Google: What Do You Love

Kalau anda pernah bingung ditanya tentang suatu ketertarikan atau minat atau apa saja yang menarik untuk saya sukai, artinya saya tidak sendirian.

Kesulitan menjawab pertanyaan itu saya percayai dialami oleh banyak orang. Itulah barangkali sebabnya Google membuat tool ini. Google What do you love. Baca sendiri cerita dari pencetus ide tool google what do you love di link berikut:  Baca lebih lanjut

Gmail Web Menyebalkan

Bukan karena server  down atau kiriman email terlambat sampai tujuan. Tapi bagaimana Gmail web meremehkan kemampuan berhitung seorang user tiap kali untuk pertama kali dalam satu hari akan mengirim email. Apa Gmail pikir user itu sebegitu begonya hingga tiap mau mengirim email harus dipaksa berlatih berhitung.

Membuang – buang waktu saja. Saya membaca email beberapa detik. Mengetik balasan yang berisi beberapa kata dalam beberapa detik. Tapi sebelum bisa menekan tombol send kok malah masih harus melewatkan beberapa detik lagi untuk menjawab hitung – hitungan.

Apakah Gmail sebegitu pedenya berpikir orang akan tetap menggunakan layanan web mailnya sehingga ia dengan arogan memperpanjang prosedur pengiriman email. Kalau terus – terusan seperti ini kok rasanya saya ingin berlari ke email client saja, huft.

Apakah Gmail web memperlakukan anda sebagaimana ia memperlakukan saya? Jangan – jangan saya doang yang dianggap bego hitung – hitungan? 😦

Google+ tempat nge-junk tambah satu lagi

Tidak mau menyia – nyiakan trend social media yang marak sampai ke pelosok – pelosok kampung di negeri ketiga dan keempat, kini google ikut berebut kue yang telah selama beberapa tahun dinikmati oleh Facebook dan Twitter. Google menggunakan pisau baru bernama Google+ untuk mengiris porsi kue sebanyak yang ia suka.

Silakan baca di link berikut untuk tahu lebih detil terkait Google+ :

http://googleblog.blogspot.com/2011/06/introducing-google-project-real-life.html

Dalam setiap peluncuran produk – produk barunya, boleh dibilang Google cukup pelit. Atau ini memang strategi mereka? Untuk mencicipi layanan jejaring sosial Google+ ini kita harus mendapatkan undangan/invitasi terlebih dulu. Bagi yang pernah mendaftar google wave dan gmail versi beta, persis seperti itu mekanisme registrasi yang diberlakukan Google.

Untuk mendapatkan invitasi Google+ bisa mengisi form di link https://services.google.com/fb/forms/googleplusenuk/ , tapi sayang sekali apa yang tadi pagi saya coba sampai sekarang belum mendapatkan respon apa – apa. Apalagi invitasi.

Tidak cukup sabar menunggu invitasi official, saya tadi meminta di-invite oleh mas Sastrodiwiryo. Ternyata invitasi dari Mas Sastrodiwiryo langsung sampai di inbox gmail saya. Proses registrasi tinggal klak klik dari email invitasi. Tidak terasa apa saja tadi yang harus saya isikan. Pokoknya mudah sekali.

Google+

Google+

Baca lebih lanjut

Seberapa Sering Menggunakan Google Mobile?

Dokter memberikan beberapa obat setelah memeriksa apa penyakit yang kita keluhkan. Dokter memberitahu cara pakai obat – obatan yang diberikan kepada kita sebagai pasien. Misalnya obat yang ini 2 x sehari 1 tablet setelah makan. Sirup ini diminum satu jam sebelum makan. Tanpa memberi penjelasan apa fungsi masing – masing obat. Pemberian obat oleh dokter setelah pemeriksaan ini disebut self dispensing. Hal ini lumrah terjadi bila kita berobat ke Puskesmas, dokter praktek swasta dan klinik – klinik di daerah dimana saya tinggal.

Berbeda dengan kalau kita berobat ke Rumah Sakit yang lebih besar. Biasanya setelah pemeriksaan, dokter memberikan resep obat untuk bisa dibeli di Apotek manapun. Ketika kita membeli resep obat di Apotek, maka Apoteker atau petugas di Apotek akan menjelaskan kepada kita aturan pakai masing – masing obat beserta fungsi/khasiat dari obat – obat itu. Misalnya, ini adalah paracetamol untuk meredakan rasa nyeri dan menurunkan demam. Ini adalah Amoxilin, antibiotik untuk membunuh pathogen dan bibit bibit penyakit di dalam tubuh dan harus diminum sampai habis. Baca lebih lanjut

Apa sih Fungsi Page Rank?

Beberapa waktu yang lalu, sudah lama sih, diberi tahu teman saya akan pentingnya PR. Page Rank,  Goolgle Page Rank. Penting dalam artian untuk mengukur kualitas suatu web atau blog dari kacamata Google. Sehingga diharapkan makin bagus Google menilai, maka web atau blog kita akan makin ramai pengunjung.

