Video Player Terbaik Di ASUS ZenPad 7

zenpadLiburan akhir tahun kali ini ingin lebih banyak saya nikmati di rumah saja. Alasan saya? Karena seperti yang sudah-sudah Jogja dan sekitarnya macet dimana-mana, tempat-tempat yang enak ditumpahi wisatawan dari beragam asal. Bagi saya ini tidak asyik dan hitung-hitung memberi kesempatan kepada oranglain yang belum menikmati Jogja. Alasan saya yang lain? Saya belum sepenuhnya sehat.

Jadi …? Saya menikmati santai di rumah saja. Saya sudah menyiapkan beberapa film untuk saya tonton sambil tiduran. Masih ingat cerita saya yang ini? Nah, ulam tiba ketika dipucuk mulai ada cinta. Pekan ini tiba di meja saya sebuah tablet keren dari ASUS, yaitu Zenpad 7.0. Ini pasti asyik banget buat santai nonton film-film yang sudah saya siapkan. Apalagi oleh ASUS juga sudah disertakan sebuah Audio Cover terteknologi Dolby DTS.

Tanpa berpikir panjang, saya pun melakukan set up secara cepat, kemudian menyalin file-file film ke dalam tablet ini. Eh sebelumnya saya membelikan tablet ini sebuah SD Card Trancend class 10 sebesar 32 GB. Tidak perlu lama untuk menyalin beberapa film yang masing-masingnya berukuran kira-kira 1 GB. Iya 1 GB, ini file untuk film-film beresolusi HD (1280p) dan setidaknya SD (720p). Baca lebih lanjut

Notting Hill, A Romance Comedy, A Pain Killer

notting hill

Adalah William Thacker, seorang pria malang yang tinggal di Notting Hill. Di kota kecil di Inggris ini Thacker berjualan buku travel secara kecil-kecilan di sebuah toko sebagai penyambung hidup. Dirasa belum cukup ia pun menyewakan sebagian apartemen yang ditinggalinya. Si pengontrak rupanya orangnya jorok, berantakan dan paling cupu sedunia.

Kehidupan pribadi Thacker sendiri memang  berantakan. Sahabat-sahabat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya juga sama-sama bisa dibilang mempunyai kehidupan pribadi yang sama-sama tidak sukses. Hidup Thacker seolah mendekati kiamat. Setelah ia diceraikan oleh istrinya tanpa alasan. Pacar yang ia cintaipun malah memilih menikah dengan sahabat Thacker sendiri. Ia kemudian lebih banyak menyendiri di toko bertemankan buku-buku yang tidak habis dibaca tiap hari.

His life changes when into his bookstore walks American Anna Scott, arguably the most famous and attractive movie actress in the world. Against the odds, Anna and William become friends with the possibility of romance between the two on the horizon. But the odds of moving their relationship to that final stage are still stacked against them as they live in two different worlds, Anna’s under constant public scrutiny of the gossip hungry press, who, along with the public at large, know that Anna is already in a personal relationship with equally famous movie actor, Jeff King.

Berat memahaminya sebagai sebuah kejaiban, Thacker mungkin lebih suka menyebut sebagai keanehan yang membawa galau dan takjub sekaligus. And odds thing. Sureal but nice.

****

Hujan masih menyisakan gerimis ketika tadi malam perut saya terus terasa nyeri. Bingung apa yang akan saya lakukan sambil menunggu obat yang saya minum bereaksi, saya pun tidur-tiduran saja. Biasanya perlu waktu sekitar satu jam setelah minum obat rasa nyeri dan melilit di perut ini mereda.

Saya pun meraih ponsel saya berharap dapat menggunakannya untuk membantu obat yang saya minum tadi meredakan rasa sakit. Ingat beberapa waktu lalu saya menyalin sebuah film yang saya minta dari seorang teman, saya pun mencoba memutarnya melalui layar kecil 5.5″ Asus Zenfone Selfie. Tentu saja tetap sambil tiduran dengan earpod tertancap di kedua telinga.

