Iedhul Korban 1434 H

shalat ied01

Foto oleh Maryanto

Matahari pagi bulan Oktober sudah naik hampir sepenggalah. Pelan-pelan  menyingkirkan hawa dingin musim kemarau yang menusuk tulang. Alunan takbir bergema dimana-mana. Muslim di desa dimana saya tinggal telah mengisi shaf-shaf yang dipersiapkan untuk shalat Ied pagi ini. Pukul setengah tujuh masih kurang ketika Pak Edhi membacakan penguman-pengumanan sebelum shalat dimulai.

Ada beberapa pengumuman yang dibaca Pak Edhi, tetapi yang paling mendapat perhatian adalah jumlah hewan korban yang akan dipotong di masing-masing masjid di desa ini, Desa Grogol. Menurut yang dibaca Pak Edhi ada 22 ekor sapi dan 34 ekor kambing yang akan dipotong sebagai hewan korban. Angka yang banyak. Dan kenyataannya pada siang harinya terkonfirmasi hewan korban yang dipotong lebih banyak lagi. Menjadi 22 ekor sapi dan 48 ekor kambing.

Bila jumlah hewan yang dipotong digunakan untuk mengukur kualitas beragama penduduk Desa Grogol, tentu ini adalah suatu peningkatan kesadaran beragama. Jumlah hewan korban yang dipotong tahun lalu adalah: 20 ekor sapi dan 42 ekor kambing. Bertampah 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Alhamdulillah sesuatu yang perlu disyukuri.

Di masjid di lingkungan saya sendiri tadi pagi dipotong 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Untuk dibagi sekitar 100 keluarga. Dengan proporsi ini tentu semua keluarga akan menikmati menu daging yang bisa dikata lebih dari cukup. 🙂

Pengumuman yang dibaca Pak Edhi kemudian yang saya ingat adalah informasi perolehan dana Infaq shalat Iedhul Fitri yaitu Rp. 10.994.300,- . Juga naik dari perolehan Infaq Iedul Fitri 1433 H : Rp 8.709.300,- . Perolehan Infaq Iedhul Adha 1434 H pada pagi tadi juga sudah dihitung dan dikabarnyan oleh Pak Edhi dengan perolehan: Rp 4.773.000.

Bila dinilai dari nominal perolehan infaqnya, angka-angka yang saya tuliskan ini tidak terlalu seberapa. Apalagi bila dibandingkan dengan perolehan di daerah perkotaan atau daerah lain yang berperekonomian bagus. Angka kenaikan per tahun di sini yang patut disyukuri. Arti perjuangan tiap rupiah yang diinfaqkan oleh muslim yang tinggal di pedesaan di Gunungkidul yang terkenal kering, tandus dan tiap musim kemarau seperti sekarang ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Shalat Ied Adha nya sendiri diimami oleh Bapak H Suhari tepat pada pukul 06:30 WIB dan dilanjutkan Khotbah Iedul Adha disampaikan oleh Bapak Mardiyo. Selesainya rangkaian shalat Ied para jamaah segera membubarkan diri. Ada yang langsung pulang ke rumah. Ada yang langsung ke tempat pemotongan hewan korban di masing-masing masjid di dusun masing-masing.

Alih-alih ini tulisan ke-6 tentang Iedul Adha yang saya posting di blog ini. Berarti blog ini setidaknya telah berusia 6 tahun.

Korban tahun sebelumnya:

Iklan

4 thoughts on “Iedhul Korban 1434 H

  1. Ping-balik: Iedhul Adha 1437 H di Desa Grogol – Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s