Karmic Koala : Lebih efisienkan?

Untuk menggantikan Jaunty pada laptop yang trouble gara gara saya men tweak driver intel video card, kemarin saya menginstallkan Karmic Koala (ubuntu 9.10) yang saya unduh dari http://cdimage.ubuntu.com/daily-live/current/ , kalau sekarang anda ingin mendownload tidaklah harus dari site itu karena sudah banyak tersedia di mirror morror lokal.

Performa Karmic Koala

Bagi saya, performa Koala ini bagus mengobati kekecewaan saya dengan kerusakan yang terjadi pada Jaunty. Bisa jadi peningkatan performa yang mengesankan pada laptop saya adalah karena pemaketan driver yang lebih baik untuk driver kartu grafik keluaran intel.

Bagaimana? Apa anda juga tertarik untuk menginstall Karmc Koala? Saat ini saya sedang mengkostumisasi Koala saya sesuai dengan kebutuhan computing untuk menopang kehidupan sehari – hari.

Aman mempartisi dengan Parted Magic

partedmagic

Bagi saya memodifikasi suatu partisi hardisk yang mana telah terinstall suatu OS bukanlah perkara mudah. Perubahan ukuran partisi ini saya ingini karena dalam partisi utama ubuntu saya sudah terlalu penuh, laptop terinstall dua SO, ubuntu dan jendela**, memang ketika dulu saya menginstall tidak terlalu banyak pertimbangan mengenahi urusan ukuran partisi ini. Yang pada gilirannya menyisakan masalah.

Saya ingin menyelesaikan masalah partisi ini. Kalau bisa dengan dampak sekecil mungkin. Resiko akan macet nya kedua SO sebisa mungkin berusaha saya hindari karena bagi saya merupakan suatu petaka.

Saat itu tidak mudah bagi saya untuk mengambil keputusan mengenai bagaimana saya akan mempartisi, tool apa yang akan saya gunakan, dan banyak pertimbangan lain. Saya memulai dari belajar dengan pengalaman Paman Google, ingin mengetahui sejauh mana root partition, boot sector, ubuntu dan windows, gparted dan lain lain. Tidak luput dari sasaran curhat saya adalah id-ubuntu, mailing list ubuntu indonesia.

Beruntung bagi saya, karena di id-ubuntu, banyak mendapati banyak masukan, dan sharing pengalaman dengan komunitas disana. Sampai saya mendapati rekomendasi dari Mas Bayu Albelly untuk menggunakan Parted Magic yang dapat di unduh di http://sourceforge.net/projects/partedmagic/ .

Dan fyiiii akhirnya, Partedmagic bekerja sepenuhnya untuk saya.

Gambar saya ambil dengan ponsel, meski Partedmagic menyediakan fasilitas untuk screen capture. Yang karena rasa tidak sabar yang ingin segera melihat apakah pem-partisi-an dapat bekerja dengan baik sampai sampai saya tidak cukup sabar untuk menjajal fitur fitur dari Partedmagic ini.

Opera 10 on uBuntu 9.04

Kesan yang muncul saat pertama kali menjalankan Opera 10 di mesin ubuntu 9.04 adalah tampilan yang ciamik. Benar, saya tidak bohong. Desain tab yang baru ini membuat menjadi susah bagi mata saya untuk tidak jatuh cinta. Bagi saya penampilan Opera 10 merupakan yang paling sedap dipandang sejak rilis terdahulu Opera browser, bahkan dibanding dengan browser browser kondang seperti Firefox 3.5 dan Safari 4.0 sekalipun.

opera10

Cukup terasa, peningkatan kecepatan yang disajikan versi 10 ini dibanding pendahulunya, Opera 9.0. Memang saya belum mencoba membandingkan dengan performa Safari 4.0, Firefox 3.5 atau pun dengan browser manapun.

Sepertinya, selain tampilan sexy, fitur andalan v 10 adalah “Turbo”. Dimana fitur ini telah lebih dulu sukses menggawangi Operamini menjadi raja diraja dalam ranah browser ponsel yang mendukung java. Fitur ini utamanya bermanfaat bagi netter dengan bandwidth pas pasan. Sama seperti versi Opera mini, Turbo merupakan transparent proxy yang akan mengkompress data dari website yang kita request agar proses transfernya kompromostik dengan kemiskinan jalur data ke internet tadi.

