Produktifitas dan Rapat Tidak Penting

Beberapa waktu lalu saya diundang untuk mengikuti suatu rapat yang menurut saya tidak penting. Sebagian peserta rapat itu sebenarnya sepakat kalau itu bukanlah rapat penting, bisa dibilang tidak terlalu berguna. Tetapi rapat itu harus ada dan harus dihadiri.

Kenapa tidak penting? Karena topik dan permasalahan yang akan dibahas di ruang rapat itu sebelumnya sudah “dirapatkan” secara online selama beberapa hari oleh sebagian peserta rapat yang biasanya aktif. Aneka gagasan, usulan, skenario dan permasalahan sudah dibahas sampai dihasilkan suatu solusi yang kami anggap matang. Palu maya sudah diketok mengikuti beberapa keputusan strategis.

Tetapi kenapa rapat “tidak penting” itu harus ada dan harus dihadiri? Kalau tidak ada rapat fisik mana ada uang transport untuk rapat. Kedengaran lucu ya. πŸ˜€ Belakangan diketahui, permasalahanya bukan hanya ada di uang transport. Dalam menyusun anggaran tahunan, instansi itu merencanakan dan menganggarkan beberapa kali rapat. Masing-masing rapat yang direncanakan idealnya menurut mereka harus dilaksanakan dan ada bukti fisiknya. Dalam hal ini diskusi online, seberapa baguspun ide dan solusi yang dihasilkan tidak akan atau belum bisa dijadikan bukti untuk dijadikan bagian dari laporan program kerja tahunan ala birokrat.

Sebenarnya apa susahnya sih menghadiri rapat fisik yang didukung acara banyak makan-makan. Begitu saja kok repot. πŸ˜€ Sebenarnya lagi saya ingin memasang foto-foto makanan di sepanjang rapat itu, tetapi biar lidah saja yang tahu apa yang kami makan. Alasan tidak jadi memajang foto makanan adalah karena melihat dari makanannya itu akan mudah menebak instansi apa yang saya maksud. πŸ˜€

Iklan

8 thoughts on “Produktifitas dan Rapat Tidak Penting

  1. di bumn atau instansi pemerintah ya…..
    aku pernah diajak rapat, duduk diem kira-kira 1 jam an dan ngomong 1 menit. selain dapat makan dapat amplop. tebak berapa jumlahnya? rp 1, 8 jutaaaaaaaa (ini bukan pamer, tp hanya menunjukkan betapa anehnya di indonesia….) *aku sih senang :)))))))))))

    akber di desa, kenapa tidak?

    • hihi, sama mas!

      sebenarnya 2juta, tetapi dipotong pajak apa gitu aku ngga hafal, jadinya terima bersih 1.8juta. saya juga senang dan keliatannya akan beberapa kali mengikuti rapat seperti ini sampai akhir tahun 2012.

      tapi yang agak cape kalau tempat rapatnya di jakarta :))

  2. Iya ya apa susahnya menghadiri rapat, padahal disana cuma duduk diam dan memberikan sedikit pendapat atau sarannya.
    untuk permasalahan rapat yang sudah dibahas di Online, mungkin di Offlinenya hanya mempertegas dan memperjelas saja…

    • Benar mas. Ternyata saya salah eja. Yang benar Produktivitas. Saya sering bingung dengan kata Produktif dan Produktivitas. πŸ™‚

  3. Sekarang tidak sedikit perusahaan di korea yang ‘mengalihkan’ jadwal rapat offline dan menggantinya dengan rapat online, bagi mereka lebih efektif, karena semua peserta lebih terbuka menyampaikan pendapat dibandingkan bertatap muka secara langsung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s