Berkibarlah Terus Bendera Kita

Merah Putih Berkibar

Merah Putih Berkibar

Takkan Goyah Diterba Cobaan

Takkan Goyah Diterba Cobaan

Foto – Foto ini sebelumnya telah saya posting di beberapa social media dan photo hosting, tetapi tidak mengapa saya re-post di sini. Konon bila satu social media down atau tiba – tiba suspended, saya tidak akan kesulitan menemukan content yang telah saya publish

Insya Allah …

Assalamu alaikum …

Alhamdulillah, sakit kepala saya semalam, yang, astagfirullah, sangat menyiksa, pada pagi ini sudah mereda. Sehingga, insya Allah, saya akan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Beberapa kata yang saya pertebal pada paragraf di atas saya temukan akhir – akhir ini makin banyak dan luas digunakan dalam pemakaian sehari – hari. Kata alhamdulillah, astagfirullah, insya Allah, masa Allah, Amiin, naudzubillah dan sejenisnya yang dulu hanya digunakan oleh muslim, merupakan kata serapan dari bahasa Arab, kini lebih banyak kerap saya temui sehari – hari bahkan digunakan oleh kawan-kawan non muslim. Tentu saja kata tersebut berkembang dengan berbagai variasinya. πŸ™‚

Ngomong-ngomong tentang kata serapan, sebenarnya orang Indonesia termasuk orang yang suka menyerap kosa kata dari bahasa-bahasa lain meskipun dalam bahasa Indonesia sendiri terdapat padanan kata yang tepat.

Ya, tidak ada yang aneh sebenarnya dengan penyerapan kata – kata dari bahasa Arab yang saya sebutkan dalam tulisan ini. hehe. Apakah Anda termasuk orang yang suka sering menggunakan lebih banyak kata serapan dalam berbahasa Indonesia?

Mengibarkan Bendera

Bendera Merah Putih yang tadi saya beli seharga Rp 25.000,- di sebelah barat Taman Bunga Wonosari pada pagi tadi. Oleh mas – mas yang jualan, bendera ini tadinya dihargai Rp 35.000,-, tapi saya dan Maryanto tadi ngotot menawarnya dengan duit Rp 25.000,- hehehe

Bendera ini saya pasang di pohon Akasia. Tepat di atas Gardu Siskamling yang sudah beberapa lama Β tidak pernah dipakai nge-pos oleh peronda. Laa mau ngerondain apa kalau di lingkungan dimana saya tinggal kini aman tenteram ayem ayom toto titi tentrem tidak ada maling ayam? πŸ™‚

Benar. Di lingkungan dimana kami tinggal saat ini tidak ada warga yang mengeluh kemalingan ayam. Seandainya mereka kumpul – kumpul entar malah “ngresulo” kenapa jalan aspal dari pertigaan dekat Pak Waryadi ke barat sudah mulai rusak, dll yang terdengar saru apabila saya sebutkan satu per satu di sini. πŸ™‚

PS :

Jangan tanya kenapa saya memasang bendera dengan posisi seperti itu. Itu merupakan alasan teknis semata. πŸ™‚