Ini adalah Notting Hill, film lama yang populer ketika saat itu saya masih remaja. Film ber-genre Romance Comedy beralur sederhana namun menghibur dengan akting yang luar biasa dari Julia Robert dan Hugh Grant dan sesuatu yang membawa saya bernostalgia dengan When You Say Nothing At All -nya Boyzone lengkap dengan setting yang dibawanya.

Saya tentu kali ini tidak perlu me-review Notting Hill. Akan tidak relewan bila kali ini saya mencela film yang sudah berusia 16 tahun namun kali ini tetap merasa terhibur dan enjoy menontonnya. Saya memang tertidur ketika film ini berjalan baru setengahnya.

Namun ini adalah bukti betapa bagus film ini membantu saya bertahan pada saat-saat sakit sekaligus pada “saat-saat sulit” melewati problema ala “Thacker dan Anna Scott”. Halaaah.

Menikmati film dengan santai sambil tiduran dengan menggunakan perangkat kecil berlayar 5.5″ adalah hal baru yang menyenangkan. Saya bisa memegang perangkat kecil yang ringan ini dengan kedua tangan, bisa telentang, bisa bebas ingin miring ke kanan apa ke kiri.

Andai ya, andaikan dengan cara seperti ini saya menontonnya dengan device dengan layar yang sedikit lebih lebar, katakanlah 7″ namun tetap hampir sama ringannya. Dan lagi menggunakan headset nir kabel yang bebas belitan. Tentu saya tidak perlu khawatir tercekik oleh belitan kabel bila saya ketiduran lagi ketika menikmati konten multi media di tempat tidur. 🙂

 

 

update ke iOS 9.2: alarm mau berdering lagi

image

apa yang pertama kali saya coba begitu selesai melewati proses update ke iOS 9.2 di iphone 5s saya adalah: alarm.

fitur yang sangat penting bagi bio cycle hidup saya yang hilang dan membuat saya merasa kehilangan dan sering bangun kesiangan.

saya menggantungkan diri pada fitur alarm di iphone tidak lain karena kemudahan menggunakan fitur ini. tinggal swipe up layar iphone, sentuh ikon jam, sentuh alarm dan setting. begitu saja. sangat mudah bahkan ketika saya sudah didera rasa ngantuk.

fitur ini mendadak tidak bekerja dengan baik sejak beberapa waktu lalu ketika saya melakukan update ke iOS 9.1 di iphone 5s. entah apa alasan saya saat itu melakukan update. kalau alasan update saya kali ini jelas. ingin secepatnya fitur alarm di iphone segera bisa membangunkan saya lagi pada pagi hari. Baca lebih lanjut

Video Blogging (Vlog) Mudah dengan Smartphone

Saat ini kita berada pada suatu masa dimana video menjadi primadona konten di internet. Lihat di halaman Youtube, Facebook, atau bahkan di Vimeo. Bisa dipastikan tiap satu detik berganti bisa diketahui ada konten video baik yang menarik maupun yang kurang menarik yang baru saja diunggah di sana.

Dalam waktu singkat tentu konten-konten video (yang) menarik tersebut segera ditonton oleh banyak orang.

vlog

A participant uses a smartphone to record the speech of Billionaire Jack Ma, chairman of Alibaba Group Holding Ltd., during the 2015 Computing Conference held in Hangzhou, China, on Wednesday, Oct. 14, 2015. Photographer: Qilai Shen/Bloomberg

Orang menonton video di internet dengan tujuannya masing-masing. Ada yang menonton video online sebagai hiburan. Ada yang untuk mendapatkan informasi atau berita terbaru. Saya sendiri sering mencari video tutorial di Youtube karena tutorial dalam bentuk video seringkali lebih mudah dipahami daripada membacanya. Misalnya tutorial membongkar laptop atau tutorial bermain gitar. Nah …

Makin populernya konten video di internet ini tidak mengherankan. Secara beberapa tahun yang lalu juga sudah diramalkan oleh banyak orang  pintar. hah … 😀 Lebih tepatnya populernya video online ini karena memang ekosistemnya sudah terbentuk: jaringan internet yang semakin cepat; komputer, smartphone, tablet, internet tv yang makin banyak dimiliki orang; platform dan aplikasi seperti youtube dan video; dan yang tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internet yang semakin menuntut. Baca lebih lanjut

ZUK Z1: Desain, Performa dan Fitur Premium Menggoda dengan Harga Terjangkau

Senin, 7 Desember 2015 adalah ‘hari istimewa’ dalam landscape gadget (khususnya smartphone) di Indonesia. Betapa tidak dalam satu hari yang sama di Jakarta sendiri setidaknya ada tiga brand yang me-launch produk gadget unggulan seri terbarunya. Ini jelas menambah panas iklim persaingan di pasar smartphone di tanah air yang sudah sangat sengit.

