Oh, sudah lebih setengah bulan

Sekarang hari Rabu tanggal 30 Juni 2010. Posting terakhir saya disini tertanggal 12 Juni 2010. Lebih dari setengah bulan saya absen menulis di wordpress alias berhenti ngeblog. Meskipun saya masih rajin memposting di sini dan di sini.

Tapi itukan masih berarti ngeblog juga ya. Saya masih layak mendapatkan predikat blogger. Meski predikat blogger itu saya sendiri yang menyandangkan.

Sejujurnya, WordPress merupakan tempat menulis favorit dengan jumlah kalimat dalam posting terbanyak diantara blog – blog lain yang saya miliki. Dan lebih jujur lagi, saya merasa kangen untuk blog walking ke lapak menulis teman teman sekalian untuk belajar mendapatkan informasi, wacana dan sudut pandang dari masing – masing orang.

Selamat Pagi! Semoga Tuhan mengkaruniakan watak rajin membaca dan menulis secara lebih baik.

Jogging : Kilometer Ketuju Tertunaikan

Alhamdulillah cuaca pagi ini tidak hujan. Hanya sedikit berkabut. Dan dengan perkelahian melawan kemalasan diri, saya dapat menunaikan ritual jogging seperti yang saya cantumkan dalam cita – cita mulia dalam usaha mensyukuri nikmat sehat yang dikarunikan Allah.

Tantangan kedua setelah pengalahan kemalasan adalah jarak tempuh yang lebih baik dari apa yang telah saya capai minggu lalu. Minggu lalu merupakan jogging pertama setelah masa hiatus karena dokter menyuruh saya beristirahat dari olah raga sepanjang hampir 6 minggu.

Hari ini saya berhenti pada kilo meter ketuju. Memang, saya belum bisa melakukannya dalam waktu sebaik sebelum saya hiatus. Insya Allah waktu merupakan tantangan pada minggu minggu selanjutnya.

Lokasi pengambilan foto adalah di sini dan merupakan tempat indah ujung lintasan jogging saya setiap minggunya.

Optimal Memanfaatkan Teknologi

Gara – gara sedang flow menyelesaikan pekerjaan (sambil main facebook) suatu sore membuat saya kelupaan kalau sedang memanaskan air dengan kompor. Tentu saja air yang ingin dipakai untuk mandi itu terlalu lama mendidih dan tumpah belepotan. Mengetahui hal ini, simbok –begitu saya biasa memanggil ibu– berteriak – teriak.

“Gimana sih, manasin air sampai tumpah – tumbah gini” tanyanya dengan nada tinggi. “Emm, anuuuuu, lagi serius nyelesaiin kerjaan” berusaha menjawab sekenanya.

“Kamu tuh gimana, mengapa tidak nyalain alarm di hp, kalau biasa manasin air 15 menit ya set 15 menit bunyi, atau 20 menit atau gimana” Simbok saya itu terus nerocos gaya ibu – ibu menasehati anak kecil.

Tapi bener juga kata beliau. Mengapa saya tidak menyalakan alarm atau timer di ponsel. Atau menyeting task list? Selain saya sering menyepelekan nasehatnya, rupanya uang yang telah beliau keluarkan untuk menyekolahkan saya banyak sia – sianya. Bodoh saya tidak berkurang. Tidak cukup cerdas memanfaatkan teknologi dan gadget untuk menyelesaikan dan memudahkan aktifitas harian.

Di Data Petugas Sensus Penduduk 2010

Sabtu kemarin seorang teman saya datang. Dia adalah Wakiyat alias Winarno. Saya kira dia datang untuk nanya – nanya tentang ayam atau mengajak menyabung ayam seperti biasanya. Rupanya saya salah. Tumben. Dia datang sebagai petugas Sensus Penduduk 2010. Setahu saya Sensus Penduduk baru di mulai awal bulan depan. Semoga Sensus pada tahun ini dapat mencacah dengan lebih akurat sehingga data bisa lebih baik dipergunakan untuk parameter pertimbangan pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Dari Posterous Photos

Stiker yang ditempel merupakan tanda bahwa suatu bangunan telah di sensus. Termasuk gubug dimana dari situ saya online dan menulis posting ini.

Mbok Yatini : Solusi keseleo

Pekerjaan saya yang keseharianya sering harus mengetikan ribuan karakter dalam waktu amat singkat ke sistem, sedikit demi sedikit telah manabung untuk saya jari dan tangan pegel linu, encok rematik, eh tidak ding, tidak sampai separah itu. Punggung, lengan, tangan dan jari saya saja yang menderita nyeri otot.

Itupun bukan sepenuhnya karena pekerjaan yang ekstra sibuk, melainkan kegemaran dan kecanduan kronis akan internet. Apalagi setelah saat ini era jayanya facebook, twitter dan social media. Maka menjadi – jadilah saya.

