Ke Laut Bekah Saja

Laut Bekah Gunungkidul

Tebing Laut Bekah Gunungkidul

Sebenarnya, Minggu siang tadi (8 Mei 2016) saya tidak sedikit pun mempunyai rencana untuk pergi ke pantai, Pantai Laut Bekah . Yang terletak di Dusun Temon, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, sisi barat daya Gunungkidul.

Niat yang menggerakkan kaki saya ke luar rumah hanyalah untuk riding around. Berkendara sepeda motor kemana saja, membakar Pertamax, kemudian balik pulang ke rumah lagi.

Sudah pukul 8 lebih ketika saya mengarahkan sepeda motor ke selatan, ke Paliyan, Trowono, mengikuti JJLS ke barat sampai di Purwosari. Sampai di suatu ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang tembus ke Parangtritis, terlihatlah sebuah plang nama bertuliskan Laut Bekah.

Mulanya saya ragu apakah saya sebaiknya lurus-lurus saja atau kali ini belok kiri. Saya memelankan laju sepeda motor. Sambil mengingat salah satu komentar di tulisan saya terdahulu tentang Pantai Kesirat. Salah seorang komentator meninggalkan kesan, Laut Bekah jauh lebih indah dari Kesirat.

Saya pun menghentikan laju sepeda motor dan berbalik arah. Jadi belok kiri menuju Laut Bekah.

Lepas dari JJLS, jalan menuju laut bekah merupakan jalan cor blok khas Gunungkidul. Menyusuri jalanan cor blog dengan matic all new soul GT tidak begitu sulit. Yang sangat sulit adalah kira-kira 2 km menjelang pantai. Jalan sudah bukan lagi berbentuk cor blok. Akan tetapi jalan batuan yang naik turun.

Sangat tidak nyaman dilalui dengan sepeda motor matic. Sampai suatu turunan curam saya berhenti. Saya hampir frustasi. Tapi saya sudah terlanjur begitu jauh. Akhirnya saya memberanikan diri dan memompa kenekadan sampai sepeda ini terparkir manis di rerumputan hijau di belakang bangunan pendopo di Laut Bekah.

Pantai Laut Bekah Laut Pecis Gunungkidul

Tebing Timur Laut Bekah Purwosari Gunungkidul

Laut Bekah tidak disebut pantai. Karena memang di Laut Bekah kita tidak bisa mencium bibir pantai atau membasuh muka dengan air laut. Kecuali cukup punya keberanian menuruni karang untuk mencapai laut. Entah dengan cara apa dan keberanian semacam apa melakukannya.

Tulisan saya tentang wisata pantai Gunungkidul lainnya:

Siang tadi saya merasa beruntung. Cuaca cerah. Menyisakan sedikit mendung di langit yang biru. Sampai-sampai batas antara langit dan laut jadi terlihat absurd.

Pantai Laut Bekah Laut Pecis Gunungkidul

Damai Bibir Tebing Laut Bekah

Berdiri di bibir tebing di Laut Bekah adalah pemandangan laut yang maha luas. Tidak ada kegaduhan kecuali debur ombak yang tak henti menerjang karang.

Saya duduk beberapa jenak, untuk menghela nafas di salah satu tebing Laut Begah. Saya menikmati pemandangan berupa burung-burung camar putih yang mencari makan, burung walet, suara gareng pung dan melihat perahu perahu nelayan yang menjemput rejeki di laut lepas yang luas.

Pantai Laut Bekah Panggang Gunungkidul

Menikmati Surga Memancing di Laut Bekah Purwosari Gunungkidul

Meski hari Minggu, Laut Bekah tidak ramai. Benar-benar tidak ramai. Di sana tadi saya hanya melihat beberapa orang. Kalau tidak salah ada 2 orang pemancing di Laut Bekah. Beberapa remaja setempat yang sedang mencari rumput, petani, dan segerombol pemburu belalang.

Benar, segerombol pemburu belalang bersenjatakan seruas tongkat bambu dan ragum/cundit di ujungnya. Memang, di Laut Bekah ini masih banyak belalang kayu. Saya menjumpai banyak belalang ketika saya tadi berjalan dari Laut Bekah ke Laut Pecis.

Pantai Laut Bekah Laut Pecis Gunungkidul

Surga Memancing di Laut Pecis Purwosari Gunungkidul

Laut Pecis adalah tempat semacam Laut Bekah. Dan sama-sama surga bagi para pemancing (rockfishing heaven). Pecis terletak di sebelah barat Laut Bekah. Tidak jauh, hanya ratusan meter. Saya tadi dari Laut Bekah menuju Laut Pecis berjalan kaki dalam hitungan puluhan menit. Saya rasa.

Di Laut Pecis saya tidak lama. Saya hanya melihat-lihat segerombolan pemancing di sana. Melihat-lihat fasilitas yang dibangun di sana. Fasilitas-fasilitas yang ada, termasuk semacam saung dan pendopo nampaknya dibangun oleh Akademi Akuntasi YKPN. Bila saya tidak salah.

