Blogging dengan Windows Live Writer

Pagi tadi saya jalan jalan di planet.terasi dan secara tidak sengaja menemukan tool yang saya cari cari untuk memudahkan blogging. Windows live Writer. Maklum hari hari ini dan kelihatanya juga hari hari mendatang waktu saya untuk blogging semakin berkurang. Saya terpaksa meninggalkan lab tercinta untuk tugas yang berbeda. Saya tidak ingin batasan apapun menghalangi kreatifitas dan produktifitas saya dalam menyalurkan ide ide melalui nge blog.

Saya download Windows Live Writer dari sini. Ukuran file tidak terlalu besar, sekitar 4 Mb. Download selesai. Segera install, walaupun saya harus menginstall dot net frame work 2.0 terlebih dahulu. Proses instalasi berjalan cepat.

Saya tidak sabaran untuk menjalankan Windows Live Writer dan memastikan aplikasi ini sepenuhnya compatible dengan WordPress.com. Hosting dimana saya menaruh sebagian besar fornitur dan perabotan rumah tangga virtual saya. Dalam jendela seting saya hanya diminta memberikan alamat blog saya, https://jarwadi.wordpress.com dilengkapi dengan username dan password. Tidak lebih. Windows Live Writer segera melakukan semuanya secara otomatis untuk saya, mendownload semua setting, templates, data, dan widget yang saya install pada blog.

Foto ini untuk contoh saja melihat apa yang bisa dilakukan oleh Windows Live Writer dengan file image. Ternyata saya dapat dengan mudah me resize foto, dengan hanya drag and drop, mengatur posisinya bahkan memberikan effect yang menawan. Tidak hanya gambar, kita dapat menyisipkan video, table, peta, dll secara mudah.

Fasilitas yang benar benar mengejutkan saya Baca lebih lanjut

reArrange my To Do List

Ini adalah tulisan saya ke empat berturut turut berkaitan dengan pemadaman listrik bergilir. Pemadaman bergilir yang terus menerus terjadi dan tidak diketahui kapan akan berakhir membuat saya memilih untuk melakukan adaptasi. Saya harus memikirkan ulang semuanya dan menyesuaikan dengan karakteristik lingkungan kerja. Penjadwalan Ulang terhadap semua aktivitas saya.

Kalau dulunya saya mengelompokan pekerjaan sebelum membuat to do list berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, maka sekarang saya menambah lagi kategori: bisa dikerjakan secara off line atau bisa dikerjakan secara on line, apakah melibatkan jaringan menengah (jaringan lokal seperti printer, storage di PC lain, server server dalam LAN) atau tidak, apakah melibatkan internet atau tidak. Baca lebih lanjut

Right Man in the Right Place. Do you?

… ha ha ha

… tugas baru?

… ngga salah tuh?

Pernah kebayang ngga kalau orang teknik ditugaskan untuk menyelesaikan pekerjaan administratif? 😦 So far I stand up without any idea.

… posisi baru?

… ngga tau!

  • Berhenti sebentar dan jaga jarak dari posisi terdahulu dan posisi sekarang dan posisi yang akan datang (malah membentuk prisma segiempat –memang ada)
  • Buatlah gambaran global tentang posisi dan tugas baru tersebut beserta target target yang hendak dicapai.
  • Ukur kemampuan sekarang terkait tugas baru dan pikirkan apa saja kompetensi yang dituntut posisi baru tersebut sedangkan kamu belum mempunyainya.
  • Tetapkan standar standar profesionalisme pribadi dan belajarlah dari pengalaman orang yang menempti posisi tersebut sebelumhya
  • … (ada yang mau menambahkan)

Its not about the right man in the right place but become the right man for the (un)certain place

[Posting ini menceritakan orang lain dan bukan saya, saya sih setia dengan ladang pertanian saya. Selamat Pagi]

Imam Shalat Isya’

Mimpi saya untuk menjadi orang baik baik tidak pernah mati. Saya terus berproses dengan berbagai akumulasinya. Saya berusaha sebisa saya. Tetapi untuk tampil didepan dibarisan kebaikan. Aghrrrrr. Sepertinya saya romongso /merasa belum pantas. Jauh dari pantas.

