‘Bisa menterjemah Interface ke B. Indonesia Ga?’

Ow ya tadi malam saya dapat e mail dari teman saya. Yup … apa apan nih. ‘Could you help us to translate our aplication (Telexy.Networks.SymSMB.v3.50.12.S60v3)  interface into Indonesian’. Ngga salah nih. Sebenarnya saya senang dapat membantu teman teman saya.

Yea, Let’s me make a try ( just a try ). I am not really sure that mine will run with your tight requirement

Ceritanya aplikasi ini akan berperan seperti SAMBA server pada LINUX, untuk berbagi pakai resource seperti storage media, dll dalam suatu jaringan. Uniknya aplikasi ini akan ditanamkan dalam sebuah smartphone Symbian. Storage media pada ponsel atau smartphone tersebut akan bisa dibaca dan dikenali oleh PC/Laptop dalam sebuah jaringan baik Windows, Macintosh, LINUX maupun UNIX. Lagi lagi aplikasi ini memanfaatkan Wi Fi yang sedang menjadi asesoris dalam sebuah smartphone,tapi bilapun tidak tersedia bluethooth pun tidak menjadi masalah selama PC/Laptop nya berfasilitas. Masih juga tidak tersedia? Selama anda berada dijaringan 2G/3G/HSPDA, ponsel anda masih bisa terhubung ke network neighbourhood

Hebat ya …

[ Saat ini saya sedang men download source code dari aplikasi yang teman ingin saya menterjemahkanya ]

Pagi Pagi sudah dapat masalah! ( dengan browser )

Pagi ini ketika akan menuliskan posting untuk blog ini. Hup … hup … ternyata … masalah muncul. Teks editor pada wordpress tidak tampil sebagaimana mestinya. Saya membuka New Post Editor dengan Mozilla. Saya tidak tahu masalahnya apakah ada masalah kompatibilatas (lagi) antara dashboard baru nya WordPress dengan Mozilla, atau barangkali ada masalah dalam proxy saya. Maklum saja untuk alasan security ‘disini’ banyak meminta bantuan proxy untuk menyapa dunia luar (yang berbahaya)

Ya dah ngga pa pa …

Kata mantra nya (masih ingat dengan kata mantra sayakan, ” Tulis sebanyak banyaknya”), maka sayapun harus tetep bisa menulis entah bagaimana caranya.

Solusi tercepat Baca lebih lanjut

‘Menunggu’ shalat Jum’at

Loh kok menunggu shalat Jum’at. “Menunggu” Iya saat ini saya yang menunggu. Kalau biasanya pekerjaan yang ‘menunggu’ saya untuk mengerjakan. Sekarang gantian. Bukan ‘shalat jum’at’nya yang menunggu saya untuk saya tunaikan. Tetapi sayalah yang harus menunggu waktu shalat jum’at.

Shalat jum’at memang harus dikerjakan tepat waktu. Tidak boleh terlambat dan juga tidak boleh ditunda. Pokoknya waktunya ya … Waktu shalat Jum’at he he he

Kalau sampai terlambat trus siapa yang mau jadi khatib dan imamnya. Memang bisa shalat jum’at dikerjakan sendirian. Shalat Jum’at harus berjama’ah

[ iya iya anak TK juga tau dah … ]

Alhamdullah … ya Allah masih engkau karuniai kepadaku kesadaran dan kemudahan untuk mengerjakan apa apa yang kamu titahkan. Semoga engkau menjagaku untuk senantiasa patuh dan melindungiku dari godaan syetan yang terkutuk

Avatar Baru

Halo selamat pagi,

pagi ini saya mengganti avatar saya dengan :

he he he Doraemon, siapa sih yang ngga bakalan jadi malas bila punya sahabat seperti.

[ Wahhhh , Novita Novita … jangan trus dijadikan pembenar tho ]

Ngga kok … ngga juga … kadang kadang aku masih berolah raga kok. Buktinya …

Baca lebih lanjut

Dianggap Bodoh atau Dianggap Pinter : Pilih mana?

Pernah ngga suatu kali kita merasa bahwa kita tak dianggap punya kompetensi? Atau malahan dilingkungan anda tidak ada yang pernah meragukan kemampuan anda ( dalam segala bidang ) ?

Kira kira dari asumsi asumsi tersebut enak yang mana ?

Siapa yang pernah mendapati orang orang yang melihat anda sebagai orang yang super smart, dengan kompetensi yang luas. Kemudian orang orang disekitar anda memberikan banyak kepercayaan kepada anda. Menaruh banyak harapan yang berlebihan.

Seneng ya kalau kejadianya demikian? Atau malah senep?

***

Barangkali Baca lebih lanjut

Beri seseorang ikan …

Beri seseorang ikan maka kamu memberi makan pada hari itu, ajari ia memancing maka kamu telah memberi makan selamanya, ajari ia mengajari orang lain memancing maka kamu menghidupi banyak orang selamanya

Slogan tersebut saya taruh pada blog ponsel saya.