Sengitnya pertarungan di pasar smartphone dipastikan akan makin mempersulit pemain-pemain/brand baru untuk turut berkompetisi. Kecuali bila pemain/brand baru tersebut cukup gesit dalam terobosan dan inovasi tersendiri dalam men-delivery produk mereka ke masyarakat.

Di sisi lain, ini memberikan kepada masyarakat makin banyak pilihan dan alternatif yang diharapkan akan lebih baik mempertemukan antara kebutuhan, performa, fitur, desain dan ketersediaan anggaran/budget. Ini yang selalu menarik dan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Karena bila ingin mendapatkan gadget terbaik namun budget wise selalu memerlukan product knowledge yang ter-update.

DSC_0261

Menarik dibahas adalah ZUK, anak perusahaan Lenovo yang baru berdiri pada bulan April 2015, namun dengan energik dan percaya diri menerobos sengitnya market smartphone Indonesia. ZUK bersenjatakan Z1. Tidak tanggung-tanggung, smartphone pendatang baru ini diperkenalkan sendiri oleh Mr. Jin Chen (Chief Marketing Officer of Zug), Mr. Shannedy Ong (Director and Country Manager of Qualcomm Indonesia) dan Mr. Kusumo Martanto (Chief Executive Officer of Blibli.com) di event launch yang bertempat di Bali Room-Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

ZUK adalah merek yang cukup muda, bersemangat, dan energik. Smartphone pertama ZUK, Z1, dibuat khusus untuk generasi muda, dijuluki ‘smartphone power user’ …” Jin CHEN, CMO ZUK memberi pengantar.

Dalam press release yang saya terima, ZUK Z1 memang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna smartphone yang menginginkan produk berkualitas namun dibandrol dengan harga terjangkau. Z1 ingin diterima sebagai smartphone berkonfigurasi high end, desain elegan yang berkelas yang dibenami finger print reader dan merupakan smartphone pertama yang menanamkan fitur reversible USB 3.0 Type-C. Smartphone yang berotakkan chipset Qualcomm Snapdragon 801 ini “diberi hati” Cynogen OS 12.1 (berbasis Android 5.1 Lollipop) yang menawarkan pilihan kostumisasi yang tak tertandingi, konsumsi daya yang efisien, pengalaman pengguna, keamanan dan privacy.

Untuk mengenal lebih jauh Smartphone ZUK Z1, saya mengajak untuk mencermati spesifikasi dan fitur penting yang dibawanya satu per satu:

Desain Unibody nan Elegan

Sebagai penyuka gadget, kesan pada pandangan pertama terhadap desain sebuah smartphone kerap kali menjadi pondasi bagi keseluruhan penilaian saya. Pabrikan smartphone yang serius tidak akan pernah bermain-main dalam urusan desain. Desain yang baik selalu berusaha menemukan titik terbaik antara fungsi dan estetika.

DSC_0222

Tak ada sudut-sudut yang tajam: manusia itu lembut dan benda-benda pun seharusnya juga demikian.” kata Jose Frank, desain furniture bulat keturunan Austria-Swedia yang sepanjang masa terus menginspirasi para desainer. Barangkali ini alasan kenapa ZUK Z1 di tiap tepinya dibuat lengkungan seolah ingin memberi transisi antara material gossy di panel belakang dengan panel depan yang dilindungi dengan material gorilla glass 3.0. Hasilnya memang nyata. ZUK Z1 selain tampil estetik juga mempunyai handling yang nyaman.

