Geo-tagging pada Photo kini Penting

Me?

Me?

Saya mempunyai ribuan, atau puluhan ribu koleksi foto yang saya simpan dalam beberapa harddisk. Koleksi  yang saya kumpulkan dari sekitar tahun 2002 itu terus bertambah sampai sekarang. Foto – foto yang saya jepret dengan bermacam – macam camera, baik camera pinjaman maupun camera saya sendiri. Ada foto – foto yang saya jepret dengan Camera DSLR, Pocket Camera dan kebanyakan memang dijepret dengan Camera pada ponsel. Tahu sendiri, saya sangat suka dengan foto – foto candid.

Bagi saya, foto – foto merupakan rekaman hidup. Kehidupan narsisme saya sendiri, kehidupan sosial dimana saya tinggal dan berinteraksi, dan sebenarnya adalah kehidupan dari ide – ide saya. Karena apapun foto yang saya jepret, pasti ada ide dibelakang kenapa suatu obyek harus difoto. Foto yang saya ambil adalah gambaran dari angel seperti apa pikiran saya memahami sebuah peristiwa. Seberapa miring pikiran saya dibanding standard orang kebanyakan. Baca lebih lanjut

Pernah Bersinggungan dengan NII di Gunungkidul

NII (Negara Islam Indonesia) hingga hari ini masih terasa menjadi berita heboh di koran – koran. Di koran yang ada di warung Soto dimana saya sarapan tadi juga ada berita NII -nya. Kemarin sore saya juga melihat di Metro TV, Al Chaedar yang diwawancari sebagai nara sumber tentang NII.

Pertanyaannya:  Kenapa NII bisa berlama – lama menjadi heboh berita nasional? Seberapa bahayakah NII sampai perlu beritanya diangkat tinggi – tinggi hingga seolah olah menenggelamkan kabar permasalahan – permasalahan lain di negeri ini. Kemana berita pembangunan gedung baru DPR, politisi korup, skandal perbankan, dll

Kalaupun NII sangat berbahaya, kenapa tidak diselesaikan sejak dari dulu. Bukankah NII sudah ada di Indonesia dan jadi permasalahan sejak lama. Saya pernah secara kebetulan bersinggungan dan sedikit mencari tahu. Hingga akhirnya tidak terlalu banyak tahu 😀

Ceritanya begini. Baca lebih lanjut

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Beberapa waktu yang lalu, barangkali sudah beberapa tahun berselang, seorang teman saya dengan berapi – api mangatakan kalau kita bisa kaya tanpa perlu sekolah. Sekolah tidak membawa ke suatu tempat yang berlimpah uang. Dia menunjuk kejelekan dan kekurangan sistem pendidikan dan sekolah yang bagai sampah yang terus menggunung. Teman saya yang berprofesi sebagai guru kewirausahaan di suatu SMK itu rupanya baru selesai membaca buku If You Want to be Rich and Happy: Don’t Go to School yang ditulis Robert T Kiyosaki. Entah seperti apa isi buku itu. Saya pun belum pernah membaca meski telah lama dengar tentang buku itu.

“Memang tujuan Pendidikan dan Sekolah kita itu untuk menjadi kaya?” tanya saya. Padahal saya juga tidak tahu tujuan Pendidikan Nasional itu apa. hihihi. Memang apa sih? Rasanya hanya aneh saja kalau manjadi tajir itu sangat penting sekali bagi kebesaran, kewibawaan dan kebanggaan berbangsa Indonesia. Sehingga keberhasilan pendidikan diukur dari kemampuan sekolah menghasilkan alumni yang kaya raya.

Posting saya kali ini karena tergelitik tadi dari dalam angkot saya melihat spanduk di depan Sekolah Dasar Plembutan bertuliskan “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” Setelah googling, rupanya inilah tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Sedangkan tujuan pendidikan nasional bisa dibaca di sini

Dan pada tanggal 2 Mei 2011 ini adalah untuk pertama kali saya membaca Tujuan Pendidikan Nasional 😉 yah! Tujuan Pendidikan adalah character building. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2011.

Berinternet Ala Orang Aneh

Apakah beberapa tahun belakangan ini internet Indonesia lebih sepi pada akhir pekan dan hari libur. Kalau dilihat dari seberapa banyak teman saya yang online baik di Yahoo Messenger, Gtalk, Facebook memang benar. Orang – orang yang kelihatan online hanya beberapa saja. Itu pun kebanyakan online dari perangkat bergerak mereka. Trafik blog saya ini pun menurun tajam pada akhir pekan. Terlebih pada long weekend.

Beda banget dengan apa yang saya alami pada sekitar tahun 2000-an. Terlebih tahun 1999-an ke belakang. Saat itu saya sering kali menghabiskan akhir pekan ke warnet. Maklum, internet pada saat itu belum cukup terjangkau bagi pelanggan rumahan. Browsing, Email-ing, Chatting Y!M (atau malah IRC) adalah hiburan yang saya dinikmati pada jamannya. Koneksi lemot dan ruangan warnet yang sumpek belum jadi masalah saya saat itu. Enjoy aja 😀

Kegemaran berinternet pada akhir pekan dan hari liburan saya dulu itu bukan karena saya mengidap kelainan. Online diakhir pekan malah gaya pada jaman itu. Buktinya, saya menemukan banyak teman chating. Tidak sedikit dari mereka yang tetap jadi teman sampai sekarang. Jaman dulu itu kalau chating pada hari kerja malah temannya hanya sedikit.

Kini orang yang duduk seharian di depan internet di akhir pekanlah yang “tidak biasa”. Kalau bukan workaholic, sysadmin, penjaga warnet, apa lagi? Pasti dia adalah “orang aneh”. Termasuk penulis posting ini. hihihi

Posted with WordPress for BlackBerry via Telkomsel Network