I want to writing now and forever

I want to writing now and forever

Tulisan diatas saya baca di Kedaulatan Rakyat, merupakan tema dari workshop ( semacam workshop ) penulisan yang dilaksanakan oleh suatu Fakultas di Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ).

I want to writing now and forever, workshop penulisan kok menulis tema saja lucu, atau sekarang sudah ada aturan baru dalam English Grammar ( mungkin tandingan dari Oxford English atau Cambrigde english Dictionary ) sehingga ada verb + ing setelah kata want to …

Jangan berprasangka buruk donk, mungkin saja UNY sedang mengadakan workshop penulisan H U M O R

[ Ngaka lah ]

Guten Morgan …

joke@rdasia.com

LAUGHTER

A couple of friends were flying to Rome for a holiday. An hour into the trip, the flight attendant came on the intercom and said, “The pilot has just informed me that we’ve lost an engine. There’s no need for alarm, though. We have three engines left, and we’ll just be an hour late.”

About another hour into the flight she made another announcement. ”We’ve lost another engine. Don’t worry. We still have two more, but we’ll be another hour late.”

One guy turned to his friend and said, ”Man, if we lose the other two engines, we’ll be up here all day.”

Sudah lama ngga mengunjungi web ini. Ketika kepala sedang bunek, Joke is the best medicine. Silahkan mencoba resep sehat diatas … he he he

ps : www.rdasia.com

Citizen Jurnalisme

Citizen Jurnalisme. …? Jurnalisme masyarakat … Bener seperti itu ngga ya artinya? Walaupun ngga sepenuhnya benar mudah mudah sudah sedikit mendekati. Habis saya bukan pakar sih.

Menyebarkan informasi merupakan hak kita semua. Sama halnya hak untuk mendapatkan informasi. Semua orang kan mempunyi informasi penting, cuman karena definisi penting itu bisa relatif tergantung siapa yang mentafsirkanya. Berita mengenai matinya anjing tetangga bisa jadi tidak kalah pentingnya dengan hebohnya pemberitaan tentang seorang pakar yang menonjok blogger sebagai orang orang dibalik deface situs Menkominfo ( kalau ngga salah ) he he he

Tapi coba tanyakan kepada orang yang sebulan yang lalu ( dan orang orang lain ) menjadi korban kegalakan anjing tersebut.

Ok lah Perseteruan di tubuh Partai Politik mejadi headline hari ini. Mungkin berita itu lebih menjual ( layak jual ). Prosedur pemberitaan Media ( konvensional ) terlalu berliku ( money market oriented ). Biarlah. Kita tidak perlu didikte oleh mereka. Mengapa kita tidak menerbitkan informasi kita dengan cara kita sendiri.

Sedikit (informasi) yang kita bagi ( melalui media BLOG ) semoga bermanfaat bagi sesama. Amiiin

Sebel tau ..

ce : “Sebel sebel, sebeeeel …”
co : kenapa sebel, ngomong dong
ce : ngga, ngga jadi, ngga penting tau ..
co : ngomong … dong, aku dengerin deh, dari tadi isinya sebel melulu, isi kacang ijo kek, atau  keju … he he he
ce : ngga penting. Titik.
co : gue kan udah bilang maw dengerin, ya udah kalau memang ngga penting
co : lagian banyak yang mesti kelar sore ini …

Cewe meninggalkan ruangan sambil memain mainkan kertas yang dibawanya yang entah kosong atau … ngga tauw. Ia berjalan pulang. Ia memandang ke depan, tak ada yang tau pasti didepan ada apa, kadang kekiri, tapi lebih banyak memandangi arah depan sana walau kadang kadang menunduk takut kalau kakinya terantuk batu batu yang berserakan dijalan yang tidak rata …
Mungkin dia ingin menengok kebelakang sekali saja, sayangnya keraguan menyuruhnya untuk terus berjalan pulang. Ia meraba sakunya, memeriksa ponsel disaku. Maksudnya? Takut ponselnya ketinggalan? Ngga tuh … Trus paan?
[ Ringtone Playing louder and louder ]
Buru buru ce mengambil ponsel dari saku celananya. Cepat cepat ia memeloti layar ponselnya. “Sebel sebeeeel …”, ternyata Rini yang melakukan panggilan. Tombol merah ( tolak telepon masuk ) menjadi korban perlakuan semena mena sore itu. “Rese loh rese”. Rupanya bukan panggilan yang dikehendaki. Ce berjalan selangkah atau dua barangkali. Sekali lagi dan sekali lagi ce meraba ponsel dalam saku celananya.

