Apple Watch? Saya Garmin Forerunner FR 225

Garmin Forerunner FR 225

Garmin Forerunner FR 225 (foto diambil dari garmin.blogs.com)

“Bagaimana, mau beli Apple Watch?” Koh Afit Husni, seleb blogger asal Jogja, menanyai saya ketika akan makan siang di media gathering Indosat Super 4G di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. “Tidak, Watch tidak fungsional, pilih Garmin atau Polar” jawab saya. “Iya, atau Suunto” koh Afit melanjutkan.

Bagi saya, Apple Watch secara artistik dan desain memang nampak menarik, namun sependek yang saya tahu kurang fungsional untuk dipakai baik sehari-hari maupun untuk mendukung program latihan lari yang sedang saya jalani. Kekurangan Apple Watch setidaknya adalah: sangat tergantung dengan iPhone (1), tidak memiliki GPS sendiri (2) dan daya tahan batere yang sangat terbatas (3), hanya beberapa jam bila digunakan untuk latihan dan kurang dari 24 jam untuk fungsi sehari-hari. Mengisi batere setiap hari untuk sebuah “jam tangan” bagi saya sangat merepotkan.

Ketergantungan Apple Watch dengan iPhone akan membuat tidak elok menjalani program latihan lari dengan mengenakan Watch di pergelangan tangan sambil mengaitkan iPhone di lengan dengan bantuan Armband atau WaistPack di pinggang. Merepotkan. Apalagi ketika saat ini Armband saya rusak dan sudah merasa bosan memasang band di lengan.

Ini semakin mengokohkan niat shalih saya untuk menabung demi sebuah GPS Sportwatch. Dalam berlatih kebutuhan saya tidaklah demanding. Sebatas kebutuhan dasar untuk time logging, route mapping, coaching dan kalau bisa sebagai heart rate monitor. Saya tidak mempunyai preferensi terhadap brand atau tipe smartwatch tertentu. Cukup Smartwatch itu mempunyai kompatibilitas dengan iPhone dan Android yang menjalankan aplikasi Nike Running Plus yang sudah bertahun saya gunakan. Karena saya tidak ikhlas bila catatan pahala lari saya di Nike Running Plus sia-sia tidak berkelanjutan.

Sampai kemarin saya membaca Garmin akan meluncurkan GPS Sportwatch kelas menengah dari seri Forerunner, yaitu Garmin Forerunner FR 225. Bila selama ini FR 220 sudah akrab dengan banyak pelari kasual dan rekreasional, maka tidaklah salah bila menebak FR 225 adalah upgrade dari FR 220 tersebut. 

Fitur baru di seri Forerunner 225 ini yang paling menarik bagi saya adalah disematkannya built in Optical Heart Rate Sensor untuk mengetahui detak jantung pengguna ketika sedang berlatih. Optical Heart Rate Sensor ini mempunyai cara kerja yang sama dengan Heart Rate sensor yang ada pada Apple Watch, Fitbit Surge, Samsung Gear S dan sejenisnya. Keberadaan optical heart rate monitor bagi saya adalah kepraktisan tersendiri, memasang Chest Strap HRM sebelum berlatih bagi saya cukup merepotkan.

Forerunner Optical HRM dan Mio Link Optical HRM

Forerunner 225 Optical HRM dan Mio Link Optical HRM (foto diambil dari website dcrainmaker.com)

Mungkin menjadi pertanyaan, seberapa akurat optical heart rate monitor dibanding chest strap HRM konvensional. Saya sendiri memerlukan HRM sebatas untuk mengetahui dimana zona saya berlatih dalam rentang tertentu. Saya belum menemukan arti HRM dengan per beat bpm presisi. Jelasnya Mio sensor yang dipakai oleh Garmin FR 225 telah lama dikenal mapan dalam memproduksi sensor-sensor dengan akurasi yang tinggi. Untuk diketahui Optical HRM yang dipakai FR 225 dibuat oleh Mio yang berpartner dengan Philips.

Fitur baru berikutnya adalah keberadaan Activity Tracker. Beberapa waktu belakangan telah diramaikan dengan munculnya Fitbit One/Zip, Jawbone Fitness Tracker, Samsung Gear Fit, Acer Leap, Mi-band dan lain-lain. Fitness memang sedang menjadi gaya hidup yang bahkan didukung oleh jejaring sosial besar seperti Facebook. Berikut ini adalah cara Facebook menampilkan fitness life style saya:

fitness fbSama seperti piranti Activity Tracker lainnya, fitur activity tracker pada Garmin Forerunner 225 akan mencatat jumlah langkah dan gerak yang dilakukan sehari-hari, jumlah tidur, menghitung kalori terbakar dan goal yang ingin kita capai. Selain menjadi partner berlatih lari, FR 225 akan membantu hidup secara keseluruhan agar lebih sehat dan aktif.

Selain kedua fitur baru di atas, ada beberapa hal lagi kenapa Forerunner FR 225 bagi saya lebih menarik dibanding Apple Watch:

1. Garmin Forerunner 225 bisa dipasangi chest strap HRM bila optical HRM dianggap kurang memuaskan. Footpod untuk membantu menghitung cadence pun bisa turut dipasangkan. Hal ini sepertinya tidak bisa dilakukan dengan Watch sebelum mungkin ada pihak ketiga yang membuatnya.

2. Garmin merupakan pabrikan Smartwatch yang berpartner dengan aplikasi Nike Running Plus. Semoga Forerunner FR 225 ini pun bisa langsung dipasangkan dengan aplikasi Nike Running baik yang diinstall di iPhone maupun di Android. Jadi dengan FR 225 saya bisa langsung meneruskan dari posisi latihan saat ini.

3. Garmin Forerunner FR 225 kabarnya akan dipasarkan dengan harga US$ 300. Semoga harga di Indonesia kelak tidak terpaut jauh. Bila benar FR 225 berharga sekitar US$ 300, ini merupakan Smartwatch mid level yang cukup terjangkau kantong. Seharga kira-kira 2 pasang Nike Zoom Pegasus 31 yang saya gunakan saat ini. Bila FR 225 bisa digunakan selama 2 tahun artinya FR 225 lebih murah dari sepatu Nike Zoom Pegasus 31 yang bisa digunakan sekitar 6 bulan saja (650 km)

Sedianya Garmin Forerunner FR 225 akan tersedia di Amerika Serikat pada sekitar bulan Juni. Di Indonesia kemungkinan terlambat beberapa bulan. Tidak apa-apa. Sabar. Ini kesempatan bagi saya untuk menabung. Mengumpulkan uang sebanyak US$ 300 – US$ 400 tidak sangat mudah bagi saya.

Apapun #MariLari and #JustDoIt

Iklan

12 thoughts on “Apple Watch? Saya Garmin Forerunner FR 225

  1. Ping-balik: Review Running Shoes: League Kumo Racer – Gadget, Running & Travelling Light

  2. Ping-balik: Apple Watch Nike+ vs Garmin Forunner 235 – Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s