Apple Watch Nike+ vs Garmin Forunner 235

Apple Watch Nike+ Edition

Apple Watch Nike+ Edition

Jika beberapa waktu lalu saya belum menganggap Apple Watch sebagai sebuah gadget yang fungsional dibanding sportwatch semacam Garmin Forunner 225, kehadiran Apple Watch 2 yang diumumkan pekan lalu cukup membuat saya mungkin berubah pikiran. Watch yang membuat muka saya berpaling kembali adalah Apple Watch 2 Nike+.

Fitur baru itu adalah dibenamkannya GPS di dalam Apple Watch dan integrasinya dengan Nike+ Running Club. Sejujurnya saya adalah seorang pelari rekreasional/casual runner yang sudah bertahun-tahun merasa terbantu dengan aplikasi Nike Running Club, yang dulunya bernama Nike+ Running. Saya harus berterimakasi kepada Nike+ Running karena tanpanya barangkali saat ini saya belum mampu mengumpulkan mileage sejauh hampir 1500 km.

Sebagai pemain lama di bidang sportwatch, tentu Garmin, Suunto, Thomthom dan teman-temannya mempunyai segudang pengalaman yang dieja wantahkan dalam setiap varian produknya. Hasilnya diantaranya adalah jam olah raga yang menfiturkan GPS, Heart Rate Monitor, Altimetric Barometer, Cadence sensor yang kesemua itu mempunyai akurasi dan presisi tinggi dan yang tak kalah vitalnya adalah daya batere yang lebih tahan lama.  Sehingga sportwatch mereka bisa digunakan untuk beraneka kebutuhan kebugaran dan training serta race dengan bermacam intensitas. Dari bersepeda lintas alam menempuh jarak ribuan kilometer, berhari-hari mendaki gunung sampai ultra marathon mereka bisa diandalkan.

Apple Watch Nike+ belum sehebat itu. Berdasarkan yang saya baca-baca di internet, daya tahan baterenya baru mampu bertahan 5 jam untuk latihan dan kurang dari 24 jam untuk pemakaian harian. Bagi saya, daya tahan batere selama 5 jam dalam mode latihan sudah cukup lumayan. Masih sisa untuk menyelesaikan satu lintasan full marathon. Toh saya belum berpikiran untuk mengambil jarak lebih dari 26 mil. Saya belum berpikir untuk ambil bagian dalam sebuah latihan atau event ultra yang populer di kalangan trail runner. Saya katakan sekali lagi, kebutuhan saya hanyalah kebutuhan seorang casual runner/pelari rekreasional.

Sebagai pelari rekreasional, sebenarnya apa yang membuat saya Watch Nike+ nampak menarik selain integrasinya dengan Nike+ Running Club adalah fitur Watch yang tidak sebatas sebagai sebuah sportwatch. Ada banyak fitur yang bisa jadi saya manfaatkan untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup saya dari hari ke hari. Ambil contoh untuk mengakses fitur-fitur yang ada di iPhone seperti agenda, messsaging, mail, entertainmet dan lain sebagainya. Untuk hal ini Garmin Forunner FR 235 yang harganya kurang lebih setara dengan Watch Nike+ mempunyai fitur yang lebih terbatas.

Memang selain masalah batere yang cukup merepotkan karena harus diisi ulang setiap hari, saya rasa Watch mempunyai kekurangan-kekurangan lain. Seperti ketergantungan dengan iPhone. Padahal iPhone saya juga sudah kuno. Saya khawatir bila meminang Watch saya akan mempunyai alasan untuk mengadopsi iPhone 7s. Semoga ada rejeki. Aamiiiin. Berbeda dengan Garmin Forunner 235 yang bisa dijodohkan baik dengan iPhone maupun Android. Kebetulan saya mempunyai kedua smartphone dengan OS berbeda itu. Kebetulan juga saya mempunyai smartphone terbaru ASUS Zenfone 3.

Iklan

6 thoughts on “Apple Watch Nike+ vs Garmin Forunner 235

  1. Ping-balik: Mengikuti Lomba Lari di Luar Kota, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan? – Gadget, Running & Travelling Light

  2. Ping-balik: 5 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Smartwatch – Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s