Saat ini, ketika saya sedang terhubung ke internet dengan sambungan broadband, dan iseng mengaktifkan fitur turbo, dengan nyaman situs rich content seperti facebook, plurk, twitter dan wordpress dashboard dapat saya selusuri dengan mulus. Mudah mudahan kemulusan browsing menggunakan fitur Turbo juga berlaku ketika saya sedang menggunakan sambungan gprs ke internet.

Kendala, ya, kendala memang ada. Pertama kali yang saya temui adalah kegagalan mengunggah gambar gambar ke facebook menggunakan java uploader, teks input sering kali macet, dan taukah anda bahwa saya mengulang posting ini beberapa kali karena tiba tiba selama pengetikan tadi teks yang saya buat tiba tiba hilang dan editor macet tak bisa di apa apakan, fitur chat dalam yahoo mail yang tidak muncul,–kalau chat melalui webmessenger sebenarnya bukan masalah. Memang saya belum bisa memastikan dimana letak permasalahan dari sedikit kejadian yang mengendala ini. Bisa jadi Opera 10 nya, bisa juga terjadi karena Sistem Operasi Linux ubuntu Jaunty Jackalope.

Apakah anda sudah mencoba menggunakan Opera 10? Bagaimana pengalaman anda menggunakan browser ini?

Useful Shortcut to Ease the Work with gnome

Dalam banyak hal, memintas, perbuatan mengambil jalan pintas dipercayai sebagai sesuatu yang tidak baik atau membawa dampak jangka panjang yang buruk. Orang jawa bahkan menyebutnya “nasak” dan ada unen unen berbahasa Jawa “Dadi uwong ojo seneng tumindak nasak“.

Namun demikian, saya pikir, mencoba untuk menggunakan jalan pintas atau shortcut dalam bekerja dengan gnome tidaklah masalah. Percayalah dengan kata kata saya ini.

Baru saja oleh mbah Surip eh Google, saya di referensikan link berikut http://www.novell.com/coolsolutions/tip/2289.html , dari pada saya menunjuk sebelah kanan bawah working desktop untuk berpindah antar desktop pada uBuntu. Dan memang betul, berpindah antar desktop dan windows dengan menyeberangi shortcut sangatlah menghemat waktu.

Hanya menurut pengalaman pribadi saya, yang sedikit kurang terbiasa adalah bahwa saya harus mulai membiasakan menekan bersamaan tombol Ctrl+Alt dengan jemari tangan kanan. Selama ini saya terbiasa menggunakan jari jari tangan kiri. Ya sudah kalau memang demikian maka biarkan giliran jari  tangan kanan saya berlatih … 🙂

Anda penasaran ingin mencoba; silahkan klik link berikut :

http://www.novell.com/coolsolutions/tip/2289.html

Memulihkan uBuntu bootloader

Tadi pagi saya sempat merasa celaka akan kehilangan instalasi ubuntu saya dan kemudian harus menginstall dan men set dari awal lagi. Hal itu berawal ketika saya mengubah default boot nya ke Windows dan lupa mengganti angka time out. Angka time out ini dulunya saya ganti menjadi 0 agar boot menjadi lebih gegas.

Ada beberapa aplikasi yang hanya bisa dijalankan di Windows. Itu tadi mengapa saya melakukan itu. Dan ketika saya me reboot laptop untuk ke ubuntu lagi, ternyata sudah tidak bisa.

Saya sempat pusing juga.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meng install ulang Windows, saya berpikir untuk mencoba beberapa alternatif. Diantaranya ingin melakukan sesuatu dengan file menu.lst di bootloader. Saya mengambil flash disk yang dulu saya gunakan untuk menginstalasi dan memboot secara live. Ternyata file menu.lst dapat dengan mudah saya temukan dan edit secara manual.

Dengan beberapa perubahan akhirnya saya dapat lagi mem boot ke ubuntu 9.04. Horeeee …

Penasaran dan intepretasi informasi …

Banyak orang suka menjadi penasaran. Dan banyak orang jengkel di buat penasaran. Sudah watak dasar saya, kalau suka dengan hal hal kepenasaran. Namun pada dasarnya saya  lebih suka membuat orang lain (jengkel) penasaran.