Baca lebih lanjut

Mengapa ngeBLOG ( … bagian 2 )

Dalam mengapa ngeBLOG bagian 1, alasan utama saya adalah untuk mendokumentasikan pengalaman saya, baik suka maupun suka banget sama … biar kalaupun 10 tahun atau 20 tahun lagi tidak ngeBLOG, jarwadi tetap ada bekasnya. Saya tidak perlu bercerita dengan anak cucu tentang masa lalu. Saya lebih suka berbicara tentang masa depan ( dan mimpi mimpi saya yang tidak kunjung menjadi kenyataan) Dan biar mereka mencarinya di Google

OK … alasan diatas tidak salah. Itu benar.

Saya ngeBLOG adalah untuk belajar. Saya belajar untuk menulis. Saya menulis untuk belajar. Dan mengungkapkan gagasan dan ide ide  saya. Menuliskan Informasi. Bukankanya tiap orang itu punya informasi. [ Aku juga punya loh … ]

Saya menulis di Blog ini bukan bertujuan untuk “sok” tahu. Alasan lain saya menulis adalah karena saya belum tahu ( dan ingin tahu), Makanya saya sering bertanya dalam tulisan tulisan saya. Dan lebih suka untuk tidak membuat kesimpulan sendiri. Saya adalah pembelajar. Saya sedang (ingin) belajar apa saja. Dari siapa saja makanya …

Walaupun belum banyak dilirik eh di klik orang, ada satu dua orang yang berkenan untuk memberikan kebaikan hatinya dengan memberikan ide dan informasi yang relevan di blog ini. Dari lubuk hati saya yang terdalam saya sungguh berterimakasih.

Kata Mantra dari Empu saya : Tulis sebanyak banyaknya …

Menulis lebih banyak artinya belajar lebih banyak, Eeeh Bener ngga ya?

[ Alasan ngeBLOG selanjutnya … masih saya cari cari … Dasar … Bisanya mencari cari alasan … ]

Hati – Hati dalam menulis

Ibu sering berpesan agar saya ber (hati hati). Dalam banyak hal. Mungkin Ibu Bapak atau orang orang yang per hati an dengan anda sering berpesan demikian.

Kalau kamu ingin menulis, maka menulislah dengan hati!.

Menulis dengan hati, mana bisa? Gimana caranya? Sejak kecil aku belajar menulis dengan tangan ( tangan kanan –bahkan begitu kesulitan misal menulis dengan tangan kiri )

Bicaralah dengan hati!

Bicara dengan hati, kalau toh aku mencoba berbicara dengan hati mana bisa kamu mendengarnya, karena aku saja tidak bisa mendengarkan … ( suara hatiku.)

Kalau kamu ingin mengerjakan sesuatu maka kerjakan sepenuh hati!

Maksud loh … Mengapa semua harus serba hati? Mengapa harus berhati hati. Apa yah …

[ Saya pusing untuk menulisnya ( kalau harus dengan hati ), saya melakukan sebisanya. Rintik gerimis menyejukan hawa pagi ini — Selamat Pagi ]

Sudah (ber)mimpikah Anda malam ini?

Bermimpilah! (dan) Jangan takut untuk bermimpi. Kenapa memang?

Dunia mimpi adalah dunia (serba) gratis. Setelah (mimpi) makan di Mc D kita tidak perlu bayar [ Asyiiik ]. Setelah (mimpi) naik bus kita tidak perlu bayar. Setelah (mimpi) …. ngga ada yang akan tanya “Siapa bapaku?”. Misalkan kejadianya bukan didunia mimpi? Gratiskah?