ZUK_Z1_Mobile_Phone_Unpacking_13

Foto diambil dari situs: zukmobile.cc

Frame aluminium berwarna perak yang membalut desain unibody ZUK Z1 memang di sisi aestetik mempertegas kesan mewah. Untuk diketahui ZUK tidak berhenti di situ saja, melainkan ingin memberikan proteksi maksimal terhadap Z1. Menggunakan materi aluminium alloy aviation-grade yang diproses dengan mesin CNC secara berjenjang dengan tingkat presisi 0,03mm . Baca lebih lanjut

Eiit, Ngga Perlu Tergesa, Belanja yaTunggu Harbolnas Saja

Masih ingat cerita saya membeli celana jeans di Jogja City Mall beberapa pekan lalu? Saat itu saya inginnya tidak hanya membeli celana jeans saja. Saya juga ingin membeli beberapa kemeja dan atasan. Tapi yah, membeli kemeja bagi saya tidak semudah membeli celana jeans. Terlalu banyak pilihan kemeja sering membuat saya yang ngga begitu fashion savy bimbang.

Kebetulan, besok, hari Rabu, 9 Desember 2015, di kabupaten dimana saya tinggal turut menyelenggarakan Pilkada Serentak. Instansi dimana saya sehari-hari ngantor diliburkan agar sepenghuni kantor berpartisipasi mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah serentak itu.

Nah, seharusnya, saya besok bisa datang ke Tempat Pemungutan Suara paling pagi untuk turut mencoblos jagoan bupati pilihan saya. Habis itu saya akan punya waktu untuk belanja kemeja. Kalau waktunya longgar begitu, pikir saya akan leluasa memilih kemeja tanpa tergesa. Itu sih seharusnya …

Sayangnya beberapa hari ini saya masih sakit. Dan hasil test lab kemarin oleh bu dokter saya didakwa terkena tipes. Ya ampun. Kalau sakit tipes seperti ini saya harus bed rest. Berarti saya ngga jadi bisa belanja kemeja. Tahu sendiri kan belanja di mall itu seperti apa? Untuk memilih-milih baju pasti saya harus jalan kaki dari lantai satu ke lantai yang lain, dari merchant satu ke merchant lain. Itu pun belum dihitung berapa jauh dan energi yang dikuras di jalan dari rumah ke mall. Seperti ini kalau nekad bisa berabe. hehe

Kemarin setelah dari dokter, setelah makan dan minum obat, saya tiduran untuk memaksimalkan mengistirahatkan diri. Kalau biasanya beraktifitas kemudian tiduran saja pastinya tidak enak. Saya pun scroll-scroll timeline jejaring sosial yang satu ke yang lain. Ah dan saya pun membuka-buka aplikasi-aplikasi online shop di smartphone. Hihi, secara ingin beli kemeja. Dan ingin beli headset bluethooth.

Untuk belanja kemeja sih, pastinya saya bisa buka aplikasi Zalora, aplikasi online shop yang specialty ke fashion. Ada sih, banyak sebenarnya  olshop fashion, baik yang serius pakai web dan aplikasi sendiri maupun yang masih pakai facebook dan instagram. Kenapa saya lebih klop pakai Zalora karena, karena di Zalora navigasinya bagus, foto-foto itemnya bagus-bagus dan dari berbagai sudut, dan tentu saja pilihan item yang tersedia ada ribuan. Bayangkan bagaimana cape bila saya memilih milih ribuan item di mall, bisa-bisa saya jadi makin kerempeng. Itu belum lagi kalau akhirnya saya milih-milih doang, ngga beli-beli, eh malah dikepoin dan disapa sama pramuniaga. “Mau nyari kemeja yang seperti apa sih, kakak?”. Sebel ngga? 😀

Ok ok, jalanin Zalora apps ….

image

di halaman utama menyambut Promo Hari Belanja Online Nasional. Hihi, siapa sih yang ngga nafsu buat melototin Promo yang nawarin diskon gila-gilaan seperti ini.