Hingga tadi pagi saya merasakan paracetamol tidak lagi bisa membantu mendustai otak akan rasa sakit nyeri sekali ini. Saya menggunakan alternatif terakhir untuk menggunakan jasa mbok Yatini. Beliau adalah profesional pijat otot dan urut paling masyur sekampung halaman. Untunglah rumah beliau berdekatan dengan rumah orang tua. Jadi saya tidak terlalu memeras banyak usaha untuk pagi – pagi bertandang ke tempat praktek.

Sekitar 1 jam saya merasakan sensasi rasa sakit diurut yang luar biasa. Menurut beliau, gangguan otot ini sudah lama. Memang iya. Saya saja yang lebih suka memelihara  sakit.

Nah, sore ini saya malah sudah mengetik untuk blog tercinta.

Punggung Pegal

Pagi ini punggung sebelah kanan saya terasa sakit. Apalagi kalau digunakan untuk beraktifitas. Untuk menggerak – gerakan lengan sakit. Menggelengkan kepala sakit. Tangan kiri mengangkat tas yang tidak berat saja terasa sakit sekali.

Mungkin ini gara – gara posisi tidur tidak benar semalam. Atau entah karena apa. Padahal semalam saya sih tidak mimpi buruk. Derita sakit seperti ini adalah ancaman bagi banyak aktifitas.

Loh kok malah jadi curhat.

Baiklah. Apapun tetap semangat . Selamat Pagi.

Biaya Periksa di RSUD

Biaya periksa di Rumah Sakit Umum Daerah ternyata tidak mahal. Karena tadi tidak tahan dengan rasa nyeri pada perut, saya memutuskan, untuk pertama kali menggunakan jasa medis Rumah Sakit milik pemerintah daerah. Posisi Rumah Sakit ini relatif dekat dengan posisi saya saat ini. Dan dokter yang biasa saya kunjungi hanya buka praktek pada petang hari.

Oleh ibu – ibu petugas resepsionis yang ramah itu saya disarankan untuk menuju Poli Penyakit Dalam. Tidak lama menunggu, dokter spesialis penyakit dalam memberikan pemeriksaan. Kebetulan pasien di Poly ini tidak banyak, dan mungkin karena masih pagi sehingga belum lelah, dokter cukup bersahabat ketika saya tanya – tanya macam – macam.

Dari Posterous Photos

Biaya. Menurut saya, biaya periksa tidak mahal. Sangat terjangkau. Seperti pada gambar, biaya periksa dokter Rp 6.000,- dan total Rp 10.000, meski masih ada biaya yang lain sehingga saya diminta membayarkan Rp 15.000. Mungkin ini biaya pembuatan kartu bagi pasien yang datang pertama kali.

Tentu saja saya harus membeli obat secara terpisah di Apotik. Petugas tadi ketika saya minta rekomendasi Apotik mana seharusnya membeli obat, dia mengatakan silahkan membeli dimana saja dan tidak mengarahkan saya untuk membeli di Apotik milik Rumah Sakit ini.

Tata Krama Bertamu

Dari Posterous Photos

Di beberapa tempat, terutama di daerah, peraturan dan tata krama seperti aturan waktu berkunjung masih dipegang teguh. Jadi ketika kita bertamu di suatu daerah untuk pertama kali agar untuk jeli melihat papan – papan dimana ditaruh suatu aturan tertentu. Bila perlu silahkan bertanya.

Awas jangan sampai kita lupa membawa jam yang berfungsi baik dan telah di kalibrasi pada zona waktu setempat.

Air Putih Lebih Baik

Saya 120% percaya kalau meminum lebih banyak air putih (air jernih) itu baik untuk kesehatan. Namun demikian, menjadikan keyakinan selaras dengan perbuatan juga senantiasa tidak mudah. Ketidakmudahan itu bukan berarti karena sulit untuk mendapatkan air putih. Di rumah maupun di tempat dimana saya bekerja, air minum berupa air jernih selalu tersedia gratis dalam jumlah yang melimpah.

Begitu juga dengan jenis minuman lain. Teh dan Aroma kopi yang menggoda iman juga tersedia. Juga gratis. Kalau soft drink dan air minum kemasan juga tersedia. Meski harus ditebus dengan sekian rupiah yang dipungut dari dompet. 😀

Ngngngng … Baiklah saya sambilan minum air putih terlebih dulu untuk ginjal yang lebih sehat.

Tidak Ada Lagi Tempat Berteduh.

Dari blog_stuff

Gambar diatas merupakan puing – puing reruntuhan Gardu Ronda di dusun Karangmojo A. Entah mengapa Gardu Jaga ini diruntuhkan. Mungkin karena usia Gardu ini sudah jompo sehingga masa baktinya sudah dianggap cukup. Atau bisa jadi, letak Pos Ronda ini tidak strategis lagi sehingga dipandang perlu untuk direlokasi.

Meskipun bagi saya pribadi, sangatlah merasakan betapa penting dan strategis keberadaan Gardu Jaga ini. Siang kemarin misalnya, hujan lebat tiba tiba mengguyur dan saya bingung kemana saya harus berteduh.

Dari blog_stuff

Untung, pada siang itu saya masih bisa mencari alternatif untuk berlindung dari hujan yang membasah kuyupkan di salah satu rumah warga.