Cara menge-check page rank, menurut teman saya itu, dengan menggunakan http://prchecker.info. Mulanya saya tidak tertarik. Dan sampai sekarang belum sangat tertarik untuk menggenjot traffic ke blog – blog saya dengan mengandalkan referral dari Google. Saya belum bisa menulis konten yang baik. Jadi saya pikir orang belum tentu suka dengan konten saya. Blog saya kan hanya meng-online-kan buku harian saja.

Kembali pada pertanyaan saya. Apa fungsi PR? Apa makin tinggi angka PR yang ditunjukan akan membuat isi blog saya makin mudah ditelusuri Google. Apa PR yang tinggi salah satunya karena volume traffic? Baca lebih lanjut

Gmail Selalu Bisa Memaksa

Mengapa saya beberapa tahun lalu tergoda berpindah layanan email dari Yahoo.com ke Gmail adalah fitur POP/IMAP yang diberikan secara cuma – cuma. Fitur serupa pada Yahoo dipaketkan dalam layanan berbayar. Yahoo yang sejak saat itu sudah menawarkan kapasitas mailbox unlimited tidak saya lihat cukup seksi. Sekitar 6 Gb kapasitas mailbox yang diberikan Google Mail saya rasa cukup. Meski kemudian saya rasa tidak akan cukup lagi untuk beberapa tahun ke depan.

Dengan fitur POP/IMAP ini harapanya, saya tidak perlu untuk membuka browser hanya untuk membaca dan mengirim email. Maklum pada saat itu internet saya belum sebaik sekarang. Meskipun sekarang tetep saja saya rasa kurang wus wussssss. Fitur POP/IMAP pada saat itu memungkinkan saya bisa membuka email melalui handphone. Sekarang Blackberry hampir bisa membuka semua email tanpa embel embel POP/IMAP enable sekalipun.

Barangkali Gmail memang lebih banyak mendapatkan keuntungan dari iklan – iklan yang dipajang pada tiap – tiap layananya dari pengguna layanan berbayar mereka. Google tidak kurang akal untuk “memaksa” user untuk melihat iklan pada web service mereka dengan tetap memberikan gratis semua layanan POP/IMAP pada gmail. Dengan Email Client yang sudah tersetting rapi pun saya mengalami sendiri gatal gatal bila belum membuka Gmail web. Baca lebih lanjut

Grogol Paliyan, Google Makin Tahu Saja

Grogol adalah desa dimana saya tinggal. Sedangkan Paliyan adalah Kecamatan dimana desa dimana saya tinggal berada. Tanpa banyak tanya pun pasti sudah pada tahu kalau desa ini sangatlah pelosok 😀

Saya pertama kali mengecek eksistensi desa dimana saya tinggal pada tanggal 6 Juli 2008 dan google tanpa malu – malu menunjukan angka 905 item yang berkaitan. Lumayan. Tidak amat teramat sangat katrok. Dulu pencarian saya itu saya posting di sini :  https://jarwadi.wordpress.com/2008/06/06/grogol-paliyan/

Dan pada hari ini, saya mengetikan kata kunci yang sama pada google dan mendapatkan sodoran :

Desa Grogol Menurut Google

Desa Grogol Menurut Google

Nah, kalau anda ingin mengecek sendiri silakan klik :

http://www.google.com/search?client=ubuntu&channel=fs&q=grogol+paliyan&ie=utf-8&oe=utf-8

Mau, spesifik dusun dimana saya tinggal :

Karangmojo b Menurut Google

Karangmojo b Menurut Google

Google Instant View

Google Search Instant View

Google Search Instant View

Kehadiran fitur Google Instant View yang baru sempat saya coba pagi ini, rasanya mengejutkan. Saya memang telah jauh ketinggalan kereta karena akhir – akhir ini jarang googling via desktop/lapotop. Terlalu sering terpaksa menggunakan ponsel untuk keperluan ini.

Saya pikir merupakan berkah bagi saya yang sering merasa tertipu dan ngambek dengan olah praktisi SEO yang berulah menjadilkan relevansi pencarian google jadi tidak berkualitas. Sekarang saya bisa mem preview petunjuk mbah google  secara instant sebelum meluncur ke tujuan.:D

Alamat IP Cantik, 8.8.8.8

Alamat IP siapa lagi kalau bukan milik DNS Server Google. Pagi ini baru saja membuktikan betapa menguntungkannya sebuah alamat IP cantik. Ceritanya, DHCP server di tempat bekerja teman saya telah gagal meminjamkan seperangkat alamat IP pada komputer yang ingin saya pakai buat nge-net. Kemudian teman saya itu memberi tahu kepada range alamat IP yang bisa dipakai. Sayangnya dia tidak tahu/tidak ingat alamat IP gateway dan DNS.

Tidak kenapa. Setelah mencoba – coba, sebuah router bisa diketahui alamat IP nya. Coba – coba selanjutnya adalah DNS. Dan langsung teringat dengan nomor cantik 8.8.8.8. Avda Kadabra …

Apakah posting ini bisa dibaca dari perangkat browsing Anda?