ambroxol; mungkin sebagai expectorant karana batuk saya yang menyiksa. Paracetamol; mungkin sebagai pereda demam dan rasa nyeri nyeri. Serta sebuah obat pencahar, yang saya lupa namanya.

Dan syukurlah setelah beberapa hari berselang sampai hari ini saya sudah mulai dapat menulis lagi di blog ini. Walaupun belum dengan semangat dan kemampuan penuh. Lebih baik segera memulai sebelum terlanjur sangat malas sekali

Loh, Pak Dokter, saya ngga ada masalah trombosit kan. Buktinya sekarang saya sudah mulai membaik …

Semangat Semangat …

Layanan wireless broadband semakin beragam

Walaupun belum terpikirkan untuk berpindah layanan wireless broadband, saat ini saya masih setia menggunakan produk telkomsel flash unlimited, saya senang dengan hadirnya layanan broadband wireless yang semakin beragam dari operator seluler. Bahkan saat ini operator fixed wireless pun sudah mulai memasuki bisnis ini. Saat ini paling tidak telah siap untuk dipilih pilih masyarakat konsumen diantaranya, yang tertua Telkomsel Flash, Indosat Broadband IM2, baru baru ini XL Broad Band. Sementara pemain pemain di cdma telah hadir JUMP dari Smart dan MOBI dari Mobile 8. Juga tidak ketinggalan Flexy

Memang saat ini kualitas layanan mereka belum persis seperti mimpi indonesian netter untuk berselancar secara nyaman di internet.

Kehadiran semakin banyak pemain akan menyerahkan urusan kualitas pada hukum hukum pasar dimana setiap konsumen akan memilih provider yang lebih sesuai dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Provider ‘yang baik’ akan dilanggani dan provider yang kurang baik harus mengejar ketertinggalan kualitas layanan untuk tetap survive. Bagi yang tinggal di daerah pelosok seperti saya, sepertinya hampir mustahil untuk mendapatkan layanan internet cable broadband seperti speedy atau fastnet. Sehingga suka atau tidak mau harus memilih salah satu dari layanan wireless internet tersebut.

Keleluasaan user untuk memilih lebih banyak layanan juga berdampak akan tidak menumpuknya semua internet load pada satu atau dua provider seperti sekarang. Jaringan yang beragam akan menyebabkan beban jaringan itu lebih terdistribusi. Lebih lanjut diharapkan bahwa kehadiran lebih banyak wireless provider akan berdampak membaiknya layanan internet secara umum di Indonesia.

Seiring perbaikan kualitas itu mungkin dengan sendirinya akan beriringan dengan meningkatnya populasi masyarakat indonesia yang terbuka matanya akan arus informasi yang mengalir cepat. Termasuk berkembang biat beranak pinaknya blogger indonesia dan perjalinan silaturahmi di facebook atau jejaring sosial lainya.

Gina T : Sail Over Seven Seas

Day by day I miss you so
You have to go my love
Where a ship so far away
You don’t tell that will return
Before the autumn comes
Everyday I dream of you
[BRIDGE:]
In my dream a little seagulls
Flying through the darkest night
Searching for some teardrops in
The wind with the ship of lonely loveless
I sail over seven seas
Try to find the captain of my heart

[CHORUS:]
I sail over seven seas
To find to your heart
I sail through the darkest night
I sail to your heart
I sail over seven seas
To find to your heart
I sail with the winter night
Oh… alone in the dark

I don’t fear the stormy night
And night don’t feel too cold
All because I miss you so
In the distance I can see
The island of my home
Oh… I like to be with you

Lirics dari : http://www.lyricsmode.com/lyrics/g/gina_t/sail_over_seven_seas.html

Just one song played in my media player this evening. It is nothing but just want to listen the song over and over again. A cup of hot sweet tea with a litle honey added has taken it s part in this evening also.

Ahhh … I am sorry I couldnot keep writing anymore and seem to be better to flows smoothly …

e mail dari Telkomsel yang lucu

Kepada Sujarwadi

Terima kasih untuk melakukan pemesanan iPhone3G. Email ini membuktikan bahwa kami tidak lupa pesanan Anda

Informasi selanjutnya mengenai bagaimana Anda akan dapat menjadi orang pertama memiliki iPhone3G akan diberitahukan dalam waktu dekat.

Sementara itu jika teman-teman Anda belum memesan iPhone3G, pastikan Anda memberitahukan mereka untuk segera memesan di www. telkomsel.com/iphone

Hanya yang sudah memesan akan diberikan kesempatan pertama untuk memiliki iPhone3G. Pemesanan iPhone3G tinggal sebentar lagi.

Masih penasaran? Pelajarilah mengenai ponsel yang revolusioner ini, klik disini http:// www. apple.com/asia/iphone/

Dan perhatikan email dari Tim iPhone Telkomsel yang akan datang dalam minggu ini.

Thank you for pre-order iPhone 3G. This email is to say, we haven’t forgotten about you.

More details will follow shortly about how you can be one of the first people to own this revolutionary device.

In the mean time, if you friends  who haven’t registered, make sure that you tell them to register quickly at www. telkomsel.com/iphone.

Only those who have registered will be given first priority to own an iPhone 3G. iPhone 3G registrations won’t be open forever. They will close soon.

Still curious? Learn more about this revolutionary device, by clicking here   http:// http://www.apple.com/asia/iphone/

And remember, watch out for more emails from the Telkomsel iPhone team over the coming weeks.

Best Regards,

Mark L Chambers
DVP. Product Marketing
PT. Telkomsel

Saya senang mendapatkan email konfirmasi atas pemesanan iPhone 3g di telkomsel. Artinya telkomsel memang tidak main main dalam membuat penawaran dan perhatian terhadap pelanggan pelanggan potensial. Termasuk saya.

Hanya, menurut saya email tersebut lucu saja. Lucu tetapi bisa menjadi pelajaran penting inspiratif  untuk saya. Tadi, ketika saya membaca email ini di ponsel sony ericsson membuat mulut cekikikan sendiri di tempat tidur sampai rasa kantuk berkeinginan istirahat itu menguap. Lanjutan email yang berbahasa inggris itu telah mendorong semangat saya untuk segera mengeluarkan latop dari tas, membangunkanya dari mode sleep, mendirikan koneksi internet, membuka inbox gmail saya. Dan akhirnya menulis posting ini.

Menurut saya, english yang dipakai untuk e mail oleh corporate sekelas telkomsel ini sangat tidak sopan dan remeh mengabaikan keterampilan menggunakan bahasa yang baik dan formal untuk menunjukan rasa hormat kepada pelanggan. Saya tidak tahu apakah ini adalah template email yang digunakan untuk semua pemesan iphone 3g atau hanya untuk saya saja.Seandainya email jelek itu hanya dikirim ke jarwadi, maka alangkah malang nasib ini.

Sebagai pelajaran, pertama, mulai sekarang tidak ada alasan bagi saya untuk merasa tidak pede menggunakan bahasa inggris saya yang asal asalah karena untuk email dengan grammar yang kacau juga dipakai oleh corporate sekelas telkomsel. Kedua, saya harus mulai belajar akan dampak sebuah email formal terhadap kredibilitas pengirim dan lebih lanjut corporate yang mempekerjakanya.