Pagi pagi sudah panik dag dig dug degdegan. Betapa tidak. Di tengah perjalanan naik angkot ternyata dompet saya tidak ada di dalam tas. Pikir saya mau dibayar pakai apa ongkos angkot yang saya tumpangi ini.
Untungnya saya segera teringat kalau biasanya saya menaruh uang – uang receh kembalian belanja dibagian lain tas saya. Tidak apa – apa sekali – kali membayar ongkos angkot dengan uang recehan. Saya segera memeriksa sisa – sisa receh itu. Alhamdulillah, saya menemukan pecahan lima ratusan, seribuan dan sepuluh ribuan. Berarti lebih dari cukup untuk membayar ongkos angkot pagi ini.
Kejadian kelupaan bawa dompet yang menimpa saya berulang – ulang dan uang receh yang tidak jarang disepelekan yang pada saat genting tampil sebagai penyelamat membuat saya jadi bisa menghargai arti tiap – tiap nominal uang.
Saya jadi ingat film Eurotrip (2004) tentang beberapa pemuda Amerika yang ingin beperjalanan ke Berlin, tetapi malah nyasar ke Amsterdam dan dirampok di kota kincir angin itu. Untungnya ada salah satu di antara mereka yang mempunyai kebiasaan menyimpan koin – koin kecil. Kebiasaan menyimpan koin koin kecil di tempat tempat berbeda, di dalam saku, di dalam sepatu, dan lain – lain itu ia dapat dari sebuat buku Travel tip yang entah ditulis siapa saya lupa. Uang receh juga lah yang menyelamatkan perjalanan mereka sampai Berlin.
Baiklah, saya menuliskan cerita ini dengan besar harapan di kemudian hari frekuensi ketinggalan dompet saya makin jarang. Syukur – syukur tidak pernah kejadian lagi π