Foto Saja

butterfly

Karena otak menulis saya sedang buntu maka kali ini saya akan memposting foto-foto saja di blog ini. Bolehkan? Bukankah blog tidak wajib berisi tulisan saja? Boleh berisi foto saja, suara saja, video saja, atau bahkan tidak berisi apa-apa saja. hehe.

Kupu-kupu berwarna kuning yang sedang hinggap disekuntum bunga sepatu warna merah ini saya potret pada tadi pagi ketika saya sedang menunggu angkot. Pikir saja tadi menfoto kupu-kupu lebih maslahat daripada kelamaan jengkel menunggu angkot datang. Lagi pula kupu-kupu ini terlihat jinak. Dan memang jinak. Saya berhasil memotretnya sekali. Saya sebenarnya ingin memotret kupu-kupu ini beberapa kali. Sayangnya saya gagal menahan bersin. Jadi kupu-kupu ini terkejut dan terbang.

Ini masih kupu-kupu yang sama yang saya potret sebelumnya. Kupu-kupu yang terkejut karena bersin yang tak tertahankan itu untungnya tidak terbang jauh. Kupu-kupu ini masih baik hati memberi kesempatan kedua untuk saya. 🙂

Foto-foto ini saya ambil dengan ponsel Samsung Galaxy Ace Duos.

Tidak Ada Lagi Tempat Berteduh.

Dari blog_stuff

Gambar diatas merupakan puing – puing reruntuhan Gardu Ronda di dusun Karangmojo A. Entah mengapa Gardu Jaga ini diruntuhkan. Mungkin karena usia Gardu ini sudah jompo sehingga masa baktinya sudah dianggap cukup. Atau bisa jadi, letak Pos Ronda ini tidak strategis lagi sehingga dipandang perlu untuk direlokasi.

Meskipun bagi saya pribadi, sangatlah merasakan betapa penting dan strategis keberadaan Gardu Jaga ini. Siang kemarin misalnya, hujan lebat tiba tiba mengguyur dan saya bingung kemana saya harus berteduh.

Dari blog_stuff

Untung, pada siang itu saya masih bisa mencari alternatif untuk berlindung dari hujan yang membasah kuyupkan di salah satu rumah warga.