Tadi malam benar benar harus membuat keputusan dipersimpangan. Benar benar keadaan darurat dimana Imam shalat Isya di Masjid saya tidak satupun yang datang. Maka setelah terjadi pertengkaran panjang untuk siapa seharusnya yang menjadi Iman shalat Isya. Saya yang biasaya menjadi pemenang dalam setiap pertengkaran. Nasib apes menimpa saya. Saya terpaksa menjadi Iman setelah kekalahan saya.

Tentu saja saya grogi untuk memimpin jamaah menghadap Allah yang Maha Besar. Semua orang tahu siapa saya. Dari bangun tidur sampai (bangun) tidur lagi, apalagi Allah SWT. Ya Allah, Paduka pasti memahami situasi tadi malam dan memaafkan kelancangan saya dan memberi pelajaran berupa kebaikan bagi orang orang yang memaksa saya menjadi Iman tadi malam. Dan berilah kami semua tambahan ilmu, pemahaman dan kesadaran serta kebesaran jiwa.

Amiiin

Gabung di Covey Community

Buku Dr Covey yang paling saya kagumi adalah The 7 Habits of Highly Effective People. Karena itu adalah buku beliau yang pertama kali saya baca. Kalau tidak benar buku tersebut pertama kali diperkenalkan kepada saya oleh Yuni (Sri Lestari Yuniarti), sekarang saya tidak tahu persis dimana dia bekarir, tetapi info terakhir dia berkarir di SMA Lab School Jakarta. Apapun yang pasti sukses selalu miliknya.

Kembali ke LAPTOP

Ketertarikan saya akan The 7 Habbits membuat saya untuk memperboros anggaran untuk membeli buku buku terbitan Franklin Covey yang lain. The Principle Centered Leaderhip, The 7 Habits of Highly Effective Teen, dan buku terbaru yang saya beli adalah The 8 th Habits.

Keterarikan saya yang besar terhadap prinsip prinsip Dr Covey mendorong saya untuk bagaimana caranya ber interaksi secara lebih intensive dengan sang empunya. Pasti bukan hanya saya saja yang nge fan berat sama begawan pengembangan diri yang satu ini sehingga beliau membuat sebuah community sebagai media interaksi dengan pembacanya di tengah kesibukan dan kehidupan pribadi dan profesionalnya.

http://www.stephencovey.com

Nah disinilah kemarin setelah shalat Jum’at saya bergabung. Maka kedepan saya akan banyak berbagi terkait pengalaman saya bersama komunitas ini.

Selamat Pagi

Kemanusiaan di Era Informasi

Wah apa apaan ini. Kok kayaknya serius banget. Iya saya memanfaatkan waktu menunggu shalat Jum’at untuk menuliskan ‘sesuatu’ diri saya. Iya seperti halnya shalat merupakan kepentingan pribadi. Ini adalah kepentingan pribadi saya yang lain. Biarkan saya untuk kadang kadang memanjakan diri.

Berbicara mengenai kemanusiaan (di era informasi), marilah mula mula untuk menengok pada sejarah era (manusia), Peradaban. Konon katanya sebelum nenek moyang kita memasuki era agraris dulunya merupakan pemburu dan pelari yang hebat. Mempunyai tubuh yang berotot dan kuat, sehingga mereka bisa menyelesaikan sebagian besar permasalahan pada masa itu dengan paradigma otot. Otot? Bukankah pada masa itu kakek dan nenek moyang kita harus berkelahi dengan binatang buas untuk survive dan mendapatkan makan. Dan kadang kadang berkelahi dengan kelompok atau etnik lain untuk berebut wilayah perburuan.

