Nyari Statistik Pengguna Facebook di Gunungkidul

Saat ini saya sedang memerlukan angka-angka statistik dan demografi pengguna jejaring sosial (facebook dan twitter) di kabupaten Gunungkidul. Namun saya tidak tahu dimana informasi itu tersedia. Nampaknya belum ada orang yang mau berbagi informasi tentang pengguna facebook per kabupaten di internet. Apalagi untuk kabupaten, untuk Yogyakarta saja sampai saat ini saya belum menemukan sumber informasi yang kredibel. Ini karena jarang ada orang yang mau berbagi atau karena memang belum ada yang memetakannya.

Sebenarnya untuk angka-angka ini saya ingin mencarinya di salingsilang, tetapi kali ini saya belum beruntung. Situs itu saat ini sedang njegleg. 😦 Statistik dan grafik sosial media yang dapat dengan mudah dilihat baru saya lihat di blog Pitra di: http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/. Itupun untuk angka-angka di Indonesia.

Ada yang bisa ngasih saya clue untuk mendapatkan informasi ini?

Kedaulatan Rakyat Suka Maling Pisang

Maling Pisang jadi headline Kedaulatan Rakyat

Maling Pisang jadi headline Kedaulatan Rakyat

Koran dinding, koran Kedaulatan Rakyat yang dipasang pada papan yang dirancang untuk bacaan bersama ini pada siang tadi menarik perhatian saya. Koran lokal ini, Kedaulatan Rakyat (KR) mengangkat Maling pisang cacat mental yang ditahan polisi sebagai headline hari ini, lengkap dengan ilustrasi ciamik.

Polisi dan Kepolisian Indonesia dalam beberapa pekan terakhir memang sedang rajin membawakan banyak kisah ke redaksi pers untuk dibagi-bagikan sebagai “penghiburan” bagi rakyat Indonesia. Kisah-kisah unik yang dibagikan oleh polisi ini barangkali bertujuan agar penikmat kisah unik namun nyebeli ini tidak kehilangan koherensi maupun alur cerita tontonan. Masyarakat mudah menangkap apa korelasi antara kasus Maling Pisang yang mentally retarded ini, kasus maling Sandal Jepit, Pembantu Rumah Tangga pencuri piring majikan, Nenek Minah dan lain-lain. Sebagai plot kedua dalam kisah cerita barangkali adalah kericuhan di Nusa Tenggara Timur, Pembantaian di Mesuji, dan lain-lain.

Haduuuh, Judul dan isi posting saya ini kok malah kehilangan koherensi. 😀

WordPress Side Bar

Untuk pertama kalinya selama saya nge-blog di WordPress.com ini muncul suatu side bar setelah saya selesai menerbitkan tulisan tepat sebelum posting ini. Saya agak kaget dan agak senang. Senangnya saya diselamati bahwasanya posting sebelum ini adalah posting ke-990. *menjura* Yang bener saja. 😀

Agak senang saya berangsur hilang setelah membaca-baca side bar dan menemukan ini hanya iklan semata. Iklan dari iReach. iReach adalah layanan berbayar US $ 129 dari wordpress.com. Konon iReach bisa membantu menyebarkan konten yang kita buat agar dibaca lebih banyak orang dan meningkatkan PR. Pantas saja wordpress.com sangat anti dengan praktisi SEO yanag bermain di wordpress.com. 😀

Tentu saja saya ogah sign up, hehe

Elektronika Tidak Populer di Mata Anak Sekarang?

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang bekerja di suatu Sekolah Kejuruan di Gunungkidul. Ngobrol-ngobrol itu kemudian mengarah pada diskusi tentang minat masyarakat, dalam hal ini pelajar di Gunungkidul yang rendah terhadap Program Keahlian Elektronika di SMK. Program Keahlian Otomotif dan Teknik Informatika (software) saat ini menjadi pilihan utama bagi siswa siswi yang bersekolah SMK. Elektronika secara popularitas dan minat sedang telak kalah tertinggal. Kursi-kursi di kelas Elektronika di SMK banyak lowong.

Jaman saya muda, hehe, Elektronika adalah idola yang banyak digadang-gadang agar kelak menjadi bidang yang bisa siswa siswi pelajari. Jaman itu, Elektronika adalah program studi bergengsi yang kelasnya diperebutkan oleh teman-teman yang memilih bersekolah kejuruan. Seleksi alam pada masa itu hanya memungkinkan siswa yang tergolong cerdas di atas rata-rata yang bisa masuk diterima di kelas-kelas Elektronika.

