Google+ Page: Local Bussines and Place

Apabila Facebook mempunyai Facebook Page yang kini marak digunakan oleh brand, Google+ pun mempunyai Google+ Page. Mendengar akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan kelebihan-kelebihan Google+ Page, saya pun beberapa waktu yang lalu mencoba-coba salah satu fitur Google+ ini.

Membuka menu Page di Google+, ternyata di sana ada satu Page yang dulu pernah saya coba buat. Nama Page yang pernah saya buat itu adalah Desa Grogol. Ternyata dari dulu sampai sekarang saya suka mencoba-cobaya 😀 Tapi pada percobaan ini saya ingin lebih serius mempelajari fitur-fitur Google+.

My Google+ Page

My Google+ Page

Page yang saya buat adalah Google+ Page yang saya tujukan untuk mempromosikan blog saya yang ini dan blog saya yang itu dan yang itu lagi. Rasanya tidak ada yang terasa baru dalam membuat Page standar untuk blog ini. Kali ini saya ingin membuat page dulu, belum untuk meng-optimasi Google+ Page untuk mendongkrak popularitas blog. Bila saya tertarik tentu itu akan saya lakukan belakangan saja.

Google postmails Google+ Page Local Bussiness verification code

Google postmails Google+ Page Local Bussiness verification code

Google+ Page berikutnya yang saya buat adalah Page untuk Local Bussiness atau Place. Membuat Page untuk Local Bussiness ini sebenara karena saya terinspirasi dengan kelebihan-kelebihan mempromosikan usaha dengan Google yang dipresentasikan di acara Google Gapura di hotel Sheraton Mustika beberapa waktu yang lalu. Konon dengan Google+ Page, suatu bisnis lokal menjadi mudah ditemukan baik di Google Search maupun Google Map.

Where to start Google+ Page

Where to start Google+ Page

Membuat Page untuk blog maupun Local Bussines sebetulnya tidak terlalu berbeda. Sama-sama mudah. Saking mudahnya sampai saya lupa step nya apa saja. 😀 Perbedaannya hanya untuk membuat Local Bussiness diperlukan suatu verifikasi untuk memastikan bahwa alamat bisnis kita benar-benar valid. Verifikasi yang dilakukan Google adalah dengan mengirimkan kode yang dikirimkan melalui surat pos.

Surat yang berisikan kode verifikasi itu tiba di alamat saya pada siang tadi ketika saya sudah lupa kalau beberapa waktu lalu mengotak atik membuat page ini. Di dalam surat itu dengan singkat dan jelas diberikan panduan bagaimana cara saya menverifikasi Local Bussiness Page yang saya buat. Mudah sekali karena tinggal mengetikan URL, login ke akun Gmail dan mengisikan kode angka yang terdapat di dalam surat yang saya terima dari Google.

Kini Google+ Page Local Bussiness saya ini, Gunungkidul Landscape sudah terverifikasi. Sekarang tinggal memikirkan akan saya gunakan untuk apa atau bagaimana saya akan mengoptimasinya. Atau bisa jadi ini sebagai kelinci percobaan saja? 🙂

Promosi Bagus, Distribusi Jelek

Menurut saya, promosi Vaselinemen yang cukup kreatif di social media pada beberapa bulan yang lalu cukup sukses. Di twitter dan facebook, Vaseline cukup sukses menjaring interaksi dari onliner Indonesia dan melibatkan mereka dalam berbagai quiz dan game dengan hadiah bermacam – macam. Kalau tidak salah pada saat itu hadiah utamanya berupa nonton World Cup di Afrika Selatan, Ipad dan Camera DSLR Canon.

Saya-pun sambil lalu iseng – iseng ikut – ikutan quiz yang merupakan bagian dari promo Vaselinemen di twitter dan mendapatkan salah sample produk yang dikirimkan ke alamat saya.

Melalui quiz ini sebenarnya pemenangnya bukanlah saya dan orang – orang yang mendapatkan sample product dari Unilever itu. Vaselinemen -lah yang memenangkan kesempatan untuk dipakai di ruang yang cukup pribadi dalam kehidupan seseorang. Bukankah perawatan tubuh merupakan bagian yang sangat personal bagi seseorang? 😀 Baca lebih lanjut

Mas Bagong dan Karya Wayang

Diantara teman – teman sebaya, Mas Bagong adalah salah satu teman sekaligus saudara saya yang meneguhkan hati untuk setia tinggal di kampung halaman. Dia adalah teman penting yang saling menguatkan untuk melawan godaan untuk mencicipi germelap kehidupan ibukota. Berbeda dengan saya dan kebanyakan pemuda – pemuda seusia, Mas Bagong memilih jalan hidupnya untuk sepenuhnya didedikasikan pada seni dan budaya. Dia adalah seniman serba bisa mulai dari seni musik campur sari, karawitan jawa, seni rupa, sampai kepedulian pada budaya adi luhung, Wayang.

