
Powered by : Soto Shop CS 2

Powered by : Soto Shop CS 2
Melanjutkan dongeng BBGRM, kemarin, Minggu siang kemarin sampai menjelang jam 17:00 WIB adalah rapat kedua, ceritanya adalah membuat program kegiatan yang konkrit dan dapat dilaksanakan dalam periode satu bulan.
Konsep dasar dari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat adalah keterlibatan dan partisipasi yang erat dari, dalam dan oleh masyarakat atau dalam kata lain banyak dikerjakan secara masal. Menurut saya dalam kegiatan tersebut kita tidak perlu menuliskan terlalu banyak kegiatan, melainkan sesuatu yang kongkrit, mudah dilaksanakan dan hasil kegiatanya dapat dirasakan atau bermanfaat.
Ternyata ada hal menarik (juga) dalam rapat rembug desa seperti ini, bahkan jarang saya temukan ditempat lain. Keterbatasan alokasi dana, karena dari desa hanya memplot Rp 1.500.000,- dari APBDes memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat yang lain untuk memberikan dukungan finansial, seperti dari Karang Taruna, misalnya. Baca lebih lanjut
Saya berusaha konsisten dengan ritual mingguan saya, lari sepanjang 3 km dan melepaskan semua yang menyesaki ruangan dalam dengkul saya, maksud saya dalam otak saya. Sehabis itu, melihat adik adik latihan basket. Kadang kadang saya mencoba juga untuk ikut bermain atau sekedar mencoba untuk melakukan shot shot yang ngga mutu. Maksudnya dari sekian banyak shot yang saya lakukan lebih banyak gagalnya. Mencoba bermain pernah juga. Dalam permainan saya paling banyak memberi kontribusi terhadap kekalahan tim dimana saya ikut atau paling tidak menunda kemenangan tim apabila saya bergabung dengan mereka yang bermain bagus.
[Secara … , maksudnya : ini adalah alasan yang paling diterima mengapa saya lebih memilih olah raga individual seperti jogging atau aerobik]
Biarpun saya tidak bisa bermain bagus tetapi saya mencoretkan beberapa catatan menarik dari (permainan) bola basket
[Makanya banyak foto fot basket di album picasa saya] Baca lebih lanjut
Mimpi saya untuk menjadi orang baik baik tidak pernah mati. Saya terus berproses dengan berbagai akumulasinya. Saya berusaha sebisa saya. Tetapi untuk tampil didepan dibarisan kebaikan. Aghrrrrr. Sepertinya saya romongso /merasa belum pantas. Jauh dari pantas.
Tadi malam benar benar harus membuat keputusan dipersimpangan. Benar benar keadaan darurat dimana Imam shalat Isya di Masjid saya tidak satupun yang datang. Maka setelah terjadi pertengkaran panjang untuk siapa seharusnya yang menjadi Iman shalat Isya. Saya yang biasaya menjadi pemenang dalam setiap pertengkaran. Nasib apes menimpa saya. Saya terpaksa menjadi Iman setelah kekalahan saya.
Tentu saja saya grogi untuk memimpin jamaah menghadap Allah yang Maha Besar. Semua orang tahu siapa saya. Dari bangun tidur sampai (bangun) tidur lagi, apalagi Allah SWT. Ya Allah, Paduka pasti memahami situasi tadi malam dan memaafkan kelancangan saya dan memberi pelajaran berupa kebaikan bagi orang orang yang memaksa saya menjadi Iman tadi malam. Dan berilah kami semua tambahan ilmu, pemahaman dan kesadaran serta kebesaran jiwa.
Amiiin
Buku Dr Covey yang paling saya kagumi adalah The 7 Habits of Highly Effective People. Karena itu adalah buku beliau yang pertama kali saya baca. Kalau tidak benar buku tersebut pertama kali diperkenalkan kepada saya oleh Yuni (Sri Lestari Yuniarti), sekarang saya tidak tahu persis dimana dia bekarir, tetapi info terakhir dia berkarir di SMA Lab School Jakarta. Apapun yang pasti sukses selalu miliknya.
Kembali ke LAPTOP
Ketertarikan saya akan The 7 Habbits membuat saya untuk memperboros anggaran untuk membeli buku buku terbitan Franklin Covey yang lain. The Principle Centered Leaderhip, The 7 Habits of Highly Effective Teen, dan buku terbaru yang saya beli adalah The 8 th Habits.
Keterarikan saya yang besar terhadap prinsip prinsip Dr Covey mendorong saya untuk bagaimana caranya ber interaksi secara lebih intensive dengan sang empunya. Pasti bukan hanya saya saja yang nge fan berat sama begawan pengembangan diri yang satu ini sehingga beliau membuat sebuah community sebagai media interaksi dengan pembacanya di tengah kesibukan dan kehidupan pribadi dan profesionalnya.
Nah disinilah kemarin setelah shalat Jum’at saya bergabung. Maka kedepan saya akan banyak berbagi terkait pengalaman saya bersama komunitas ini.
Selamat Pagi
Wah apa apaan ini. Kok kayaknya serius banget. Iya saya memanfaatkan waktu menunggu shalat Jum’at untuk menuliskan ‘sesuatu’ diri saya. Iya seperti halnya shalat merupakan kepentingan pribadi. Ini adalah kepentingan pribadi saya yang lain. Biarkan saya untuk kadang kadang memanjakan diri.