Penasaran menurut saya merupakan permainan informasi. Orang berusaha menangkap aliran data  yang sering kali tidak lengkap dan mentranslasikan menjadi suatu informasi yang bagi dia mudah di mengerti. Dalam usaha pengintepretasian ini, orang menggunakan teknik menduga duga atau menebak nebak untuk memperoleh informasi sebagai kompensasi atas ketidak sempurnaan aliran data terkirimkan.

Dalam hal ini, keakuratan pekerjaan interpreter ditentukan oleh kualitas/kelengkapan aliran data (1), keterampilan dan pengetahuan si interpreter (2) dan keberuntungan (3). Keberuntungan, karena dalam banyak kesempatan pengambilan keputusan teknik gambling tetap sering dipakai.

Bagi saya, menjadi menariknya adalah kerap tidak akuratnya permainan menduga duga. Terlalu mudah dalam menebak atau melakukan sesuatu bagi saya tidak ada menariknya. Kesalahan dan gagal  itu dinamis. Namun pernyataan ini bukan untuk men-justifikasi sering tidak sukses nya saya dalam melakukan sesuatu.

Saat ini saya sedang menikmati menebak nebak dalam menggunakan komputer yang language nya saya set ke bahasa yang tidak tahu, bahkan menbaca font -nya saja tidak bisa, yaitu bahasa Jepang.

Japan_View

GeForce 7200 mulus di uBuntu JJ

Saya tidak mengira kalau menambahkan Graphic Card di uBuntu JJ sangat mudah. Kemarin, untuk Desktop yang dulu sedikit bermasalah dengan instalasi uBuntu karena kendala Graphic Card yang tidak cukup memenuhi syarat untuk menampilkan kecantikan desktop Gnome di uBuntu, saya mengeluarkan uang 300 an ribu untuk sebuah Graphic Card PCI Express Low End dengan chipset nVidia 7200.

Untuk  mempermudah pemasangan, saya sudah membayangkan yang rumit rumit dan berprasangka buruk akan sulitnya menambahkan hardware baru dalam mesin linux, saya menyambungkan lebih dulu komputer ini  dengan internet dan komputer lain agar mudah untuk googling googling.

Ok, Graphic Card terpasang. Dengan tidak sabar mesin segera saya hidupkan. Desktop Menyala. Resolusi saya setting. 1024 768 px 60 Hz.

Mudah sekali. Dan tidak diperlukan update yang macam macam. Uang 300 ribuan memang smart.

Urusan untuk mengoptimalisasi kinerja si nVidia ini belakangan saja. Termasuk mengaktivasi accelerator Open GL dan mencoba coba S Video Output dan HDMI untuk second monitor. Yang penting sekarang saya dapat mulai mempekerjakan mesin  uBuntu ini untuk nge blog dan rutinitas harian.

Jaunty Jacka on Leppie

Lets the picture talks with its own languageDSC02307

Bingung := Pilih uBuntu atau Open SUSE?

Saya sedang kesengsem pingin menginstall linux pada laptop saya. Sejak kemarin saya sudah browsing, melihat lihat dan mencari tahu tentang kompatibilitas dan kelengkapan paket dari kedua distro tersebut yang compact dengan kebutuhan computing saya. Laptop saya adalag Acer TravelMate 6291, dengan processor intel core 2 duo centrino, RAM 512 MB, WiLAN intel pro wireless 3945 ABG, Graphic Card : Mobile intel(R) 945GM. Sedangkan untuk koneksi ke internet saya menggunakan telkomsel flash unlimited dengan Sony ericsson W sebagai modem nya

Mengenai aplikasi yang pingin saya jalankan, diantaranya adalah Open Office, Gimp, Web Aplication, Pidgin, Media Player dan beberapa aplikasi pendukung.

Sementara pilihan saya mengerucut pada Open Suse 11 dan uBuntu 8.  i386. Yah itu juga karena dukungan dan usulan dari teman teman netter disini.

Ada yang bisa berbagi ide dengan saya mengenai distro linux yang jodoh dengan spek dan kebutuhan computing saya? [ atau saya harus shalat istikharoh dulu … :)) ]