Menjadi petani

(seperti saya sekarang). wah saya tidak mau bercerita bagaimana peradaban masyarakat petani. Tetapi apabila ada orang yang mau mengamati kehidupan saya dari dekat. Biarlah orang itu saja yang menuliskan dalam blognya. Singkatnya di era pertanian lebih ada jaminan bahwa untuk kebutuhan makan sehari hari selama setahun atau semusim lebih baik. TITIK

eRA iNDUSTRi

sETELAH merasa bahwa apa yang bisa dihasilkan oleh pola hidup bercocok tanam jauh lebih baik dibanding Baca lebih lanjut

Google Mobile dan Proxy

Wah, ketika saya sedang mempunyai masalah dengan Operamini saya, saya mencoba googling dengan wap/xHTML browser default pada Ponsel saya, Sony Ericsson. Semenjak saya berkencan dengan Opmin rasanya kemarin itu yang pertama saya googling dengan browsernya Ms Soner. Saya pernah mendengar perihal google mobile, sayangnya saya terlalu cuek sehingga tidak mencoba bekerja dengan ponsel browser.

Dari item pencarian yang ditemukan dengan cepat (lebih baik dari sebelumnya) dan saya mencoba mengklik hasil pencarian, ternyata google tidak tinggal diam setelah menyodorkan hasilnya kepada saya. Melainkan memainkan peran sebagai proxy sekaligus adapter agar semua kontent dan website yang saya buka bisa dibaca dengan browser ponsel.

Siapa (belum) pernah mencoba? Dasar Mbah Google, iso iso (aya aya) wae

Colour Spectrum of Me

Saya kemarin sengaja googling untuk mencari gambar colour pallete. Yang disamping bukanlah representasi yang lengkap mengenai suatu colour pallete. Tetapi saya memilihnya karena menurut saya gambar disamping bisa menVisualisasi suatu colour pallete dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak terlalu teknis seperti kebanyakan.

Alam mengenalkan kita banyak sekali warna. Sejauh yang sudah dipelajari manusia belumlah cukup untuk mengatakan berapa jumlah yang tepat semua warna.

Saya senang sekali Baca lebih lanjut

Bagaimana saya menVisualisasi Informasi

Siapa yang pernah mempunyai hambatan dalam berkomunikasi? Saya pastinya. Walaupun berkomunikasi dengan orang lain adalah fitrah, sudah menjadi bawaan ketika saya dilahirkan ke muka bumi. Ternyata proses pembelajaran (untuk berkomunikasi) pada diri saya belum sepenuhnya optimal.

Saya ingin berbicara (berkomunikasi) dengan semua orang. Saya senang dapat berbagi informasi (dan mau kalau dibagi uang –hi hi hi). Sayangnya saya tidak bisa dengan mudah untuk berkomunikasi, terutama menvisualisasi ide dan informasi yang ada dalam kepala saya supaya dengan mudah di terima dan dipahami orang lain. Banyak sekali terjadi dalam interaksi saya dengan banyak orang, sesuatu yang saya ‘rasa’ sudah sangat jelas saya katakan ternyata saya mendapati orang lain menterjemahkan secara berbeda. Sesuatu yang menurut saya lucu, bagian dari humor, eh ternyata orang lain malah menganggapnya serius.

Baca lebih lanjut

Parade HarKitNas 2008

Pagelaran Parade Budaya se Nusantara yang dipertontonkan di TV semalam dari Gelora Bung Karno. Luar biasa ya. Satu hal yang saya ingat dengan baik. Bahwa Indonesia lebih banyak menawarkan pilihan. Dari banyak sekali suku dan etnik yang unik dan berbeda. [Hayo dengar dari siapa?]

Siapa yang sudah setuju kalau perbedaan adalah kekuatan kita. 100 tahun yang lalu …( lebih baik dibaca diposting saya terdahulu saja). Penyulutan api HarKitNas yang disimbolisasi oleh putra putri terbaik Indonesia tadi malam semoga benar benar membakar (amarah) kita semua untuk benar benar bangkit dan melawan

Indonesia BISA

**dituliskan dengan warna merah, karena, penulis sedang marah**