Dari Wayang
Dari Wayang

Sudah selama dua tahun Mas Bagong mengajak kita semua untuk meng apresiasi dan mengagumi budaya kebanggaan bangsa ini. Mas Bagong menatah wayang, merupai (mengecatnya), kemudian menyungging. Melalui wayang mas Bagong mengajak kita semua untuk lebih jauh belajar dari kehidupan dan kebijaksanaan. Membicarakan kebijaksanaan wayang rasanya saya tidak cukup pantas bahkan untuk menuliskan satu kalimat saja. Durung gaduk kuping.

Mulanya Wayang – wayang karya Mas Bagong di tugar oleh teman – teman dan sahabatnya, tentu dengan pengganti lelah dan seberapa untuk membeli kulit sapi/kerbau, cat dan perlengkapan membuat wayang. Hingga saat ini mas Bagong telah mengirimkan wayang yang ditatahnya ke daerah lain memenuhi pesanan. Dari mulut ke mulutlah orang – orang mengenal kualitas seni dari wayang tatahan mas Bagong ini.

Bila anda ingin mengenal lebih dekat akan Wayang dan Kawicaksanan Jawa, silahkan mengirim email ke saya, nanti akan saya sampaikan kepada beliau. Juga saya akan senang hati membantu anda apabila tertarik untuk mengkoleksi Wayang Kulit buatan mas Bagong.

Provokator

Siang ini saya baru saja menjadi provokator dan tetap akan menjadi provokator sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Tidak beda dengan provokator pada umumnya sebagai tukang ngompor ngompori orang untuk melakukan sesuatu begitu pula saya. Setidaknya empat orang teman emosinya telah terbakar membumbung untuk segera berlaptop.Untuk segera membeli Laptop.

Tidak perlu lagi saya sebut ulang apa untungnya berlaptop, karena terus terusan menyebut sama artinya dengan memprovokasi pembaca sekalian. Sebenarnya tidak memiliki laptop itu sendiri tidak menjadi masalah kecuali bila anda tidak merasa malu dengan teman teman saya.

Perlu dicatat bahwa saya tidak sedang dalam persekongkolan dengan sales NoteBook/Laptop. Hanya ingin anda turut merasakan bagaimana semua menjadi memudahkan dengan campur tangan gadget ini.

Catatan Ngawur

Setingnya masih seputar rapat BBGRM, kemudian masih didominasi tokoh tokoh yang sudah ada sebelumnya plus beberapa orang baru.

Mengenai Program Penyuluhan oleh Karang Taruna, yang rencananya akan kami adakan setelah siswa siswi sekolah menyelesaikan Ulangan Umum semester genap. Arus utama ide penyuluhan adalah seputar NARKOBA dan HIV/AIDS. Menurut saya dan Gareng ( Mas Wiyono) itu sih sudah kuno dan tidak ada menariknya. TITIK. Mengapa tidak kita cari alternatif yang lebih menarik misalnya Sosialisasi dan Pemanfaatan Internet bagi kemaslahatan Umum.

Catatan Ngawur Pertama. Sekarang ini persepsi yang berkembang dimasyarakat bahwa internet itu identik dengan pornografi, penipuan dan hal hal yang ngga bener lainya. Padahalkan ngga seperti itu, itu hanya sebagian saja tentang dampak sebuah teknologi. Bagaimana kalau (misalnya) kita mensosialisasikan bagaimana internet memudahkan dalam kita bekerja, sebagai sumber belajar dan informasi, berdemokrasi dll. Baca lebih lanjut

Start with Warming up

Mulailah dengan pemanasan termasuk dalam setiap pekerjaan (mengetik), sama seperti pada olah raga dan permainan pemanasan adalah sama pentingnya, asal tidak sampai over heat. Namanya bukan pemanasan donk kalau sampai over. Eh pemanasan bukan ya. Pemanasan Global juga termasuk Pemanasan