Berbicara mengenai kemanusiaan (di era informasi), marilah mula mula untuk menengok pada sejarah era (manusia), Peradaban. Konon katanya sebelum nenek moyang kita memasuki era agraris dulunya merupakan pemburu dan pelari yang hebat. Mempunyai tubuh yang berotot dan kuat, sehingga mereka bisa menyelesaikan sebagian besar permasalahan pada masa itu dengan paradigma otot. Otot? Bukankah pada masa itu kakek dan nenek moyang kita harus berkelahi dengan binatang buas untuk survive dan mendapatkan makan. Dan kadang kadang berkelahi dengan kelompok atau etnik lain untuk berebut wilayah perburuan.
Menjadi petani
(seperti saya sekarang). wah saya tidak mau bercerita bagaimana peradaban masyarakat petani. Tetapi apabila ada orang yang mau mengamati kehidupan saya dari dekat. Biarlah orang itu saja yang menuliskan dalam blognya. Singkatnya di era pertanian lebih ada jaminan bahwa untuk kebutuhan makan sehari hari selama setahun atau semusim lebih baik. TITIK
eRA iNDUSTRi
sETELAH merasa bahwa apa yang bisa dihasilkan oleh pola hidup bercocok tanam jauh lebih baik dibanding Baca lebih lanjut
Keterampilan atau Pengetahuan penting mana? Cerdas atau Terampil. Penting Cerdas ya tetapi apakah keterampilan juga sama pentingnya? Tergantung situasinya. Cerdas berkaitan dengan seberapa baik suatu masalah dapat kita pecahkan. Terampil adalah kaitanya dalam hal menyelesaikan pekerjaan berulang ulang seperti itu.
Saya tidak yakin apakah pendapat saya ini benar.
Permasalahanya adalah sama. Mengetikan dokumen yang sama atau mirip secara berulang. Seorang ‘Terampil’ akan berusaha untuk menyelesaikan lebih cepat dengan berlatih mengetik 10 jari, berlatih dan berlatih. Karena keterampilan itu berasal dari latihan.
Seorang ‘Cerdas’. Apa yang mungkin dia lakukan. Bisa saja dia memilih word prosesor yang tepat, mempelajari prosedurnya, membuat template, membuat spelling checker, membuat dan lain lainya atau entah mengembangkan ide lain untuk menyelesaikan pekerjaanya
Wah, ketika saya sedang mempunyai masalah dengan Operamini saya, saya mencoba googling dengan wap/xHTML browser default pada Ponsel saya, Sony Ericsson. Semenjak saya berkencan dengan Opmin rasanya kemarin itu yang pertama saya googling dengan browsernya Ms Soner. Saya pernah mendengar perihal google mobile, sayangnya saya terlalu cuek sehingga tidak mencoba bekerja dengan ponsel browser.
Dari item pencarian yang ditemukan dengan cepat (lebih baik dari sebelumnya) dan saya mencoba mengklik hasil pencarian, ternyata google tidak tinggal diam setelah menyodorkan hasilnya kepada saya. Melainkan memainkan peran sebagai proxy sekaligus adapter agar semua kontent dan website yang saya buka bisa dibaca dengan browser ponsel.
Siapa (belum) pernah mencoba? Dasar Mbah Google, iso iso (aya aya) wae
Pada hari Selasa siang saya mendapat undangan untuk pembentukan Panitia BBGRM di Balai Desa Grogol untuk hari Rabu (kemarin) sebagai perwakilan dari Karang Taruna. Saya bingung apa BBGRM itu?. Saya sempat call teman apakah dia mendapat undangan untuk rapat yang sama, dan apa yang dimaksud dengan BBGRM? “Tidak tahu” jawabnya. Artinya Mas Totok sama kupernya dengan saya. (Tidak ya)
Sebagai tanggung jawab saya sebagai elemen masyarakat desa, saya meluangkan waktu untuk datang pada rapat tersebut. Sama dengan Mas Totok, ternyata banyak teman teman lain yang tidak tahu menahu tentang BBGRM.
Maksud saya mbok iya o untuk kalimat kalimat dan ungkapan yang belum lazim jangan menggunakan singkatanya. Istilah khusus (-kan) bukan untuk semua orang. [Ya kalau untuk semua orang namanya bukan istilah khusus, melainkan istilah umum.] Atau kalimat tidak disingkatnya disebut dulu baru kemudian digunakan singkatanya atau kata singkatnya. Biar tidak kebingungan. Dan Informasi tersampaikan dengan benar, artinya penerima informasinya dapat memahami –did you send the message right?. Bener ngga?
Akhirnya setelah rapat berjalan kami mengetahui, bahwa BBGRM adalah bentuk singkat dari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat. Siapa yang tidak tahu istilah ini sama halnya dengan saya? Syukur kalau semua sudah pada tahu.
Bagaimana saya (kami) bisa memberi sumbang sih secara maksimal dalam rapat bila … … …. ini saja saya tidak tahu? Baca lebih lanjut
Dalam suatu perbincangan :
D ia : Mas Jarwadi, saya khawatir dengan perkembangan teknologi (produksi) yang sangat pesat, terutama pada fabrikasi dan otomasi
Saya : Kenapa memangnya?
D ia : Perkembangan itu akan menjadikan banyak orang menjadi pengangguran
Saya : Kok …
D ia : Dengan robotisasi dan otomasi pada pabrikasi berapa juta karyawan (operator produksi) yang akan menjadi pengangguran, dll … dll
[ Percakapan terus menjadi jadi dan tidak ada ujung pangkalnya. Dasar … Sesekali keduanya menjadi pusing, kadang kadang juga tertawa lebar lebar ]
Saya & D ia : Secara