Tapi tunggu dulu… Promonya belum berlaku pada hari ini. Promo Zalora dalam memeriahkan Harbolnas baru akan berlaku pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2015. Dari hari Kamis depan sampai Jum’at, sampai Sabtu. Tidak lama. Hanya tiga hari. Jadi jangan telat dan jangan keburu mendahului, hihi. Lebih tepatnya sila lihat promonya di sini.

Baca lebih lanjut

Kawal Pilkada, Kepedulian dan Partisipasi Kita Adalah Energi Bagi Demokrasi

image

Dua hari lagi, atau lebih tepatnya Rabu, 9 Juli 2015, Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di banyak kabupaten dan kota secara serentak. Di Yogyakarta sendiri ada 3 kabupaten yang turut menyelenggarakan Pilkada secara serentak ini. Termasuk di antaranya, di kabupaten dimana saya tinggal pun akan dilangsungkan Pemilihan Kepala Daerah/Bupati.

Saya pun insya Allah akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 yang terletak tidak jauh dari tempat kami tinggal. Untuk mencoblos pasangan bupati dan wakil bupati yang saya harapkan akan mampu memimpin Kab. Gunungkidul untuk 5 tahun yang akan datang dan membawa Gunungkidul berjalan menuju ke arah yang benar dan jalan yang benar pula.

Bagi sebagian kawan-kawan mungkin dalam Pilkada kali ini belum bisa menjaring calon bupati yang baik menurut standar ideal kawan-kawan. Pun begitu saya tetap mengajak teman-teman untuk tetap menggunakan hak pilih dengan secara syah mencoblos salah satu pasangan bupati dan wakil bupati. Bila tidak ada yang terbaik atau yang baik, pilihlah yang tidak terlalu jelek dari yang jelek-jelek. Saya tahu dan saya rasakan sendiri ini memang tidak mudah dan memang bukan pilihan yang mudah.

Nah! Kali ini saya tidak golput dan tidak mengajak golputkan? 🙂

Itu tadi ajakan pertama saya. Ajakan kedua sekaligus yang terakhir dalam Pilkada kali ini adalah: mengajak teman-teman untuk menjadi relawan transparansi untuk memberi energi bagi demokrasi di negara kita. Teman-teman mungkin ada yang sudah berpartisipasi dalam bentuk menjadi anggota KPPS di masing-masing TPS sampai menjalankan peran di tingkatan yang lebih tinggi. Teman-teman mungkin ada yang menjadi Panwas, telah tergabung dalam berbagai organisasi Pemantau Pemilu dan lain-lain. Bagi yang belum bergabung secara organisasi, teman-teman masih ada cara dan saya anjurkan untuk menjadi relawan di Kawal Pilkada. Bila belum tahu bagaimana Kawal Pilkada dan Kawal Pilkada bekerja silakan menuju laman http://kawalpilkada.id

Untuk diketahui siapa saja Warga Negara Indonesia, baik yang di daerah dimana ia tinggal menyelenggarakan Pilkada atau pun tidak diperbolehkan dan saya anjurkan berpartisipasi terhadap transparansi Pemilu Kada kali ini dengan menggunakan sistem Kawal Pilkada.

Cara Mudah untuk menjadi Relawan KawalPilkada sangat mudah. Dari smartphone Android atau perangkat iPhone/iPad anda bisa memasang aplikasi ini dari Google Play maupun Apple Store. Dalam praktik kali ini saya menggunakan sebuah smartphone Android.
image

Untuk memasang Aplikasi Kawal Pilkada kita cukup mengetik Kawal Pilkada dan akan didapatkanlah aplikasi yang relevan. Pilih aplikasi dengan ikon seperti ditunjukkan oleh gambar di atas. Bergambar tangan mengepal dengan jari kelingking yang berwarna merah. Baca lebih lanjut

Mencoba Koneksi Data XL, di Gunungkidul Cukup Cepat

Ingin menjajal gadget baru, pekan lalu saya agak bingung dalam memilih operator seluler apa yang ingin saya gunakan. Saya ingin operator seluler yang memiliki koneksi internet yang cepat untuk memaksimalkan fungsi dan pengalaman dalam menggunakan gadget itu. Sayangnya di lokasi dimana saya tinggal belum ada operator yang sudah menggelar jaringan 4G.

