MindTalk, Supporting Indonesia

Hidup itu pilihan. Follow, unfollow, block. Begitu kata Republik Twitter (2011). Film yang pernah saya review di sini.

Social media banyak membawa hal baru dalam kehidupan saya, dalam kehidupan kita. Social media membawa apa yang belum jelas dan tidak menarik untuk dibahas di tanah daratan menjadi suatu hal yang terasa biasa. Social media membawa istilah-istilah baru. Seperti apa kata orang twitter yang saya kutip di atas.

Facebook punya istilah sendiri.Friend, unfriend, block. Google+ punya istilah circle, uncircle, block. Sementara jejaring sosial buatan anak negeri, Mindtalk membawa untuk kita istilah tersendiri yaitu supporting dan unsupporting. Kalau di twitter kita punya follower maka di Mindtalk kita punya supporter. Istilah supporter ini sepintas mengingatkan kita dengan Bonek supporter Persebaya, Viking – Persiba dan Jakmania. hehe

Keberadaan Mindtalk ini sebenarnya sudah cukup lama saya dengar, akan tetapi saya baru mendaftar ke layanan ini beberapa minggu yang lalu. Itu pun saya tidak langsung eksis di sana. Saya baru login ke Mindtalk dua hari yang lalu.

Begitu login ke Mindtalk, sensasi yang saya dapatkan adalah: P U S I N G. Mindtalk langsung tanpa ampun menyuapi saya dengan banyak sekali konten. (informasi) Ibarat ada banyak sekali makananan enak yang tersedia di meja makan, saya kebingungan dari mana akan mulai mencicipi.

Kata Pak Rahard merespon kebingungan yang saya twit -kan, itu adalah tampilan Mindtalk yang baru, dulu tampilannya sederhana, tidak rumit. Pak Rahard ternyata sudah cukup lama eksis di Mindtalk. πŸ™‚

Masih tetap merasa bingung dengan konsep jejaring sosial Mindtalk, yang belakangan saya ketahui Mindtalk lebih suka menyebut dirinya sebagai Social Channel, saya tidak serta merta menutup Mindtalk dari jendela web browser saya. Saya jadi penasaran.

Tidak cukup dengan mencoba-coba saja, saya pun mencari tahu Mindtalk dengan googling. Dan dari apa yang saya baca dari blog Mas Okto di sini. Rupanya Merah Putih Incubation ada di balik Mindtalk. Mindtalk sendiri digagas oleh Robin yang bertimkan Faxo dan Exa. Hacker Indonesia mana yang akan meragukan kemampuan teknis mereka?

Ide dasar yang dikembangkan menjadi konsep Mindtalk ternyata adalah menghadirkan pengalaman MIRC ke dalam suatu website. Dari sini saya menjadi mengerti kenapa Mindtalk ingin menyebut dirinya sebagai suatu social channel.

Anda bingung pengalaman MIRC itu seperti apa. Bila Anda bingung tenang saja. itu artinya usia Anda (kemungkinan besar) belum sejompo saya.

Namun entah Anda punya pengalaman kencan dengan MIRC atau Anda baru saja mengenal jejaring sosial masa kini seperti Facebook dan Twitter, mari sama-sama menggali pengalaman-pengalaman baru dengan berjejaring di Mindtalk.

Mari kita saling mendukung. I supporting you, I supporting Merah Putih, I supporting Indonesia. dan jangan lupa supporting back saya. Saya menggunakan ID jarwadi, hihi promosi diri. πŸ˜€

Iklan

7 thoughts on “MindTalk, Supporting Indonesia

  1. Aku sudah punya user di mindtalk belum ya? Lupa. Coba harus cek lis user dulu. Ya bicara jompo, aku juga jompo wkwkwkw… secara dulu juga mainannya MiRC… :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s