Saya senang dapat membantu orang lain dalam hal apa saja, dengan catatan : asal saya mempunyai cukup kesempatan ( waktu ) dan kompetensi ( kuasa ). Sama halnya ketika saya merasakan betapa penting bantuan orang lain dalam banyak aspek kehidupan saya.

Mengajari orang lain memancing adalah memberikan metode nya dan bukan ikanya. Dalam banyak hal, kita tidak serta merta dapat mengajari ‘mereka’ memancing. Akan begitu sia sia mengajari orang orang yang sangat ‘kelaparan’ untuk memancing. Pilihan terbaik kita akan jatuh pada memberi ikan dahulu. Kemudian setelah kesehatanya membaik, mempunyai kekuatan ( kehendak ) kita ajari mereka untuk memancing. Tantangan kita adalah menentukan titik ( waktu ) dimana orang tersebut benar benar mampu untuk belajar memancing dan kapan kita harus berhenti memberi ikan.

Pewaktuan yang kurang Baca lebih lanjut

Threat U w/ dignity

herSMS : Mas, tau Wajak, Sangiran, Mojokerto … ada di Propinsi mana? mkc

mySMS : Wah aku belum pernah kesana, tapi mungkin prop Jatim

herSMS : ngga, kok, cuman mow bikin peta sejarah

Iya … saya sih tau kalau maksud pertanyaanya berkaitan dengan sejarah, anak SMP kelas VII pun secara autopilot akan menunjuk ketempat tempat dimana manusia purba pertama kali ditemukan di P Jawa. Hanya saja aku ingin memperlakukan kamu sebagaimana ‘seharusnya’ anak anak kelas X.

Kamu boleh boleh saja menjadi kecewa karena jawabanku itu. I just wanna threat U w/ dignity

Happily Unmarried

Dorian Solot is executive director of The Alternatives to Marriage Project, a non-profit organization that advocates for fair treatment of unmarried people.She and her partner, Marshall Miller, have been in a committed relationship for nine years. Their book, Unmarried to Each Other: The Essential Guide to Living Together and Staying Together will be published this fall.

Solot spoke with Discovery Health Online about the growing appeal of the unmarried movement among Americans.

Q: Is there a trend showing that a growing number of men and women are choosing to stay single?
A: It’s true that the percentage of Americans who aren’t married has been increasing since about 1960, but the rate of “singlehood” is by no means unprecedented. According to the U.S. Census Bureau, a higher percentage of women are unmarried (48 percent) than men (44 percent). Most unmarried people would like to be married, but haven’t found the right person yet, or know that the time isn’t right. Many others are happily single, or in long-term unmarried relationships. People are delaying marriage more, but the change isn’t as dramatic as most people think. The average age at marriage dropped artificially low in the 1950s and 1960s — men were marrying at 23, and women at 20. In 1998, it was only slightly higher, 27 for men and 25 for women. Baca lebih lanjut

minimal 8,5 ( nilai UNAS )

Saya tadi sempat ketemu sama adik saya, Sigit.

Gimana UNAS kemarin?”, “Berapa prediksi nilai kamu?”
Matematik nya mayan berat, tapi min aku dapet 8,5 atau 9. minimal
Dan B Indonesia, 9.0 lah minimal

Saya senang mendapat jawaban optimis seperti itu. Rasanya susah ngedapatin jawaban optimis dari anak anak SMA. Tapi Sigit memberikanya.

Paling tidak pagi tadi saya mendapati jawaban yang berbeda dari Detri

[ Optimis ya Det … Ya, mesti optimis dong, biasanya optimisme membawa dampat yang jauh lebih positif ]

***
Sejak jauh jauh hari memang Sigit terbiasa mengungkapkan hal hal sedemikian optimis dengan saya. Boleh saja orang lain menafsirkan berbeda. Tetapi menurut saya hal itu bisa menjadikan semacam kontrak sosial. Jadi apabila orang merasa mempunyai kontrak sosial, dia akan berusaha bagaimana caranya untuk memberikan / mendapatkan apa yang telah ia janjikan.

Malu dong … ( kalau tidak menjadikan apa yang dijanjikan )

Selamat Unas saja kepada adik adik sekalian Semoga kalian mendapatkan yang terbaik bagi anda dan
SELAMAT PAGI

Harga sebuah Pengalaman (kegagalan)

Ngomong ngomong tentang pengalaman, ehm pengalaman ya? Kegagalan. Apa itu kegagalan

[ uih … malu ya ngomongin kegagalan, ya udah, malu nya ditunda, kalau udah ditekan tombol ‘terbitkan’ baru boleh merasa malu ]

Apalagi kalau ngomong tentang gagal, pasti yang ini lebih akrab dengan diriku ( bukan dirimu atau dirinya loh ) Jujur, dalam setiap 10 kali mencoba, satu satunya yang bisa dipastikan adalah peluang gagal yang lebih besar dan atau harus mencoba untuk yang ke 12 atau ke 17 . Dan sampai percobaan terakhir sering kali hasilnya masih nihil. Kalau sudah seperti ini …. ? Baca lebih lanjut