Diskusi oleh teman-teman yang notabene adalah guru-guru program keahlian elektronika itu kemudian berlanjut untuk menemukan cara mendongkrak minat masyarakat pelajar akan keahlian Elektronika yang sedang turun kasta.

Sebenarnya seperti apa sih elektonika di mata pelajar saat ini?

Menurut diskusi itu dapat ditangkap banyak persepsi tentang elektronika yang berkembang di kalangan pelajar. Diantaranya elektronika itu identik dengan hitung-hitungan matematis yang njlimet. Gambaran semacam ini mungkin mereka dapatkan dari pelajaran Fisika di SMP. 😀 Elektronika tidak keren. Menyolder kalah keren dengan meng-over size seker motor untuk adu balap. 😀 Setelah lulus SMK, kalau bekerja di Jakarta yang mereka dengar keren di telinga masyarakat adalah bekerja di Astra, YAMAHA, SUZUKI dan sejenisnya. Apalagi sekarang ini sedang gencar diberitakan mobil Esemka yang dijadikan mobil dinas oleh walikota Solo, Pak Joko Widodo 😀

Banyak sekali ya tantangan untuk mendongkrak minat siswa akan kelas elektronika. Sebagai sesama orang yang sebagian jalan hidupnya ditopang oleh elektronika tentu saja saya merasa terpanggil untuk turut bersumbang sih, paling tidak menyumbang ide, untuk mendorong minat anak-anak pelajar untuk menyukai program keahlian elektronika.

Namun caranya bagaimana, kami masih terus berpikir. Barangkali Anda yang punya ide cerdas untuk disedekahkan di sini? 🙂

Cara Recovery Password Twitter Tanpa Email. Apa?

Seolah pertanyaan saya mengada-ada. Bagaimana cara recovery password di twitter yang kelupaan tanpa email? Permasalahannya memang twitter, dan banyak layanan apapun di internet lainnya, hanya menggunakan email sebagai satu-satunya jalan untuk mendapatkan kembali suatu password (kata sandi) yang hilang karena kelupaan atau hilang karena alasan lain.

Beberapa waktu lalu, seorang teman membersihkan cache dan cookies di web browser yang terpasang pada satu-satunya laptop yang ia gunakan untuk online. Kemudian satu-satu membuka layanan-layanan online yang ia gunakan serta memasukan username dan password untuk masing-masing layanan itu.

Permasalahan muncul ketika ia ingin membuka akun twitter. Beberapa kali mencoba memasukan password dan tidak ada satupun yang diterima. Kemudian ia mencoba klik forgot password. Sayangnya tidak ada email masuk ke akun email yang saat ini ia gunakan sehari-hari.

Setelah diingat-ingat ternyata email yang ia pakai mendaftar twitter dulu adalah email tempat kerja lamanya dulu, di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Email itu sekarang sudah tidak bisa diakses. Sepengetahuanya setelah tidak lagi bekerja di BRTI, akun email itu telah dihapus. Dihapusnya akun emailnya di BRTI itu barangkali akan menjadi masalah pada beberapa layanan online yang mana dengan email itu ia dulu mendaftar. Mampus. 😦

Barangkali ada yang punya ide untuk mendapatkan kembali password twitter yang hilang itu tanpa menggunakan email?

 

1000+ circled di google+

1000+ circled on google+

1000+ circled on google+

Tangkapan layar pada google+ ini baru saja saya buat. Sebenarnya saya ingin membuat tangkapan layar ketika tepat ada 1000 account yang melingkari akun google+ saya, tetapi karena ini itu dan lain hal jadi terlewat. hehe

Sampai saya mengetik tulisan ini sudah ada 1005 akun yang melingkari akun saya sejak saya bergabung jejaring sosial besutan google sejak pertengahan Juli tahun lalu, 6 bulan yang lalu, ketika pada saat itu untuk bergabung google+ memerlukan sebuah undangan. Belum semua orang pada saat itu bisa langsung bergabung.

Oh iya, pada saat itu saya diundang oleh Wibisono Sastrodiwiryo. Wibi diundang oleh Mantus Balaputra. Saya lupa siapa yang mengundang Mantus.  Saat itu orang beramai ramai ingin mendapat undangan bergabung google+. Kemudian saya menjadi dermawan, kalau tidak mau dibilang congkak, dengan mengundang teman-teman saya yang lain yang belum mendapat kesempatan. Saya tidak ingat pasti siapa saya yang saat itu berhasil gabung google+ karena undangan dari saya. Baca lebih lanjut