Di lingkungan saya paling kencang adalah dengan menggunakan operator yang mempunyai jaringan HSDPA +.  Memang ada beberapa operator yang mempunyainya. Pertimbangan saya dalam memilih kemudian adalah operator yang Tower bts nya paling dekat dengan lokasi saya dan kalau bisa yang harga paketnya paling murah. Kali ini saya tidak fanatik dengan operator tertentu. Karena memang saya sudah mempunyai nomer seluler tersendiri untuk nomor utama untuk komunikasi sehari hari.

Kebetulan saat itu di facebook saya membaca status teman saya yang berjualan kartu perdana seluler. Teman saya itu,  Mas Pandhu, menulis kalau XL sedang ada promosi. Kartu perdana XL yang terdapat kuota 4,5 gb dihargai rp 50 ribu saja.

Sore harinya saya segera ke counter teman saya itu dan membeli ni XL promosi itu. Kemudian saya memintanya untuk memotong kartu menjadi Micro SIM.

Kartu seluler itu bisa langsung saya gunakan tanpa proses registrasi terlebih dulu. Praktis.

Sesampainya di rumah saya pun langsung menggunakan kartu perdana itu untuk aplikasi aplikasi di smartphone yang membutuhkan koneksi internet. Dan yang pasti tidak terlihat adalah melakukan test speed. Di rumah saya koneksi HSDPA plus nya XL berjalan lancar dan cepat. Mendownload file update sebesar 500 mb lebih berlangsung dalam hitungan menit. Apalagi kalau untuk browsing dan social media.  Cepat dan lancar.

image

Oh iya. Ini kecepatan di rumah saya di Desa Grogol, Paliyan, Gunungkidul. Tes di lokasi lain saya coba. Baca lebih lanjut

Kabel Lightning Rusak (Lagi)

image

image

Minggu kemarin adalah untuk yang ketiga kalinya saya membeli kabel Lightning untuk iPhone 5s saya. Kabel yang saya beli pertama kali saya peruntukan sebagai cadangan. Kabel yang saya beli kedua dikarenakan kabel cadangan saya hilang dan kabel Lightning original saya putus.

Kabel Lightning yang ketiga terpaksa saya beli di sebuah toko di Pacific Place Mall.  Saya terpaksa membeli kabel Lightning karena kabel itu konektor nya patah. Iya. Saat itu saya menggunakan untuk men charge iPhone dengan menghubungkan ke power bank yang saya saku. Naasnya, karena saya bergerak dalam posisi yang entah bagaimana sampai mematahkan konektor nya. Haduuuuh.

Mau tidak mau saya harus segera membeli kabel pengganti bila saya tidak mau mati gaya. Saya tergesa dan bertanya kepada satpam dimana di Mall itu ada toko aksesoris ponsel. Mengikuti saran satpam saya pun menuju ke salah satu toko.

Saya bertanya adakah kabel Lightning yang paling murah. Ada.  Kabel yang paling murah harganya 150 ribu. Ini masih mahal. Di jogja saya bisa membeli dengan harga 50 ribu. Hehe.  Saya memang pelit untuk membeli kabel Lightning ini. Kecuali saya sudah punya sebuah iphone baru. Haha.

Meskipun akhirnya dengan berat hati saya membeli kabel Lightning yang merk ichord ini. Di toko itu saya langsung mencoba menggunakan untuk men charge iPhone 5s. Dan rasanya bisa berfungsi dengan baik. Tidak ada notifikasi di iPhone pula seperti accessories not supported dan notifikasi sejenisnya. Alhamdulillah.

Ngomong ngomong semoga kabel Lightning ini awet. Tidak putus dan tidak hilang lagi. 

(posting ini saya buat dengan WordPress Apple for Android di Asus Zenfone Selfie. Nah fungsi smartphone ini bukan untuk selfie doang kan?)

Zenfone 2 Laser: Never Missed Your Focus

 

Mulanya saya tidak mengira kalau foto yang di-tweetpic oleh Erick di atas adalah foto yang dipotret dengan sebuah smartphone. Foto bunga Jengger Ayam dengan warna yang tampil cantik dan dipermanis dengan efek bokeh. Terus men-scroll timeline Erick saya terkejut karena foto-foto  bunga yang menghiasi timeline itu ternyata diambil dengan smartphone Zenfone 2 Laser.