Warming up vs Global Warming, sama sama dari kata dasar yang sama ‘warm’. Hanya saja konotasi yang membedakan arti keduanya. Andai dunia tidak mengenal konotasi

OK kembali ke LEP TOP

Penulisan ini ( pengetikan ), hanya pemanasan saja sebelum mengerjakan pekerjaan yang lebih penting. Memangnya  membuat posting itu tidak penting. Penting dong. Kan merupakan pemenuhan dari kata mantra saya “Tulis sebanyak banyaknya … (kualitas nomor dua(puluh(dua)))”

Kambuh ya … mathematicholic nya kok banyak memakai tanda kurung yang berjenjang jenjang

Pagi ini bersama kelompok Petani Lele, saya akan membuat proposal pengajuan tambahan modal untuk diakukan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul. Tentu saja saya tidak sendirian, karena buatnya toh dengan mas Totok he he he

[ Lagi lagi ketahuan kalau pas di eSeMPe banyak bolosnya pada Pelajaran Bahasa Indonesia, buktinya membuat koherensi secara konsisten antar paragraf saja tidak bisa. Btw Selamat Pagi ]

Tren Harga Industri vs Pertanian

PS : Judul tidak macth dengan keseluruhan Tulisan

Dulu sekitar tahun 1985 ( katanya ) untuk membeli TV Hitam Putih tetangga simbok saya harus menjual Seekor Sapi + 1 Kambing. Beberapa ekor kambing mungkin seharga dengan sebuah radio MW/AM.

Sekitaran tahun 1996, Mas Sarwi membeli PC rakitan 486 DSC seharga 1,5 jeti, seharga sapi yang dijual bapaknya.

Berapa harga ponsel butut pertamax beli di tahun 1998, kalau ga salah Ericsson, lupa serinya. Seharga kira kira 2 ekor sapi bapak saya didesa.

Sekarang, semahal apa TV Hitam Putih? Mungkin di toko toko sudah tidak ada yang jual kecuali di toko barang antik. Siapa yang mau dikasih PC Rakitan 486 DSC? Kalau harga saat ini seekor sapi sekitaran 5 jeti, artinya ponsel tipe apa ya yang pantas ditukar dengan ( semahal ) 2 ekor sapi.

Harga barang barang industri dan elektronik semakin terjangkau saja. Siapa tidak senang?

***

Selain berpolemik tentang tertangkap basahnya mafia mafia Baca lebih lanjut

Doakan tetep bisa nulis ya?

Doakan tetep bisa nulis ya, hari Rabu ini rasanya kok sudah seperti dikejar kejar. Dalam sebulan ini paling tidak saya hatus menyelesaikan empat publikasi, [ empat publiksi ngga salah tuh ]. Walau tak satupun yang  mutu,  ternyata cukup membuat berkeringat juga.

Sebenarnya urusan publikasi ini sudah made start at Monday but … time was gone so fast.

Siapa yang mau bantu?

Ngga dink. Biar semua menjadi urusan dan sakit pusing saya sendiri saja. Kalau ada yang mau bantu edit sih saya welcome saja. tapi … sepertinya the robot should be do it alone. The single fighter.  Recharge the batt each time the capacity is drop would much help, I think

Who’ll come to recharge me ( the robot ) …

[ Sometime the robot stop writing and start another writing ( in thiz blog ) as bad ]

Start Up bisnisnya Mas Amri

Tidak menyangka ya tadi, ketemu sama mas Amri di tempat Ta’ziah. hi hi hi dia sih pentolan Formasi beberapa tahun yang lalu. Ngomong ngomong tentang mau start up bisnis. Dia mempertimbangkan untuk memberagamkan ( memperbanyak lini bisnisnya ) untuk membuka warnet baru di Wonosari walaupun sudah ada bebrapa warnet di sana. Demand untuk *.net masih kelihatan tinggi.

[ Saat ini bisnis Mas Amri yang sudah jalan adalah Percetakan, dia ingin merambah bisnis ini karena he still passionate with IT as it was ]

Kira kira ISP yang cocok apaan ya di wonosari? Kalau pakai speedy kayaknya akhir akhir ini jaringanya sering nge-drop. Pertimbangan untuk ISP lain seperti adalah harus menambah investasi seperti Antena dan Tower, ribet deh pokoknya. Barusan dia dapat brosur IM2. Loh kok IM2, memangnya di Wonosari sudah ada jaringanya? Saya malah baru dengar ini nih. Bener ngga kalau sudah bisa?

Â