Dunia mimpi adalah dunia masa depan. Peradaban kita sekarang adalah mimpi nenek moyang kita. Baju yang kita pakai merupakan produk mimpi para desainer. [ Republik mimpi adalah acara talk show diii (mana ya … lupa) TV. Kita tidak akan lahir kalau papa mama kita tidak bermimpi

Kemudian apakah ( siapakah ) yang akan lahir dari mimpi kita?

Sudah mimpikah Anda malam ini? 🙂

Jawaban Hitam Putih

ce : Mas, aku mau tanya … tapi jawab ya … jujur

co : Ya kenapa sih?

ce : Mas pernah bilang kalau hitam mau dibilang hitam, kalau putih ya putih

co : Trus …

ce : Janji ya … jawab dengan Hitam Putih

co : OK kalau hitam ya hitam, putih ya putih tapi …

ce : Kenapa? [ Dengan muka cemberut ]

co : Kalau faktanya abu abu mungkin akan dicari pendekatanya ke hitam atau cenderung putih

co : dan ….

Hi hi hi, memangnya dunia ini bisa dengan mudahnya disederhanakan menjadi hitam putih saja. Bagaimana kalau ternyata abu abu, ungu, cokelat. Aneh ya ce (manusia) ini, kadang menginginkan sesuatu lebih berwarna, kadang ingin sesuatu se pragmatis HITAM PUTIH.

ce : Kamu … aku?  Ya/Tidak

co : ….

The Artefact of me

mas-sujar-copy.jpg

The left Artefact of me … lol

Boleh minta SMS nya ngga?

Siang yang panas … Ade naik Bus Jurusan Wono Adi, naik dari terminal bus Umbulharjo, Yogyakarta. Mata Ade melirik kiri kanan, clingak clinguk, ke kursi kursi yang belum terisi penumpang. Lama ia masih juga belum duduk [ Apa yang dicari ya ]

Seorang cewe yang duduk sendirian di jok tengah bus rupanya tertangkap juga oleh mata Ade. Pikirnya mayan juga tuh Cewe. Tanpa pikir panjang Ade segera mengambil tempat duduk bersebelahan dengan tuh cewe. Mayan, paling tidak duduk dekat cewe bisa mengurangi gerah dipanasnya bus Antar Kota siang ini. [ Dasar mata keranjang ]

Entah nervous atau kepanasan, yang jelas Ade ngga banyak bicara. Sesekali ia mlirik cewe yang duduk disebelahnya. Sebentar saja. Daaah. Takut ketahuan. Tanpa ia sadari bus yang ia tumpangi sudah meninggalkan terminal bahkan sudah keluar ring road timur. ( Ketandan )

Titit titit, Hape cewe disebelah Ade berbunyi, mungkin ada SMS masuk. Ade melirik ke tuh cewe, memastikan bahwa yang dilakukan si cewe adalah baca SMS yang di terima barusan ( bukanya memastikan bahwa wajah si cewe bener2 cakep )  

Misalkan mau jujur, Ade pengin minta no HaPe tuh cewe, tapi ia mikir gimana ya caranya, masa nanya langsung, bodo banget, ga kreatif. Ade mulai memutar otak. Lama …

[ searching idea in progress ….. Loading ]

“Eh … em em mba .. mbak bisa bantu aku ga?”

[ grogi ya De, kok … ]

“Kenapa mas, kalau bisa …”

“Boleh ga minta satu SMS … soalnya aku perlu dijemput sama adiku di halte sXXX”

***

Si cewe terdiam.

Tau ngga apa yang terjadi di kepala Ade, dia berpikir seandaiya si cewe ngga mau ngasih SMS akan betapa malunya, dasar tak tau malu. Tapi ngga apa pa, paling tidak sudah ada inisiatif, kalau pun ngga jalan itu urusan lain. Lebih baik mencoba dan gagal dari pada tidak pernah mencoba … Hati Ade  dag dig dug menunggu jawaban si cewe …. Baca lebih lanjut