Berbicara mengenai rockfishing spot, surganya para pemancing, di sini ada tiga. Titik Mancing Laut Bekah, Titik Laut Pecis dan Titik Gebang Koro. Titik Gebang Koro ini terletak di sebelah timur Laut Bekah. Di sana, dari jauh juga nampak para pemancing. Hanya karena lokasinya yang ekstrim, pemancing biasa kemungkinan membutuhkan pemandu. Nah ini ada papan plang yang tertera nomer ponsel pemandu ke Gebang Koro.

Pantai Laut Bekah, Gebang Koro, Panggang Gunungkidul

Pemandu ke Gebangkoro Laut Begah

Nomer Handphone Pemandu ke Gebangkoro Laut Bekah Purwosari Gunungkidul:

  • Jumidi : 087839264322
  • Juki : 087839664322

Kembali ke Laut Bekah saya menuju ke salah satu pendopo yang ada di sana. Ada beberapa pendopo tapi saya memilih yang paling dekat dengan bibir tebing. Ngapain di sana. Saya tidur di pendopo yang cukup bersih itu.

Angin laut yang semilir menerpa, rerumputan hijau dan pohon-pohon cemara yang sedang tumbuh membuat saya merasa damai, dan mengantuk. Membuat lupa kalau punggung dan perut saya masih sakit.

Tidur di pendopo di dekat tebing Laut Bekah rasanya nyaman. Saya terbangun karena haus. Saya mengambil sebotol air mineral yang tadi saya beli berbarengan dengan mengisi Pertamax, minum, kemudian tidur lagi.

Sayangnya saya tadi tidak sekaligus membeli makanan, snack atau camilan. Andai saya membeli tentu di sini tempat yang sempurna untuk mengudap.

Puas tidur di pendopo Laut Begah, kira-kira pukul 11 siang, saya meninggalkan Laut Begah. Saya ingin mencari makan dan berkendara lagi. Kali ini saya berkendara mengikuti JJLS ke arah Pantai Parang Tritis.

Saya benar-benar sampai di Parang Tritis yang agak aneh. Anehnya Pantai ini juga tidak ramai di Minggu siang ini. Apa pengunjung sudah bosan dengan Parang Tritis atau karena mereka sudah memuaskan diri di Pantai ini Kamis, Jumat, Sabtu kemarin.

Tetapi saya ingin cari makan, jadi saya tidak berhenti di sini, melainkan lurus ke Pantai Depok yang terkenal dengan olahan ikan. Sampai di Pantai Depok saya merasakan siang yang sangat panas. Kontras dengan Laut Bekah yang sejuk tadi.

Di dera siang yang panas dan bau ikan yang menusuk hidung, selera makan saya hilang. Rasa lapar di perut musnah. Jadi saya malah memutuskan pulang saja. Lewat Parang Tritis, naik ke Gunungkidul lewat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Purwosari dan kali ini saya mengambil rute yang berbeda dari saya berangkat tadi pagi. Dari Panggang saya mengambil jalur ke Imogiri (Jogja) dan belok kanan di Dusun Bibal, lewat Watu Payung Geoforest, Gedad, Bayusoca lewat Paliyan lagi sampai Rumah.

Nah, di rumah saya malah makan lahap. Oh, iya, lain kali saya ingin ke Laut Begah dan Laut Pecis lagi. Jalanan yang menyakitkan lengan dan dada tidak membuat saya jera.

Laut Bekah Gunungkidul

Tebing Laut Bekah Gunungkidul

Iklan

20 thoughts on “Ke Laut Bekah Saja

  1. Wow kok niat banget perjalanan mu, mas. Terutama yang bagian mlipir Parangtritis sampe depok ujung2nya langsung balik lagi. Bacanya aku ud berasa lapar 😞

    • kalau di film mars mungkin yang ditonjolkan malah orang bunuh diri di gunungkidul,hehe tapi saya juga belum nonton sih mas 🙂

  2. Wah, manis sekali pemandangannya mas bro….
    BTW, itu yg mancing anak buahnya pak Prabowo yah? Hahahahaa….

    Kayaknya bisa di bookmark dulu nih pantai ini…. soalnya kalau ke Jogja biasanya hanya ke pantai pr tritis saja… nice information mas bro 🙂

    • silakan bro, ya kalau orang2 di gunungkidul kaos apa saja dipakai. tidak ada fanatisme dukung mendukung. lihat pantai nelayan di gunungkidul. semua bendera partai politik entah dari kapan juga dipakai dipasang di perahu nelayan

  3. ahaha laut bekah memang syahdu mas, jebul sudah 2 taun yang lalu saya kesana seperti saya tulis di https://dolanotomotif.com/2014/06/28/laut-bekah-lokasi-favorit-mancing-di-laut-gunungkidul/ dan sampe sekarang belum berubah.. memang suasananya bikin pengen kembali kesana, sekadar untuk menikmati apa yang ada.. salah satu hal yang paling saya suka malah justru karena jalannya rusak dan tidak diperbaiki sehingga kalo mau kesana memang butuh perjuangan dan pasukan selfie pun berpikir 2x kalo tau kondisi jalannya.. :mrgreen:

  4. Ping-balik: Kuliner Malam Paliyan: Bakmi Jawa Pak Kamto | Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s