Zenfone 2 Laser?

Pikir saya saat itu, Zenfone 2 Laser pasti sebuah update dari generasi Zenfone 2 yang sangat populer sejak awal tahun 2015 ini dan memang sudah mempunyai performa fotografi bagus. Dengan pengayaan berupa penambahan fitur-fitur baru pada kamera yang digunakannya. Kata Laser yang ditambahkan bagi saya ingin mengungkapkan sesuatu,”kecepatan dan ketepatan” yang dibawa oleh sebuah ponsel.

Di deretan kursi media di Ball room Ritz Carlton Pacific Place, saya merasa beruntung bertemu dengan Erick,  Tekno Blogger tersohor asal Bogor. Sedikit basa-basi mendahului, saya tidak menyiakan kesempatan ini untuk mencoba Zenfone 2 Laser yang dibawa Erick.

asus laser stage

Foto diambil oleh Mas Taufiq Hasan

Dalam genggaman tangan saya, ini adalah sebuah smartphone 5,0″  yang solid. Menegaskan identitas Zen desain yang dibawa ASUS selama ini. Setelah memegang beberapa saat apa yang saya langsung coba apalagi bila bukan fitur fotografinya. Ballroom Ritz Carlton yang ditata dengan ornamen warna-warni cahaya soft light rupanya tidak menghalangi saya memotret wajah Erick dengan smartphone ini. Luar biasanya, fokus bisa didapatkan dengan sangat baik dan cepat. Untuk kecepatan fokus, kamera iPhone 5s saya harus mengakui ketertinggalannya.

Belum puas mencoba-coba Zenfone 2 Laser yang dibawa Erick, saya terpaksa harus segera mengembalikannya dengan hati kurang ikhlas. Zen Festival siang itu segera dimulai dengan presentasi teknologi-teknologi yang dibawa ASUS ke Jakarta.

Untungnya sesi awal dari presentasi di main stage adalah bedah teknologi fotografi yang dibenamkan di dalam Zenfone 2 Laser. Sebagai penggila mobile photography saya tidak ingin melewatkan bedah teknologi ponsel yang membawa fitur Ultra Fast Laser Autofocus ini.

Ultra Fast Laser Autofocus

Dalam presentasi ini dijelaskan bagaimana Zenfone 2 Laser menggunakan sinar laser beneran untuk mengukur jarak obyek foto untuk kemudian dikalkulasi dengan algoritma tertentu untuk mendapatkan fokus foto yang akurat namun dalam waktu yang sangat singkat. Zenfone 2 Laser  mampu mengunci fokus obyek foto dalam waktu sampai sesingkat 0,03 detik dan bisa digunakan untuk terus memotret dengan menjanjikan zero shutter lag.

Jadi salah bila sebelumnya saya menduga kata Laser yang ditambahkan di belakang kata Zenfone 2 hanya sebatas marketing gimmick atau pemanis belaka.

IMG_8057.asus

Penggunaan laser autofocus saat ini baru digunakan di kamera DSLR dan beberapa jenis kamera portabel tertentu, namun belum lumrah digunakan dalam sebuah kamera smartphone. Setahu saya ASUS -lah yang pertama kali menyematkan teknologi ini untuk smartphone. Jadi tak heran bila ASUS mengklaim autofocus Zenfone 2 Laser lebih baik dari apa yang dipunyai oleh iPhone 6s. Saat ini iPhone 6s masih menggunakan teknologi contrast detect untuk mekanisme autofocus-nya. Dengan laser autofocus saya pun masih menyakini Zenfone 2 laser mempunyai kecepatan lebih baik dibanding Samsung Galaxy s6 meskipun S6 telah mengembangkan phase detect untuk sistem fokus kameranya.

13 MP Camera Sensor

Saya sendiri berpendapat bahwa pixel count (jumlah mega pixel) tidak selalu berbanding lurus terhadap kualitas kamera. Baca lebih lanjut