
Ini mungkin pekan kedua atau ketiga kita menjalani masa-masa phisical distancing yang berat guna membatasi penyebaran virus corona yang mengakibatkan wabah Covid-19 di seluruh penjuru dunia. Usaha untuk tetap berada di rumah dan membatasi kontak fisik dengan orang – orang mendorong kita untuk melakukan banyak penyesuaian terhadap kebiasaan dan pola hidup.
Sebagai penghobi olahraga lari atau pelari rekreasional tentu kita paham bahwa menjalankan program latihan bukan lagi menjadi prioritas. Selain karena semua lomba lari di berbagai negara ditunda dan atau dibatalkan, tetap menjalankan program latihan berat justru kontra produktif dengan tujuan yang paling esensial dalam setiap olahraga yaitu menjadi bugar dan sehat.
Karena dalam taraf intensitas yang berat suatu jenis latihan mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh secara sementara yang memberi celah masuk virus dan bakteri menyerang tubuh. Bila kita pernah mendengar istilah “Open Window” atau “J Window”, itulah yang terjadi sehabis kita menjelankan latihan intensitas berat.
Tidak lagi menjalankan suatu program latihan kemudian bisa jadi menjadi alasan kita para pelari rekreasional untuk menanggalkan sportwatch yang biasanya ia kenakan setiap hari untuk memantau kemajuan program latihan. Tetap memakai sportwatch bisa jadi mereka pikir tidak praktis mengingat jam jenis ini perlu diisi ulang baterenya setiap periode waktu tertentu sampai alasan berupa rasa bersalah meninggalkan olahraga dalam waktu berpekan-pekan.








